Merasa bersalah

Beberapa menit kemudian...

Elle pun sudah selesai mengaplikasikan make up itu di wajahnya. Ia nampak tersenyum sambil menatap dirinya dari balik cermin kecil yang ia pegang. "Sempurna." Ucap Elle ketika melihat wajahnya yang sudah cantik seperti biasanya.

Di saat ia sedang asik menatap dirinya dari balik cermin kecil itu, tiba-tiba saja ia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Seketika Elle pun langsung mengalihkan pandangannya pada pintu kamar mandi itu, ia terlihat sangat terkejut ketika ia melihat sang suami keluar dari dalam kamar mandi itu dengan hanya mengenakan handuk kecil saja.

"Astaga... Kenapa kamu tidak membawa bajumu ke kamar mandi, sayang." Elle berucap dengan gugup sembari menutup kedua matanya dengan tangan.

Nathan yang mendengar ucapan istrinya pun langsung menghentikan langkah kakinya sejenak, ia menatap Elle sembari tersenyum tipis. "Memangnya kenapa kalau aku tidak membawa bajuku?" Tanya Nathan yang kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri Elle. Tidak! Lebih tepatnya menghampiri koper miliknya yang kebetulan berada di dekat Elle.

"Emm tidak apa-apa. Aku hanya,,, hanya terkejut saja melihat kamu yang tidak pakai baju." Sahut Elle dengan kedua tangan yang masih setia menutupi kedua matanya itu. Bahkan nada suara Elle pun masih terdengar gugup.

"Mulai sekarang kamu tidak perlu merasa terkejut lagi ketika melihat aku tidak pakai baju. Bukankah kita sudah menikah? Jadi, biasakan dirimu." Ucap Nathan dengan nada suaranya yang terdengar sedikit dingin membuat Elle langsung terdiam.

"Kenapa nada suara Rendra berubah dingin seperti itu? Padahal sebelum kita menikah, suara Rendra selalu lembut jika berbicara sama aku. Lalu, kenapa sekarang berubah? Apakah Rendra masih merasa kesal dan marah sama kakak kembarnya itu?" Batin Elle bertanya-tanya. Sementara Nathan, ia terlihat sedang membuka koper miliknya dan ia sama sekali tidak memperdulikan Elle yang hanya terdiam tanpa menjawab ucapannya tadi.

Setelah beberapa detik berlalu, akhirnya Elle pun mulai mengeluarkan suaranya kembali dengan kedua tangannya yang masih saja menutupi kedua matanya itu. "Sayang, apakah kamu masih marah sama kakak kembarmu itu?" Tanya Elle membuat Nathan seketika menghentikan aktifitasnya yang saat ini sedang mengancingkan kemeja putihnya.

"Sudahlah, sayang. Sudahi marahmu itu, mungkin kakak kembarmu memang memiliki urusan yang sangat penting sehingga ia tidak bisa menghadiri pernikahan kita. Jadi, jangan marah lagi ya." Elle kembali bersuara ketika ia tidak mendapat jawaban apapun dari laki-laki yang ia anggap sebagai Rendra itu.

Nathan menghela nafasnya kasar, seketika ia pun merubah raut wajahnya seperti semula. "Jangan bahas dia lagi, sebaiknya kamu bersiap-siap, karena hari ini kita akan pulang." Ucap Nathan berusaha untuk melembutkan suaranya seperti adik kembarnya.

"Emmm... Pulang kemana? Ke rumah orangtuamu atau ke rumah... "

"Apakah kamu sudah pikun, Elle! Tentu saja kita akan pulang ke rumah orangtuaku." Sela Nathan dengan cepat. Setelah itu Nathan pun kembali mengancingkan kemeja putihnya, lalu ia pun menatap Elle yang masih saja menutupi kedua matanya. "Buka matamu, aku sudah selesai." Ucap Nathan membuat Elle langsung melepaskan kedua tangannya dan membuka kedua matanya yang indah itu.

Kedua netra mereka saling beradu beberapa detik, hingga akhirnya Nathan pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, kemudian ia berkata kembali dengan nada suaranya yang kembali dingin. "Cepatlah, bereskan barangmu, lalu kita pulang."

"Barang apanya, sayang? Aku hanya membawa bajuku saja, dan itupun tidak aku keluarkan dari koperku." Ucap Elle selalu dengan nada suaranya yang lembut, meskipun Nathan berkata dengan nada yang dingin.

"Baju kotormu. Kamu tidak akan membawanya pulang?" Tanya Nathan seraya melipat lengan kemejanya hingga siku dan hal itu tentu saja membuat Elle sedikit merasa aneh. Biasanya Rendra tidak pernah melipat kemejanya hingga siku seperti yang ia lakukan saat ini.

"Kenapa kamu malah diam saja! Apakah kamu tidak mendengar ucapanku barusan?" Nathan kembali bersuara ketika ia melihat Elle yang hanya terdiam seperti patung.

Seketika Elle langsung tersadar, ia pun tersenyum seraya beranjak dari atas kursi sofa itu. "Aku dengar kok, sayang. Kamu tidak perlu berkata dingin seperti itu. Itu sama sekali tidak mirip denganmu dulu." Ucap Elle sambil mengusap lembut wajah tampan Nathan, membuat Nathan terdiam. "Kenapa kamu sangat aneh sekali setelah kita menikah? Bahkan aku tidak lagi mendengar panggilan sayang darimu. Apakah kamu menyesal karena sudah menikahiku?" Tanya Elle terlihat sedih membuat Nathan merasa bersalah. Ternyata berpura-pura menjadi Rendra itu bukanlah hal mudah. Pikir Nathan.

"Maafkan aku, sa,,, yang. Karena ucapanku yang dingin sudah membuatmu sedih. Dan aku sama sekali tidak menyesal karena sudah menikahimu." Ucap Nathan sambil menatap Elle dengan tatapan matanya yang hangat. Bahkan, nada suaranya pun kembali lembut, sama persis seperti Rendra, adik kembarnya itu.

Seketika sudut bibir Elle terangkat ke atas, kemudian ia pun langsung memeluk tubuh Nathan membuat Nathan terkejut. "Tidak apa-apa, aku mengerti kok." Sahut Elle dalam pelukannya.

"Yasudah, sekarang kita pergi, mungkin mama sudah menunggu kita di rumah." Ucap Nathan sembari melepaskan pelukan Elle dan menatap Elle dengan tatapan matanya yang masih hangat itu.

Elle menganggukkan kepalanya, ia pun langsung menyeret koper miliknya. "Ayo, sayang. Tapi kita cari sarapan dulu ya, soalnya perutku sudah laper." Ucap Elle dengan nada suaranya yang manja. Nathan hanya menganggukkan kepalanya saja, ia pun segera menyeret koper miliknya itu.

Perlahan pasangan pengantin baru itu pun mulai melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Ide kamu Nathan yang menggantikan Rendra malah akhirnya saling menyakiti seperti itu 😥

2023-04-04

1

Diana Susanti

Diana Susanti

KASIHAN mereka bertiga

2023-04-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!