Sangat konyol

Nathan sudah berdiri di depan pintu kamar mandi itu, dengan ragu ia pun mengulurkan satu tangannya dan mengetuk pintu kamar mandi tersebut.

"Elle! Apakah kamu tertidur di dalam sana?" Tanya Nathan setengah berteriak membuat Elle yang berada di dalam kamar mandi sedikit terkejut.

"Ti,, tidak. Sebentar lagi aku selesai." Sahut Elle dengan nada suaranya yang terdengar gugup di telinga Nathan.

"Baiklah, segera keluar atau kamu akan sakit." Ucap Nathan sebelum ia berbalik dan melangkahkan kedua kakinya menuju sofa. "Kenapa suara gadis itu terdengar gugup? Apakah dia takut jika aku akan memakannya? Sangat konyol!" Batin Nathan seraya menyunggingkan sedikit senyuman dari sudut bibirnya.

Nathan kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa itu, kemudian ia pun kembali memejamkan kedua bola matanya secara perlahan berniat untuk pergi ke alam mimpinya. Namun, niatnya itu terhenti ketika ia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Dengan segera Nathan pun kembali membuka kedua bola matanya dan menatap pintu kamar mandi yang kini sedang menampilkan seorang wanita cantik yang hanya memakai handuk kecil yang melilit di tubuhnya yang indah itu.

Nathan seketika membulatkan kedua bola matanya, ia begitu terkejut melihat pemandangan indah dan juga sangat langka itu. Apalagi ini adalah kali pertamanya ia melihat seorang wanita yang memakai handuk dengan rambut yang basah. Sungguh luar biasa.

"Sial! Kenapa dia keluar dengan hanya mengenakan handuk kecil saja? Apakah dia sengaja ingin menggodaku." Batin Nathan sambil menormalkan detak jantungnya yang tidak karuan, bahkan ia pun merasakan sesuatu di bawah sana sudah mulai berdiri dengan tegak meminta keadilan. "****! Sadarlah Nathan, dia itu istri adikmu, jangan sampai lo tergoda." Nathan kembali membatin sembari menggelengkan kepalanya mencoba untuk menghilangkan pikiran nakal yang mulai menghantui dirinya itu. Bagaimana pun juga, Nathan laki-laki normal, melihat pemandangan indah itu tentu saja bagian tubuhnya akan bereaksi, meskipun ia memiliki trauma terhadap wanita, namun itu bukan menjadi penghalang hasratnya bangkit terhadap seorang wanita yang saat ini hanya memakai handuk di hadapannya. Apalagi saat ini ia hanya tinggal berdua dengan wanita itu, bukankah wajar jika hasrat dalam dirinya bangkit?

Nathan segera bangkit dari atas sofa itu, kemudian ia pun berjalan menghampiri Elle yang terlibat kebingungan mencari keberadaan koper miliknya. Nathan berdiri di belakang Elle sembari bersedekah dan menatap Elle. "Sedang cari apa? Kenapa kamu keluar hanya mengenakan handuk kecil itu?" Tanya Nathan membuat Elle terkejut dan seketika menoleh ke arah Nathan.

"Sayang, kamu mengejutkan aku. Aku sedang mencari koperku, tapi tidak ada di sini." Sahut Elle sembari berusaha untuk menutupi bagian dadanya menggunakan kedua tangannya yang lembut itu.

"Oh, mungkin itu koper yang kamu cari." Nathan menunjuk sebuah koper berwarna hitam yang berada di dekat sofa. Seketika pandangan mata Elle pun langsung tertuju pada arah telunjuk Nathan.

Elle tersenyum lebar, kemudian ia pun kembali menatap Nathan dengan mata berbinar. "Iya, itu koper milikku." Ucap Elle dengan nada suaranya yang tidak berubah, halus dan lembut. "Yasudah aku mau pakai baju dulu, kamu sebaiknya bersihkan dirimu dulu, lalu kita istirahat, ok." Sambung Elle yang hanya di anggukki kepala oleh Nathan. Setelah itu Elle pun langsung berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju sofa dimana kopernya berada saat ini. Sementara Nathan, ia langsung melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi. Niatnya ingin tidur, ia malah harus mandi air dingin untuk menenangkan tongkat saktinya tersebut.

Dua puluh menit kemudian...

Nathan baru saja menyelesaikan ritual mandi air dinginnya. Dengan pelan, ia pun meraih handle pintu kamar mandi itu, lalu membukanya secara perlahan. Nathan mulai melangkahkan kedua kakinya keluar dari dalam kamar mandi tersebut, kemudian ia pun berjalan menuju sofa yang berada di dalam kamar itu. Langkah kaki Nathan terhenti ketika ia melihat Elle yang kini sudah menutup kedua bola matanya dengan rapat.

"Ternyata dia sudah tidur." Batin Nathan seraya berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju sisi ranjang. "Elleiana. Aku tidak mungkin jatuh cinta sama kamu. Ya! Tidak mungkin!" Nathan kembali membatin sambil menatap wajah tenang Elle dari jarak yang cukup dekat. Ia sangat yakin bahwa dirinya tidak akan jatuh cinta kepada istri adik kembarnya sendiri.

Nathan menghela nafasnya dengan kasar, kecelakaan yang membuat adik kembarnya koma, kembali menghantui dirinya. "Dasar bodoh! Kenapa lo harus mengorbankan hidup lo buat gue. Jika waktu itu lo tetap duduk di kursi lo, mungkin yang terbaring di rumah sakit saat ini gue, dan gue tidak perlu menjadi pengganti lo." Batin Nathan seraya melangkahkan kedua kakinya menuju kursi sofa. Nathan benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh adik kembarnya yang rela celaka demi melindungi dirinya.

Nathan menghentikan langkah kakinya ketika ia tiba di dekat kursi sofa itu. Tangannya mulai meraih koper miliknya dan mengambil pakaian yang akan ia kenakan untuk tidur malam ini. Setelah selesai mengenakan pakaiannya, perlahan Nathan pun mulai merebahkan tubuhnya di atas kursi sofa itu, ia pun mulai memejamkan kedua bola matanya secara perlahan, hingga pada akhirnya Nathan pun tertidur dengan pulas.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Nath2 masi juga nyangkal ga suka sama Elle.. lama2 juga bakal suka karena hidup bersama2 dengan Elle

2023-04-01

1

Diana Susanti

Diana Susanti

bingung jd nya

2023-04-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!