Hana 2

'' Wau kak Wilda ganteng banget.'' ucap salah satu mahasiswi.

'' Dia memang ganteng, tapi sayang cuek abis.'' balas seorang mahasiswi yang berada di sebelahnya.

Hana yang mendengar penuturan dari kedua wanita itu, jujur saja ia sangat kesal. Iya hanya terlambat beberapa menit saja, tetapi ia mendapat hukuman yang sangat melelahkan. Sejak saat itu Ia memutuskan untuk menyimpan dendam kepada Wildan.

'' Baik semuanya, sekarang kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok. kalian bisa melihat pembagian kelompoknya di mading ya setelah jam istirahat.'' ucap Wildan, kemudian barisan dibubarkan.

Luhana dan temannya Dila, mereka memutuskan untuk pergi ke kantin. Jujur saja mereka sudah lapar, apalagi luhana yang belum sempat makan. Mereka berdua memesan makanan di kantin, tanpa sengaja mereka bertemu lagi dengan Wildan. Dan tiba-tiba saja nafsu makan Luhana menghilang, Dila pun mencoba mengembalikan nafsu makan Luhana.

'' Udalah Hana, lagian kamu sih pakai terlambat.'' ucap Dila.

'' Kamu sekarang udah mulai belain dia ya Dil, kamu sebenarnya sahabat aku apa pacar dia. ucap Hana yang memang sudah sangat kesal.

'' Aku sahabat kamu lah hana, aku cuma nggak mau kamu terlibat masalah lagi sama dia. Dia itu pangeran kampus ini, kalau sampai kamu main-main sama dia. Itu akan merusak masa depan kita, bisa-bisa kita di keluar dari kampus.'' jelas Dila dan membuat Hana terkaget.

'' Sehebat itukah dia, sampai-sampai kita bisa dikeluarin dari kampus?'' tanya Hana yang penasaran.

'' Aku dengar sih begitu, dia itu tampan. Dia juga pintar, dosen-dosen di sini sangat sayang sama dia. Bahkan ada yang berharap buat jadi istrinya, dan dosen-dosen yang punya anak gadis juga berharap dia bisa jadi menantunya.'' jelas Dila.

'' wow, hebat banget dia.'' ucapnya.

'' Hati-hati lo nanti kamu naksir.''ucap bila yang membuat Luhana menjadi kepikiran.

'' Ah kamu bisa aja Dil, mana mungkin aku sama kakak senior itu. Dari cerita yang kamu kasih tahu aja aku udah insecure, Eh ini malah berharap jadian. Nggak mungkin lah Dil, Itu semua hanya mimpi saja.'' jelasnya dengan pasrah.

'' Lah Kita kan nggak tahu, buktinya tadi aja dia seperti kaget waktu dengar nama kamu.'' ucap bila yang mengatakan kejadian di lapangan.

'' Mungkin itu hanya kebetulan, lagian siapa itu dia tak pergi ke mana. Dan asal kamu tahu ya Dil, aku dihukum jalan jongkok. Aduh capek banget tau nggak, kaki aku aja sampai sakit.'' ucapnya menceritakan kejadian sebelumnya.

'' Gila-gila, itu orang sadis amat.''ucap Dila yang tidak percaya.

'' Udalah Dil, aku terima nasib aja. Masuk di sini aja udah syukur, jadi ya udahlah terima aja.'' ucapnya dengan pasrah.

'' Gak boleh gitu, lagian kan lu nggak salah apa-apa. ini hukumannya ngeri amat.'' ucap Dila sambil menggelengkan kepalanya.

'' Ye, sekarang baru belah besti, tadi belah dia.'' ucapnya meledek Dila.

'' Ya maaf, namanya aku nggak tahu kalau kamu dihukum sampai sekarang itu. Kalau ketemu rasa pengen ku bejek tahu nggak, yah walaupun nggak tahu nantinya berani atau enggak. hehehe.''ucap bila sambil tertawa.

'' Ye dasar kamu Dil, awas lo di sini dinding punya kuping.'' ucap Hana yang mewanti-wanti.

Dan benar saja yang dibilang oleh Hana, Ternyata dari tadi Wildan dan Rio mendengar percakapan mereka. Wildan merasa kasihan dengan Hana, karena dia tidak terlalu salah banyak. Tetapi karena Wildan meninggalkan lapangan, Tina jadi menghukum ya sangat berat.

'' Kamu dengarkan tuh Dan, gara-gara kamu pergi. Tuh anak baru jadi dapat hukuman yang berat, kasihan banget dia.'' ucapnya untuk menyadarkan temannya.

'' Iya kasihan banget dia, aku jadi merasa bersalah deh sama dia. Tapi aku nggak tahu caranya minta maaf, kamu tahu kan gue di kampusnya gimana?'' jelas Wildan yang merasa kebingungan.

'' Iya juga ya, tapi kamu harus tetap minta maaf. Kalau enggak, itu cewek bisa dendam besar sama kamu Dan.'' ucapnya mengingatkan.

'' Kalau gitu kamu bantuin aku berpikir dong, Aku nggak tahu nih caranya minta maaf sama dia. Dari tampangnya dia itu orang pendiam, pasti susah mau dekat sama dia.'' jelasnya sambil memperhatikan Hana.

'' Ya udah nanti aku bantuin, tapi kamu jangan sampai jadian sama dia ya. Kalau kamu sampai jadian sama dia, aku sama Tina bisa habis digorok sama Angel.'' jelasnya sambil memikirkan wajah seram Angel.

'' Ya ampun ngeri banget, gitu kamu nyuruh aku jadian sama dia. Nanti bisa-bisa aku digorok lagi, tapi aku heran loh dia baik banget sama aku.'' ucap Wildan yang memang rasa heran.

'' Ya baiklah, namanya dia naksir sama kamu. kalau dia menunjukkan sikapnya yang galak ke kamu, bisa-bisa kamu kabur tuh.'' ucapnya dengan ekspresi meledek.

'' Ya kabur lah, ngapain aku sama cewek jutek dan galak. Mending cari cewek di luar sana yang baik dan lembut, kan aku ganteng jadi banyak yang suka. Hehehe.'' ucapnya sambil tertawa.

'' Iyalah tuh yang ganteng, aku yang tampang pas-pasan diem deh.'' ucap Rio pasrah.

Tetapi sebenarnya Rio dan Wildan sama-sama ganteng, Mereka berdua adalah incaran semua wanita yang ada di kampus. Bahkan untuk dekat dengan mereka saja sangatlah sulit, bukan hanya karena ketampanan mereka. Tetapi karena ada anak dari salah seorang dosen yang naksir pada salah seorang dari mereka, dan itu membuat banyak perempuan yang takut mendekati mereka.

Yah kalian benar, orang yang disukai oleh anak dari salah seorang dosen adalah Wildan. Tetapi hingga kini, Wildan masih merasa risih kepada anak dosen tersebut. Dan ia tidak mau bertemu dengan anak dosen itu, anak dosen itu bernama Angel. Cewek galak dan juga kejam, tetapi sangat baik dan lembut di depan Wildan.

Wildan sebenarnya sudah malas dan muak menghadapi tingkah Angel, tetapi karena ia adalah anak beasiswa di kampus itu. Jadi ia tidak bisa berkata apa-apa, karena bila dia menentang apa yang telah ada di kampus itu. Maka ancamannya ia akan diputuskan beasiswanya, dan itu akan menghancurkan masa depannya sendiri.

Wildan yang hanya tinggal dengan ayahnya saja, ia tidak ingin merepotkan ayahnya. Uang kuliah di kampus yang ia pilih ini, termasuk sangat besar. Oleh karena itu, ia mencari jalur beasiswa. Agar ia tidak membebankan ayahnya, ayahnya yang merupakan karyawan biasa di sebuah perusahaan. Gajinya saja hanya cukup untuk uang makan mereka, untuk kuliah kemungkinan sangat-sangat kecil.

Itulah yang menyebabkan Wildan selalu mencari beasiswa, Iya tidak ingin merepotkan sang ayah. Sejak perpisahan sang ayah dengan sang ibu, Wildan selalu berusaha mencari ibu dan adiknya. Tetapi hingga kini ia masih tetap belum menemukan ibu dan adiknya. Walaupun begitu Iya masih belum menyerah, dan terus berjuang. Walaupun nantinya sang ayah akan memarahinya, karena yang memutuskan hubungan dan pergi meninggalkan adalah ayahnya bukan ibunya.

Episodes
1 Hana 1
2 Hana 2
3 Hana 3
4 Hana 4
5 Hana 5
6 Hana 6
7 Hana 7
8 Hana 8
9 Hana 9
10 Hana 10
11 Hana 11
12 Hana 12
13 Hana 13
14 Hana 14
15 Hana 15
16 Hana 16
17 Hana 17
18 Hana 18
19 Hana 19
20 Hana 20
21 Hana 21
22 Hana 22
23 Hana 23
24 Hana 24
25 Hana 25
26 Hana 26
27 Hana 27
28 Hana 28
29 Hana 29
30 Hana 30
31 Hana 31
32 Hana 32
33 Hana 33
34 Hana 34
35 Hana 35
36 Hana 36
37 hana 37
38 Hana 38
39 Hana 39
40 Hana 40
41 Hana 41
42 Hana 42
43 Hana 43
44 Hana 44
45 Hana 45
46 Hana 46
47 Hana 47
48 Hana 48
49 Hana 49
50 Hana 50
51 Hana 51
52 Hana 52
53 Hana 53
54 Hana 54
55 Hana 55
56 Hana 56
57 Hana 57
58 Hana 58
59 Hana 59
60 Hana 60
61 Hana 61
62 Hana 62
63 Hana 63
64 Hana 64
65 Hana 65
66 Hana 66
67 Hana 67
68 Hana 68
69 Hana 69
70 Hana 70
71 Hana 71
72 Hana 72
73 Hana 73
74 Hana 74
75 Hana 75
76 Hana 76
77 Hana 77
78 Hana 78
79 Hana 79
80 Hana 80
81 Hana 81
82 Hana 82
83 Hana 83
84 Hana 84
85 Hana 85
86 Hana 86
87 Hana 87
88 Hana 88
89 Hana 89
90 Hana 90
91 Hana 91
92 Hana 92
93 Hana 93
94 Hana 94
95 Hana 95
96 Hana 96
97 Hana 97
98 Hana 98
99 Hana 99
100 Hana 100
101 Hana 101
102 Hana 102
103 Hana 103
104 Hana 104
105 Hana 105
106 Hana 106
107 Hana 107
108 Hana 108
109 Hana 109
110 Hana 110
111 Pengumuman 1
112 Hana 111
113 Hana 112
114 Hana 113
115 Hana 114
116 Hana 115
117 Hana 116
118 Hana 117
119 Hana 118
120 Hana 119
121 Hana 120
122 Hana 121
123 Hana 122
124 Hana 123
125 Hana 124
126 Hana 125
127 Hana 126
128 Hana 127
129 Hana 128
130 Hana 129
131 Hana 130
132 Hana 131
133 Hana 132
134 Hana 133
135 Hana 134
136 Hana 135
137 Hana 136
138 Hana 137
139 Hana 138
140 Hana 139
141 Hana 140
142 Hana 141
143 Hana 142
144 Hana 143
145 Hana 144
146 Hana 145
147 Hana 146
148 Hana 147
149 Hana 148
150 Hana 149
151 Hana 150
152 Hana 151
153 Hana 152
154 Hana 153
155 Hana 154
156 Hana 155
157 Hana 156
158 Hana 157
159 Hana 158
160 Hana 159
161 Hana 160
162 Hana 161
163 Hana 162
164 Hana 163
165 Hana 163
166 Hana 164
167 Hana 165
168 Hana 166
169 Hana 167
170 Hana 168
171 Hana 169
172 Hana 170
173 Hana 171
174 Hana 172
175 Hana 173
176 Hana 174
177 Hana 175
178 Hana 176
179 Hana 177
180 Hana 178
181 Hana 179
182 Hana 180
183 Hana 181
184 Hana 182
185 Hana 183
186 Hana 184
187 Hana 185
188 Hana 186
189 Hana 187
190 Draft
191 Hana 188
192 Hana 189
193 Hana 190
194 Hana 191
195 Hana 192
196 Hana 193
197 Hana 194
198 Hana 195
199 Hana 196
200 Hana 197
201 Hana 198
202 Hana 199
203 Hana 200
204 Hana 201
205 Hana 202
206 Hana 203
207 Hana 204
208 Hana 205
209 Hana 206
210 Hana 207
211 Hana 208
212 Hana 209
Episodes

Updated 212 Episodes

1
Hana 1
2
Hana 2
3
Hana 3
4
Hana 4
5
Hana 5
6
Hana 6
7
Hana 7
8
Hana 8
9
Hana 9
10
Hana 10
11
Hana 11
12
Hana 12
13
Hana 13
14
Hana 14
15
Hana 15
16
Hana 16
17
Hana 17
18
Hana 18
19
Hana 19
20
Hana 20
21
Hana 21
22
Hana 22
23
Hana 23
24
Hana 24
25
Hana 25
26
Hana 26
27
Hana 27
28
Hana 28
29
Hana 29
30
Hana 30
31
Hana 31
32
Hana 32
33
Hana 33
34
Hana 34
35
Hana 35
36
Hana 36
37
hana 37
38
Hana 38
39
Hana 39
40
Hana 40
41
Hana 41
42
Hana 42
43
Hana 43
44
Hana 44
45
Hana 45
46
Hana 46
47
Hana 47
48
Hana 48
49
Hana 49
50
Hana 50
51
Hana 51
52
Hana 52
53
Hana 53
54
Hana 54
55
Hana 55
56
Hana 56
57
Hana 57
58
Hana 58
59
Hana 59
60
Hana 60
61
Hana 61
62
Hana 62
63
Hana 63
64
Hana 64
65
Hana 65
66
Hana 66
67
Hana 67
68
Hana 68
69
Hana 69
70
Hana 70
71
Hana 71
72
Hana 72
73
Hana 73
74
Hana 74
75
Hana 75
76
Hana 76
77
Hana 77
78
Hana 78
79
Hana 79
80
Hana 80
81
Hana 81
82
Hana 82
83
Hana 83
84
Hana 84
85
Hana 85
86
Hana 86
87
Hana 87
88
Hana 88
89
Hana 89
90
Hana 90
91
Hana 91
92
Hana 92
93
Hana 93
94
Hana 94
95
Hana 95
96
Hana 96
97
Hana 97
98
Hana 98
99
Hana 99
100
Hana 100
101
Hana 101
102
Hana 102
103
Hana 103
104
Hana 104
105
Hana 105
106
Hana 106
107
Hana 107
108
Hana 108
109
Hana 109
110
Hana 110
111
Pengumuman 1
112
Hana 111
113
Hana 112
114
Hana 113
115
Hana 114
116
Hana 115
117
Hana 116
118
Hana 117
119
Hana 118
120
Hana 119
121
Hana 120
122
Hana 121
123
Hana 122
124
Hana 123
125
Hana 124
126
Hana 125
127
Hana 126
128
Hana 127
129
Hana 128
130
Hana 129
131
Hana 130
132
Hana 131
133
Hana 132
134
Hana 133
135
Hana 134
136
Hana 135
137
Hana 136
138
Hana 137
139
Hana 138
140
Hana 139
141
Hana 140
142
Hana 141
143
Hana 142
144
Hana 143
145
Hana 144
146
Hana 145
147
Hana 146
148
Hana 147
149
Hana 148
150
Hana 149
151
Hana 150
152
Hana 151
153
Hana 152
154
Hana 153
155
Hana 154
156
Hana 155
157
Hana 156
158
Hana 157
159
Hana 158
160
Hana 159
161
Hana 160
162
Hana 161
163
Hana 162
164
Hana 163
165
Hana 163
166
Hana 164
167
Hana 165
168
Hana 166
169
Hana 167
170
Hana 168
171
Hana 169
172
Hana 170
173
Hana 171
174
Hana 172
175
Hana 173
176
Hana 174
177
Hana 175
178
Hana 176
179
Hana 177
180
Hana 178
181
Hana 179
182
Hana 180
183
Hana 181
184
Hana 182
185
Hana 183
186
Hana 184
187
Hana 185
188
Hana 186
189
Hana 187
190
Draft
191
Hana 188
192
Hana 189
193
Hana 190
194
Hana 191
195
Hana 192
196
Hana 193
197
Hana 194
198
Hana 195
199
Hana 196
200
Hana 197
201
Hana 198
202
Hana 199
203
Hana 200
204
Hana 201
205
Hana 202
206
Hana 203
207
Hana 204
208
Hana 205
209
Hana 206
210
Hana 207
211
Hana 208
212
Hana 209

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!