19. Berjuang

Rara dan Trisna terlihat bahu membahu untuk menolong temannya yang saat ini sedang disandera oleh dokter Alfonso.

" Dokter kami datang kemari tidak berniat jahat sama sekali. Tolong kau untuk lepaskan teman-teman saya," ucap Trisna berusaha untuk membujuk dokter Alfonso.

" Bukankah aku sudah pernah mengatakan kepadamu untuk tidak pernah datang lagi ke rumah sakit ini? Kenapa kau sekarang malah membawa banyak teman-temanmu untuk mengusik ketenangan kami semua di sini?" tanya dokter Alfonso sambil menatap tajam ke arah Trisna dan Rara.

" Kami bermaksud baik datang ke rumah sakit ini. Kami ingin menolong kalian agar bisa kembali ke alam baka dan bisa beristirahat dengan tenang menunggu hari pembalasan dari Tuhan di alam sana. Kami ingin menolong kalian agar tidak bergentayangan lagi di dunia ini," ucap Rara dengan penuh keberanian dan tanpa rasa takut.

Kenzo yang melihat Rara begitu gagah dan perkasa sebagai seorang wanita. Kenzo merasa hatinya semakin mencintai Rara.

" Kami tidak butuh Pertolonganmu. Karena kami semua sudah hidup tenang di rumah sakit ini dan tidak ingin meninggalkan daerah kekuasaan kami! Sekarang juga kalian pergi dari rumah sakit ini dan jangan pernah kembali lagi. Itu pun kalau kalian masih sayang dengan nyawa kalian." ucap Dokter Alfonso dengan tatapan merah menyala.

" Lepaskan dulu teman-teman kami dan kita akan bernegosiasi untuk masalah itu!" ucap Trisna berusaha untuk tidak terpengaruh dengan Alfonso.

Kenzo yang sejak tadi terus bersembunyi di balik pintu sudah gemetar ketakutan melihat dokter Alfonso yang begitu mengerikan.

" Ya Allah kakek. Kenapa kau begitu kejam sudah membuat kehidupan begitu banyak orang dalam penderitaan? Sungguh kasihan sekali mereka yang harus kakek tumbalkan demi kekayaan dan juga kejayaan keluarga kita!" ucap Kenzo dengan lirih dan sedih.

Akan tetapi ucapan Kenzo bisa didengarkan oleh Alfonso yang memiliki kepekaan telinga yang luar biasa.

Secepat kilat Alfonso langsung menuju ke arah Kenzo dan menangkapnya.

" Tolong hentikan dokter Alfonso! Jangan berbuat anarkis lagi. Mereka tidak punya kesalahan terhadap kita. Lepaskanlah mereka semua!" ucap dokter Bagas yang merasa tidak tega melihat keponakannya sekarang dijadikan sandra juga oleh dokter Alfonso dan teman-temannya yang lain.

Mendengar suara dokter Bagas yang membela pengunjung yang masuk ke area kekuasaannya. Dokter Alfonso mengerutkan keningnya dan merasa tidak senang.

" Aku tahu kau ingin menyelamatkan keponakanmu ini kan? Karena dia adalah bagian dari keluargamu yang sudah membakar kami semua hidup-hidup. Kami akan membalaskan dendam yang begitu besar di dalam hati kami kepada keponakan kamu ini. Agar ayahmu bisa tahu apa yang kami rasakan!" ucap dokter Alfonso dengan amarah yang membuncah di dadanya.

Dokter Bagas melirik ke arah Kenzo yang saat ini sudah mulai tidak sadarkan diri karena tadi dibanting oleh dokter Alfonso secara sembarangan.

" Kalau kau ingin balas dendam, balas dendam lah kepada ayahku yang sudah membuatmu mati konyol. Bukan kepada keponakanku yang tidak tahu apa-apa!" ucap dokter Bagas berusaha untuk membujuk dokter Alfonso agar terbuka mata hatinya.

" Ayahmu itu bersekutu dengan setan. Sangat sulit sekali kami untuk menembus kekuatannya. Karena dia dilindungi oleh junjungannya. Dia yang telah memperbudak kita untuk tetap berada di rumah sakit ini. Kami semua mengalami kesulitan untuk keluar dari rumah sakit ini. Tidak seperti kau yang memiliki kebebasan akses untuk keluar masuk dari rumah sakit ini!" ucap dokter Alfonso dengan emosi yang luar biasa.

Trisna dan Rara saling menatap satu sama lain dan berusaha untuk dapat membebaskan teman-temannya. Di saat dokter Bagas sedang membuat sibuk dokter Alfonso dengan berdebat Kusir yang tidak tahu kapan selesainya.

Trisna berusaha mengerahkan kekuatannya untuk menarik kembali teman-temannya ke arah dirinya. Trisna berusaha melepaskan pagar gaib yang digunakan oleh dokter Alfonso untuk menahan mereka.

Ketika sedikit lagi Trisna berhasil dengan usahanya untuk membebaskan rekan-rekan yang lain tiba-tiba saja dokter Alfonso malah menatap ke arahnya dengan mata merah menyala dan penuh dendam dan kebencian.

" Dokter Alfonso teman-temanku tidak memiliki kesalahan apapun kepadamu Jadi kau tidak mempunyai hak untuk menahan ataupun membunuh mereka?" ucap Trisna berusaha untuk menguatkan mentalnya agar tidak jatuh karena pamor Doktor Alfonso yang begitu besar dan menguasai tempat itu.

Dokter Bagas memberikan kode kepada Trisna dan Rara untuk segera membawa teman-temannya keluar dari rumah sakit. Sementara dia bertarung dengan dokter Alfonso menggunakan semua kekuatan yang dia miliki.

Dengan usaha yang sangat keras akhirnya Rara dan teman-temannya. Kenzo bersama teman-teman yang lain juga. Metrka berhasil keluar dari rumah sakit dan kembali ke mobil mereka masing-masing.

" Hampir saja kita tidak akan bisa kembali. Kita harus berterima kasih kepada dokter Bagas yang mengorbankan dirinya untuk memancing dokter Alfonso sibuk dan tidak memikirkan tentang kita?" ucap Andi yang merupakan rombongan dari Trisna dan Rara.

' Aku sepertinya akan kesulitan untuk menemukan fakta-fakta tentang kebakaran di rumah sakit itu. Sepertinya aku harus berkunjung ke kediaman keluarganya Kenzo. Aku harus mencari tahu semuanya dari sana dan mengungkapkan semua misteri ini tanpa celah sama sekali." batin Tresna sambil terus menetap ke arah rumah sakit di mana sampai saat ini dokter Bagas dan dokter Alfonso masih terlihat bertarung satu sama lain.

Hati Tresna sebetulnya tidak tega melihat dokter Alfonso dan juga Bagas yang harus bentrok satu sama lain gara-gara mereka.

Mulai hari itu kehidupan dokter Bagas pasti tidak akan mudah karena harus berurusan dengan teman-temannya yang lain yang memiliki dendam besar kepada keluarga dokter Bagas yang sudah menjadikan mereka sebagai tumbal pesugihan untuk kekayaan dan kejayaan keluarga dokter Bagas.

Trisna mendengar kalau saat ini kakeknya Kenzo sedang sakit dan dirawat di Singapura.

Trisna menarik nafasnya dalam-dalam. Karena tampaknya semakin sulit untuk dirinya bisa menyelidiki semuanya. Kasus kebakaran di rumah sakit itu memang termasuk sangat sulit itu. Selain karena kasus itu sudah terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu.

Tidak ada bukti apapun yang mengarah kepada kakeknya Kenzo sebagai pelaku dari kebakaran tersebut.

Mereka semua pun akhirnya kembali ke kediaman masing-masing dengan perasaan gampang dan juga keraguan yang luar biasa.

' Aku janji aku akan kembali lagi ke tempat ini. Tapi tanpa harus melibatkan mereka semua. Karena sangat berbahaya untuk membawa mereka semua. Akan lebih aman kalau aku pergi sendiri ke tempat ini. Sehingga aku bisa bebas untuk melakukan apapun tanpa harus takut membahayakan nyawa orang lain.' batin Trisna sambil menatap satu demi satu timnya yang malam ini ikut bersamanya untuk menyelidiki kasus kebakaran di rumah sakit.

Terpopuler

Comments

Bangun T.S

Bangun T.S

iya bener.. sendirian aja 👍🏻

2023-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!