Ada apa sama kamu, Ren?

Nathan memarkirkan kendaraan roda empatnya di salah satu tempat makan yang berada di pinggir jalan. Ia pun segera melepaskan sabuk pengamannya, kemudian ia menatap Elle yang terlihat diam sembari menatap tempat makan itu.

Nathan menghela nafasnya dengan kasar ketika ia melihat sang istri yang hanya terdiam saja. Sepertinya istrinya itu tidak ingin makan di pinggir jalan, lihat saja raut wajahnya yang nampak enggan itu membuat siapapun dapat menebak isi pikirannya saat ini termasuk Nathan.

"Lepaskan sabuk pengamanmu, lalu kita turun." Ucap Nathan sembari mematikan mesin mobilnya.

Elle seketika mengalihkan pandangannya kepada Nathan, ia menatap Nathan yang saat ini sedang meraih pintu mobilnya dan berniat untuk membukanya. "Sayang, kamu yakin kita akan makan di sini?" Tanya Elle menghentikan niat Nathan yang ingin segera turun dari dalam mobilnya itu.

Nathan seketika berbalik dan menatap Elle dengan tatapan yang baru pertama kali Elle lihat dan tentu saja tatapan itu membuat Elle tertegun dengan perasaan yang aneh. "Memangnya kenapa? Apakah kamu tidak suka makan di pinggir jalan?" Nathan berbalik nanya dengan nada suaranya yang dingin itu. Dan pertanyaan Nathan membuat Elle semakin merasa aneh.

"Ayolah, sayang. Kamu jangan becanda, pertanyaanmu sama sekali tidak lucu!" Ucap Elle seraya memperlihatkan raut wajahnya yang sedikit kesal itu.

Nathan sekali lagi menghela nafasnya dengan kasar, sepertinya wanita yang di cintai oleh adik kembarnya itu sangat sombong. Lihat saja, bahkan wanita ini tidak mau makan di pinggir jalan. Sungguh menyebalkan, pikir Nathan.

"Apakah wajahku terlihat sedang becanda saat ini?" Nathan bertanya sambil menatap wanita yang di cintai oleh adik kembarnya itu.

"Tidak!" Elle menjawab dengan cepat. Jujur saja Elle merasa sedikit takut ketika melihat tatapan mata yang di berikan oleh Nathan saat ini.

"Kalau begitu, ayo kita turun, sayang. Jangan menunda waktu kita, mengerti." Ucap Nathan dengan raut wajah yang kembali berubah serta nada suaranya yang mulai terdengar lembut, bahkan tatapan matanya pun mulai berubah hangat.

Elle tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, ia pun segera melepaskan seatbeltnya, sementara Nathan, ia sudah membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil itu.

Elle menatap Nathan dari dalam mobil, ntah kenapa ia merasa laki-laki yang di cintainya itu seperti orang lain. Dari cara bicaranya yang dingin, serta sorot matanya yang tajam, sungguh tidak seperti Rendra yang ia kenal dulu.

"Sebenarnya, ada apa sama kamu, Ren? Kenapa aku merasa kamu berubah? Apakah ini hanya perasaanku saja?" Lirih Elle tanpa melepaskan pandangannya dari laki-laki yang ia anggap sebagai Rendra, laki-laki yang Elle cintai.

Elle menghela nafasnya, ia pun mulai meraih pintu mobil itu, kemudian ia keluar tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil tersebut, lalu berjalan menghampiri Nathan yang saat ini sedang melipat kedua tangannya di dada sembari menatap dirinya. "Apa yang sedang kamu pikirkan di dalam mobil? Kenapa kamu lama sekali, Elle!" Tanya Nathan terlihat sedikit kesal.

Elle tersenyum sembari meraih tangan Nathan, tatapan matanya yang indah itu, membuat hati Nathan sedikit terasa aneh, bahkan jantungnya pun tiba-tiba saja berdegup sedikit kencang tidak seperti biasanya. "Aku hanya memikirkanmu, sayang. Memangnya tidak boleh." Sahut Elle sengaja ingin menggoda laki-laki yang memiliki sifat yang dingin itu. Ah tidak! Lebih tepatnya laki-laki yang Elle anggap sebagai Rendra itu.

Nathan terlihat mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia menarik tangannya dari genggaman Elle, lalu berbalik. "Jangan becanda! Cepatlah jalan, bukankah kamu sudah lapar." Ucap Nathan yang kemudian melangkahkan kedua kakinya tanpa menunggu jawaban dari Elle.

Sejenak, Elle pun terdiam di tempatnya, ia lalu berbalik dan menatap punggung Nathan dengan sendu. "Kamu memang benar-benar sudah berubah, Ren. Dan ini bukan hanya sekedar perasaanku saja." Batin Elle dengan kedua matanya yang mulai berkaca-kaca. "Tidak, aku tidak boleh menangis. Meskipun Rendra sudah berubah, aku akan tetap mencintainya, dan aku akan membuat Rendra kembali seperti dulu lagi." Elle kembali sambil berusaha untuk menahan diri agar tidak menjatuhkan air matanya. Sementara Nathan, ia sudah tiba di tempat makan yang berada di pinggir jalan itu, ia kembali membalikkan badannya ketika ia menyadari jika Elle masih berdiri di tempatnya.

"Astaga... Ada apa dengan gadis itu? Kenapa dia hanya berdiri saja, bukankah dia bilang, kalau dia sudah sangat lapar? Aaarghhh sungguh menyebalkan." Batin Nathan kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri Elle.

"Ada apa denganmu, sayang? Kenapa kamu malah diam saja? Apakah kamu tidak mau sarapan di sini?" Nathan bertanya dengan nadanya yang lembut. Ia kembali berusaha untuk menjadi Rendra, meski kadang sifat aslinya yang dingin itu selalu saja datang tanpa Nathan sadari.

"Seharusnya aku yang bertanya sama kamu, Ren! Ada apa sebenarnya dengan kamu? Kenapa kamu berubah setelah kita menikah? Apakah kamu benar-benar mencintai aku?" Lirih Elle sembari menatap Nathan sendu.

Nathan tertegun mendengar pertanyaan yang di lontarkan dari mulut manis Elle itu, jujur saja berperan sebagai Rendra sungguh tidak mudah, apalagi perannya adalah sebagai suami yang sangat mencintai istrinya, sangat tidak cocok untuk sifatnya yang dingin itu. Awalnya ia berpikir menjadi suami pengganti itu cukup mudah, namun nyatanya tidak.

"Jangan bertanya seperti itu! Aku pastinya benar-benar mencintai kamu. Dan aku sama sekali tidak berubah, itu hanya perasaanmu saja, sayang." Ucap Nathan sambil mengingatkan bahwa dirinya saat ini adalah Rendra, bukan Nathan.

Elle tersenyum, kedua tangannya mulai menangkup wajah Nathan membuat laki-laki itu kembali tertegun dengan perasaan yang aneh. "Ini bukan cuma perasaan aku saja, Ren. Tapi, sifatmu memang sudah berubah. Sifatmu yang dingin, tatapan matamu yang tajam, sama sekali tidak mirip dengan kamu yang dulu, Ren." Elle menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan.

"Bahkan, kamu sudah lupa, jika aku tidak menyukai tempat makan ini. Dan kamu sendiri pun sama, Rendra." Sambung Elle seraya menarik tangannya kembali, lalu berbalik. "Sebaiknya kita segera pulang saja. Perutku sudah tidak lapar lagi." Ajak Elle yang tidak ada lagi mood untuk makan, bahkan perutnya pun mendadak kenyang.

Elle segera membuka pintu mobil itu, kemudian ia pun bergegas masuk dan kembali menutup pintu mobilnya, sementara Nathan ia terlihat mengusap wajahnya dengan kasar dan merutuki kebodohannya sendiri.

"Sial! Kenapa aku bodoh sekali. Kalau begini, bisa-bisa penyamaranku terbongkar. Ah tidak! Aku tidak boleh membiarkan Elle tahu siapa aku yang sebenarnya. Lain kali, aku harus berhati-hati lagi dan menyempurnakan peranku sebagai Rendra." Nathan membatin sambil menatap ke arah mobil miliknya. "Ternyata menjadi lo sungguh tidak mudah, Rendra. Maka dari itu, cepatlah sadar, agar gue terbebas dari pernikahan ini." Batin Nathan sambil melangkahkan kedua kakinya menuju pintu mobil bagian kemudi.

Perlahan Nathan pun mulai menarik pintu mobil itu dan membukanya. Setelah itu Nathan pun segera naik dan duduk di kursi kemudinya, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil itu, lalu memasang seatbeltnya. Nathan mengarahkan pandangannya pada Elle, terlihat gadis itu sedang memakai handset di telinganya.

Nathan menghela nafasnya, ia kembali memulihkan pandangannya pada setir kemudinya "Sudahlah, sebaiknya aku tidak mengganggunya dulu saat ini. Nanti saja aku bicara lagi sama dia, ketika tiba di kediaman mama." Batin Nathan di iringi dengan helaan nafasnya. Lalu setelah itu Nathan pun mulai melajukan kendaraan roda empatnya dengan perlahan meninggalkan tempat itu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Endang Suhartini

Endang Suhartini

r,rrr,,,rr,r,rrerr,,,,rr

2023-04-28

0

Neneng cinta

Neneng cinta

ikut deg2 an takut ketauan......😁

2023-04-27

0

Defi

Defi

Nath jujur aja sama Elle, dari pada dia tahu sendiri kalau kamu bukan Rendra melainkan kembarannya

2023-04-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!