Keesokan harinya...
Waktu menunjukkan pukul enam pagi. Elle sudah membuka kedua matanya lebar, ia terlihat menyenderkan kepalanya di atas kepala ranjang itu. Tatapan mata Elle tertuju pada sosok laki-laki yang tak lain adalah Nathan yang saat ini sedang tertidur pulas di atas kursi sofa. Elle tersenyum sendu, ia pun segera turun dari atas ranjang itu, kemudian ia berjalan mendekati Nathan.
Elle menghembuskan nafasnya pelan, tangannya terulur dan mengusap lembut wajah tampan yang saat ini sedang menutup kedua matanya dengan tenang. "Apakah kamu ketiduran lagi di sofa? Atau memang kamu sengaja tidur di sini?" Lirih Elle sembari menarik tangannya kembali.
"Rendra! Aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi sama kamu setelah kita menikah, tetapi aku berharap kamu kembali lagi seperti dulu. Sifatmu, perlakuanmu, tatapan matamu, jujur aku sangat merindukannya, Ren." Elle menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya perlahan. "Kamu yang sekarang, terasa sangat asing bagiku, Ren." Elle perlahan memutar tubuhnya, kemudian ia pun berjalan menuju kamar mandi.
Setelah kepergian Elle, Nathan terlihat membuka kedua matanya, ia tersenyum kecut ketika ia mengingat ucapan Elle tadi. Ya, sebenarnya di saat Elle mengusap wajahnya, di saat itu pula Nathan terbangun dari tidurnya. Akan tetapi ia tidak berniat untuk membuka kedua matanya, karena ia ingin mendengar apa yang akan di ucapkan oleh wanita yang di cintai oleh adik kembarnya itu.
"Hidup sebagai lo, ternyata sangat tidak mudah. Jika seperti ini terus, maka cepat atau lambat dia akan mengetahui siapa gue sebenarnya." Batin Nathan serasa mengusap wajahnya gusar. "Aaarghhh sial! Kenapa gue begitu percaya diri bahwa penyamaran yang gue lakukan tidak akan di ketahui ataupun di curigai oleh dia. Akan tetapi baru sehari menikah, dia sudah bisa merasakan perbedaan gue sama Rendra." Nathan mendengus kesal, ia pun berdiri lalu berjalan menuju pintu kamarnya.
Perlahan Nathan meraih pintu kamar itu, lalu membukanya. Setelah itu Nathan pun bergegas keluar dari kamar tersebut dan berjalan menuju kamar yang dulu menjadi kamar dirinya sebagai Nathan.
Dua puluh menit kemudian...
Elle mulai keluar dari dalam kamar mandi itu, ia terlihat menghembuskan nafasnya sembari menatap ke arah kursi sofa yang sudah kosong. "Kemana dia pergi?" Elle bertanya sendirian sembari melangkahkan kedua kakinya menuju sofa itu. "Ah mungkin dia sedang mandi di kamar mandi yang lain. Sudahlah, jangan di pikirkan lagi. Sebaiknya aku segera berpakaian, lalu turun ke bawah." Gumam Elle sambil berjalan menuju lemari pakaian dirinya.
Perlahan Elle pun membuka lemari itu, lalu mengambil mini dress berwarna putih. "Seharusnya aku membawa pakaian santaiku, jadi aku tidak perlu memakai mini dress ini. Menyebalkan, kenapa aku bodoh sekali." Elle bergumam pelan sembari menatap mini dress yang di pegangnya. "Hmm sebaiknya aku meminta bi Asih untuk mengantar pakaian santaiku kemari. Tidak mungkin bukan setiap hari aku harus memakai pakaian seperti ini di dalam rumah." Elle perlahan melepaskan handuk yang melilit di tubuhnya yang indah itu, lalu is pun segera memakai mini dress tersebut.
"Hanya hari ini saja aku memakai mini dress ini. Jadi, tidak apa-apalah." Ucap Elle sembari melangkahkan kakinya menuju meja yang terdapat sebuah cermin berukuran besar serta alat make up miliknya. Elle tersenyum ketika ia melihat dirinya dari balik cermin itu, perlahan ia pun mulai menarik kursi dan berniat untuk duduk di atas kursi. Namun, niatnya terhenti ketika suara Nathan masuk ke dalam indera pendengarannya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Nathan sembari menatap Elle dari atas hingga bawah.
Elle lantas menoleh ke belakang, ia mendapati Nathan berdiri sembari bersidekap menatap dirinya intens.
"Kamu mengejutkan aku, Ren." Ucap Elle pelan.
"Aku sedang bertanya, Elle. Kamu mau kemana sudah memakai dress itu? Apakah kamu akan keluar?" Nathan bertanya kembali dengan sedikit dingin. Ia berpikir jika Elle akan pergi keluar karena mengenakan mini dress hitam itu.
"Tidak, Ren. Aku memakai ini karena aku tidak membawa baju biasa yang aku pakai." Sahut Elle masih dengan nada suaranya yang lembut.
"Biar aku suruh seseorang untuk membelikan pakaianmu." Ucap Nathan seraya berbalik berniat untuk pergi.
"Tidak perlu. Aku akan menyuruh bi Asih untuk membawakan pakaianku kemari." Sahut Elle membuat Nathan kembali berbalik dan menatap dirinya.
"Kamu adalah istriku. Semua kebutuhanmu, aku yang tanggung jawab. Jadi, kamu tidak perlu meminta orang lain untuk membawakan pakaianmu. Mengerti." Ucap Nathan dengan tegas membuat Elle langsung terdiam. Setelah mengatakan itu, Nathan membalikkan tubuhnya lalu berjalan menuju meja di mana ia meletakkan ponselnya.
"Cepatlah, kita turun jangan membuat mama menunggu lama." Nathan kembali berkata setelah ia mengambil ponselnya itu. Sementara Elle, ia hanya menganggukkan kepalanya saja, ia pun segera menyisir rambutnya, lalu menguncirnya. Dan semua pergerakkan Elle sama sekali tidak luput dari pandangan Nathan saat ini.
"Ckkk... Kenapa dia harus menguncir rambutnya? Bukankah akan lebih baik jika rambutnya ia gerai saja." Batin Nathan seraya mengusap wajahnya kasar.
"Aku sudah selesai. Ayo kita turun." Elle berjalan menghampiri Nathan, ia pun melingkarkan tangannya di lengan Nathan.
"Lain kali, jangan menguncir rambutmu. Aku tidak menyukainya." Ucap Nathan sembari melangkahkan kakinya di ikuti oleh Elle.
"Kenapa? Aku selalu menguncir rambutku dulu, dan kamu sama sekali tidak protes." Sahut Elle bingung.
"Itukan dulu, Elle. Tidak dengan sekarang." Ucap Nathan seraya menarik pintu kamar dan membukanya.
"Kamu aneh, Ren. Kamu itu tidak seperti kamu yang aku kenal dulu. Ahh jangan-jangan kamu ini bukan Rendra lagi." Tutur Elle membuat Nathan seketika terdiam dengan raut wajah yang terlihat terkejut.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Defi
cepat atau lambat penyamaranmu akan terbongkar Nath
2023-04-12
0
Apriyanti
lanjut thor
2023-04-08
0
Diana Susanti
mulai posesif
2023-04-08
0