Tidak jadi pergi

"Ada apa kau menelponku?" Tanya Nathan ketika ia sudah berada di balkon.

"Sepertinya lo harus membatalkan keberangkatan lo ke Jerman hari ini." Ucap David terdengar serius membuat Nathan seketika mengernyitkan keningnya.

"Kenapa gue harus membatalkan keberangkatan gue? Bukankah semua masalah perusahaan sudah gue serahin sama lo!" Seru Nathan seraya melihat waktu di arloji mewahnya itu.

"Iya gue tahu, Nath. Cuma masalahnya pemilik perusahaan Sanjaya meminta bertemu langsung sama lo. Dan lo tahu bukan dia itu siapa, dan ini juga kesempatan bagus buat kita kerja sama, sama perusahaan Sanjaya. Bukankah ini yang lo tunggu sedari dulu." Terang David membuat Nathan terdiam sejenak, memikirkan apa yang di ucapkan oleh David barusan. Mengingat bahwa perusahaan Sanjaya itu perusahaan yang sangat besar dan juga pemilik perusahaan itu yang tak lain adalah Arga Putra Sanjaya, mantan pemimpin mafia yang paling di takuti serta orang yang paling di segani di kota itu. Jika ia bekerja sama dengan perusahaan itu, maka perusahaannya akan semakin sukses. Ya, meskipun perusahaannya saat ini sudah sukses, namun akan lebih sukses lagi jika perusahaannya bekerja dengan perusahaan besar itu bukan?

Nathan mengusap wajahnya kasar, ia menatap kembali arloji di tangannya. "Baiklah, atur pertemuanku dengan pemilik perusahaan itu." Ucap Nathan yang memilih untuk bertemu dengan pemilik perusahaan Sanjaya di bandingkan ia harus pergi untuk melihat kondisi adik kembarnya itu.

"Pilihan yang tepat. Baiklah, gue sudah mengatur waktu pertemuannya besok siang pukul satu di OKU Kempinski. Jangan telat, atau dia akan mengamuk. Mengerti." David memperingati Nathan dengan tegas. Karena David tahu, jika mereka telat satu detik saja, maka pemilik perusahaan itu akan mengeluarkan tanduk di kepalanya.

"Ckkk... Lo sudah mengatur semuanya?" Tanya Nathan membuat David mendesah di seberang telpon sana.

"Sudah, bos. Karena saya yakin anda pasti akan memilih untuk bertemu dengan pemilik perusahaan Sanjaya, mantan bos mafia itu. Makannya saya langsung mengatur pertemuan anda besok siang." Sahut David dengan gaya bicaranya seperti asisten pada umumnya.

"Bagaimana kalau gue memilih pergi ke Jerman? Bukankah itu akan menghancurkan perusahaan gue!" Seru Nathan sedikit kesal.

"Tidak mungkin! Buktinya lo memilih untuk menemui pemilik perusahaan itu kan?" Sahut David dengan bangga karena tebakkannya benar. "Berhubung tidak ada lagi yang ingin gue sampaikan, maka panggilannya gue putus dulu. Dan selamat menikmati hari pernikahan anda, bos. Semoga hati anda tetap aman sentosa. Bye." Setelah mengucapkan hal itu, David pun langsung memutuskan sambungannya membuat Nathan kesal setengah mati.

"Dasar ******! Lihat saja, gue tidak akan memberi dia bonus bulan ini." Gumam Nathan seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Setelah itu, Nathan pun bergegas melangkahkan kedua kakinya memasuki kamar.

***

Lantai bawah.

Nathan berjalan menghampiri Elle yang saat ini sedang mengobrol bersama sang mama. Elle yang menyadari kehadiran Nathan pun lantas menoleh dan menatap Nathan bingung. "Kenapa kamu tidak membawa kopernya? Bukankah kamu bilang kita akan berangkat hari ini?" Tanya Elle yang merasa heran karena sang suami tidak membawa kopernya.

"Kita tidak jadi berangkat hari ini, karena aku ada urusan mendadak besok." Sahut Nathan seraya duduk di atas sofa.

"Oh baiklah. Emm kalau begitu bolehkah aku pergi ke rumah orang tuaku hari ini?" Tanya Elle ragu.

"Boleh! Tapi tidak hari ini." Sahut Nathan sambil menyandarkan kepalanya di atas kepala kursi sofa itu.

"Lalu, kapan?" Tanya Elle terlihat kecewa.

"Besok sekalian aku pergi." Sahut Nathan tanpa menatap wajah sang istri.

"Baiklah." Ucap Elle dengan raut wajah yang kembali berubah. Senang? Tentu saja Elle merasa senang, karena ia akan bertemu dengan kedua orangtuanya yang ia rindukan.

"Sayang, mama lupa memberitahumu kalau besok mama akan pergi menjenguk saudara mama yang sakit. Dan kemungkinan mama juga akan lama di sana." Ucap mama Melodi dengan tiba-tiba.

"Besok, mah? Berapa lama mama disana?" Tanya Elle sambil menatap mama mertuanya itu.

"Iya, sayang. Mama juga belum tahu berapa lama mama disana, soalnya mama harus menemani saudara mama ini. Kasihan dia sendirian di rumah sakit, dia tidak punya siapa-siapa kecuali mama." Sahut mama Melodi dengan raut wajah yang mulai berubah sendu.

Elle yang melihatnya pun langsung memeluk mama mertuanya. Mencoba untuk memberikan ketenangan. "Mama jangan sedih, Tuhan pasti akan mengangkat penyakit saudara mama itu. Percayalah." Ucap Elle sembari mengelus lembut punggung mama Melodi.

"Iya, sayang. Mama percaya, Tuhan pasti menyembuhkan saudara mama ini. Meskipun mama tidak tahu kapan itu, tapi yang jelas, mama percaya dengan keajaiban Tuhan." Lirih mama Melodi dengan air mata yang mulai menetes membasahi wajahnya. "Dan maafin mama, Elle. Karena yang mama sebut saudara itu adalah Rendra, laki-laki yang kamu cintai. Maaf karena mama belum bisa memberitahu rahasia ini sama kamu, Elle. Karena mama takut kamu akan meninggalkan Rendra." Batin mama Melodi.

Mama Melodi segera menghapus air matanya, kemudian ia pun melepaskan pelukan menantunya. "Kalau begitu mama ke kamar dulu, ya. Mama mau menyiapkan barang-barang mama untuk mama bawa besok." Ucapnya lagi.

"Boleh aku bantuin?" Tawar Elle sembari menggenggam tangan mama mertuanya itu.

"Tidak perlu, sayang. Mama bisa sendiri, kok. Yasudah mama pergi dulu ya." Sahut mama Melodi sambil memperlihatkan senyuman tipis di wajahnya. Elle hanya dapat menganggukkan kepalanya, ia tidak ingin memaksakan kehendaknya yang ingin membantu mama mertuanya tersebut. Sementara itu mama Melodi segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia pun bergegas melangkahkan kedua kakinya menuju kamar.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-12

0

Defi

Defi

Semangat thor lanjut up

2023-04-12

0

Diana Susanti

Diana Susanti

lanjut kak

2023-04-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!