Demi meningkatkan mana power-nya, setelah hari itu, Laviar jadi sering mengunjungi kediaman Arno untuk berlatih di sana.
Arno pun senang dengan hal itu.
Tidak hanya dia berhasil memperoleh teman baik, Dahlia yang juga terlihat nyaman bersama Laviar juga mulai membuka hatinya kepada orang selain dirinya, yakni kepada Laviar.
Diawali dengan niat memanfaatkan fasilitas keluarga Rosechild demi peningkatan mana power-nya sebagai langkah awal membangun kembali negeri vampir yang telah hancur, Laviar hampir setiap hari menjadi pengunjung tetap di kediaman itu.
Lalu setiap kali berkunjung, seolah sudah menjadi rutinitas, Laviar tanpa sadar akan mengajak Dahlia, Kakak Arno, untuk bermain bersama.
Kondisi Dahlia yang mengalami trauma berat perihal kejadian masa lalu kini terlihat mulai membaik seiring dengan semakin seringnya dia berinteraksi dengan Laviar.
Walau tugas meningkatkan mana power dari guru telah usai di mana Laviar sukses melulusinya, Laviar tetap sering mengunjungi kediaman Arno dan Dahlia.
Laviar tetap ingin meningkatkan kekuatannya, tidak hanya sebatas peningkatan mana power, tetapi juga sensitifitas mana, dan tempat pelatihan keluarga Rosechild adalah tempat terbaik dalam melakukannya.
Laviar pun memanfaatkan pertemanannya dengan Arno secara maksimal untuk menggunakan fasilitas keluarganya.
Setidaknya, itu yang berupaya dipikirkan oleh Laviar sebagai alasan.
Namun tanpa Laviar sendiri sadari, Laviar mulai terjerat terhadap perasaan pertemanan yang mendalam kepada Arno dan Dahlia.
Laviar tidak mau mengakui itu, tetapi dirinya sudah mulai kembali membuka hati kepada manusia.
Di antara semuanya, justru Laviar-lah yang paling berubah.
Laviar sejatinya memang anak yang supel.
Namun karena pengalaman buruknya dengan manusia, dia jadi menutup hatinya pada semua manusia, ditambah dengan pengalamannya yang tidak menyenangkan selama masa-masanya terkurung di dalam dungeon selama seribu tahun.
Namun kini sedikit demi sedikit, Laviar yang dulu mulai kembali.
Laviar mulai membuka hati kembali kepada manusia, setidaknya kepada tiga orang yakni Arcia, Arno, dan juga Dahlia.
Perlahan Laviar mengenal Arno dan Dahlia, di situlah Laviar mulai merasakan kejanggalan di keluarga Rosechild.
Lantas pada suatu hari, Laviar pun menanyakan pertanyaan itu kepada Arno.
“Hei, Arno. Aku sering bermain ke rumahmu bahkan kadang-kadang juga menginap, tetapi kok aku hanya selalu bertemu dengan kakakmu? Memangnya ke mana kedua orang tuamu?”
Namun ekspresi Arno segera murung setelah mendengarkan pertanyaan Laviar itu lantas mengalihkan topik pembicaraan.
“Ah, aku baru ingat. Kepala pelayan baru saja membuatkan kita puding. Yuk kita makan sama-sama sebelum makan malam.”
Mau tidak mau, Laviar menyadari bahwa memang benar ada yang aneh pada keluarga Arno.
***
Tiga tahun pun berlalu dan kini Laviar telah akan mengikuti ujian kelulusannya di SMUT.
“Tak kusangka waktu begitu cepat berlalu dan kini Kakak akan segera lulus saja dari sekolah menengah.”
Ujar Arcia seraya menepuk-nepuk pundak Laviar yang sedang duduk di meja makan usai makan malam.
“Hei, kenapa kamu justru yang merasa bangga? Apa kamu orang tuaku?”
“Ehem. Aku memang bisa dianggap sebagai orang tua Kak Viar sejak akulah yang selalu mengurusi keperluan Kak Viar selama ini.”
Jikalau itu Laviar tiga tahun yang lalu, dia sudah pasti akan berekspresi kesal, namun Laviar yang sekarang kini tersenyum lembut menanggapi candaan omong kosong Arcia.
Laviar telah banyak berubah, tentu saja ke arah yang lebih baik.
“Ngomong-ngomong, Kak Viar sudah mempersiapkan segalanya dengan baik kan untuk ujian kelulusan Kak Viar besok?”
Mendengar hal itu, Laviar justru segera berdiri lantas mengacak-acak rambut Arcia yang kini berusia 16 tahun dan mulai tumbuh menjadi gadis yang cantik.
“Mengapa kamu yang justru memikirkannya? Tentu saja aku sudah mempersiapkannya dengan baik. Kamu juga segera beristirahat saja. Bukankah besok juga ada ujian kenaikan tingkatmu?”
“Tapi kan ujian kenaikan tingkat sekolah menengah administrasi tidak ada apa-apanya dibandingkan ujian kelulusan hunter, Kak. Aku sangat khawatir. Terlebih dalam ujian kali ini, Kakak tidak lagi akan menggunakan tubuh avatar Kakak, melainkan menggunakan tubuh asli dalam ujiannya yang menghadapi banyak monster-monster ganas.”
Arcia cemberut. Tetapi menatap itu, Laviar justru cengengesan.
“Tidak ada yang mesti dikhawatirkan karena di setiap tubuh peserta ujian akan dipasangkan sihir return yang akan segera menarikmu kembali ke dunia nyata ketika dideteksi luka fatal yang mengancam jiwa. Terlebih ada pula sihir pemulihan otomatis ketika kamu tertransfer dari dunia vrmmorpg kembali ke dunia nyata.”
Walau dengan penjelasan Laviar tersebut, tampak kekhawatiran Arcia belum mereda. Lalu dengan secara tiba-tiba, Arcia seketika memeluk Laviar dengan erat.
“Kumohon selamatlah, Kak.”
Lirih Arcia kepada Laviar.
“Tentu saja.”
Lalu Laviar pun menjawabnya dengan penuh tekad.
***
Keesokan harinya, ujian yang ditunggu-tunggu itu pun tiba.
Ada 35 siswa di angkatan ke-19 SMUT Pusat sehingga mereka dibagi ke dalam 7 kelompok yang masing-masingnya terdiri dari 5 orang anggota dalam pelaksanaan ujiannya.
Baik Arno, Sana, maupun Laviar, tidak ada satu pun yang sekelompok.
Laviar masuk sebagai kelompok pertama sehingga dialah yang menjadi terdepan di dalam pelaksanaan ujian tersebut.
Keempat anggota yang lain di dalam party-nya ada Friska sang cleric, Valia sang mage, Erna sang swordsman, serta George sang scout.
Semuanya berwajah tegang.
Itu tak dapat dihindari karena berbeda dari game vrmmorpg yang biasa mereka mainkan, kali ini dalam pelaksanaan ujian, mereka harus menggunakan tubuh asli mereka.
Sesaat kemudian, setelah penjelasan singkat dari kepala sekolah dan panitia guru, seluruh siswa angkatan ke-19 itu pun ditransfer ke dalam tempat ujian.
WARNING! WARNING!
Atau setidaknya itu yang semua peserta ujian pikirkan.
“Hei, apa yang terjadi?”
“Kami juga tidak tahu, Pak. Sistemnya tiba-tiba error dan kami kehilangan kontak dengan seluruh siswa yang ada di dalam tempat ujian.”
“Apa? Kenapa bisa begitu?! Cepat cari solusinya! Bagaimana jika ada apa-apa yang terjadi pada mereka di dalam sana?! Aktifkan saja return spell-nya secara paksa agar para siswa bisa kembali ke sini dengan segera!”
“Soal itu…”
“Apalagi?!”
“Return spell-nya jelas masih bekerja, Pak, tetapi tidak terkoneksi kepada para siswa.”
“Apa maksudnya semua itu?!”
Namun petugas pengawas lapangan itu tampak hesitasi menjawab pertanyaan dari sang ketua panitia.
Salah seorang guru lain-lah yang kemudian menjawab pertanyaan dari sang guru yang menjabat sebagai ketua panitia tersebut.
“Itu artinya para peserta ujian tidak lagi tertransfer ke dalam dunia virtual, melainkan dungeon asli.”
“Apa?”
“Jika mereka mati di dalam sana, maka mereka benar-benar akan mati.”
Seketika ruangan tersebut menjadi gempar dengan penjelasan salah seorang guru itu, namun mereka tidak bisa berbuat banyak selain berharap kepada teknisi untuk segera memperbaiki masalah ini.
“Sialan! Cepat perbaiki sistemnya! Mengapa… Mengapa semuanya mendadak menjadi kacau begini?!”
Di suatu sudut ruangan, terdapatlah seorang guru dengan kepalanya yang botak, namun berkumis tebal yang tertawa secara internal melihat penderitaan itu.
Dialah dalang dari semua kekacauan itu, penyebab dari error sistem pelaksanaan ujian yang mengorbankan ketiga puluh lima siswa angkatan ke-19 SMUT yang sedang mengikuti ujian tersebut.
Dialah Profesor Luvien, salah satu anggota organisasi kriminal yang bersifat konfidental yang paling dicari keberadaannya saat ini di Negara Indonesista tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Sarah ajha
Semangat kk. maaf baru kunjung lagi. ceritanya bagus kok 👍
2023-06-25
1