Sejak kapan

Malam harinya...

Waktu menunjukkan pukul delapan malam, saat ini Nathan dan juga Elle sedang berada di dalam kamarnya. Keduanya terlihat duduk di atas kursi sofa yang berada di kamar itu. Nathan yang sibuk dengan laptopnya, sementara Elle, ia terlihat sibuk dengan ponselnya, membalas beberapa pesan yang di kirim oleh sahabatnya, Agnes.

Beberapa saat kemudian...

Terdengar suara yang berasal dari ponsel milik Nathan, membuat Nathan langsung mengalihkan pandangannya dari laptop itu, lalu mengambil ponsel yang berada di atas meja. Nathan menghembuskan nafasnya, lalu menatap Elle yang saat ini sedang bermain game di ponselnya.

"Aku angkat telpon dulu." Ucap Nathan terdengar datar. Elle hanya menganggukkan kepalanya, ia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. Sementara Nathan, ia segera beranjak dari atas kursi sofa itu, lalu berjalan menuju balkon kamarnya.

Setelah kepergian Nathan, barulah Elle mengalihkan pandangannya. Ia terlihat menarik nafasnya seraya menatap Nathan yang saat ini sudah berada di balkon kamar itu. "Siapa yang menelpon Rendra? Kenapa dia tidak menjawab di sini saja?" Elle bertanya-tanya sendirian. Ia sangat penasaran dengan si penelpon yang saat ini sedang berbicara dengan suaminya itu.

"Sudahlah, aku tidak boleh berpikiran negatif dulu, lebih baik aku tanyakan saja nanti." Batin Elle di iringi dengan helaan nafasnya. Setelah itu Elle pun kembali bermain game di ponselnya. Sementara Nathan, ia terlihat sedang serius mengobrol dengan seseorang dari balik telpon sana.

"Besok gue akan pergi ke Jerman. Gue ingin melihat langsung kondisi Rendra sekarang." Ucap Nathan kepada seseorang itu yang tak lain adalah David, asisten sekaligus sahabatnya.

"Yakin lo mau pergi ke Jerman besok? Bagaimana dengan istri lo, Nath?" David bertanya dengan ragu.

"Bagaimana apanya?" Tanya Nathan seraya duduk di atas kursi yang berada di balkon.

"Astaga, Nathan! Masih bertanya bagaimana apanya?" David terdengar menghela nafasnya kasar. Ia merasa bosnya ini sedikit bodoh dan juga sudah mulai pikun. "Lo berdua baru sehari menikah, Nath. Kalau lo pergi besok dan ninggalin dia, dia pasti akan bertanya-tanya dan mungkin dia akan mulai mencurigai lo. Lo harus ingat posisi lo saat ini, Nath. Lo sekarang bukanlah Nathan lagi, tapi Rendra, laki-laki yang sangat mencintai dia. Dan Rendra, tidak akan pernah meninggalkan wanita yang baru sehari di nikahinya, apalagi wanita itu adalah wanita yang paling di cintai Rendra. Sangat aneh jika Rendra meninggalkannya setelah sehari mereka menikah." Terang David panjang lebar membuat Nathan mulai mendesah pelan.

"Kalau lo mau melihat kondisi Rendra, setidaknya lo bawa juga Elle, dengan ala.... " Kali ini ucapan David tercekat di tenggorokkannya.

"Lo gila, Dav! Bagaimana mungkin gue bawa Elle untuk melihat kondisi Rendra saat ini. Itu sama saja lo nyuruh gue buat bunuh diri." Seru Nathan kesal.

"Gue belum selesai ngomong, Nath. Setidaknya lo dengerin dulu ucapan gue ampe selesai." Ucap David di iringi dengan helaan nafasnya. "Maksud gue gini, Nath. Lo ajak Elle pergi ke Jerman dengan alasan honeymoon. Dengan begitu Elle tidak akan mencurigai lo." Saran David membuat Nathan terlihat berpikir sejenak. Apa yang di ucapkan oleh David ada benarnya juga. Jika dirinya mengajak Elle pergi ke Jerman dengan alasan honeymoon, Elle pasti tidak akan mencurigainya.

"Ide yang bagus." Nathan mengetuk-etuk jari jemarinya di atas meja kecil yang berada di balkilon itu, kemudian ia pun tersenyum. "Baiklah, gue akan bawa dia pergi besok, dan gue minta sama lo untuk mengatur ulang jadwal gue bulan ini. Mengerti." Perintah Nathan dengan tegas.

"Ya. Gue mengerti. Lo tenang saja, selama ada gue, semua jadwal lo beres." Sahut David dengan percaya dirinya yang tinggi membuat Nathan mendengus kesal.

"Serah lo." Setelah mengatakan hal itu, Nathan pun langsung memutuskan sambungannya secara sepihak, kemudian ia meletakkan ponsel itu di atas meja. Nathan mulai mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam saku celananya, dan mengambil satu batang rokok di dalamnya, ia juga mulai menyalakan pematik dan membakar ujung batang rokok itu. Setelah itu, Nathan pun mulai menghisap sebatang rokok itu sambil menatap langit yang terlihat sangat gelap.

"Sejak kapan kamu mulai merokok?" Tanya seorang wanita dengan tiba-tiba membuat Nathan tersentak kaget.

Nathan langsung mengalihkan pandangannya ke asal suara, ia sedikit terkejut ketika melihat Elle sudah berdiri di dekat pintu balkon sembari menatap dirinya.

"Kamu mengejutkanku, Elle." Ucap Nathan seraya mematikan rokoknya.

"Aku sedang bertanya, Ren. Sejak kapan kamu mulai merokok? Bukankah kamu bilang, kalau kamu tidak pernah merokok dan sangat membenci asap rokok? Lalu, mengapa sekarang kamu merokok, Rendra!" Elle bertanya sembari melangkahkan kedua kakinya menghampiri Nathan. Dan pertanyaan itu tentu saja membuat Nathan sedikit gugup. Nathan lupa jika adik kembarnya itu memang tidak pernah menyukai asap rokok, apalagi merokok, Rendra sama sekali tidak pernah.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Cinta Suci

Cinta Suci

masa Elle km lupa antara rendra & nathan

2023-04-10

0

Defi

Defi

Ayo2 kumpulin satu persatu puzzlenya Elle perbedaan Rendra dulu dan sekarang

2023-04-06

0

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!