Rara dan Trisna terlihat bahu membahu untuk menolong temannya yang saat ini sedang disandera oleh dokter Alfonso.
" Dokter kami datang kemari tidak berniat jahat sama sekali. Tolong kau untuk lepaskan teman-teman saya," ucap Trisna berusaha untuk membujuk dokter Alfonso.
" Bukankah aku sudah pernah mengatakan kepadamu untuk tidak pernah datang lagi ke rumah sakit ini? Kenapa kau sekarang malah membawa banyak teman-temanmu untuk mengusik ketenangan kami semua di sini?" tanya dokter Alfonso sambil menatap tajam ke arah Trisna dan Rara.
" Kami bermaksud baik datang ke rumah sakit ini. Kami ingin menolong kalian agar bisa kembali ke alam baka dan bisa beristirahat dengan tenang menunggu hari pembalasan dari Tuhan di alam sana. Kami ingin menolong kalian agar tidak bergentayangan lagi di dunia ini," ucap Rara dengan penuh keberanian dan tanpa rasa takut.
Kenzo yang melihat Rara begitu gagah dan perkasa sebagai seorang wanita. Kenzo merasa hatinya semakin mencintai Rara.
" Kami tidak butuh Pertolonganmu. Karena kami semua sudah hidup tenang di rumah sakit ini dan tidak ingin meninggalkan daerah kekuasaan kami! Sekarang juga kalian pergi dari rumah sakit ini dan jangan pernah kembali lagi. Itu pun kalau kalian masih sayang dengan nyawa kalian." ucap Dokter Alfonso dengan tatapan merah menyala.
" Lepaskan dulu teman-teman kami dan kita akan bernegosiasi untuk masalah itu!" ucap Trisna berusaha untuk tidak terpengaruh dengan Alfonso.
Kenzo yang sejak tadi terus bersembunyi di balik pintu sudah gemetar ketakutan melihat dokter Alfonso yang begitu mengerikan.
" Ya Allah kakek. Kenapa kau begitu kejam sudah membuat kehidupan begitu banyak orang dalam penderitaan? Sungguh kasihan sekali mereka yang harus kakek tumbalkan demi kekayaan dan juga kejayaan keluarga kita!" ucap Kenzo dengan lirih dan sedih.
Akan tetapi ucapan Kenzo bisa didengarkan oleh Alfonso yang memiliki kepekaan telinga yang luar biasa.
Secepat kilat Alfonso langsung menuju ke arah Kenzo dan menangkapnya.
" Tolong hentikan dokter Alfonso! Jangan berbuat anarkis lagi. Mereka tidak punya kesalahan terhadap kita. Lepaskanlah mereka semua!" ucap dokter Bagas yang merasa tidak tega melihat keponakannya sekarang dijadikan sandra juga oleh dokter Alfonso dan teman-temannya yang lain.
Mendengar suara dokter Bagas yang membela pengunjung yang masuk ke area kekuasaannya. Dokter Alfonso mengerutkan keningnya dan merasa tidak senang.
" Aku tahu kau ingin menyelamatkan keponakanmu ini kan? Karena dia adalah bagian dari keluargamu yang sudah membakar kami semua hidup-hidup. Kami akan membalaskan dendam yang begitu besar di dalam hati kami kepada keponakan kamu ini. Agar ayahmu bisa tahu apa yang kami rasakan!" ucap dokter Alfonso dengan amarah yang membuncah di dadanya.
Dokter Bagas melirik ke arah Kenzo yang saat ini sudah mulai tidak sadarkan diri karena tadi dibanting oleh dokter Alfonso secara sembarangan.
" Kalau kau ingin balas dendam, balas dendam lah kepada ayahku yang sudah membuatmu mati konyol. Bukan kepada keponakanku yang tidak tahu apa-apa!" ucap dokter Bagas berusaha untuk membujuk dokter Alfonso agar terbuka mata hatinya.
" Ayahmu itu bersekutu dengan setan. Sangat sulit sekali kami untuk menembus kekuatannya. Karena dia dilindungi oleh junjungannya. Dia yang telah memperbudak kita untuk tetap berada di rumah sakit ini. Kami semua mengalami kesulitan untuk keluar dari rumah sakit ini. Tidak seperti kau yang memiliki kebebasan akses untuk keluar masuk dari rumah sakit ini!" ucap dokter Alfonso dengan emosi yang luar biasa.
Trisna dan Rara saling menatap satu sama lain dan berusaha untuk dapat membebaskan teman-temannya. Di saat dokter Bagas sedang membuat sibuk dokter Alfonso dengan berdebat Kusir yang tidak tahu kapan selesainya.
Trisna berusaha mengerahkan kekuatannya untuk menarik kembali teman-temannya ke arah dirinya. Trisna berusaha melepaskan pagar gaib yang digunakan oleh dokter Alfonso untuk menahan mereka.
Ketika sedikit lagi Trisna berhasil dengan usahanya untuk membebaskan rekan-rekan yang lain tiba-tiba saja dokter Alfonso malah menatap ke arahnya dengan mata merah menyala dan penuh dendam dan kebencian.
" Dokter Alfonso teman-temanku tidak memiliki kesalahan apapun kepadamu Jadi kau tidak mempunyai hak untuk menahan ataupun membunuh mereka?" ucap Trisna berusaha untuk menguatkan mentalnya agar tidak jatuh karena pamor Doktor Alfonso yang begitu besar dan menguasai tempat itu.
Dokter Bagas memberikan kode kepada Trisna dan Rara untuk segera membawa teman-temannya keluar dari rumah sakit. Sementara dia bertarung dengan dokter Alfonso menggunakan semua kekuatan yang dia miliki.
Dengan usaha yang sangat keras akhirnya Rara dan teman-temannya. Kenzo bersama teman-teman yang lain juga. Metrka berhasil keluar dari rumah sakit dan kembali ke mobil mereka masing-masing.
" Hampir saja kita tidak akan bisa kembali. Kita harus berterima kasih kepada dokter Bagas yang mengorbankan dirinya untuk memancing dokter Alfonso sibuk dan tidak memikirkan tentang kita?" ucap Andi yang merupakan rombongan dari Trisna dan Rara.
' Aku sepertinya akan kesulitan untuk menemukan fakta-fakta tentang kebakaran di rumah sakit itu. Sepertinya aku harus berkunjung ke kediaman keluarganya Kenzo. Aku harus mencari tahu semuanya dari sana dan mengungkapkan semua misteri ini tanpa celah sama sekali." batin Tresna sambil terus menetap ke arah rumah sakit di mana sampai saat ini dokter Bagas dan dokter Alfonso masih terlihat bertarung satu sama lain.
Hati Tresna sebetulnya tidak tega melihat dokter Alfonso dan juga Bagas yang harus bentrok satu sama lain gara-gara mereka.
Mulai hari itu kehidupan dokter Bagas pasti tidak akan mudah karena harus berurusan dengan teman-temannya yang lain yang memiliki dendam besar kepada keluarga dokter Bagas yang sudah menjadikan mereka sebagai tumbal pesugihan untuk kekayaan dan kejayaan keluarga dokter Bagas.
Trisna mendengar kalau saat ini kakeknya Kenzo sedang sakit dan dirawat di Singapura.
Trisna menarik nafasnya dalam-dalam. Karena tampaknya semakin sulit untuk dirinya bisa menyelidiki semuanya. Kasus kebakaran di rumah sakit itu memang termasuk sangat sulit itu. Selain karena kasus itu sudah terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu.
Tidak ada bukti apapun yang mengarah kepada kakeknya Kenzo sebagai pelaku dari kebakaran tersebut.
Mereka semua pun akhirnya kembali ke kediaman masing-masing dengan perasaan gampang dan juga keraguan yang luar biasa.
' Aku janji aku akan kembali lagi ke tempat ini. Tapi tanpa harus melibatkan mereka semua. Karena sangat berbahaya untuk membawa mereka semua. Akan lebih aman kalau aku pergi sendiri ke tempat ini. Sehingga aku bisa bebas untuk melakukan apapun tanpa harus takut membahayakan nyawa orang lain.' batin Trisna sambil menatap satu demi satu timnya yang malam ini ikut bersamanya untuk menyelidiki kasus kebakaran di rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Bangun T.S
iya bener.. sendirian aja 👍🏻
2023-06-15
1