Di waktu yang sangat tepat, Sistem tiba-tiba saja memberikanku misi.
Misi Tingkat F: Buat Arnoria Rosechild marah
Entah apa yang dipikirkan oleh Sistem.
Bukankah lebih mudah membuat orang lain marah ketimbang menyenangkan hatinya?
Kau hanya perlu memberikan orang tersebut pukulan tepat di belakang kepalanya untuk membuatnya marah.
Tapi apapun itu, bukankah ini sama saja dengan jackpot buatku?
Berhasil: poin kontribusi 10, peningkatan magic power sebesar 5
Walaupun ini hanya misi tingkat F, hadiah poin kontribusi yang diberikannya bahkan setara dengan misi tingkat E selamatkan Arcia sebelumnya.
Aku sudah terkenal sejak di Sunda Castle sebagai pangeran badung yang sangat mudah membuat para tetua vampir kesal. Mana mungkin aku akan gagal menjalankan misi ini.
Sekarang apa yang harus kulakukan?
Aku juga begitu penasaran mengungkap sifat asli dari orang munafik bernama Arnoria Rosechild ini.
Jadi apa yang akan kulakukan?
Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku hanya perlu memberikannya pukulan tepat di belakang kepalanya, tentu saja dalam arti harfiah.
-Slap.
“Ouch. Ah, sakit! Viar, apa yang baru saja kamu lakukan?”
Peringatan! Peringatan! Anda telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada seorang manusia bernama Arnoria Rosechild, 15 tahun. Beruntungnya karena orang yang bersangkutan baik, dia memaafkan Anda yang tidak sopan bahkan sebelum Anda meminta maaf padanya dan poin kepopuleran Anda hanya berkurang 1.
Peringatan! Peringatan! Poin kepopuleran Anda saat ini mencapai angka 0. Mungkin saja akan terjadi peristiwa tidak menyenangkan jika Anda tetap mempertahankan hal ini dalam jangka waktu lama.
Dan Sistem pun kembali berulah.
‘Jadi apa yang harus kulakukan sebenarnya?!’
‘Bukannya ini misi darimu sendiri untuk membuatnya marah lalu kini aku yang kena penalti karena perbuatan tidak menyenangkan?!’
‘Sungguh Sistem benar-benar sesuatu!’
Ingin rasanya aku meneriakkan hal itu sekencang-kencangnya, tapi akhirnya aku memilih untuk tetap bersikap waras.
Namun dampak kejadiannya tidak berakhir sampai di situ saja.
Peringatan! Peringatan! Nikita Roswin, 15 tahun, menyaksikan Anda melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada seorang manusia bernama Arnoria Rosechild dan seketika menilai Anda sebagai sampah masyarakat. Poin kepopuleran Anda berkurang 5.
Peringatan! Peringatan! Poin kepopuleran Anda saat ini telah mencapai angka 0 dan tidak bisa turun lebih rendah lagi. Mungkin saja akan terjadi peristiwa tidak menyenangkan jika Anda tetap mempertahankan 0 poin kepopuleran Anda dalam jangka waktu lama. Silakan segera naikkan poin kepopuleran Anda.
Peringatan! Peringatan! Angela Misvaltin, 15 tahun, menyaksikan Anda…
… Mungkin saja akan terjadi peristiwa tidak menyenangkan jika Anda tetap mempertahankan 0 poin kepopuleran Anda dalam jangka waktu lama. Silakan segera naikkan poin kepopuleran Anda.
Peringatan! Peringatan! Lulua Intansari, 15 tahun, menyaksikan Anda…
… Mungkin saja akan terjadi peristiwa tidak menyenangkan jika Anda tetap mempertahankan 0 poin kepopuleran Anda dalam jangka waktu lama. Silakan segera naikkan poin kepopuleran Anda.
Begitu aku memperhatikan, rupanya telah ada tiga siswi di belakang yang melihat aku memukul Arno lantas menggosipiku.
Aku hanya dapat menghela nafas panjang.
Dari kejadian tadi, aku bisa menyimpulkan bahwa Sistem ingin aku membuat Arno marah tanpa melakukan perbuatan tidak menyenangkan secara terang-terangan di hadapannya.
Hah, dia pikir aku ini siapa?
Aku adalah pangeran vampir terjahil di dunia.
Aku mengoleksi banyak prank-prank nakal baik sejak aku masih di Sunda Castle maupun setelah aku berada di dunia modern ini.
Aku pula sudah menonton seri lengkap ftv indosirna yang banyak menampilkan sosok gadis yang sok polos seperti Jeanne, tetapi di balik layar dia membuli sang heroine ketika male lead-nya tidak ada, lantas bertingkah kikuk seakan tidak sengaja.
Dan aku yang memiliki pengalaman hidup selama seribu tahun ini, tentu akan bisa melakukannya dengan lebih baik lagi.
Rencana pun kujalankan.
Trik pertama: minum cola dengan kikuk.
Sekali di acara ftv malam, aku menyaksikan adegan ini. Sang antagonis pura-pura lemah tidak bisa membuka tutup botol cola lalu meminta tolong kepada heroine untuk membukakan tutup botolnya.
Rupanya, sebelumnya dia telah mencampurkan beberapa permen mentos ke dalam cola itu lalu diguncang-guncangkannya sebelum diserahkan kepada heroine.
Dan hasilnya,
-Duaarr.
Minuman itu pun muncrat membasahi wajah sang heroine.
Heroine yang tidak bisa menahan kesalnya pun melihat mukanya jadi jelek karena basahan air cola lantas lari sembari menangis yang seketika ditertawakan oleh sang antagonis dan para pengikutnya.
Betapa tak sabar aku ingin menyaksikan sosok Arno yang seperti itu.
“Kamu haus kan? Nih minum dulu sebelum lanjut jalan. Aku sengaja beli cola untuk kamu.”
“Ah, terima kasih, Viar. Nanti kutraktir balik ya kalau gitu.”
“Hahaha, tak usah dipikirkan. Kita kan teman.”
Sudut bibirku sampai-sampai membengkok saking aku tak bisa lagi menahan tawaku akan kelicikanku sendiri.
Aku pun memberikan minuman cola itu kepada Arno sealami mungkin yang sebelumnya telah kulakukan trik seperti yang ditunjukkan oleh sinetron ftv tersebut.
Tanpa curiga, Arno mengambilnya lantas membuka tutupnya.
Dan,
-Duaarr.
Yang kutunggu-tunggu akhirnya terjadi.
Air cola itu segera muncrat membasahi wajah Arno.
‘Bagaimana? Sekarang kamu kesal padaku kan? Ya nggak mungkin nggak kesal-lah.’
Gumamku dalam hati yang tentu saja tak kusampaikan secara langsung kepada Arno.
Tapi apa ini?
“Duh, Viar. Kamu ternyata ceroboh juga ya. Bagaimana bisa kamu membeli cola yang sudah jatuh ke lantai, hahahahahahaha. Kalau tidak jatuh ke lantai, bagaimana bisa air cola-nya bersemburan pas dibuka tutupnya begini, hahahahahaha.”
‘Itu karena aku mengerjaimu, bodoh!’
Ingin rasanya aku meneriakkan itu padanya.
Rencana jahilku malah sama sekali tidak disadarinya.
Malahan,
“Wah, keren banget!”
“Ih, keren!”
“Kakak itu tampan banget!”
Air cola yang menyembur ke wajah Arno malah memberikan efek berkilau di wajahnya yang membuat kaum hawa semakin klepek-klepek padanya.
Apa ini?
Apakah ini yang dinamakan hak khusus bagi para pria tampan?
Ukh, aku benar-benar dibuat kesal jadinya.
Tapi jangan kira rencanaku hanya sampai di sini saja.
Trik nomor dua: makan sosis jalanan dengan kikuk.
Ini trik antagonis yang aku tonton pada ftv siang hari yang bertemakan kerajaan. Suatu ketika sang heroine bekerja dengan keras hingga akhirnya sanggup membeli gaun untuk menghadiri pesta dansa kerajaan.
Sayangnya, dia kedapatan oleh sang antagonis.
Dengan pura-pura kikuk, sang antagonis pun menjatuhkan saus pada sosis yang dia belinya di jalanan tepat di pakaian sang heroine sehingga gaun yang dengan darah dan keringat heroine beli itu jadi kotor sehingga tidak mungkin lagi digunakan untuk menghadiri pesta dansa kerajaan.
Heroine yang frustasi kemudian seketika berlari meninggalkan tempat itu dengan linangan air mata.
Kali ini aku akan menggunakan adegan itu sebagai referensi untuk membuat Arno marah.
Aku kemudian secara alami membawa dua tusuk sosis di tanganku di mana yang satunya seakan hendak aku berikan kepada Arno.
“Maaf ya, Arno. Aku lapar, jadi beli sosis. Nih, aku sekalian belikan kamu juga.”
“Kamu baik sekali, Viar. Kalau begitu akan kuterima dengan senang hati.”
Aku pun menyodorkan sosis itu kepada Arno lantas dia terlihat segera ingin menggenggamnya.
Akan tetapi,
-Srek.
Aku pura-pura tiba-tiba kehilangan kekuatan di lenganku lantas sengaja kujatuhkan sosis bersaus itu ke pakaian Arno.
“Ah, maaf, Arno. Aku mengotori pakaianmu…”
Ujarku pura-pura sembari melirik ke wajah Arno demi melihat ekspresi depresinya.
Tapi apa ini?
“Duh, Viar. Kutahu kamu ceroboh, tapi tak kusangka kamu sampai seceroboh ini.”
Jangankan memperhatikan keadaan pakaiannya yang jadi belepotan duluan, dia malah segera mengambil sapu tangan di dalam kantong bajunya untuk mengelap wajahku yang juga tanpa sadar belepotan oleh saus sosis lainnya yang aku genggam.
Kalau aku ini wanita, aku pasti sudah dibuat klepek-klepek olehnya.
Tidak, bukan itu yang penting!
Mengapa ada manusia di dunia ini yang sepolos dia sampai-sampai tidak menyadari niat jahatku sama sekali?!
Dan percobaan kedua pun gagal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ayano
Gak bakar bikin rencana 😅😅😅
Gagal semua ampe akhir keknya mah
2023-08-25
1
Ayano
Langsung 0 dong ceunah 😅😅
2023-08-25
1
Ayano
Kan dibilang sistem itu ngeselin 😅😅
2023-08-25
1