Air mata Trisna sampai berderai karena melihat begitu banyaknya orang-orang yang menjerit dan menangis kesakitan karena terbakar tubuh mereka dengan api yang begitu besar menyerang tempat itu.
" Tris, kamu kenapa?" tanya Rara merasa tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang bahkan sekarang semakin terisak dalam tangis yang begitu pilu.
" Ra, Kasihan sekali mereka Ra. Mereka semua mati terbakar tanpa bisa berbuat apa-apa!" ucap Trisna yang merasa sangat sedih sekali melihat begitu banyak orang-orang yang berlari kesana kemari berusaha untuk menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran besar di rumah sakit itu.
Trisna bahkan melihat dokter Bagas yang sedang kepayahan. Karena tubuhnya yang terjepit oleh beton yang jatuh di atas tubuhnya. Sehingga menjepit tubuhnya dan tunangan dokter Bagas yang tampak sudah mulai pingsan. Akhirnya setelah berjuang begitu lama, dokter Bagas tidak bisa bergerak lagi. Karena api yang sudah habis membakar tubuhnya bersama dengan tunangannya yang sedang dia peluk.
Air mata mengalir begitu deras di kelopak mata Trisna. Ketika dia melihat flashback kejadian di rumah sakit saat kejadian kebakaran 50 tahun yang lalu.
Trisna melihat dengan mata kepala sendiri di saat dokter Bagas meregang nyawa bersama dengan tunangannya.
Trisna melihat wajah dokter Bagas yang begitu kesakitan ketika tubuhnya habis terbakar oleh api yang menjalar di seluruh rumah sakit.
" Ya Allah Ra. Kasihan sekali dokter Bagas dan tunangan dia. Aku nggak bisa bayangin ketika kejadian itu terjadi. Ya Allah jahat sekali orang yang sudah merencanakan kebakaran ini hanya untuk kepentingannya sendiri tanpa memikirkan tentang orang lain!" ucap Trisna dengan berderai air mata.
Rara yang mendengarkan cerita dari Trisna, tampak juga mulai menangis saat Rara membayangkan kejadian itu di hadapannya.
" Kita harus segera mengusahakan untuk pembersihan tempat ini Ra. Agar jiwa-jiwa mereka tidak tertahan selamanya di sini. Ya Allah! Kasihan mereka Ra. Mereka sudah mati menderita bahkan sampai jadi abu karena terbakar api. Bahkan setelah menjadi arwah pun masih harus bergentayangan disini. Karena tidak bisa kembali ke alam baka." ucap Trisna dengan air mata yang mengalir begitu deras.
Rekan-rekan Trisna dalam satu tim di kantor temlat Rara dan Trisna bekerja. Tampak mulai menyusuri ruangan demi ruangan yang ada di dalam rumah sakit itu.
Tidak terkecuali dengan tim Kenzo yang juga sudah mulai masuk ke dalam rumah sakit.
Mata bathin mereka yang sudah dibukakan oleh Abimanyu. Saat ini mereka melihat penampakan Rumah Sakit yang begitu megah dan juga mewah. Di mana banyak pasien yang saat ini sedang diobati di rumah sakit. Banyak juga orang-orang yang sedang berkunjung untuk menemani saudara maupun kerabat mereka.
" Wah, Masya Allah! Rumah sakit ini benar-benar sangat luar biasa bagus dan mewah sekali!" ucap Abimanyu yang tampak begitu terpesona dengan keindahan rumah sakit yang saat ini terpampang di hadapan matanya.
Akan tetapi, sekitar 10 menit kemudian. Abimanyu mulai diperlihatkan kejadian yang menimpa Rumah Sakit tersebut pada 50 tahun yang lalu di mana tiba-tiba api mulai menjalar dan mulai menghabiskan tempat itu. Di mana banyak orang-orang yang berlarian berusaha untuk menyelamatkan diri dari kebakaran tetapi mereka tidak bisa keluar dari rumah sakit, karena pintu keluar yang sudah dikunci dari luar entah oleh siapa.
" Ya Allah sungguh kejadian yang sangat miris dan sangat kejam!" ucap Abimanyu yang terlihat meneteskan air mata.
" Ada apa Abimanyu? Kenapa kau menangis?" tanya Kenzo yang merasa heran melihat sahabatnya menangis tanpa alasan.
" Aku sedang melihat flashback tempat ini di mana saat kejadian kebakaran itu semua pintu keluar rumah sakit sudah dikunci dari luar sehingga semua orang yang ada di dalam rumah sakit tidak ada yang bisa keluar dan menyelamatkan diri. Kejadian itu terjadi pada saat dini hari. Sehingga tidak banyak orang yang mengetahui tentang kebakaran di rumah sakit. Karena rata-rata semua orang sedang terpulas dalam tidur mereka. Aku melihat seorang dokter yang sedang memeluk wanita yang dia cintai dihimpit oleh batu beton dan tidak bisa bergerak Sampai akhirnya dia hangus terbakar oleh api yang begitu besar menguasai tempat ini!" ucap Abimanyu yang saat ini sedang melihat flashback yang sama seperti Trisna.
Saat ini mereka berdua memang sedang berdiri di tempat yang tidak terlalu jauh jadi mereka bisa melihat perjuangan dokter Bagas saat ingin menyelamatkan diri dari kobaran api yang merajalela di tempat itu.
" Apa kau sudah mengatakan bahwa pria itu adalah seorang dokter dan tunangannya?" tanya Kenzo yang merasa penasaran dengan keterangan dari Abimanyu.
Ketika melihat Abimanyu menganggukkan kepalanya Kenzo langsung menarik nafasnya dalam-dalam.
" Aku pikir dia adalah pamanku dan juga tunangannya, mereka adalah dokter Bagas dan Amira." ucap Kenzo menyebutkan dua nama yang begitu Familiar bagi Trisna.
Trisna yang menyebut nama dokter Bagas di sebut dia pun kemudian melihat ke arah Kenzo dan juga teman-temannya yang ternyata berdiri hanya sekitar 5 meter dari arah dirinya dan Rara berada saat ini.
Trisna mengerutkan keningnya kemudian dia pun mendekati Kenzo.
" Apa yang kau lakukan di sini dengan teman-temanmu itu? Bukankah aku sudah melarangmu untuk ikut dalam misi ini?" tanya Trisna tampak tidak senang dengan kehadiran Kenzo dan yang lainnya.
Kenzo tersenyum ke arah Rara yang merasa senang melihat kekasihnya ada di tempat yang sama dengan dirinya.
Rara langsung mendekati Kenzo dan menggenggam telapak tangan pemuda tampan itu.
" Kau sudah lama di sini?" tanya Rara yang terlihat begitu bahagia melihat kehadiran Kenzo di sana.
Trisna benar-benar tidak percaya bahwa sahabatnya mengacuhkan dirinya begitu saja setelah melihat Kenzo berada di tempat yang sama dengan mereka.
" Trisna. Ayo cepat kemarilah. Di sana teman kita ada yang ditahan oleh seorang dokter yang bernama Alfonso!" ucap Rudi yang berlari ke arah Trisna dengan panik.
Trisna kemudian langsung mengejar Rudi tidak memperdulikan lagi Kenzo dan juga teman-temannya.
Rara yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rudi dia juga berniat untuk mengejar Trisna.
" Ada apa Ra?" tanya Kenzo bingung.
" Aku harus membantu temanku yang saat ini sedang dalam bahaya," ucap Rara.
" Kenapa?"
" Dokter Alfonso itu adalah pimpinan rumah sakit ini. Dialah yang sekarang menjadi penguasa di rumah sakit ini. Dokter Bagas bilang, dia penuh dengan dendam dan kebencian. Ingatah Kenzo. Kau tidak boleh menunjukkan identitasmu sebagai cucu dari pemilik Rumah Sakit ini. Kalau tidak Kau pasti akan binasa oleh amarahnya yang penuh dendam atas kematiannya yang sia-sia, gara-gara perbuatan kakekmu yang telah menumbalkan semua orang yang ada di rumah sakit ini." ucap Rara memperingatkan Kenzo untuk tidak bersikap gegabah di tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments