Bab 17. Quarrel Part 2

Caitlyn menarik nafasnya dalam-dalam lalu bangkit berdiri seraya menatap wajah Lean dengan malas.

“Kamu bisa gak, sih, gak usah kasar?” Caitlyn terlihat menjeda karena masih ingin melanjutkan kalimatnya.

Sejenak dia menatap sekeliling dengan tidak berniat, sesudah itu kembali menatap Lean dengan wajah yang teramat sangat malas. Entah karena efek lelah atau memang dia tidak lagi sudi melihat wajah tampan itu.

“Sebenarnya aku tuh udah gak nganggap kamu suami aku lagi. Bagi aku, semua urusan dan hubungan di antara kita tuh udah selesai sejak hari ini di mana permintaan cerai sudah kau setujui, bahkan udah masuk ke pengadilan agama. Artinya gada apa-apa lagi di antara kita. Kita tuh udah end, tinggal menunggu untuk disahkan aja. Iya, ‘kan?” Meskipun dengan nada rendah, tetapi Caitlyn cukup merasa puas dengan ucapannya.

Bagaimana tidak? Kata-kata itu sukses menampar Lean dan Caitlyn melihat itu dengan jelas.

“Kau ….”

“Aku kenapa?” tantang Caitlyn dengan sikap santai sekali. “Aku berbicara apa adanya. Jadi tidak perlu capek-capek mengakui aku sebagai istrimu lagi. Terima kasih karena telah memberikan status terhormat itu padaku selama tiga tahun ini, Tuan. Sekarang dengan sangat ikhlas hati aku melepaskan status dan jabatan kebesaran sebagai istri dari seorang Presdir Sanjaya Grup yang terhormat.” Tajam pada akhir kalimatnya, bersamaan dengan tatapan jengah yang berganti tatapan tajam pula.

Lean bergeming dan meraih tangan Caitlyn dengan kasar. Marah? Ya, tepat sekali. Saat ini dia benar-benar marah mendengar setiap perkataan Caitlyn.

“Lean! Bisa gak sih gosah kasar?” sentak Caitlyn yang mulai tersulut.

“Heh, Wanita licik. Lu bilang apa? Gosah kasar?” Cara bicara Lean mulai berubah.

Jika sudah menggunakan kata-kata lu-gue, artinya Lean sudah sangat marah dan dia tidak menghargai bahkan tidak lagi peduli pada lawan bicaranya. Caitlyn sendiri bahkan terkejut mendengar panggilannya itu.

“Jadi menurut lu, gue harus memperlakukan wanita tidak tau diri kayak lu gini dengan baik? Gue harus memperlakukan wanita tidak tau diri yang hidup enak karena pengasihan keluarga gue tapi dengan tidak tahu malunya memikirkan laki-laki lain? Bahkan berharap cerai secepatnya agar bisa bebas dengan laki-laki lain? Apa wanita seperti itu pantas diperlakukan dengan baik, hah?” Lean balas membentak dengan keras.

Mata Caitlyn memanas. Tidak, tidak! Dia mencoba lagi menata hati dengan baik agar tidak terluka dengan ucapan-ucapan Lean. Sekuat hati dia menatap laki-laki yang tengah dikuasai amarah itu dengan tajam.

“Bisa gak, sih, kalau bertengkar itu gak usah bawa-bawa orang lain? Bisa gak, sih, gak usah libatkan orang lain dalam permasalahan kita? Persoalan kamu sama aku, gada urusannya sama orang lain. Jangan dikit-dikit mengkambing hitamkan orang lain, dong. Cara pikir kamu itu perlu dibenahi!” Caitlyn membalas ucapan Lean dengan nada tak kalah meninggi. Dia tahu pasti siapa yang dimaksud lelaki itu.

Lean tertawa keras. “Gak salah? Bukannya otak licik lu ini yang harus dibenahi? Tau diri dikit dong. Lupa tiga tahun lalu sukses menjebak gue di hotel kemudian berhasil nikah, dan demi dapatkan perhatian keluarga gue, bikin drama kehamilan palsu? Lupa, yah? Kalo udah gak tau diri, paling gak harus punya harga diri, jadi gak asal nyalahin orang seenaknya.” Lean berbicara dengan telunjuk yang terus ditujukan pada Caitlyn.

Tidak bisa lagi menahan, tidak bisa lagi mengendalikan hati, air mata Caitlyn pun lolos begitu saja. Jangan tanyakan seberapa hancur hatinya saat ini. Sudah terlalu sering dia mendengarkan kata-kata itu selama ini, tetapi Caitlyn selalu berusaha untuk menikmati dengan menekan rasa sakit hati itu. Namun, di hari ini semua tekanan itu meluap tak bisa lagi terbendung.

“Oh, yah, gue lupa kalo wanita licik kayak lu udah gak punya harga diri. Sudah habis harganya untuk mengincar uang dan harta keluarga ini. Sekarang malah menggadaikan harga diri yang sudah gak ada pada laki-laki lain–”

“Cukup! Sudah cukup, Lean!” teriak Caitlyn dengan kedua tangan yang mengepal kuat.

“Apa ada yang salah dengan ucapanku?” Tatapan meremehkan itu membuat Caitlyn merasa sangat terhina.

“Memang salah. Sangat salah! Aku tidak suka kau mengatakanku seperti itu. Atas dasar apa kau menuduhku dengan tuduhan rendah seperti itu? Asal kau tau, aku memintamu bercerai bukan karena aku berselingkuh dengan siapapun. Tapi tidak ada kebahagiaan atau keharmonisan yang perlu kita pertahankan di sini. Ini hanya pernikahan terpaksa dan pura-pura.” Caitlyn semakin mengeras suaranya. Jika saja kamar itu tidak kedap suara, mungkin seisi rumah sudah jantungan mendengar pertengkaran mereka.

“Lu sendiri yang memaksanya dan lu juga yang berpura-pura! Kenapa malah menyalahkan gue? Bukankah lu harus udah siap dengan konsekuensinya? Hal yang sakral lu jadikan drama, kenapa harus mengharapkan kebahagiaan? Lucu tau gak.” Dia mendorong pundak Caitlyn menggunakan telunjuknya. “Dan apa tadi katamu? Gada hubungan sama laki-laki lain?” Lean terkekeh. “Si Nathan itu apa? Jangan pake alasan temen. Di dunia ini gada laki-laki dan perempuan berteman lama tanpa gada apa-apa di antara mereka. Bullshit!” balas Lean semakin sengit.

“Jangan membela diri dengan alasan lu gak tau perasaan dia. Nyatanya lu dengan ikhlas mau-maunya aja dipeluk, dipegang sana-sini. Atau jangan-jangan dia bahkan sudah bertindak lebih jauh dari apa yang gua lihat? Berapa uang yang dia kasih? Berapa?” pekik Lean sambil mengguncang baju Caitlyn tapi wanita itu sekuat tenaga menepisnya.

“Kau gila, Lean!” sentak Caitlyn dengan keras.

“Lu yang gila. Apa darinya yang buat lu tergila-gila, hah? Apa? Sentuhan dia lebih nikmat dari aku sampai bikin lu nagaih dan pengen cepet-cepet cerai biar bisa puas ngerasain sentuhan dia tiap malem–”

“Aleandro!”

Hening menguasai kamar itu setelah suara Caitlyn menggema bercampur tangis bersamaan dengan tubuhnya yang bergetar hebat.

Keduanya saling menatap dalam diam dengan posisi Lean memegang sebelah pipinya yang tampak memerah dengan lukisan tangan halus Caitlyn di sana.

...TBC...

...🌻🌻🌻...

Terpopuler

Comments

Maliqa Effendy

Maliqa Effendy

klo Catlyn jujur ga kyk gini ..ngapain jd tameng orang busuk,klo akhirnya tersakiti.

2023-06-13

1

Yuni Verro

Yuni Verro

makanya jujur dan saling terbuka

2023-05-18

0

nctzen💋

nctzen💋

wahhh begitu keterlaluannya mulut s lele ini!!!hemmm begitu semua kebenaran terungkap jngn harap ada kata maaf untukmu laki laki ogeb kayak loh ye!!!gedeggg anjay mana lagi hamidun dpt kata kata menyakitkan beuhhh sungguh terlalu...

2023-04-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Anniversary
2 Bab 2. Let's Divorce!
3 Bab 3. Need to Talk
4 Bab 4. Just Want to Divorce
5 Bab 5. Lean Angry
6 Bab 6. Where is She?
7 Bab 7. At Luxury Landing
8 Bab 8. Serve Me for the Last
9 Bab 9. Morning Chat
10 Bab 10. Please, Love Him Like Your Son
11 Bab 11. Good News and Bad News
12 Bab 12. Meet Nathan
13 Bab 13. Grandma's Request
14 Bab 14. Quarrel Part 1
15 Bab 15. Pregnant
16 Bab 16. What's Wrong with You
17 Bab 17. Quarrel Part 2
18 Bab 18. Don't Call My Name!
19 Bab 19. Need Your Help!
20 Bab 20. Grandma Sanju’s Message
21 Bab 21. Be Like You
22 Bab 22. Package
23 Bab 23. Wedding Ring
24 Bab 24. Not a Kid Anymore
25 Bab 25. Don't be Afraid!
26 Bab 26. Do You Miss Him?
27 Bab 27. Caitlyn and Hadya
28 Bab 28. Stop Working
29 Bab 29. A month later
30 Bab 30. Visitor
31 Bab 31. Do it Now!
32 Bab 32. Small Reply
33 Bab 33. Let Her!
34 Bab 34. Hadya‘s Threat
35 Bab 35. She’s Still Mine!
36 Bab 36. Call from Papa
37 Bab 37. Not Dreaming
38 Bab 38. Who is Pregnant?
39 Bab 39. Healer for Hadya
40 Bab 40. Hurt
41 Bab 41. Hate You but Love You Too
42 Bab 42. Sania‘s Plan
43 Bab 43. Drunk
44 Bab 44. Caitlyn’s Trip
45 Bab 45. dr. Andra among the Lords
46 Bab 46. No One is More Deserving Than You
47 Bab 47. Bad Smell
48 Bab 48. Couvade Syndrome
49 Bab 49. Not Love Her
50 Bab 50. All Because of Sania
51 Bab 51. Just Plays
52 Bab 52. Can‘t be Stopped
53 Bab 53. Nathan & Sania
54 Bab 54. Stepbrother
55 Bab 55. Because of Him
56 Bab 56. Commotion
57 Bab 57. Where‘s Caitlyn
58 Bab 58. Something Behind the Painting
59 Bab 59. Help Me, Papa!
60 Bab 60. Do Not Dream!
61 Bab 61. Hi, Son!
62 Bab 62. Are You Crazy?
63 PROMOSI NOVEL BARU
64 Bab 64. Enough
65 Bab 65. Forgive Me
66 Bab 66. Hipotermia
67 Bab 67. That Man
68 Bab 68. Shameless Family
69 Bab 69. Hadya Decision
70 Bab 70. Punishment From Lean
71 Bab 71. Spoiled
72 Bab 72. Want To Meet
73 Bab 73. Sisi Manis Caitlyn
74 Bab 74. Halusinasi
75 Bab 75. Kembali Ke Rumah
76 Bab 76. Hukuman Untuk Tamara
77 Bab 77. Saat itu Akan Segera Tiba
78 Bab 78. Pengakuan Lean
79 Bab 79. Bertemu Nenek Sanju
80 Bab 80. Harga Yang Harus Dibayar
81 Bab 81. Musuh Sesungguhnya
82 Bab 82. Menyerah
83 Bab 83. Pergi
84 Bab 84. Hidup Baru Nathan
85 Bab 85. Panggilan Video
86 Bab 86. Ke Rumah Utama
87 Bab 87. Tabungan Rindu
88 Bab 88. Cerita Rendi
89 Bab 89. Permintaan Hadya
90 Bab 90. Alasan Rendi
91 Bab 91. Darah Sanjaya
92 Bab 92. Tidak Berubah
93 Bab 93. Rasa Rindu Caitlyn
94 Bab 94. Restorant
95 Bab 95. Rendi Menghilang
96 Bab 96. Kurir
97 Bab 97. Menahan Diri
98 Bab 98. Khawatir Hadya
99 Bab 99. Lean Lebih Tahu
100 Bab 100. Puzzle Yang Telah Tersusun
101 Bab 101. Jangan gegabah!
102 Bab 102. Sania Mengamuk
103 Bab 103. Sefrekuensi
104 Bab 104. Mencurigai
105 Bab 105. Memilih Percaya
106 Bab 106. Jangan Menghalangi
107 Bab 107. Butuh Pelukan
108 Bab 108. Tidak Mendapat Dukungan
109 Bab 109. Rencana Makan Malam
110 Bab 110. Keluarga Lengkap
111 Bab 111. 1000 Langkah
112 Bab 112. Janji Lean
113 Bab 113. Di Luar Dugaan
114 Bab 114. Keputusan Lean & Kecemasan Cecilia
115 Bab 115. Tujuan Lean
116 Bab 116. Perkara Gaun
117 Bab 117. Stunning
118 Bab 118. Perasaan Aneh dan Jawabannya
119 Bab 119. She‘s Our Caca
120 Bab 120. Separuh Jiwa
121 Bab 121. Rahasia Kecil
122 Bab 122. Ingin Selalu Dekat
123 Bab 123. You‘re Not My Daughter
124 Bab 124. Tanda Lahir
125 Bab 125. Daddy And Old Brother
126 Bab 126. Malaikat Pelindung
127 Bab 127. Dia Lagi
128 Bab 128. Thanks For The Trap
129 Bab 129. Bocah Setan
130 Bab 130. Adik & Tuan Idola
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Anniversary
2
Bab 2. Let's Divorce!
3
Bab 3. Need to Talk
4
Bab 4. Just Want to Divorce
5
Bab 5. Lean Angry
6
Bab 6. Where is She?
7
Bab 7. At Luxury Landing
8
Bab 8. Serve Me for the Last
9
Bab 9. Morning Chat
10
Bab 10. Please, Love Him Like Your Son
11
Bab 11. Good News and Bad News
12
Bab 12. Meet Nathan
13
Bab 13. Grandma's Request
14
Bab 14. Quarrel Part 1
15
Bab 15. Pregnant
16
Bab 16. What's Wrong with You
17
Bab 17. Quarrel Part 2
18
Bab 18. Don't Call My Name!
19
Bab 19. Need Your Help!
20
Bab 20. Grandma Sanju’s Message
21
Bab 21. Be Like You
22
Bab 22. Package
23
Bab 23. Wedding Ring
24
Bab 24. Not a Kid Anymore
25
Bab 25. Don't be Afraid!
26
Bab 26. Do You Miss Him?
27
Bab 27. Caitlyn and Hadya
28
Bab 28. Stop Working
29
Bab 29. A month later
30
Bab 30. Visitor
31
Bab 31. Do it Now!
32
Bab 32. Small Reply
33
Bab 33. Let Her!
34
Bab 34. Hadya‘s Threat
35
Bab 35. She’s Still Mine!
36
Bab 36. Call from Papa
37
Bab 37. Not Dreaming
38
Bab 38. Who is Pregnant?
39
Bab 39. Healer for Hadya
40
Bab 40. Hurt
41
Bab 41. Hate You but Love You Too
42
Bab 42. Sania‘s Plan
43
Bab 43. Drunk
44
Bab 44. Caitlyn’s Trip
45
Bab 45. dr. Andra among the Lords
46
Bab 46. No One is More Deserving Than You
47
Bab 47. Bad Smell
48
Bab 48. Couvade Syndrome
49
Bab 49. Not Love Her
50
Bab 50. All Because of Sania
51
Bab 51. Just Plays
52
Bab 52. Can‘t be Stopped
53
Bab 53. Nathan & Sania
54
Bab 54. Stepbrother
55
Bab 55. Because of Him
56
Bab 56. Commotion
57
Bab 57. Where‘s Caitlyn
58
Bab 58. Something Behind the Painting
59
Bab 59. Help Me, Papa!
60
Bab 60. Do Not Dream!
61
Bab 61. Hi, Son!
62
Bab 62. Are You Crazy?
63
PROMOSI NOVEL BARU
64
Bab 64. Enough
65
Bab 65. Forgive Me
66
Bab 66. Hipotermia
67
Bab 67. That Man
68
Bab 68. Shameless Family
69
Bab 69. Hadya Decision
70
Bab 70. Punishment From Lean
71
Bab 71. Spoiled
72
Bab 72. Want To Meet
73
Bab 73. Sisi Manis Caitlyn
74
Bab 74. Halusinasi
75
Bab 75. Kembali Ke Rumah
76
Bab 76. Hukuman Untuk Tamara
77
Bab 77. Saat itu Akan Segera Tiba
78
Bab 78. Pengakuan Lean
79
Bab 79. Bertemu Nenek Sanju
80
Bab 80. Harga Yang Harus Dibayar
81
Bab 81. Musuh Sesungguhnya
82
Bab 82. Menyerah
83
Bab 83. Pergi
84
Bab 84. Hidup Baru Nathan
85
Bab 85. Panggilan Video
86
Bab 86. Ke Rumah Utama
87
Bab 87. Tabungan Rindu
88
Bab 88. Cerita Rendi
89
Bab 89. Permintaan Hadya
90
Bab 90. Alasan Rendi
91
Bab 91. Darah Sanjaya
92
Bab 92. Tidak Berubah
93
Bab 93. Rasa Rindu Caitlyn
94
Bab 94. Restorant
95
Bab 95. Rendi Menghilang
96
Bab 96. Kurir
97
Bab 97. Menahan Diri
98
Bab 98. Khawatir Hadya
99
Bab 99. Lean Lebih Tahu
100
Bab 100. Puzzle Yang Telah Tersusun
101
Bab 101. Jangan gegabah!
102
Bab 102. Sania Mengamuk
103
Bab 103. Sefrekuensi
104
Bab 104. Mencurigai
105
Bab 105. Memilih Percaya
106
Bab 106. Jangan Menghalangi
107
Bab 107. Butuh Pelukan
108
Bab 108. Tidak Mendapat Dukungan
109
Bab 109. Rencana Makan Malam
110
Bab 110. Keluarga Lengkap
111
Bab 111. 1000 Langkah
112
Bab 112. Janji Lean
113
Bab 113. Di Luar Dugaan
114
Bab 114. Keputusan Lean & Kecemasan Cecilia
115
Bab 115. Tujuan Lean
116
Bab 116. Perkara Gaun
117
Bab 117. Stunning
118
Bab 118. Perasaan Aneh dan Jawabannya
119
Bab 119. She‘s Our Caca
120
Bab 120. Separuh Jiwa
121
Bab 121. Rahasia Kecil
122
Bab 122. Ingin Selalu Dekat
123
Bab 123. You‘re Not My Daughter
124
Bab 124. Tanda Lahir
125
Bab 125. Daddy And Old Brother
126
Bab 126. Malaikat Pelindung
127
Bab 127. Dia Lagi
128
Bab 128. Thanks For The Trap
129
Bab 129. Bocah Setan
130
Bab 130. Adik & Tuan Idola

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!