Sahabat kepo

Perlahan Elle pun meletakkan ponsel suaminya di atas meja, kemudian ia pun berjalan menuju nakas dan mengambil ponsel miliknya. Elle mulai membuka kunci di ponselnya, lalu membuka beberapa pesan masuk yang salah satunya di kirim oleh sahabatnya, Agnes.

Agnes.

Cieeee pengantin baru.... pasti jam segini belum bangun. Hayo, pasti lo ngabisin malam pertama dan tentunya malam yang panjang seperti kebanyakan pengantin baru lainnya. Terus paginya lo gak bisa bangun karena kesakitan. Astaga... Gue jadi pengen lihat wajah bangun tidurnya pengantin baru ini. Hahaha...

Begitulah isi pesan yang di kirimkan oleh sahabatnya tersebut membuat Elle mendengus kesal. Jangankan menghabiskan malam yang panjang, tidur saja Elle terpisah.

"Dasar Agnes rese. Malam yang panjang apanya, gue aja tidur terpisah. Menyebalkan sekali." Gumam Elle seraya mengetik pesan balasan kepada Agnes.

To Agnes.

Dasar nyebelin! Malam panjang apaan, gue aja tidur terpisah sama dia.

Elle langsung mengirimkan pesan itu kepada Agnes, lalu setelah itu ia pun mulai membaca pesan yang di kirim dari mama tercintanya.

Mama.

Sayang, apa kamu sudah bangun? Bagaimana malam pertama kalian? Apakah semuanya berjalan lancar? Ah mama tebak, kamu pasti belum bangunkan, kamu pasti kecapean karena harus menghabiskan malam yang panjang sama suamimu itu. Ah mama jadi tidak sabar untuk menimbang cucu mama.

Elle menghela nafasnya ketika ia membaca pesan yang di kirimkan oleh mamanya tersebut. Sepertinya mama dan sahabatnya itu memiliki pemikiran yang sama, contohnya saja pesan dari kedua wanita berbeda usia itu hampir sama, sama-sama menanyakan malam pertama dan malam yang panjang. Sungguh menyebalkan.

To Mama.

Do'ain aja, semoga mama segera mendapatkan cucu seperti yang mama inginkan.

Elle mengetik beberapa kata, lalu ia kirimkan kepada sang mama. Setelah itu, ia pun bergegas melangkahkan kedua kakinya menuju sofa. Elle berniat untuk mengambil peralatan make up yang biasa ia pakai. Namun, niatnya terhenti ketika ponsel miliknya itu berdering.

Elle segera melihat ke arah layar ponselnya, ia tersenyum ketika melihat nama Agnes terpampang di layar ponselnya tersebut. "Sudah ku duga, dia pasti akan langsung menghubungiku. Dasar kepo." Gumam Elle sebelum ia menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponsel itu di telinganya.

"Elleiana! Apa lo serius sama isi pesan lo tadi! Astaga... Lo lagi becanda kan sama gue, El? Tidak mungkin lo tidur terpisah sama suami lo itu." Teriak Agnes ketika panggilannya sudah di jawab oleh Elle.

Elle seketika menjauhkan ponsel itu dari telinganya, suara teriakan yang sangat cempreng itu membuat telinganya hampir saja meledak.

"Astaga... Agnes! Bisa gak kalau ngomong tuh gak usah teriak-teriak segala. Lo pikir telinga gue budeg hah!" Seru Elle terlihat sangat kesal.

Agnes tertawa di ujung telpon sana, ia sama sekali tidak merasa bersalah karena sudah membuat sahabatnya itu kesal. Karena itu memang sudah menjadi kebiasaan Agnes sedari dulu.

"Ya, nggak Elle. Gue teriak karena gue terkejut baca pesan lo tadi." Ucap Agnes dengan santuy. "Gue penasaran banget, lo tadi ngetik gak sambil merem kan, El?" Tanya Agnes membuat Elle menghela nafasnya dengan kasar.

"Memangnya bisa gue nulis pesan sambil merem? Lo tuh ada-ada aja deh." Sahut Elle seraya menjatuhkan bokongnya di atas kursi sofa. "Dan pesan yang gue kirim tadi itu memang benar, gue sama Rendra tidur terpisah." Sambung Elle kembali membuat Agens terkejut di seberang telpon sana.

"WHAAAAT.... LO SERIUS! Jadi, lo sama Rendra benar-benar tidur terpisah? Astaga, gue benar-benar tidak percaya ini. Bagaimana mungkin sepasang suami istri tidurnya terpisah? Apalagi kalian berdua itu saling mencintai, kecuali kalau kalian berdua itu tidak saling mencintai, mungkin gue akan percaya jika kalian berdua tidur terpisah." Lagi-lagi Agnes berteriak membuat Elle langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.

"Astaga... Agnes! Lo tuh bisa gak sih jangan teriak lagi kayak tadi! Lama-lama telinga gue bisa budeg gara-gara lo tahu." Seru Elle seraya mengusap telinganya. "Dan yang gue ucapin itu serius, gue sama Rendra memang tidur terpisah. Dan lo gak perlu terkejut seperti itu." Sambung Elle masih dengan nada suaranya yang terdengar kesal di telinga Agnes.

"Tapi, bagaimana bisa kalian tidur terpisah, kalian itu baru saja menikah dan kalian berdua... " Ucapan Agnes tercekat di tenggorokannya.

"Semalam gue tidur duluan, pas bangun gue liat Rendra tidur di atas sofa. Mungkin dia ketiduran kali." Ucap Elle menyela ucapan sahabatnya tersebut. "Sudahlah jangan bahas ini lagi, sekarang gue mau pake make up, jadi gue tutup dulu telponnya. Bye bye." Setelah mengatakan hal itu, Elle pun langsung memutuskan sambungannya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya tersebut.

"Dasar Agnes rese! Selalu saja berteriak, gak di telpon gak langsung di hadapan gue, pasti saja berteriak. Nyebelin." Gumam Elle sembari menaruh ponselnya di atas meja, kemudian ia pun mulai membuka tas sedang miliknya dan mengambil tempat make up yang biasa ia gunakan sehari-hari. Setelah itu Elle pun mulai mengaplikasikan make up itu di wajahnya dengan perlahan.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

lanjut up thor

2023-04-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!