Pengetahuan mengenai vampir bukanlah sepenuhnya menghilang dari dunia ini. Itu hanyalah terlupakan oleh orang kebanyakan karena mereka tidak pernah lagi muncul ke permukaan selama seribu tahun.
Nyatanya, masih banyak teks-teks lama yang bisa diakses di perpustakaan yang membahas mengenai vampir dan para pemburu vampir yang memusnahkan keberadaan mereka.
Uh! Jika mengingat keberadaan para vampire hunter itu, darahku selalu mendidih dibuatnya.
Namun sekarang, aku masih sangat lemah. Setidaknya dengan skill ‘cut’ yang kuambil dari Anto, aku dapat bertarung sampai taraf tertentu, tetapi aku yakin bahwa itu bukanlah di level di mana aku bisa menghadapi seorang vampire hunter level terendah sekalipun.
Itu artinya aku harus menyembunyikan keberadaanku baik-baik sebagai vampir. Ditambah dengan misi dari sistem di mana jika aku gagal menyembunyikannya dari dunia luar, maka aku akan kena penalti mati dalam kurun waktu 4 bulan.
Untuk menyembunyikan keberadaanku, itu berarti aku sebisa mungkin tidak boleh menonjol di antara siswa-siswa SMUT lainnya. Namun tampaknya, itu semua telah terlambat. Perihal aku yang memiliki empat skill bawaan game, aku kini dikenal hampir oleh seisi sekolah.
“Eh, bukankah itu dia?”
“Ah si calon hunter banyak bakat, tapi sampah semua. Hahahahahaha.”
“Ssst! Nanti dia dengar.”
“Memangnya kenapa kalau dia dengar? Emangnya dia bisa bertarung? Sini, kalau dia berani cari gara-gara, akan kuhajar dia! Hahahahahaha.”
Sayangnya itu bukan dalam artian baik. Karena banyak yang penasaran tentang keberadaan diriku yang langka dengan empat bawaan skill game, salah satu peserta ujian pun ada yang memposting videoku sewaktu melaksanakan ujian praktik bertarung di dalam game.
Dari situ, kalian pasti sudah bisa menebak apa yang terjadi kan?
Manusia-manusia rendahan itu menertawaiku layaknya badut yang melawak bersama sang asisten lucunya di dalam video yang disebarkan itu karena kalah bertarung melawan monster goblin rendahan hanya dalam waktu kurang dari sepuluh detik padahal aku sudah disupport oleh seekor beast.
Baru hari pertama sekolah saja sudah tidak nyaman begini. Apakah aku bisa bertahan sampai akhir?
Padahal bagiku dulu di dalam dungeon, waktu tiga tahun itu terasa sangat singkat bagaikan mengedipkan mata saja, namun sejak harus menjalani hidup di dunia manusia, sekarang itu terasa sangat lama. Setelah aku berpikir kembali, aku sedikit ragu tentang bisa bertahan ataukah tidak.
Tetapi mumpung sudah sejauh ini, aku harus berjuang. Aku juga tidak ingin menyia-nyiakan usaha gadis manusia itu dalam membantuku sampai ke tahap ini.
“…”
Tidak. Apapun yang kalian pikirkan, itu pasti salah sangka. Tidak ada yang namanya empati atau apapun dari diriku ini kepada Arcia. Aku membenci seluruh umat manusia, tidak terkecuali padanya.
Ah, itu benar!
Itu hanya karena demi keefisienan semata agar gadis manusia itu tidak terlalu cerewet lagi padaku dengan terlalu mengasihani aku seolah aku ini rendahan yang tak bisa apa-apa jika aku terus menganggur!
Itu pasti begitu, jadi kalian tidak usah salah paham lagi untuk hal-hal yang tak masuk akal!
***
Hari pertama sekolah dimulai dengan para siswa baru angkatan ke-19 SMUT berkumpul di aula sekolah untuk mendengarkan ceramah kepala sekolah yang dilanjutkan oleh ketua OSIS lalu siswa terbaik di angkatan kami. Itu rupanya diraih oleh seorang perempuan bernama Lisanna Annexia.
Annexia?
Hmm… Entah mengapa aku merasa pernah mendengarkan nama keluarga itu di suatu tempat melalui ingatanku pada kehidupanku seribu tahun yang lalu. Sayangnya, ingatan itu sudah tak lagi jelas.
Hanya saja… hanya dengan melihat wanita itu, entah mengapa pula aku langsung bisa merasakan perasaan tak suka padanya?
Yah, lagipula dia adalah murid terbaik di angkatan kami, sementara aku adalah murid yang hampir saja tidak lulus seleksi. Mana mungkin kami akan punya peluang untuk berinteraksi satu sama lain. Dunianya dan duniaku di mana aku masih lemah ini, sangatlah jauh.
Lupakan soal Lisanna, ada satu sosok yang sangat menggangguku saat ini.
“Hai, namamu Viar kan? Boleh berkenalan? Namaku Arno." 😊
“Hai, Viar. Baru mau ke kantin ya? Yuk sama-sama. Aku juga belum makan nih." 😁
“Viar, kamu belum punya buku soal teori portal dan dimensional kan? Kamu boleh pakai punyaku kok. Kebetulan aku punya dua. Kamu mau?" 😀
Dialah Arno, pemuda seusiaku yang selalu tampak ramah di dekatku hanya karena kami duduk pada bangku yang bersebelahan di kelas. Jangankan menyentuh, itu sangat mengganggu.
Aku kenal benar tipe anak sepertinya. Dia tidak jauh berbeda dengan Jeanne. Tipe orang yang selalu ingin tampak baik di hadapan orang lain dengan pura-pura berteman dan membantu anak lain yang mereka kira derajatnya berada di bawah mereka sehingga dinilai sebagai orang baik. Padahal di hatinya, dia pasti juga sangat merendahkanku yang sangat tidak selevel dengannya.
Ya, itu benar. jika Lisanna adalah peringkat pertama di angkatan kami, maka Arnoria Rosechild adalah peringkat kedua, salah seorang elit pula.
Tapi si Arno sialan itu, entah di jalan, di kantin, juga di dalam kelas, selalu ingin mengajak aku berbicara. Lantas jikalau aku mengabaikannya, giliran para penggemar rahasianya-lah yang akan serta-merta membuliku sebagai orang rendahan yang kasar. 😡
Apakah dia sedang menghina aku karena dinilainya terlalu gampangan, jadi ini sebagai model baru perisakan versi orang terkenal sepertinya?!
Aku benar-benar kesal padanya hingga rasanya aku ingin menyumpali mulutnya itu dengan cabai carolina hingga dia tidak bisa bicara lagi.
Tiada baiknya bagiku untuk banyak-banyak berinteraksi dengan orang elit sepertinya. Itulah sebabnya aku sebisa mungkin memilih untuk mengabaikannya. Sebaiknya, aku hanya fokus pada menimba ilmu di kelas.
Berdasarkan penjelasan guru di kelas Portal dan Dimensional, dunia VRMMORPG itu sejatinya bukanlah dunia yang benar-benar virtual yang tak ada sama sekali kaitannya dengan dunia nyata.
Itu sebenarnya terkoneksi dengan dunia di dalam celah dimensi yang masih banyak bagiannya belum tereksplorasi karena banyaknya makhluk penghuni celah dimensi di sana yang disebut sebagai minion yang keberadaannya sebenarnya relatif tidak berbahaya bagi manusia karena tidak menyerang mereka. Namun itu terkadang menimbulkan penyakit tertentu bagi orang-orang yang tidak tahan terhadap tekanan mana yang bisa sampai berujung pada kematian.
Dunia VRMMORPG didesain untuk membiasakan orang-orang untuk berinteraksi dengan celah dimensi yang banyak mengandung mana tersebut. Makanya ketika bermain VRMMOPRG, orang-orang akan menggunakan tubuh avatar terlebih dahulu alih-alih tubuh aslinya demi tujuan penyesuaian ini. Makanya ada pula istilah bakat bawaan game bagi orang-orang yang mampu menyesuaikan dengan baik terhadap aliran mana di celah dimensi melalui tubuh avatarnya.
Melalui pengaturan VRMMORPG, celah dimensi yang dijangkau dibatasi untuk daerah yang aman saja perihal masih banyak hal-hal yang belum diketahui tentang celah dimensi tersebut, terutama tentang masalah dungeon yang terkadang banyak bermunculan di celah dimensi.
Guru yang mengajar di kelas itu pun berhipotesis kalau anomali munculnya dungeon break baru-baru ini, tidak pada celah dimensi, melainkan di dunia nyata adalah karena suatu partikel unik yang bernama ‘mana’ tersebut yang mulai ikut tersebar dan memadat ke dunia nyata secara perlahan.
“Viar, kamu jalan kaki kan? Aku juga loh. Mau jalan bareng nggak?” 😗
‘Duh, lagi-lagi si munafik sialan ini!’ Saking kesalnya pada tingkah munafiknya, aku tanpa sadar bergumam dalam hati mengumpat orang sok baik yang ada di hadapanku ini.
Akan tetapi, tepat di saat aku akan menolak tawarannya,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Misi Tingkat F: Buat Arnoria Rosechild marah
Syarat keberhasilan: Arnoria Rosechild mengeluarkan kalimat umpatan marah
Lamanya misi: sepanjang jalan pulang dari sekolah di hari ini
Berhasil: poin kontribusi 10, peningkatan magic power sebesar 5
Gagal: Anda akan kehilangan sesuatu yang berharga bagi Anda
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Misi Sistem pun tiba.
Ini pertama kalinya aku berterima kasih kepada Sistem karena telah memberikanku misi yang sangat keren ini. Bukankah ini berarti aku bisa mengungkapkan sifat asli si munafik ini sekaligus memperoleh hadiah dari Sistem?
Namun, penalti gagalnya membuat aku merasakan firasat yang buruk.
Apapun itu, aku hanya tidak perlu gagal, bukan? Aku pun menerima tawaran si Arno itu dengan senang hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ayano
Kok aku traveling ya baca yang ini 😳😳
2023-07-29
1
Ayano
Penggemarnya lebih gila darimu. Curiga mereka yandere semua
2023-07-29
1
Ayano
Bersikap lah seperti anak volos kek kaos polo. Nanti di belakang mereka, bantai 😃😃😃
2023-07-29
1