Mana adalah suatu keberadaan yang sangat mengagumkan.
Jika dikategorikan, itu bisa disebut sebagai energi, tetapi juga bisa disebut sebagai partikel.
Berbeda dengan partikel listrik, keberadaan mana tidak bisa dirasakan oleh orang normal.
Namun itu secara alami mampu tersebar di alam melalui kebocoran celah dimensi yang mengandung banyak sekali partikel mana.
Walau tidak bisa merasakan keberadaannya, terkadang ada orang-orang yang mulai mengalami penyakit karena terpapar terlalu banyak mana yang disebut sebagai gejala keracunan mana.
Dan jumlah ini seiring meningkat dengan semakin besarnya jumlah kebocoran celah dimensi.
Itulah rupanya yang akhirnya mendorong orang-orang penting yang bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan permainan berbasis vrmmorpg.
Tujuan utamanya adalah membiarkan semua orang terbiasa dengan sensitivitas mana melalui semakin banyaknya mereka berinteraksi dengan vrmmorpg yang memang sengaja dirancang untuk membuat daya tahan tubuh kita semakin kuat terhadap paparan mana.
Ini terbukti dengan menurun drastisnya gejala keracunan mana pada orang-orang yang aktif bermain game berbasis vrmmorpg tersebut.
Tetapi itu semuanya tidak ada kaitannya denganku.
Bukannya itu karena di SMUT tempat aku bersekolah sudah berada di level yang lebih jauh di mana kami tidak lagi belajar tentang sensitivitas mana, melainkan sudah belajar tentang cara meningkatkan mana power.
Hanya saja, sebagai makhluk yang telah tinggal di dalam dungeon selama sekitar seribu tahun lamanya, sudah hal yang wajar jika tubuhku sangat kompatibel terhadap mana.
Tetapi mengapa?
MP: 8
Mengapa mana power-ku di tubuh manusia ini sangat rendah?!
Padahal sebelum aku berakhir ke dalam tubuh manusia menyedihkan ini pasca menjadikan Viar asli sebagai salah satu familiarku, aku memiliki jumlah mana power yang bahkan melampaui angka tiga ratus ribu.
“Anak-anak, semuanya sudah harus bisa setidaknya mencapai mana power lebih dari 50 minggu depan ya. Terutama kamu Viar!”
“Ya!”
Guru yang mengajar di kelasku tiba-tiba saja mengalihkan perhatiannya padaku.
“Sebagai salah satu murid SMUT yang akan menjadi calon hunter masa depan, kamu harus berusaha lebih giat lagi sejak mana powermu masih tergolong sangat rendah untuk standar sekolah ini. Kamu paham, Viar?”
“Baik, Bu.”
Aku hanya dapat menjawab dengan patuh.
Mudah untuk mengatakannya. Tapi bagaimana caranya?
Usai kelas, aku buru-buru meninggalkan ruangan.
Aku begitu tidak tahan terhadap tatapan intimidasi para manusia rendahan itu yang menganggapku sangat tidak becus yang bahkan mana power-nya tidak menggenapi angka 10.
Bagi mereka, keberadaanku di Sekolah Menengah Unggulan Taruna ini sangat-sangat tidak layak.
Sayangnya, diriku juga menganggapnya demikian.
Aku benar-benar kesusahan memulai karirku sebagai hunter dan bahkan kini menjadi bahan hinaan para manusia rendahan itu.
Harga diriku sebagai pangeran vampir benar-benar terluka.
Kalau begini terus, kapan aku bisa menghancurkan dunia manusia lantas mengembalikan kejayaan ras vampir?
-Puk.
Seseorang tiba-tiba saja menepuk pundakku begitu aku akan keluar dari kelas.
“Keadaanmu dan adikmu baik-baik saja kan setelah aku pulang kemarin, Viar? Kamu sudah pindah ke tempat yang kusarankan kan?”
Yang menepuk pundakku adalah Arnoria Rosechild, manusia paling unik dengan banyak ekspresi tersembunyi di balik wajahnya.
Dia lembut ketika tersenyum, namun di saat yang bersamaan dia bisa menjadi sangat beringas di kala marah.
Akan tetapi, ada waktu pula dia tiba-tiba menjadi depresi untuk alasan yang tidak kuketahui.
Walau demikian, itu bukan karena Arno munafik.
Dia hanya juga memiliki banyak beban di hidupnya yang membuat kepribadiannya menjadi sangat terdistorsi.
Aku membenci manusia, tetapi memiliki satu teman yang baik seperti Arno rasanya tidak buruk juga.
Jelas bahwa Arno berbeda dengan Jeanne.
Lagipula sejak Arno dekat denganku, para manusia rendahan yang lain jadi takut untuk berbuat macam-macam denganku karena memandang kekuasaan keluarga Arno.
Ini jelas adalah sesuatu yang menguntungkan.
Ini menghindarkanku dari berbagai variabel masalah yang tidak perlu.
“Hmm.”
Aku mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Arno tersebut.
“Syukurlah kalau begitu.”
“Ya.”
“Ngomong-ngomong, Viar. Tentang apa yang Bu Guru katakan tadi di kelas. Aku bukannya sok ikut campur atau bagaimana. Tapi jikalau kamu mau, bagaimana kalau main ke rumahku? Ada celah dimensi tersembunyi di kediaman Rosechild sehingga ada tempat dengan kepadatan mana sangat tinggi di kediaman kami. Kamu bisa berlatih untuk meningkatkan mana power-mu di sana.”
Ini bukan saatnya merasa tidak enak atas bantuan seseorang yang terlalu baik seperti Arno sampai-sampai pada taraf pushover.
Sejak nyawaku yang dipertaruhkan jikalau aku tidak mampu meningkatkan kekuatanku, aku pun menerima tawaran Arno itu dengan senang hati.
“Hei, Arno! Bukankah kau sudah terlalu baik dengan sampah itu?"
"Kau juga! Orang buangan pun harusnya bisa sadar diri di mana tempatnya!"
"Jangan mentang-mentang Arno baik, kau jadi memaanfaatkan kebaikannya seenaknya!”
Dia adalah Lisanna Annexia, pemilik peringkat satu di angkatan kami.
“Aku yang menawarkan bantuan ke Viar kok, Sana. Ini atas keinginanku sendiri. Kan di rumahku sepi. Jadi aku justru merasa lebih lega jika sekali-kali ada teman yang berkunjung ke rumah memeriahkan suasana. Lagian kata-katamu ke Viar sangat tidak sopan kan? Minta maaf gih sama Viar.”
Dengan senyum lembutnya yang seperti biasa, Arno mengomentari ucapan Lisanna.
“Cih. Tapi tidak juga yang kamu undang ke rumahmu itu seorang pushover seperti dia!”
Boro-boro minta maaf, Lisanna malah semakin menghinaku.
Hei, sialan! Siapa yang baru saja kamu panggil pushover, hah?!
Ingin rasanya aku meneriakkan kalimat tersebut di hadapan gadis manusia angkuh itu, tetapi akhirnya kutahan karena aku sadar jika aku melakukannya, akulah yang akan berakhir bonyok oleh jotosannya.
Temperamen seseorang seperti Lisanna adalah bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.
“Kan kamu bisa mengundangku, contohnya.”
Ujar Lisanna seraya memandang Arno dengan muka yang memerah.
Arno sialan itu. Apa dia benar-benar tidak menyadari arti tatapan Lisanna itu padanya?
Yah, tapi bukan saatnya pula bagiku untuk mengalah sejak aku benar-benar membutuhkannya.
“Kalau gitu, bagaimana kalau kita mengajak Lisanna juga ke rumahmu, Arno?”
“Hah, mengapa juga aku mau main sama pushover seperti kamu… Tapi yah, jika Arno memaksa, maka apa boleh buat.”
Aku memuluskan jalan cintamu, gadis sialan! Jadi kamu berhutang satu padaku. Aku adalah seorang pria yang sangat peka terhadap urusan utang-piutang.
Sebaiknya jikalau aku dalam kesulitan, kamu nantinya juga akan menolongku! Ingat itu baik-baik!
Setidaknya itulah yang kumaksudkan.
Tidak buruk juga jika dinilai baik oleh orang yang berkuasa di kelas seperti Lisanna.
Akan tetapi, begitu pulang sekolah dan kami hendak akan berangkat ke rumah Arno sama-sama, pelayan berjas hitam milik keluarga Annexia terlanjur menyeret Lisanna duluan dengan paksa kembali ke rumahnya.
Jadilah kami pada rencana awal di mana hanya ada aku yang akan berkunjung ke rumah Arno.
***
Aku dan Arno pulang jalan kaki melewati rumah kost-an yang dulu sempat aku tinggali bersama Arcia sebelum kami pindah karena tidak nyaman dengan pemilik kost-nya yang serakah dan pembohong.
Berkat Arno, kami bisa bebas dari tuduhan sang pemilik kost, dan berkatnya pula, kini aku dan Arcia bisa tinggal di kost-an yang lebih layak dengan pemilik yang lebih baik.
Anehnya, begitu kami sampai pada jalan raya, sebuah mobil mewah telah menanti kami.
Aku dan Arno lantas diantar pulang naik mobil mewah tersebut.
“Lho, kok kamu baru dijemput di sini, Arno? Kenapa tidak dari depan gerbang sekolah?”
Aku mau tidak mau jadi penasaran untuk menanyakannya.
“Kan seru jalan-jalan setelah pulang sekolah. Serasa lebih menikmati masa muda kan?”
Ucap Arno padaku lagi-lagi dengan senyumnya yang semringah.
“Lagipula aku tidak ingin terlalu menonjolkan perbedaanku dari yang lain, setidaknya jika di sekolah.”
Intonasi suaranya yang seketika berubah menjadi lembut, menandakan bahwa Arno serius dalam ucapannya.
Aku tidak mengerti manusia, namun aku lebih tidak mengerti lagi dengan sosok bernama Arnoria Rosechild sejak sebagai pangeran vampir, yang kutahu jika kau punya kekayaan dan kekuasaan, ya sisa kau gunakan saja semaumu.
Namun orang yang duduk di sampingku ini benar-benar lain daripada yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Sarah ajha
Tetap semangat...
2023-06-01
1
Sarah ajha
Arno seharusnya jadi contoh anak2 yg banyak tingkah zaman now, wkwkwkwkwk
2023-06-01
1
Sarah ajha
Sulit juga kalau ada kata mana, jadi ambigu dgn suatu kalimat tanya tertentu kk
2023-06-01
1