Hampir keceplosan

Waktu menunjukkan pukul 06.30 pagi. Elle mulai membuka kedua bola matanya secara perlahan, ia sedikit terkejut ketika menyadari jika laki-laki yang sudah menjadi suaminya kemarin ternyata tidak ada di sebelahnya. Perlahan Elle pun mulai bangkit seraya mengucek kedua matanya, lalu ia pun mengedarkan pandangannya pada setiap sudut kamar itu.

Seketika pandangan Elle tertuju pada sosok laki-laki yang saat ini masih tertidur pulas di atas kursi sofa yang berukuran sedang itu. "Apakah dia tidur di sofa semalaman? Kenapa dia melakukan itu? Bukankah kita sudah resmi menjadi sepasang suami istri?" Batin Elle bertanya-tanya sambil menatap suaminya tersebut.

"Ah mungkin dia ketiduran di sana semalam, aku tidak boleh berpikiran negatif dulu tentang suamiku." Elle kembali membatin dan meyakinkan dirinya jika sang suami tidak sengaja tertidur di atas kursi sofa itu. Lalu setelah itu Elle pun mulai menapakkan kakinya di atas lantai, kemudian ia pun berjalan menuju kamar mandi.

"Sebaiknya aku membersihkan dulu wajahku, baru aku membangunkannya." Gumam Elle sambil mempercepat langkah kakinya tersebut.

Perlahan, Elle pun mulai meraih handle pintu kamar mandi itu, kemudian ia pun berjalan masuk ke dalam pintu kamar mandi tersebut, tak lupa Elle juga menutup kembali pintu kamar mandi itu dengan pelan, agar tidak menimbulkan suara dan mengganggu tidur nyenyak suami tercintanya.

Elle mulai menatap dirinya melalui pantulan cermin, lalu ia pun tersenyum tipis. "Sepertinya malam pertamaku gagal. Ah sudahlah, ngapain aku harus memikirkan malam pertamaku sih? Apakah otakku sudah tidak waras? Kenapa aku malah memikirkan hal itu? Sungguh menyebalkan." Ucap Elle sambil memukul pelan kedua wajah cantiknya itu.

"Daripada aku memikirkan hal itu, lebih baik aku membersihkan diriku dulu, sebelum suamiku bangun." Elle kembali berucap pelan, ia pun langsung menyalakan air, dan mulai membasuh wajah cantiknya.

***

Nathan mulai mengerjapkan kedua matanya ketika cahaya matahari menembus melalui celah jendela dan tepat mengenai wajah tampannya itu. Perlahan ia pun meregangkan otot di tangannya, seraya menatap ke arah tempat tidur yang sudah kosong itu. Nathan menghela nafasnya, lalu meraih sebotol air mineral yang sudah tersedia di atas meja dekat kursi sofa tersebut.

Perlahan, Nathan pun mulai membuka tutup botol itu, dan meneguk air di dalam botol tersebut. Sudah menjadi kebiasaan Nathan setiap pagi setelah ia bangun, ia pasti akan meminum air putih terlebih dahulu, lalu setelah itu ia akan mengecek ponselnya seperti saat ini.

Ada beberapa pesan masuk dari asistennya dan juga dokter yang menangani adik kembarnya di Jerman. Dengan segera Nathan pun langsung membuka pesan dari dokter itu, dan membacanya dengan teliti.

Dokter Alexa.

Kondisi saudaramu masih seperti semula, belum ada perkembangan. Berdoalah, semoga ada keajaiban dari Tuhan untuk adik kembarmu itu.

Membaca pesan itu membuat Nathan harus menghela nafasnya dengan kasar. Padahal ia sudah mengirim adiknya itu ke luar negeri, namun hasilnya tetap saja sama.

"Keajaiban dari Tuhan? Apakah itu benar-benar ada? Kalau memang ada, aku berharap keajaiban itu datang secepatnya." Batin Nathan seraya meletakkan ponselnya itu di atas meja. Nathan mengusap wajahnya dengan kasar dengan tatapan mata tertuju pada langit-langit kamar itu.

"Cepatlah sadar, Rendra! Gue mohon." Lirih Nathan di iringi dengan helaan nafasnya. Nathan benar-benar merasa tersiksa sekaligus sedih dengan apa yang terjadi pada adik kembarnya itu. Andai ia bisa memutar waktu, mungkin ia tidak akan membiarkan adik kembarnya itu celaka demi melindungi dirinya. Namun, sayangnya waktu tidak bisa ia putar kembali, dan kehidupan akan terus berjalan meskipun itu sangat menyakitkan bagi dirinya.

Deringan ponsel membuat Nathan tersadar dari lamunannya. Dengan segera ia pun meraih ponselnya, lalu menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponsel itu di telinganya.

"Nathan! Kamu sudah bangun?" Tanya seorang wanita yang tak lain adalah Melodi, mama kandung Kandung Nathan dan juga Rendra.

"Iya, mah. Ada apa?" Nathan berbalik nanya dengan nada suaranya yang sedikit lembut itu.

"Mama hanya ingin memastikan, apakah Elleiana mengetahui penyamaranmu itu? Semalaman mama merasa tidak tenang memikirkan penyamaranmu ini. Mama takut Elle mengetahuinya." Ucap mama Melodi terdengar sedikit cemas. Jujur saja mama Melodi awalnya tidak setuju jika Nathan harus menjadi suami pengganti adik kembarnya itu, namun berhubung Nathan terus meyakinkan dirinya dan memberikan alasan yang sangat masuk akal, akhirnya mama Melodi pun menyetujuinya.

"Mama tenang saja, Elle tidak akan pernah mengetahui bahwa aku bukanlah Rendra. Tidak hanya Elle saja, bahkan semua orang pun tidak akan pernah mengetahui penyamaranku ini." Sahut Nathan mencoba untuk meyakinkan dan menenangkan mamanya.

"Baiklah, mama percaya sama kamu, Nathan. Dan semoga adikmu itu segera siuman, agar kalian bisa bertukar dan mama tidak akan di hantui oleh rasa bersalah kepada Elle. Jujur saja mama merasa sangat berdosa sekali karena mama sudah membohongi Elleiana, karena laki-laki yang menikah dengannya bukanlah laki-laki yang dia cintai. Mama merasa jadi orang jahat, Nathan." Ucap mama Melodi terdengar merasa bersalah.

Nathan menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan. "Mah, jangan berbicara seperti itu, ini semua kita lakukan demi Rendra. Jika kita memberitahu Elle yang sebenarnya, maka pernikahan kemarin pasti akan batal. Dan kita tidak tahu apakah Elle akan menerima kondisi Rendra yang koma itu atau justru dia akan pergi meninggalkan Rendra setelah ia mengetahui bahwa Rendra sedang koma dan terbaring di rumah sakit." Nathan kembali menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan.

"Mama jangan lagi memikirkan hal ini ya, serahkan saja semuanya sama aku. Aku janji, aku tidak akan membiarkan siapapun mengetahui tentang penyamaranku ini. Jadi, mama harus tenang, ok." Sambung Nathan dengan nada suaranya yang terdengar begitu yakin di telinga mama Melodi, membuat mama Melodi sedikit tenang di seberang telpon sana.

"Iya, sayang. Mama akan mencoba untuk tidak memikirkan masalah ini lagi. Dan mama akan berusaha untuk bersikap seperti biasanya jika mama bertemu dengan Elle nanti." Ucap mama Melodi membuat Nathan sedikit menyunggingkan senyumannya. "Oh iya, hari ini kalian akan pulang ke rumah mama kan?" Tanya mama Melodi dengan nada suaranya yang mulai berubah tenang.

"Iya, mah. Aku dan Elle.... " Ucapan Nathan terdekat di tenggorokkan ketika suara lembut dan halus masuk ke dalam indera pendengarannya.

"Sayang, kamu lagi telponan sama siapa? Serius banget." Tanya seorang wanita cantik yang tak lain adalah Elle. Seketika Nathan pun langsung mengalihkan pandangannya kepada Elle, gadis itu terlihat sangat cantik natural, di tambah dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya serta tatapan matanya yang hangat membuat jantung Nathan sedikit berdebar tak karuan.

"Mamaku." Sahut Nathan singkat dan padat.

Elle berjalan mendekat ke arah sang suami, senyuman di wajahnya itu tidak pernah hilang sedetikpun. "Mama ya, boleh aku berbicara?" Tanya Elle dengan nada suaranya yang masih lembut dan halus.

Nathan mengangguk pelan, ia pun langsung menyerahkan ponsel itu kepada Elle. "Bicaralah, kebetulan aku juga mau ke kamar mandi." Ucap Nathan seraya bangkit dari atas sofa itu. Elle hanya menganggukkan kepalanya sembari meraih ponsel yang di berikan oleh suaminya tersebut, sementara Nathan, ia langsung bergegas melangkahkan kedua kakinya menuju pintu kamar mandi.

Setelah kepergian, Nathan. Elle pun langsung menempelkan ponsel itu di telinganya. Dengan raut wajah yang terlibat bahagia ia pun mulai membuka suaranya yang lembut dan halus itu. "Mama, kenapa semalam pulang tidak memberitahuku dulu? Mama tidak apa-apakan?" Tanya Elle penuh khawatir.

Mama Melodi tersenyum di seberang telpon sana, ia pun mulai menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. "Maaf sayang, mama semalam pulang buru-buru sekali. Jadi, mama tidak sempat untuk berpamitan sama kamu. Tetapi, kamu tenang saja ya, mama tidak apa-apa kok." Sahut mama Melodi membuat hati Elle merasa lega.

"Ah syukurlah kalau mama tidak apa-apa. Tapi, apa aku boleh tahu kenapa mama pulang sangat buru-buru sekali?" Elle bertanya dengan penasaran membuat mama Melodi menghembuskan nafas beratnya di seberang telpon sana.

"Emmm... Saudara mama masuk rumah sakit, sayang. Makannya mama langsung pulang terus pergi ke rumah sakit." Jawab Melodi yang tentunya itu adalah sebuah kebohongan. Karena pada kenyataannya ia pulang karena tidak dapat menahan rasa sedihnya ketika mengingat putra keduanya terbaring koma sendirian di rumah sakit luar negeri tanpa dirinya.

"Ah begitu. Semoga cepet sembuh untuk saudara mama ya. Nanti aku akan ajak Nathan buat jenguk saudara mama itu." Ucap Elle membuat mama Melodi sedikit gugup.

"Ah tidak perlu, sayang. Karena saudara mama sudah di pindahkan ke rumah sakit yang berada di luar kota tadi subuh. Jadi, kamu dan Nathan tidak perlu menjenguknya." Sahut mama Melodi kembali berbohong. Namun, Elle yang polos itu sama sekali tidak mengetahui jika mama mertuanya itu sedang berbohong, dan ia pun percaya saja dengan apa yang di ucapkan oleh mamanya mertuanya itu. "Yasudah sayang, mama tutup dulu ya telponnya, nanti siang kalian akan pulang kesini kan? Jadi, mama mau pergi ke pasar sama si bibi buat belanja untuk menyambut kalian berdua, ok." Sambung mama Melodi membuat Elle merasa sedikit tidak enak, karena ia harus merepotkan dan membuat mama mertuanya itu pergi ke pasar hanya untuk memasak untuk menyambut dirinya dan juga Nathan.

"Mama tidak perlu repot-repot menyambut kedatangan kita berdua, lagian... " Ucapan Elle tercekat di tenggorokkan.

"Ssst... Mama sama sekali tidak merasa repot kok. Lagian kalian tuh sekarang sudah menjadi pasangan suami istri, jadi harus di sambut dengan spesial dong." Sela mama Melodi membuat Elle terkekeh pelan. "Yasudah, mama tutup dulu ya telponnya. Bilang sama Na,,, eemmm maksud mama Rendra, untuk hati-hati dalam menyetir mobilnya. Mengerti sayang." Sambung mama Melodi yang hampir keceplosan menyebut nama Nathan.

"Iya, mah. Aku mengerti." Sahut Elle tanpa melepaskan senyuman di wajah cantiknya itu. Lalu setelah itu, mama Melodi pun langsung memutuskan sambungannya, sementara Elle, ia terlihat mengernyitkan keningnya. Entah apa yang ada di dalam benak Elle saat ini, hanya Elle lah yang tahu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Saat Elle tahu nanti itu lebih menyakitkan buat diri karena kalian telah membohonginya

2023-04-02

1

Diana Susanti

Diana Susanti

KASIHAN Elle

2023-04-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!