Makan siang bersama

Feng Yin dan Shui mempersiapkan makan siang untuk semua orang . Karena banyak yang datang jadi Feng Yin meminta tolong pada pengawal untuk membelikan bahan makanan yang banyak .

Kini yang ada di ruang tamu hanya ada para lelaki . Ada Jenderal Feng , Pangeran Juan , panglima Arsen dan dua pengawal pribadi pangeran Juan .

" Kenapa pangeran bisa ada di sini ?" tanya Jenderal Feng dengan serius .

Pemuda di depannya bukan lah orang biasa . Bisa dibilang dia adalah pangeran yang berkedudukan sebagai Jenderal perang kerajaan angin . Karena kehebatannya orang sering menjulukinya si dewa perang.

Namanya Lee Juan putra kedua dari kaisar Lee .

" Apakah paman tidak suka saya kesini ?" tanya Juan dengan santai .

" Bukan begitu pangeran ... jangan salah paham . Saya kira pangeran masih ada di istana."

" Saya tidak terlalu akrab dengan pihak istana . Hanya paman yang yang saya kenal akrab selain mendiang kakek guru . Untuk itulah saya mengunjungi paman dirumah tetapi paman tidak ada. Kata pengawal paman ke sini , jadi terpaksa saya menyusul ke sini ," lanjut pangeran Juan memberi penjelasan.

" Jadi pangeran sudah kerumah?"

" Sudah paman ."

" Bagaimana kabar kaisar Lee ?"

" Ayahanda sering sakit-sakitan, tidak lama lagi pangeran mahkota akan naik tahta ."

" Apa pangeran tidak ingin menjadi kaisar ? bukankah kaisar Lee sebenarnya lebih suka jika pangeran yang naik tahta ."

" Aku tidak suka terkekang paman . Dan tinggal di istana sangat membosankan."

" Pangeran selalu saja begitu ."

" Oh iya paman ... ada yang membuatku bertanya-tanya. Tapi mungkin ini akan membuat paman bersedih ."

" Apa itu ?" tanya jenderal Feng penasaran. Sebab setahunya, pangeran Juan bukanlah orang kepo .

" Maaf ya paman ... yang saya tahu , pangeran mahkota A Ming itu tunangan putri jenderal. Tetapi kenapa ...?"

" Pertunangan mereka telah putus pangeran . Itulah yang membuat putri saya kabur dari rumah . Dia marah sama saya , karena menyetujui pemutusan itu . "

" Terus bagaimana dengan putri paman sekarang ?"

" Syukurlah... putri hamba semakin dewasa sejak tinggal disini . Dia juga sudah menyerah pada putra mahkota."

" Oh ... baguslah kalau begitu . Itu lebih baik paman . Mungkin putri paman bisa mendapatkan lelaki yang tulus mencintainya."

" Itulah harapan saya pangeran."

Perbincangan mereka berlangsung cukup lama . Setelah Shui menyuruh mereka makan , barulah mereka berhenti .

" Silahkan pangeran ... kita makan siang dulu . Meskipun agak terlambat ha ha ha ."

" Bagi kami yang sering tinggal di perbatasan hal itu sudah biasa paman . Betul tidak Zhu ?"

Zhu yang sedari tadi diam akhirnya menjawab dengan canggung .

" Pangeran benar . Selain itu kadang kita juga kekurangan pangan ."

Akhirnya mereka tiba di ruang makan . Berbagai makanan sudah terhidang di atas meja . Ada capcay, sop ayam , perkedel, ayam goreng kecap , risoles , ayam krispi dan tak lupa sambal . Belum lagi makanan penutupnya ada puding buah .

" Wah .... silahkan pangeran . Ternyata putriku menyiapkan makanan spesial untuk kita ," ucap jenderal Feng dengan riang .

Sedangkan pangeran Juan dan tangan kanannya terperangah melihat aneka masakan di depannya. Bukan karena banyaknya tetapi lebih karena aroma yang keluar dari makanan itu sangat kuat .

Selain itu makanan yang berada di atas meja nampak asing bagi mereka . Tetapi yang lebih membuat mereka terkejut...

" Apa yang paman katakan tadi ?"

" Yang mana ?"

" Tentang _"

Pangeran Yuan tidak melanjutkan ucapannya saat Feng Shui masuk dengan membawah buah yang baru saja ia cuci . Dibelakangnya ada shui yang membawa air .

" Dia ?" tunjuk pangeran Juan pada Feng Yin .

" Itu putri saya Feng Yin dan yang kecil itu Feng Ying ."

" Oh ..."

Pangeran Juan menatap Feng yin dengan tatapan menyelidik. Dari yang dia dengar putri dari jenderal Feng adalah sampah . Tapi ...

" Maaf pangeran ... lebih baik anda jaga tatapan mata Anda, jangan sampai anda jatuh cinta dengan wanita sampah macam saya ," ucap Feng yin tanpa mengalihkan perhatiannya dari buah yang ia susun .

Bukan hanya pangeran Juan yang kaget , semua yang ada di ruang makan itu pun ikut kaget akan keberanian Feng Yin .

" Kenapa kalau saya jatuh cinta ?"

" Wah ... itu akan sangat sulit sekali . Tapi silahkan mencicipi hidangan yang telah hamba buat ini . Maaf bila ucapan saya menyinggung pangeran," ucap Feng yin dengan sopan . Kini dia menatap pangeran Juan secara langsung sambil menundukkan kepalanya sebentar.

" Tidak masalah!"

Pangeran Juan duduk terlebih dahulu diikuti yang lain . Pertama pangeran Juan mencoba perkedel yang menurutnya aneh . Tetapi begitu perkedel itu ia masukkan mulut terasa sekali kelembutannya.

" Ini enak sekali renyah di luar lembut didalam . Kentang nya juga terasa ." yang berbicara tangan kanan pangeran Juan . Semua setuju dengan hal itu .

" Ini benar-benar luar biasa ... meskipun tidak makan nasi jug tidak masalah . Sejak kapan kamu suka masak dik ? " tanya Feng Zhu.

" Sudah sejak lama sebenarnya, tetapi karena dirumah banyak pelayan yang masak Yin'er tidak bisa membuatnya. Kalau sekarang Yin'er bisa masak sesuka hati ."

" Apakah kamu benar-benar tidak ingin menambah pelayan , sayang ?" tanya nyonya Feng .

" Tidak perlu Bu lain kali saja ," jawab Feng Yin enteng .

Pangeran Juan hanya mendengar tanpa berniat untuk ikut campur dalam pembicaraan itu . Fokusnya kali ini pada makanan di depannya, yang benar-benar membuat mulutnya tak henti mengunyah . Padahal dirinya sangat pemilih dalam hal makanan.

" kres ... kres ... kres !!"

Feng Ying memakan ayam krispi yang sedari tadi menjadi incarannya. Dia sangat suka dengan semua olahan daging ayam.

" Renyah kak ... enak banget!"

" Habiskan sayang ... nanti kalau kurang boleh ambil lagi ," jawab Feng Yin .

Satu persatu makanan dalam piring habis tak tersisa. Mereka sangat suka denhan hasil masakan Feng yin .

" Kini tinggal menu penutupnya. Silahkan!"

" Perut rasanya sudah tidak muat dek !"

" Cobalah sedikit kak ... pasti kakak akan suka ," bujuk Feng Yin sambil mengambilkan sepotong untuk sang kakak . Mau tak mau Feng Zhu mengambilnya .

" Anda tidak ingin mengambilkan untukku juga putri ," ucap pangeran Juan tiba-tiba. Membuat semua yang ada disitu menatapnya.

" Silahkan pangeran!" Feng Yin mengambil satu potong lagi untuk pangeran Juan .

" Terimakasih!"

" Sama-sama pangeran."

" Ini ... enak sekali . Meskipun perut sudah kenyang tapi tak membuat mual . Apa putri tidak berniat menjadi seorang koki pribadi ?"

" Maksudnya?"

" Putri memiliki keahlian dalam memasak . Sayang kali tidak dimanfaatkan."

" Terus ?"

" Apa putri mau jadi pelayan pribadi saya ?"

" Ha ?"

" Enak saja ... nggak bisa !"

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

ho'oh mending bebas jadi pebisnis dari pada jadi pelayan

2025-02-26

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

his dasar kampret..jadi pelayan pula..gila ni pangeran

2025-02-08

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒑𝒂𝒏𝒈𝒆𝒓𝒂𝒏 𝑱𝒖𝒂𝒏 𝒔𝒅𝒉 𝒕𝒆𝒓𝒑𝒆𝒔𝒐𝒏𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑭𝒆𝒏𝒈 𝒀𝒊𝒏 𝒏𝒊𝒉 🤭🤭

2024-11-01

0

lihat semua
Episodes
1 ALISHA
2 Feng Yin
3 Bersih-bersih
4 Makanan enak
5 Bersih-bersih 2
6 Mie ayam dan baso ayam
7 Ruang sistem
8 Kedatangan Jenderal Feng
9 Putri Jia Li
10 H - 1
11 Pesta ulang tahun pangeran mahkota A Ming
12 Kedatangan Jenderal Feng dan keluarga.
13 Makan siang bersama
14 Pengobatan Ying'er
15 Keterkejutan Tabib yue
16 Gaun pertama buatan Feng Yin
17 Memasuki hutan kabut
18 Membantu tuan Lee
19 Suara dari dalam goa
20 Perubahan Phoenix
21 Feng Zhu tiba di perbatasan
22 Kerajaan Angin
23 Pembagian kerja
24 Pencarian pedang Phoenix naga
25 Makan siang bersama
26 Badai pasir
27 Bantuan
28 Elemen tanah dan angin
29 Percakapan
30 Masalah
31 Kondisi kaisar Lee
32 Buttercup flower
33 Terbongkarnya Kebusukan Permaisuri Shen
34 Kebenaran yang menyakitkan
35 Perjalanan ke pulau es
36 Memberi pelajaran para bandit gurun
37 Kura-kura raksasa
38 Bersatunya burung Phoenix biru dan naga es
39 Klan Iblis
40 Kenapa dengan pangeran Juan ?
41 memetik buttercup flower
42 Pengumuman
43 Bagaimana caranya?
44 Perkelahian
45 Kembali ke istana kerajaan angin
46 jurus pedang kembar
47 Kepulangan Feng Yin
48 Pangeran Juan menghukum para pengawal
49 Kondisi jenderal Feng
50 Cerita dari Jenderal Feng
51 Kunjungan pangeran mahkota A Ming dan putri Jia Li
52 putri Jia Li cemburu
53 Hilangnya satu desa di kerajaan angin
54 Tragedi
55 Calon istri
56 Perasaan pangeran Juan
57 Melamar
58 persetujuan Feng Yin
59 Kembali ke kediaman jenderal Chou
60 Membeli toko
61 Dendam
62 Cerita tabib wanita si ahli racun
63 Kedatangan Jia Long ke tempat pangeran kedua
64 Panik
65 Menambah pelayan
66 Tidak ada judul
67 Pertarungan
68 Pil kejujuran
69 Sarapan berdua
70 Buat kakak pembaca
71 Dimana letak lembah neraka itu ?
72 Tak ada judul
73 Memulai perjalanan
74 Pertempuran
75 Akhir dari klan Iblis
76 Alisha sadar
77 Menjenguk
78 Artur Steven Li
79 Clarissa
80 Kevin frustasi
81 Pulang ke rumah
82 Arthur sudah boleh pulang
83 Hampir saja
84 Keluarga Alisha
85 Menunggu kepulangan Alisha
86 Pertemuan
87 Pertemuan 2
88 Indra keenam
89 Buat apa lapor polisi ?
90 Ha ha ha ha
91 Pulang
92 Tantangan Adrian
93 What !!!
94 Obat perangsang
95 Kedatangan Candra
96 Lamaran
97 Kabar dari guru
98 Alasan kebencian
99 Penolakan Nenek Arthur
100 Tiba di rumah Alisha
101 Bertemu Rangga
102 Keberangkatan
103 Tiba di rumah Arthur
104 Kemunculan pedang Phoenix naga
105 Keluarnya Seiryu
106 Selamat makan
107 Gelang Phoenix naga
108 Tembakan beruntun
109 Sedikit kata dari author
110 Jimmy yang panik
111 Babak penyisihan.
112 Rencana Bram
113 Kekuatan Dragon
114 Kedatangan anggota kepolisian
115 Pertanyaan kevin
116 Meninggalnya Bram
117 End
118 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 118 Episodes

1
ALISHA
2
Feng Yin
3
Bersih-bersih
4
Makanan enak
5
Bersih-bersih 2
6
Mie ayam dan baso ayam
7
Ruang sistem
8
Kedatangan Jenderal Feng
9
Putri Jia Li
10
H - 1
11
Pesta ulang tahun pangeran mahkota A Ming
12
Kedatangan Jenderal Feng dan keluarga.
13
Makan siang bersama
14
Pengobatan Ying'er
15
Keterkejutan Tabib yue
16
Gaun pertama buatan Feng Yin
17
Memasuki hutan kabut
18
Membantu tuan Lee
19
Suara dari dalam goa
20
Perubahan Phoenix
21
Feng Zhu tiba di perbatasan
22
Kerajaan Angin
23
Pembagian kerja
24
Pencarian pedang Phoenix naga
25
Makan siang bersama
26
Badai pasir
27
Bantuan
28
Elemen tanah dan angin
29
Percakapan
30
Masalah
31
Kondisi kaisar Lee
32
Buttercup flower
33
Terbongkarnya Kebusukan Permaisuri Shen
34
Kebenaran yang menyakitkan
35
Perjalanan ke pulau es
36
Memberi pelajaran para bandit gurun
37
Kura-kura raksasa
38
Bersatunya burung Phoenix biru dan naga es
39
Klan Iblis
40
Kenapa dengan pangeran Juan ?
41
memetik buttercup flower
42
Pengumuman
43
Bagaimana caranya?
44
Perkelahian
45
Kembali ke istana kerajaan angin
46
jurus pedang kembar
47
Kepulangan Feng Yin
48
Pangeran Juan menghukum para pengawal
49
Kondisi jenderal Feng
50
Cerita dari Jenderal Feng
51
Kunjungan pangeran mahkota A Ming dan putri Jia Li
52
putri Jia Li cemburu
53
Hilangnya satu desa di kerajaan angin
54
Tragedi
55
Calon istri
56
Perasaan pangeran Juan
57
Melamar
58
persetujuan Feng Yin
59
Kembali ke kediaman jenderal Chou
60
Membeli toko
61
Dendam
62
Cerita tabib wanita si ahli racun
63
Kedatangan Jia Long ke tempat pangeran kedua
64
Panik
65
Menambah pelayan
66
Tidak ada judul
67
Pertarungan
68
Pil kejujuran
69
Sarapan berdua
70
Buat kakak pembaca
71
Dimana letak lembah neraka itu ?
72
Tak ada judul
73
Memulai perjalanan
74
Pertempuran
75
Akhir dari klan Iblis
76
Alisha sadar
77
Menjenguk
78
Artur Steven Li
79
Clarissa
80
Kevin frustasi
81
Pulang ke rumah
82
Arthur sudah boleh pulang
83
Hampir saja
84
Keluarga Alisha
85
Menunggu kepulangan Alisha
86
Pertemuan
87
Pertemuan 2
88
Indra keenam
89
Buat apa lapor polisi ?
90
Ha ha ha ha
91
Pulang
92
Tantangan Adrian
93
What !!!
94
Obat perangsang
95
Kedatangan Candra
96
Lamaran
97
Kabar dari guru
98
Alasan kebencian
99
Penolakan Nenek Arthur
100
Tiba di rumah Alisha
101
Bertemu Rangga
102
Keberangkatan
103
Tiba di rumah Arthur
104
Kemunculan pedang Phoenix naga
105
Keluarnya Seiryu
106
Selamat makan
107
Gelang Phoenix naga
108
Tembakan beruntun
109
Sedikit kata dari author
110
Jimmy yang panik
111
Babak penyisihan.
112
Rencana Bram
113
Kekuatan Dragon
114
Kedatangan anggota kepolisian
115
Pertanyaan kevin
116
Meninggalnya Bram
117
End
118
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!