Nathan!

Beberapa hari kemudian..

Saat ini Nathan dan juga Elle sudah berada di Jerman. Keduanya memutuskan untuk menginap selama satu minggu di hotel Grand Hyatt Berlin, salah satu hotel bintang lima dengan kawasan yang strategis. Hotel bintang 5 ini memiliki kolam renang dan spa yang besar di puncak gedung dengan pemandangan kota Berlin yang sangat indah. Hotel ini terletak di daerah Potsdamer Platz yang ramai, 300 meter dari Sony Center. Hotel ini juga memiliki restoran dan bar yang penuh gaya. Inilah salah satu alasan mengapa Nathan dan juga Elle memilih hotel ini untuk mereka tinggali selama mereka berada di sana.

Elle menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran besar itu, sementara Nathan, ia terlihat melepaskan kemejanya dan meletakkannya di atas kursi sofa. Nathan menatap Elle dari jarak yang sedikit jauh, gadis cantik berkulit putih itu terlihat menutup kedua matanya, sehingga ia tidak tahu jika sang suami sedang menatapnya saat ini.

Nathan perlahan melangkahkan kakinya menuju sisi ranjang, lantas ia berdiri dengan tatapan yang masih tertuju pada wajah cantik Elle. "Cantik sekali." Batin Nathan mengagumi kecantikan Elle yang natural itu. Entah hanya sekedar mengagumi atau memang benih-benih cinta dalam diri Nathan mulai tumbuh untuk gadis itu. Hanya Tuhanlah yang tahu.

"Aku akan pergi mandi, nanti kita akan pergi mencari makan." Ucap Nathan membuat Elle seketika membuka kedua matanya lebar.

Elle terkejut ketika ia melihat Nathan berdiri tanpa mengenakan kemejanya. Lantas, Elle pun langsung bangun dan duduk di sisi ranjang itu. "Kenapa kamu melepaskan kemejamu? Bikin aku kaget saja." Seru Elle sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Ini bukan pertama kalinya kamu melihatku tidak memakai pakaian bukan? Jadi, untuk apa kamu terkejut seperti itu." Ucap Nathan sedikit kesal.

"Ya meskipun begitu, aku tetap merasa terkejut." Sahut Elle yang masih menatap ke arah lain.

"Aku ini suamimu, Elle! Tidak seharusnya kamu terkejut seperti itu." Ucap Nathan seketika membuat Elle langsung memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Nathan.

Elle lantas beranjak dari sisi ranjang itu, ia berdiri di depan Nathan, dengan tatapan matanya yang mulai berubah. "Suamiku? Kamu masih ingat kalau kamu itu adalah suamiku, Ren. Tapi, mengapa sampai sekarang kamu tidak pernah menyentuhku? Jangankan menyentuhku, menciumku saja, kamu tidak pernah lakukan. Atau jangan-jangan kecurigaanku ini benar, kalau kamu itu memang bukan Rendra?" Desis Elle dengan tatapan mata yang tidak lepas dari wajah tampan suaminya.

Nathan tertegun, ia tidak menyangka jika Elle akan berkata seperti itu kepada dirinya. Padahal selama beberapa hari ini, Elle sama sekali tidak memperlihatkan bahwa Elle mencurigai dirinya yang bukan Rendra. "Kalau aku bukan Rendra, lantas aku siapa?" Nada suara Nathan mulai berubah, tatapan matanya pun terlihat mulai tajam membuat Elle yakin jika laki-laki yang berdiri di hadapannya ini memang bukan Rendra.

"Nathan." Ucap Elle dengan lantang. "Apakah aku benar?" Elle bertanya dengan menahan air mata yang akan keluar dari netral jernih miliknya.

Nathan tertawa, tangannya mulai terulur dan mengusap lembut wajah cantik Elle. "Astaga, sayang. Apakah kamu berpikir bahwa kamu ini sedang berada di dalam sebuah novel?" Nathan masih tertawa, sementara Elle, ia terlihat diam dengan tatapan mata yang tak lepas dari sang suami. "Sayang, aku sarankan sebaiknya kamu berhenti membaca novel, karena itu akan membuatmu berpikiran yang tidak-tidak terhadap suamimu sendiri." Nathan membawa Elle ke dalam pelukannya, ia pun lantas mengusap pucuk kepala Elle dengan lembut. "Aku tidak menyentuhmu, bukan berarti aku bukan Rendra, tetapi aku masih belum siap untuk menyentuhmu, Elle. Mengertilah." Nathan kembali berucap dengan lembut, ia berusaha sekeras mungkin agar Elle mempercayai dirinya dan menghilangkan kecurigaannya itu.

Elle yang mendengar setiap ucapan Nathan pun hanya terdiam, rasanya ia sangat sulit untuk percaya dengan ucapan suaminya itu. "Buanglah rasa curigamu, karena itu akan membuat hatiku sakit." Sambung Nathan seraya melepaskan pelukannya dan menatap Elle dalam.

Elle masih terdiam seribu bahasa, ia menatap kedua bola mata Nathan, mencari tahu apakah laki-laki itu sedang berbohong atau tidak. Namun sialnya, Elle sama sekali tidak menemukan sebuah kebohongan dari tatapan mata itu, padahal jelas-jelas Nathan sedang membohongi dirinya.

"Baiklah, aku percaya sama kamu." Ucap Elle membuat Nathan bernafas lega. "Apakah malam ini kamu akan menyentuhku?" Tanya Elle seketika membuat Nathan gelagapan.

"Te,,,, tentu sayang." Sahut Nathan gugup. "Emm kalau begitu aku mandi dulu." Nathan segera berbalik, ia berniat untuk pergi melangkahkan kakinya, namun niatnya terhenti ketika Elle menarik tangannya. "A,,, ada apa lagi, sa.... " Ucapan Nathan tercekat di tenggorokkan ketika sebuah kecupan mendarat sempurna di bibir manis miliknya, dan pelakunya tentu saja Elle. Elle sengaja melakukan itu, karena dirinya masih menaruh curiga terhadap Nathan.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Rahasia yg kamu simpan bakal terbongkar juga Nath, lebih bagus jujur saja

2023-04-14

0

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-13

0

Suci Dava

Suci Dava

Thor ku tunggu kedoknya Nathan keBongkar

2023-04-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!