Pulang kampung

Sore, Emyr baru bisa pulang ke apartemen miliknya. Meski hanya sapaan basa-basi, tak sedikitpun sambutan senyum manis Adeeva ia hirau.

Melangkah acuh lelaki itu melewati tubuh mungil istrinya, kemudian memasuki kamar mandi tanpa ada sepatah pun kata yang keluar dari bibir tipisnya.

Adeeva menautkan alisnya, ia ikut masuk ke dalam kamar, duduk di sisi ranjang menatap tertutupnya pintu kamar mandi yang menenggelamkan raga suaminya; ia sedikit bingung dengan perlakuan pria itu.

Bukankah pagi tadi Emyr begitu baik saat pergi? Lalu, sorenya pulang dengan raut yang sulit sekali di definisikan apa artinya.

Brakkk....

Suara gaduh dari dalam menyentak bahu Adeeva. Ada suara teriakan, bahkan beberapa kali suara pukulan yang sepertinya mengenai dinding.

Segera Adeeva beranjak ke pintu kamar mandi, berteriak memanggil suaminya. Setidaknya bicara akan lebih baik dari pada hanya diam dan marah-marah.

Cukup lama Emyr di dalam, Adeeva hanya bisa pasrah dengan keadaan. Di mana sang suami hanya asyik dengan teriakan dan kemarahannya sendiri.

Sampai akhirnya, Adeeva lega setelah pintu kamar mandi miliknya terbuka bersamaan dengan sosok tampan bertubuh basah yang keluar.

Namun, ketenangan itu tak berangsur lama. Adeeva kembali mengernyit, mendapati buku- buku di tangan kanan suaminya berdarah hingga mengucur ke lantai.

"Mas kenapa?" Emyr menepis tangan mungil penuh kepedulian Adeeva. Sontak, gadis bersuami itu mengeluarkan kaca-kaca di matanya.

"Adeeva punya salah?" Adeeva terus mengikuti langkah kaki suaminya, menuntut jawaban yang ingin sekali dia tahu. "Apa yang salah sama Adeeva?" tanyanya.

Emyr menoleh, membuang smirk kecil di sudut bibirnya seraya membalut luka ditangannya dengan kain kasa. Baru saja, dinding kamar mandi menjadi pelampiasan amarahnya.

"Kamu serius mau tahu?"

Adeeva merinding mendengar kata-kata sinis itu, tapi, mereka harus bicara untuk tahu duduk perkaranya. "Setidaknya masalah perlu dibicarakan kan Mas?" tanyanya lagi.

"Kamu mengusir Shanshan dari negara ini? Dan, sekarang, Shanshan menerima lamaran Haikal."

Degup...

Adeeva tercenung. Lagi-lagi masih seputar Shanshan yang Emyr bahas. Apa tidak ada pembahasan lain, selain masa lalu yang tak pantas dikenang?

Inikah Emyr yang katanya anak bungsu dari kiyai besar? Yang tahu hukum-hukum pernikahan bagi agamanya? Kenapa sulit sekali memberikan pengertian padanya, bahwa mereka telah menikah.

"Adeeva hanya memintanya menjauhi suami ku, apa itu salah?"

Emyr terkekeh samar. "Salah atau tidaknya. Kamu sendiri yang tahu jawabannya Adeeva."

Tak mau terus berdebat, Emyr meraih pakaian miliknya untuk dikenakannya. Segera Pria itu pergi dari hadapan istrinya yang tiba-tiba saja berani meneriakinya.

"Demi Allah, kalau bukan karena Adeeva mencintai mu, Adeeva tidak akan pernah mau berjodoh dengan pria yang keras kepala seperti mu, Mas!"

Emyr terhenti langkahnya. Disaat bersamaan tubuh Adeeva gemetar, masih menyesal telah berani mengungkapkan rasa itu pada suaminya yang belum bisa menerimanya.

"Kalau begitu jangan paksakan diri untuk membangun surga yang sulit tercipta di antara kita," ucap Emyr.

Adeeva tergagu, punggung bidang pria itu harus dia saksikan dengan nanar saat melewati pintu kamarnya.

...{[<<>>]}...

^^^Inggris, enam bulan kemudian.^^^

Satu semester Shanshan lewati, secepat itu waktu membawa semua hal berlalu. Selain skripsi, Shanshan juga sudah mengurus program spesialis dan berbagai macam rangkaian syarat untuk jenjang pendidikan.

Untuk sesekali, Papa Alex, Mama Lilyana dan Papa Axel bergantian datang menginap. Demi menemani putri pertama kesayangan mereka di Inggris raya.

Hari ini, hari di mana Shanshan harus kembali ke Indonesia. Dua koper Shanshan siapkan untuk ikut dibawanya pulang kampung.

Sebenarnya tak cukup banyak baju yang dibawa, hanya saja, satu kopernya penuh terisi oleh-oleh untuk keluarga besar Miller dan Rain.

"Ekm, Sayang." Shanshan terlonjak kaget ketika panggilan itu menggaung di sisinya.

Ia menoleh dan bibir senyum tunangannya sudah mengembang di sana. "Haikal," protesnya.

"Maaf mengagetkan mu," gelak cekikikan Haikal setelah melihat raut terkejut kekasihnya.

Satu bulan setelah Shanshan menerima lamarannya, keluarga pria tampan itu datang untuk mengkhitbah kekasihnya.

Yah, enam bulan lamanya mereka menjalani hubungan pertunangan. Mereka harus LDR sebelum menikah sebulan lagi.

Ditemani banyak pengawal dari Abi dan Ummi nya. Sengaja Haikal menjemput Shanshan untuk pulang ke kampung halaman bersama.

Shanshan tak mengira Haikal datang secepat itu. Setahunya, beberapa menit yang lalu Haikal masih berada di hotel.

"Kamu kapan datang sih?"

Haikal tersenyum seraya duduk pada sofa empuk berwarna merah muda. "Sudah lama, dari tadi aku menatap kekasih ku melamun di depan foto mantan kekasihnya," ujarnya menyindir halus.

Shanshan menghela. Ia jadi tak enak, sudah kepergok melamuni foto Emyr yang bahkan masih saja dia pasang di atas nakas ruang tengah rumah tinggalnya.

"Tadinya aku mau buang foto ini..."

"Tapi sayang sayang kan?" sela Haikal. Lupa pada cinta pertama mungkin sulit, tapi Haikal masih yakin, Shanshan akan beralih padanya.

"Begitulah," angguk Shanshan. "Bagaimana pun mereka semua teman-teman ku," lirihnya.

Haikal bangkit dari sofa, mendekat pada nakas, tempat di mana foto Emyr, Berg, Aruna dan Farah menyengir dalam satu bingkai.

Ke empatnya terlihat bahagia, sebelum akhirnya Abah dan Ummi Emyr menjadi penghalang bagi Shanshan dan Emyr.

"Jangan dibuang kalau begitu," ucap Haikal. Ia meletakkan foto yang baru saja dipegangnya di atas nakas kembali.

"Kamu marah?" tanya Shanshan. Raut Haikal tak seirama dengan ucapannya, seperti ada rasa cemburu yang cukup besar.

"Emyr hanya perlu dibuang dari hati mu," ucap Haikal yang membuat Shanshan meredup ekspresi wajahnya.

"Aku sedang mencobanya."

Haikal tersenyum, ia tahu tak semudah itu melupakan, seperti saat dirinya melupakan gadis pertamanya. "Kita berangkat?"

"Iya," angguk Shanshan. Mereka meraih koper yang telah siap di sisi sofa, lalu pelayan dan pengawal berebut untuk membawakannya.

Keduanya masuk ke dalam mobil yang cukup luas. Ada banyak pengawal dan pelayan yang harus selalu menemani mereka.

Axel dan Alex se-protektif itu memang. Dan Haikal Sulaiman senang dengan cara calon mertuanya menyayangi calon istrinya.

"Kamu mau mengundang Emyr?"

Di perjalanan menuju Bandara, Haikal kembali bertanya. Satu bulan lagi mereka menikah, Haikal ingin tahu siapa saja yang akan Shanshan undang di acara pernikahan mereka.

Shanshan sempat terdiam, sebelum berani menjawabnya dengan lantang. "Tidak," geleng nya.

"Kenapa?"

"Tidak perlu juga."

Haikal masih melihat sendu di wajah cantik calon istrinya. Seperti tak rela untuk melangkah lebih jauh meninggalkan tempat Emyr berada.

Entah seperti apa kabar Emyr saat ini, Haikal yakin Shanshan juga ingin tahu bagaimana mantan kekasihnya, lulus atau tidak, kuliah lagi atau tidak, atau mungkin sudah bahagia kah dengan Adeeva?

"Kamu bahagia bersama ku?" Pada akhirnya pertanyaan itu yang Haikal ucapkan. Jujur, ia penasaran karena selama enam bulan terakhir, Shanshan tak pernah menunjukkan bahagianya seperti saat bersama Emyr dahulu.

Shanshan menoleh senyum. "Tentu saja aku bahagia," jawabnya.

"Semoga Allah mengizinkan aku membuat mu bahagia," kata Haikal.

"Aamiin."

...📌 Alhamdulillah, akooh bisa up kembali, seneng banget besty kooh, Oya, btw minal aidzin yaaaa mentemen semuanya, semoga akooh bisa rajin up sampai Emyr Shan tamat......

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

apa mungkin akan bersama jika d hati masih ada emyr yg bertahta merajai seluruh hati jiwa dan ragamu shanshan jgn bodohi dgn kebahagiaan semu /Sob/

2025-01-23

0

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Termasuk Aku juga penasaran gimana kabar nya Emyr sekarang..🤔

2025-01-21

0

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

semoga shan"bahagia

2025-01-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!