Kediaman Lewis.
Mobil yang di kemudikan oleh Nathan, sudah tiba di kediaman orangtuanya. Nathan segera memarkirkan mobil itu, lalu mematikan mesin mobilnya dan melepaskan sabuk pengamannya. Nathan melihat ke arah Elle, gadis itu terlihat sedang melepaskan handsetnya dan menyimpannya ke dalam tas kecil miliknya. Kemudian Elle meraih seatbeltnya dan melepaskannya, hal itu tidak luput dari pandangan Nathan saat ini.
Setelah selesai melepaskan seatbeltnya, Elle pun perlahan meraih pintu mobilnya tanpa memperdulikan Nathan. Elle masih merasa kesal, ia masih tidak ingin berbicara dengan suaminya tersebut. Nathan yang melihat Elle tidak memperdulikannya pun langsung mengeluarkan suaranya.
"Apakah kamu masih marah?" Tanya Nathan menghentikan niat Elle yang saat ini akan keluar dari dalam mobil suaminya.
Elle berbalik, ia pun tersenyum. "Untuk apa aku marah? Apakah kamu sudah melakukan kesalahan sehingga aku harus marah?" Elle berbalik nanya sembari menatap suaminya. Sementara sang suami terlihat menghela nafasnya panjang.
"Ya, aku memang sudah melakukan kesalahan yang membuat kamu marah. Dan aku minta maaf." Ucap Nathan melembutkan nada suaranya.
Lagi, Elle tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. "Kamu tidak perlu meminta maaf, Ren. Aku sama sekali tidak marah sama kamu." Tukas Elle tanpa melepaskan senyuman di wajahnya yang cantik itu. Bahkan sorot mata gadis ini nampak hangat dan menenangkan membuat Nathan kembali merasakan hal aneh dalam dirinya.
"Sebaiknya kita segera turun, mungkin mama sudah menunggu kita di dalam." Ajak Elle ketika melihat sang suami yang hanya diam tanpa mau menjawab ucapannya tadi. Setelah itu Elle pun bergegas turun dari dalam mobil sang suami, tak lupa Elle juga menutup kembali pintu mobil itu dengan pelan.
Nathan mengusap wajahnya kasar, ia menatap Elle yang sudah berada di luar mobilnya, kemudian ia pun tersenyum kecut. "Tidak! Aku tidak mungkin jatuh cinta sama gadis itu. Ya! Tidak mungkin." Baitn Nathan sambil berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang dengan tiba-tiba berdegup kencang. "Sial! Ada apa dengan jantungku? Kenapa jadi seperti ini? Tidak mungkin jika aku sudah.... Aaarghhh brengsek! Sadarlah, Nath. Dia wanita adikmu, kau tidak boleh jatuh cinta sama dia." Nathan kembali membatin sembari memukul setir kemudi yang tidak bersalah.
Nathan tahu betul dengan apa yang di rasakannya saat ini, karena dulu ia pun pernah merasakannya ketika ia jatuh cinta kepada Viona. Namun, Nathan harus secepatnya menghilangkan perasaan itu sebelum perasaan itu tumbuh terlalu dalam.
Nathan kembali mengusap wajahnya dengan kasar, ia pun tersenyum kecut. "Baru sehari menikah, tapi gadis itu sudah mampu membuatku begini. Dasar bodoh! Kenapa dia sangat mudah menarik perhatianku? Apakah aku sudah menjadi laki-laki gampangan sekarang? Sialan!" Nathan mendengus kesal, ia kembali memukul setir kemudi yang tidak bersalah itu. Setelah itu Nathan pun meraih pintu mobil, kemudian ia pun turun dan bergegas melangkahkan kedua kakinya menuju bagasi mobil.
Nathan membuka bagasi mobil itu, lalu mengambil koper dirinya dan juga Elle. Elle yang melihat hal itupun segera menghampiri Nathan. "Biar aku saja yang bawa koperku." Ucap Elle mengejutkan Nathan.
"Astaga... Kenapa kamu mengejutkan aku? Kamu sengaja ingin membuatku jantungan!" Seru Nathan sembari menatap Elle dengan kesal. Sementara, Elle. Ia terlihat tertawa merasa lucu melihat raut wajah Nathan saat ini.
"Sayang, kenapa wajahmu lucu sekali? Astaga... " Ucap Elle sembari mencubit gemas pipi Nathan.
Nathan seketika menggenggam tangan Elle, ia menatap Elle dengan tatapan yang mulai berubah. Sementara itu, Elle masih saja tertawa, ia sama sekali tidak memperhatikan sorot mata sang suami yang sudah berubah itu. "Berhenti tertawa, sayang. Ini sama sekali tidak lucu!" ucap Nathan membuat Elle langsung menutup mulutnya dengan rapat. "Good Girls. Ayo, kita masuk." Sambung Nathan sembari memperlihatkan senyuman di wajahnya yang tampan itu.
"Rendra!" Panggil Elle lembut.
"Hmm, ada apa?" Sahut Nathan seraya meraih koper milik Elle dari tangan Elle.
"Tidak apa-apa." Ucap Elle sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Kalau tidak ada apa-apa, sebaiknya kita segera masuk." Tukas Nathan yang hanya mendapat anggukkan kepala dari Elle. Setelah itu Nathan pun langsung bergegas melangkahkan kedua kakinya menuju pintu utama kediaman orang tuanya.
Sementara Elle, ia terlihat menghela nafasnya dengan kasar, sembari menatap punggung suaminya. "Good Girls? Aneh sekali, biasanya Rendra tidak pernah mengatakan itu. Kenapa dia seperti orang asing? Apakah ini benar-benar hanya perasaan aku saja? Ah sudahlah, sebaiknya aku segera menyusulnya." Batin Elle seraya melangkahkan kedua kakinya menyusul sang suami menuju pintu utama rumah mama mertuanya.
***
Kedatangan Nathan dan juga Elle tentu saja di sambut hangat oleh mama Melodi serta para pelayan kediaman Lewis itu. Para pelayan itu berbaris rapi, sementara mama Melodi terlihat berjalan menghampiri Elle dan juga Nathan yang saat ini sudah berada di dalam rumah mewah itu.
"Nathan, Elle. Kalian sudah sampai." Ucap mama Melodi ketika ia sudah berdiri di hadapan Nathan dan juga menantunya.
"Iya, mah." Sahut Nathan seraya meletakan dua koper itu di dekat meja. Sementara Elle, ia hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Mama sudah masak?" Tanya Nathan sambil melepaskan satu kancing kemejanya.
"Kenapa? Apakah kamu sudah laper?" Mama Melodi berbalik nanya sambil menatap puteranya tersebut.
Nathan menggelengkan kepalanya, kemudian ia melirik ke arah Elle. "Bukan aku yang lapar, mah. Tapi istriku." Jawab Nathan yang kembali menatap sang mama.
"Baiklah, mama akan menyuruh si bibi untuk menyiapkan makanan buat kalian berdua. Sekarang kalian duduk dulu, istirahat, ok." Ucap mama Melodi sembari mengusap lembut pucuk kepala menantunya.
"Nanti saja, mah. Aku belum laper kok, cuma haus saja."Sahut Elle membuat mama Melodi seketika mengernyitkan keningnya bingung.
"Loh, tadi Na.... Emmm maksud mama Rendra bilang kamu sudah laper, sayang." Ucap mama Melodi yang hampir saja keceplosan menyebut nama Nathan di hadapan Elle.
Elle seketika terdiam, ia merasa ada yang aneh dengan mama mertuanya itu. Elle sangat ingat, ketika pagi tadi pun mama mertuanya itu menyebut nama Na seperti sekarang. Lalu, siapa Na yang di maksud oleh mama mertuanya itu?
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Defi
Semoga cepat ketahuan, kasihan Elle dibohongi terus 🤦♀️
2023-04-05
0
Apriyanti
lanjut thor
2023-04-04
1
Diana Susanti
mogq saja dr khilaf hal hal kecil itu semua terungkap
2023-04-04
1