H - 1

Di kediaman jenderal Feng.

" Apa ayah yakin tidak ingin memanggil adik pulang ?' tanya putra sulung jenderal Feng . Dia baru dua hari ini pulang . Karena dipanggil untuk ikut menjaga jalannya pesta .

" Apa kamu mau adikmu dipermalukan lagi ?"

Bukannya menjawab pertanyaan sang putra, jenderal Feng malah menanyakan sesuatu yang membuatnya terdiam . Tetapi kakak sulung dari Feng Yin itu kemudian menjawabnya.

" Tidak ayah ... tapi kasihan dengan adik . Dia tinggal disana sendirian ."

" Lebih kasian mana jika dia melihat pangeran mahkota bersanding dengan orang lain . Jika dia masih tinggal disini tidak menutup kemungkinan mereka masih sering bertemu."

" Apakah adik akan baik-baik saja ?"

" Bukankah kamu bisa melihatnya langsung kesana ?"

" Apakah adik tidak marah padaku ?"

" Kamu harus siap dengan kemarahan adikmu !"

" Baiklah... sebelum saya kembali ke perbatasan, saya akan mengunjungi adik terlebih dulu ."

" Bagus ... itu baru putraku ," puji jenderal Feng dengan tersenyum tulus .

Tok tok tok

Suara ketukan pintu menghentikan obrolan keduanya. Mereka memang mengobrol di ruang kerja jenderal Feng .

" Masuk !"

ceklek

Masuklah nyonya Feng bersama gadis kecil yang agak mirip dengan Feng yin . Hanya saja wajahnya lebih pucat , akibat penyakit yang dideritanya bertahun-tahun.

" Kenapa kalian di dalam saja , lihat Feng Ying dari tadi mencari kalian ," omel nyonya Feng

" Maaf ... kami membicarakan sesuatu yang penting . Kesini sayang ! "

Jendral menyuruh putri kecilnya untuk mendekat . Feng ying melepas pegangan tangannya dan berlari ke arah ayahnya. Lalu jenderal Feng mendudukkan putri Feng Ying di pangkuannya.

" Ying'er ingin apa sayang ?" Jenderal Feng menatap putrinya itu dengan sayang .

" Ying ' er ingin memperlihatkan baju Feng Ying , cantik deh !" jawab gadis kecil itu dengan mata berbinar.

" Benarkah ... dimana sekarang ?"

" Dikamar Ying'er . Ibu juga sudah membelikan baju yang sama buat kak Yin'er . Kapan ayah akan menyuruh kakak pulang ?" tanya gadis mungil itu dari pangkuan ayahnya.

" Kak Yin'er masih banyak urusan . Jadi dia tidak bisa pulang . Nanti kita bisa kesana untuk memberikan baju itu langsung kepada kakak."

" Sekarang?"

" Bukan sayang ... setelah semua pekerjaan ayah selesai setelah pesta."

" Jadi kak Yin'er tidak ikut ke pesta ?" tanya gadis kecil itu dengan sendu .

Sudah lama dia tidak melihat kakak cantiknya. Meskipun galak , tetapi dia suka dengan kakaknya itu .

" Tidak bisa sayang .... seperti kak Feng Zhu yang bekerja , kakak Yin'er sekarang juga sedang bekerja ."

" Apa uang ayah sudah habis ?"

" Kenapa bilang begitu ? Apa Ying'er ingin sesuatu? ayah pasti belikan ," bujuk jenderal Feng dengan lembut .

" Kalau ayah masih punya uang ... kenapa kak Yin'er bekerja?"

Jenderal Feng bingung mendengar pertanyaan putrinya itu .

" Karena kak Yin'er suka dengan pekerjaannya. Nanti kalau Ying'er sudah dewasa pasti mengerti ," jawab Feng Zhu .

Feng Zhu yang melihat ayahnya kesulitan menjawab pertanyaan adiknya turut membantu .

" Jadi Yin'er tidak pulang ?" tanya Nyonya Feng dengan mata yang berkaca-kaca.

" Maaf sayang ... lebih baik putri kita tetap disana ," jawab jenderal Feng dengan lembut. Dia sangat faham dengan perasaan istrinya. Sebab dirinya pun tak kalah sedih darinya.

" Siapa yang akan menjaganya?"

" Aku akan mengirim beberapa pengawal kesana , tidak perlu khawatir."

" Jangan lupa pelayannya juga ."

" Kalau untuk itu tidak bisa . Dia akan mencari pelayan sesuai keinginannya sendiri ."

"Apa kita beneran akan kesana ?"

" Tentu ... sekalian bersama Feng Zhu yang akan pergi ke perbatasan. Dia akan ikut kita bertemu adiknya."

" Betul kak ?"

" Iya Bu ... sudah lama Zhu tidak bertemu dengan adik . Terakhir setahun yang lalu."

" Makanya sering-sering pulang . Jangan lupa cari istri ... biar ada yang menemani ," goda Nyonya Feng .

Feng Yin yang mereka bicarakan sedang memandang bulan dari atas pohon apel yang ada di belakang rumah. Dia yang tidak bisa tidur memutuskan untuk memanjat pohon itu .

" Aku kan belum pernah keluar dari rumah ini . Sepertinya ini waktu yang cocok untuk jalan-jalan," gumam Feng yin .

Feng Yin memegang gambar yang ada di pergelangan tangannya sambil memejamkan matanya. Tibalah dia di ruang sistem.

" Akhirnya tuan putri datang juga ," sapa Seiryu dengan gembira .

" Bagaimana kabarmu Seiryu?"

" Baik Yin'er ... kenapa kamu tidak pernah kesini ?"

" Maaf , berhari-hari ini aku sibuk membersihkan rumah . Oh iya , apa disini ada peralatan untuk mengecat ?"

" Ada ... Apa anda akan membawanya sekarang ?"

" Tidak . Aku sekarang ingin mencari baju yang cocok untuk jalan-jalan."

" Di lemari putri yang ada dikamar ada berbagai pakaian yang bisa anda pakai ."

" Terimakasih... aku tahu itu . Karena itulah aku kesini ."

" Kalau begitu silahkan anda pakai ."

" Oke !"

Setelah Feng Yin mengganti pakaiannya, dia keluar dari ruang sistem diikuti oleh Seiryu. Mereka langsung berjalan-jalan disekitar kota . Tidak seperti di kota kekaisaran yang cukup ramai disini agak sepi .

" Ternyata rumah-rumah disini besar semua meski hanya terbuat dari kayu ."

" Anda benar . Tidak seperti di dunia modern tempat tinggal anda dulu ."

" Kamu tahu ?"

" Tentu saja . Saya sudah terhubung dengan anda . Jadi bisa tahu apa saja yang terjadi sebelumnya."

Saat mereka sedang asyik berjalan. Ada kerumunan yang membuat jalan jadi terhambat.

" Ada apa ya Bu ?" tanya Feng yin pada orang berdiri di sampingnya.

" Ada seseorang yang terluka . Tetapi tabib tidak bisa menolongnya. Sekarang kondisi orang itu tambah kritis . "

" Tapi kok sampai ramai begini , Bu ?"

" Maklum ... yang luka sepertinya tamu dari kerajaan tetangga."

" Oh ..."

Feng yin menerobos kerumunan untuk sampai kedepan . Dia melihat seorang paruh baya nampak berlutut di depan seseorang bangsawan . Sepertinya orang itu mau menuntut sang tabib yang membuat kerabatnya kritis .

Feng Yin tidak suka penindasan ada didepan matanya . Tanpa pikir panjang lagi dia langsung menghampiri mereka.

" Apa yang anda lakukan ?" tanya Feng yin.

Dia berdiri di depan orang yang sedang bersujud. Untuk menghalangi orang itu di siksa . Banyak orang yang tidak menyangka jika gadis kecil itu mau melawan tamu dari kerajaan lain .

" Jangan ikut campur nona. Gara-gara tabib sialan ini majikan saya kritis . Jika sampai terjadi sesuatu dengan _"

" Boleh saya lihat orang itu ?" potong Feng yin tidak mau membuang waktu lebih lama lagi .

" Memangnya kamu siapa?"

" Saya hanya orang biasa yang tidak suka penindasan terjadi di depan mata. Untuk itulah biar saya lihat kondisi tuan mu . Tapi kamu lepas tabib itu ."

" Kenapa kami harus mematuhi mu ?"

" Tentu saja harus patuh kalau kalian ingin majikan kalian selamat ."

" Baiklah mari ikut dengan ku !"

Feng yin mengikuti orang itu kedalam klinik. Nampak seorang pemuda tampan tertidur di ranjang pasien .Dengan segera Feng yin memeriksa keadaannya. Ternyata ada luka sabetan pedang .

Tetapi sebenarnya bukan itu yang menjadi akar masalahnya. Pedang yang dipakai untuk melukai orang ini dilumuri oleh racun yang cukup mematikan . Itulah yang membuatnya makin kritis . Entah siapa yang membuatnya seperti ini.

Feng yin memeriksa nadi orang itu . Begitupun dengan seiryu yang mengikutinya .

Kemudian Feng Yin mengambil jarum emas yang ada ruang sistem . Dia akan melakukan akupunktur untuk mengeluarkan racun itu .

Setelah itu pemuda itu mengeluarkan darah hitam dari mulutnya. Mungkin racun yang ada di tubuhnya mulai keluar . Kemudian Feng yin mengambil pil penetralisir racun dari ruang sistem . Dia meminumkannya pada pemuda itu .

Orang yang tadinya marah-marah langsung berterimakasih pada Feng yin .Tetapi Feng yin hanya menanggapi dengan cuek.

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

bagaimana ngambil dr systemnya

2025-03-19

0

𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟

𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟

jodohkah

2025-02-21

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

sepertinya ini pangeran dr negeri lain

2025-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 ALISHA
2 Feng Yin
3 Bersih-bersih
4 Makanan enak
5 Bersih-bersih 2
6 Mie ayam dan baso ayam
7 Ruang sistem
8 Kedatangan Jenderal Feng
9 Putri Jia Li
10 H - 1
11 Pesta ulang tahun pangeran mahkota A Ming
12 Kedatangan Jenderal Feng dan keluarga.
13 Makan siang bersama
14 Pengobatan Ying'er
15 Keterkejutan Tabib yue
16 Gaun pertama buatan Feng Yin
17 Memasuki hutan kabut
18 Membantu tuan Lee
19 Suara dari dalam goa
20 Perubahan Phoenix
21 Feng Zhu tiba di perbatasan
22 Kerajaan Angin
23 Pembagian kerja
24 Pencarian pedang Phoenix naga
25 Makan siang bersama
26 Badai pasir
27 Bantuan
28 Elemen tanah dan angin
29 Percakapan
30 Masalah
31 Kondisi kaisar Lee
32 Buttercup flower
33 Terbongkarnya Kebusukan Permaisuri Shen
34 Kebenaran yang menyakitkan
35 Perjalanan ke pulau es
36 Memberi pelajaran para bandit gurun
37 Kura-kura raksasa
38 Bersatunya burung Phoenix biru dan naga es
39 Klan Iblis
40 Kenapa dengan pangeran Juan ?
41 memetik buttercup flower
42 Pengumuman
43 Bagaimana caranya?
44 Perkelahian
45 Kembali ke istana kerajaan angin
46 jurus pedang kembar
47 Kepulangan Feng Yin
48 Pangeran Juan menghukum para pengawal
49 Kondisi jenderal Feng
50 Cerita dari Jenderal Feng
51 Kunjungan pangeran mahkota A Ming dan putri Jia Li
52 putri Jia Li cemburu
53 Hilangnya satu desa di kerajaan angin
54 Tragedi
55 Calon istri
56 Perasaan pangeran Juan
57 Melamar
58 persetujuan Feng Yin
59 Kembali ke kediaman jenderal Chou
60 Membeli toko
61 Dendam
62 Cerita tabib wanita si ahli racun
63 Kedatangan Jia Long ke tempat pangeran kedua
64 Panik
65 Menambah pelayan
66 Tidak ada judul
67 Pertarungan
68 Pil kejujuran
69 Sarapan berdua
70 Buat kakak pembaca
71 Dimana letak lembah neraka itu ?
72 Tak ada judul
73 Memulai perjalanan
74 Pertempuran
75 Akhir dari klan Iblis
76 Alisha sadar
77 Menjenguk
78 Artur Steven Li
79 Clarissa
80 Kevin frustasi
81 Pulang ke rumah
82 Arthur sudah boleh pulang
83 Hampir saja
84 Keluarga Alisha
85 Menunggu kepulangan Alisha
86 Pertemuan
87 Pertemuan 2
88 Indra keenam
89 Buat apa lapor polisi ?
90 Ha ha ha ha
91 Pulang
92 Tantangan Adrian
93 What !!!
94 Obat perangsang
95 Kedatangan Candra
96 Lamaran
97 Kabar dari guru
98 Alasan kebencian
99 Penolakan Nenek Arthur
100 Tiba di rumah Alisha
101 Bertemu Rangga
102 Keberangkatan
103 Tiba di rumah Arthur
104 Kemunculan pedang Phoenix naga
105 Keluarnya Seiryu
106 Selamat makan
107 Gelang Phoenix naga
108 Tembakan beruntun
109 Sedikit kata dari author
110 Jimmy yang panik
111 Babak penyisihan.
112 Rencana Bram
113 Kekuatan Dragon
114 Kedatangan anggota kepolisian
115 Pertanyaan kevin
116 Meninggalnya Bram
117 End
118 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 118 Episodes

1
ALISHA
2
Feng Yin
3
Bersih-bersih
4
Makanan enak
5
Bersih-bersih 2
6
Mie ayam dan baso ayam
7
Ruang sistem
8
Kedatangan Jenderal Feng
9
Putri Jia Li
10
H - 1
11
Pesta ulang tahun pangeran mahkota A Ming
12
Kedatangan Jenderal Feng dan keluarga.
13
Makan siang bersama
14
Pengobatan Ying'er
15
Keterkejutan Tabib yue
16
Gaun pertama buatan Feng Yin
17
Memasuki hutan kabut
18
Membantu tuan Lee
19
Suara dari dalam goa
20
Perubahan Phoenix
21
Feng Zhu tiba di perbatasan
22
Kerajaan Angin
23
Pembagian kerja
24
Pencarian pedang Phoenix naga
25
Makan siang bersama
26
Badai pasir
27
Bantuan
28
Elemen tanah dan angin
29
Percakapan
30
Masalah
31
Kondisi kaisar Lee
32
Buttercup flower
33
Terbongkarnya Kebusukan Permaisuri Shen
34
Kebenaran yang menyakitkan
35
Perjalanan ke pulau es
36
Memberi pelajaran para bandit gurun
37
Kura-kura raksasa
38
Bersatunya burung Phoenix biru dan naga es
39
Klan Iblis
40
Kenapa dengan pangeran Juan ?
41
memetik buttercup flower
42
Pengumuman
43
Bagaimana caranya?
44
Perkelahian
45
Kembali ke istana kerajaan angin
46
jurus pedang kembar
47
Kepulangan Feng Yin
48
Pangeran Juan menghukum para pengawal
49
Kondisi jenderal Feng
50
Cerita dari Jenderal Feng
51
Kunjungan pangeran mahkota A Ming dan putri Jia Li
52
putri Jia Li cemburu
53
Hilangnya satu desa di kerajaan angin
54
Tragedi
55
Calon istri
56
Perasaan pangeran Juan
57
Melamar
58
persetujuan Feng Yin
59
Kembali ke kediaman jenderal Chou
60
Membeli toko
61
Dendam
62
Cerita tabib wanita si ahli racun
63
Kedatangan Jia Long ke tempat pangeran kedua
64
Panik
65
Menambah pelayan
66
Tidak ada judul
67
Pertarungan
68
Pil kejujuran
69
Sarapan berdua
70
Buat kakak pembaca
71
Dimana letak lembah neraka itu ?
72
Tak ada judul
73
Memulai perjalanan
74
Pertempuran
75
Akhir dari klan Iblis
76
Alisha sadar
77
Menjenguk
78
Artur Steven Li
79
Clarissa
80
Kevin frustasi
81
Pulang ke rumah
82
Arthur sudah boleh pulang
83
Hampir saja
84
Keluarga Alisha
85
Menunggu kepulangan Alisha
86
Pertemuan
87
Pertemuan 2
88
Indra keenam
89
Buat apa lapor polisi ?
90
Ha ha ha ha
91
Pulang
92
Tantangan Adrian
93
What !!!
94
Obat perangsang
95
Kedatangan Candra
96
Lamaran
97
Kabar dari guru
98
Alasan kebencian
99
Penolakan Nenek Arthur
100
Tiba di rumah Alisha
101
Bertemu Rangga
102
Keberangkatan
103
Tiba di rumah Arthur
104
Kemunculan pedang Phoenix naga
105
Keluarnya Seiryu
106
Selamat makan
107
Gelang Phoenix naga
108
Tembakan beruntun
109
Sedikit kata dari author
110
Jimmy yang panik
111
Babak penyisihan.
112
Rencana Bram
113
Kekuatan Dragon
114
Kedatangan anggota kepolisian
115
Pertanyaan kevin
116
Meninggalnya Bram
117
End
118
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!