Selalu menjauh

Setelah sarapan selesai, Nathan dan juga Elle bergegas menuju kamarnya. Keduanya berniat untuk merapikan pakaiannya dan memasukannya ke dalam koper masing-masing. Meskipun rasa penasaran sekaligus rasa curiga Elle selalu saja menghantui diri Elle, namun untuk saat ini Elle tetap menahan diri dan tidak menanyakannya langsung kepada Nathan. Elle ingin mencari tahu terlebih dahulu tentang kecurigaannya itu. Meskipun ia sendiri tidak tahu harus mulai dari mana untuk mencari tahunya. Tetapi yang jelas ia harus mencari tahunya sendiri.

Semua pakaian Elle sudah masuk ke dalam koper, ia lantas menutup koper itu perlahan, lalu ia bergegas menghampiri Nathan yang masih memasukkan pakaiannya dan juga barang yang akan ia bawa nanti.

Elle lantas berdiri di samping Nathan, ia mengamati setiap pergerakkan Nathan dari samping. Wajah laki-laki ini begitu tampan sama persis seperti Rendra, sehingga membuat orang sulit untuk membedakannya.

"Ada apa?" Nathan bertanya ketika ia menyadari Elle sedang berdiri di sampingnya. Namun tatapan mata Nathan hanya tertuju pada koper dan juga pakaiannya.

Elle tersenyum, ia meraih pundak Nathan dengan lembut. "Biar aku bantu memasukkan pakaianmu ke dalam koper itu." Ucap Elle selembut mungkin.

Nathan menggeleng, lalu ia pun berdiri dan mensejajarkan dirinya dengan Elle. "Tidak perlu. Aku sudah selesai, bagaimana dengan pakaian yang ingin kamu bawa? apakah sudah kamu masukkan semuanya?" Tanya Nathan yang mendapat anggukkan kepala dari Elle. "Baguslah. Lima belas menit lagi kita akan berangkat ke Bandara." Ucap Nathan seraya melihat arloji mewah yang melingkar di tangan kirinya.

Elle mengangguk paham, ia pun lantas berjalan menuju nakas dan mengambil ponselnya. "Aku akan memberitahu kedua orang tuaku dulu." Ucap Elle yang mendapat anggukkan kepala dari Nathan. Setelah itu, Elle pun langsung mencari kontak mamanya, lalu melakukan panggilan telpon kepada mamanya tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya sang mama pun menjawab panggilan dari dirinya. Elle tersenyum, lalu duduk di sisi ranjang. "Hallo sayang. Ada apa jam segini telpon mama, kamu pasti kangen ya sama mama?" Ucap Elena terdengar bahagia mendapat panggilan telpon dari putri semata wayangnya itu.

"Banget, mah. Rasanya aku ingin pulang dan memeluk mama, papa sekarang." Sahut Elle tanpa melepas senyuman di wajahnya yang cantik itu.

"Mama juga, Ell. Ajaklah suamimu kesini nanti."

"Iya, mah. Nanti aku ajak Rendra kesana." Elle menarik nafasnya, lalu mengeluarkannya perlahan. Ia pun kembali berkata. "Sebenarnya aku menelpon mama sekarang, karena aku mau pergi ke Jerman sama Rendra hari ini. Do'ain ya mah semoga perjalanan kita lancar."

"Kamu serius, sayang? Wah mama seneng sekali mendengarnya. Kalian pasti pergi buat honeymoon kan? Ah mama do'ain semoga perjalanan kalian berdua lancar dan membuahkan hasil." Ucap Elena terdengar sangat antusias ketika ia mendengar jika putrinya itu akan pergi ke Jerman. Dan Elena tebak, mereka pergi untuk berbulan madu.

Elle terkekeh pelan, ia lantas melirik Nathan sekilas. "Aamiin, mah. Semoga saja doa mama terkabul, ya." Sahut Elle seraya memalingkan tatapannya ke arah lain. "Yasudah, aku tutup dulu telponnya ya, mah. Nanti kalau aku sudah tiba, aku pasti mengabari mama." Sambung Elle dengan nada suaranya yang selalu lembut itu.

"Iya, sayang. Salam buat mama mertua kamu disana ya, dan jaga diri kamu baik-baik, mengerti." Ucap Elena dengan nada suara yang tak kalah lembutnya dengan Elle.

"Aku mengerti, mah. Mama tenang saja, aku pasti akan menjaga diriku dengan baik. Yasudah aku tutup dulu ya, mah. Salam kangen buat papa bucin. Bye, mom." Elle segera memutuskan sambungannya, ia pun menaruh ponsel itu di dalam tas kecil miliknya. Perlahan Elle pun mulai bangkit, lalu berjalan menghampiri Nathan kembali.

Elle berniat untuk membuka mulutnya, namun niatnya terhenti ketika ponsel suaminya itu berdering, menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang. Seketika Nathan pun langsung merogoh ponsel itu dari balik saku celananya. Ia terlihat mengernyitkan keningnya ketika ia melihat nama David terpampang di layar ponselnya. "Ada apa lagi dia menghubungiku? Awas saja kalau bukan hal penting." Batin Nathan, sembari melirik ke arah sang istri. "Aku jawab telponku dulu. Kamu turun duluan saja ke bawah, tinggalkan kopermu di sini, biar aku yang bawa sekalian." Ucap Elle sebelum ia menggeser tombol berwarna hijau, lalu berjalan menuju balkon kamar itu.

Elle menghela nafasnya, ia menatap Nathan dengan seulas senyuman tipis di wajah cantiknya. "Selalu menjauh jika akan menerima telpon. Apakah kamu benar-benar orang lain?" Batin Elle sembari mengepalkan satu tangannya. Lalu setelah itu Elle pun berbalik dan berjalan melangkahkan kedua kakinya pergi dari kamar itu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

biar ga ketahuan rahasianya makanya menjauh kalau menerima telfon dari David 😁

2023-04-12

0

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!