Apa yang kamu sembunyikan

Nathan yang melihat Elle terdiam pun, lantas bersuara. "Mama sedang berbicara sama kamu. Kenapa kamu malah diam?" Tanya Nathan membuat Elle seketika tersadar dari lamunannya.

Elle langsung menatap suaminya itu, lalu kembali menatap ke arah mama mertuanya, lalu tersenyum. "Mah, boleh aku tanya sesuatu sama mama?" Bukannya menjawab ucapan mama mertuanya tadi, Elle justru ingin bertanya sesuatu kepada mama mertuanya tersebut. Dan hal itu tentu saja membuat mama mertuanya langsung mengernyitkan keningnya begitu pun juga dengan Nathan.

"Emm kamu mau tanya apa, sayang?" Tanya mama Melodi seraya mengusap pucuk kepala menantunya tersebut.

Elle terlihat mulai menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan dengan tatapan mata yang tak lepas dari mama mertuanya itu. "Mah, sebenarnya Na yang di maksud mama itu siapa? Mama sudah dua kali menyebut nama Na, dan itu membuat aku sangat penasaran." Ucap Elle membuat mama Melodi dan juga Nathan saling melempar pandangannya satu sam lain. Mama Melodi tidak menyangka jika menantunya itu akan menanyakan hal itu kepada dirinya.

Mama Melodi menghela nafasnya panjang, ia pun tersenyum dan kembali mengusap pucuk kepala menantunya dengan lembut. "Sebenarnya, Na yang di maksud sama mama itu adalah Nathan, kakak kembarnya Rendra. Mungkin karena mama terlalu merindukan Nathan, makannya mama selalu salah menyebut nama Rendra." Mama Melodi menampilkan wajah sendunya, ia pun kembali melirik ke arah Nathan yang sedari tadi hanya terdiam. "Nathan sudah lama tidak pernah pulang, dia sangat sibuk dan entah kapan dia akan pulang ke rumah ini." Sambung mama Melodi dengan air mata yang mulai terjatuh membasahi wajahnya. Mengingat, Rendra yang masih terbaring koma di rumah sakit luar negeri, membuat mama Melodi merasa sakit dan sedih.

Elle yang melihat mama mertuanya menangis pun seketika merasa bersalah, ia langsung memeluk mama mertuanya dan mengusap punggung mama mertuanya lembut. "Maafin aku mah, aku sudah membuat mama bersedih. Seharusnya aku tidak perlu menanyakan itu sama mama." Ucap Elle pelan. Elle berpikir jika mama mertuanya itu bersedih karena pertanyaannya tadi. Namun pada kenyataannya mama mertuanya itu bersedih karena mengingat Rendra yang saat ini masih terbaring koma di rumah sakit.

"Tidak apa-apa, sayang. Kamu tidak salah kok. Ini semua salah mama karena terlalu merindukan anak mama." Sahut mama Melodi seraya melepaskan pelukan menantunya tersebut.

Mama Melodi menatap Elle dengan sendu, tangannya terulur dan mengusap wajah menantunya. "Maafin mama, Elle. Mama terpaksa harus membohongimu. Ini semua mama lakukan demi Rendra dan juga kamu, Elle. Mama tidak ingin kamu meninggalkan Rendra, jika kamu tahu kondisi Rendra yang sesungguhnya. Maafin keegoisan mama, Elle." Batin Mama Melodi mulai di selimuti rasa bersalah karena sudah membohongi menantu kesayangannya itu.

"Mama, suruh si bibi buat siapin makanan untuk kalian ya. Kamu tunggu sebentar di sini." Mama Melodi segera beranjak dari atas kursi sofa itu, kemudian ia pun berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju dapur. Elle menatap kepergian mama mertuanya dengan sendu, jujur saja hatinya masih merasa bersalah karena sudah membuat mama mertuanya itu menangis.

"Jangan di pikirkan lagi, mama memang selalu begitu jika mengingat kakak kembarku." Ucap Nathan ketika melihat raut wajah Elle yang terlihat sedih itu.

Elle seketika mengalihkan tatapannya pada Nathan, ia menatap laki-laki yang ia anggap sebagai Rendra itu lekat. "Kenapa kakak kembarmu tidak pernah mau kembali? Apakah itu karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya? Atau memang ada hal lain yang membuat dia tidak ingin kembali?" Tiba-tiba saja Elle bertanya tentang Nathan, dan pertanyaan Elle membuat Nathan tersenyum dingin.

"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang kakak kembarku? Apakah kamu mulai tertarik ingin mendengar soal dirinya?" Nathan berbalik nanya dengan nada suaranya yang dingin itu. Jujur saja ia paling tidak suka jika ada seseorang yang mencoba untuk mencari tahu tentang alasan dirinya yang tidak mau kembali ke rumahnya. Karena hal itu akan membuat Nathan kembali mengingat mantan pengkhianatnya itu.

"Aku hanya sekedar bertanya saja, kenapa kamu terlihat tidak suka seperti itu?" Elle menghela nafasnya, ia pun kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Jangan menanyakan tentang dia lagi, karena itu bukan urusanmu." Ucap Nathan dingin membuat Elle kembali menatap ke arahnya.

"Kalau kamu tidak menyukai pertanyaanku, tidak masalah. Tapi, kamu tidak perlu berkata dengan nada suaramu yang dingin itu, Ren. Aku tidak suka, dan itu sama sekali seperti bukan dirimu." Sahut Elle dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah Nathan.

"Sudahlah, Elle. Jangan mempermasalahkan nada bicaraku, karena aku tidak mau berdebat sama kamu." Nathan mengusap wajahnya kasar. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri yang bodoh, karena selalu saja lupa dengan perannya saat ini. "Aku mau istirahat dulu, kalau mama tanya, bilang saja aku ada di kamar." Nathan segera beranjak dari atas kursi sofa itu, kemudian ia pun bergegas melangkahkan kedua kakinya dan berjalan menuju kamarnya.

Elle hanya tersenyum sembari menatap kepergian suaminya itu. Rasa asing itu kembali Elle rasakan saat ini. "Dia,,,, dia benar-benar bukan seperti Rendra yang dulu. Ada apa sebenarnya sama kamu, Ren? Kenapa kamu terlihat asing sekarang? Apa yang kamu sembunyikan dari aku, Ren?" Lirih Elle sambil menahan dirinya agar tidak menjatuhkan air matanya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Apriyanti

Apriyanti

lanjut thor

2023-04-05

0

Defi

Defi

Ya benar saja mereka bukan orang yang sama El, tentu saja sikapnya jauh berbeda

2023-04-05

0

Diana Susanti

Diana Susanti

kasian Ella

2023-04-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!