17. Persiapan

Setelah mendapatkan izin dari pihak kantor dan beberapa anggota tim lainnya yang sudah siap untuk berangkat bersama Trisna dan Rara menuju ke rumah sakit yang akan menjadi tujuan mereka untuk menyelidiki kasus yang pernah terjadi di sana.

" Ingat teman-teman semua. Berhati-hatilah! Kita tidak boleh bertindak gegabah ataupun ceroboh. Pastikan tim selalu terhubung satu sama lain dan tidak boleh berpencar tanpa sepengetahuan ketua tim!" ucap Trisna ketika mereka sudah siap untuk berangkat menuju lokasi yang akan mereka selidiki secara serius pada malam ini.

Ada sekitar 8 orang yang ada di dalam mobil dan siap untuk berangkat menuju ke tempat itu. Mereka semua adalah orang-orang Indigo dan memiliki kemampuan tentang alam gaib.

Bahkan di antara mereka pun ada seorang Ustadz yang akan menolong dan membantu Apabila terjadi masalah yang tidak diinginkan di antara mereka semua.

Tanpa sepengetahuan Trisna dan Rara. Kenzo pun membentuk tim yang lain dan mereka pun berangkat malam ini.

Tim yang dibentuk oleh Kenzo adalah teman-temannya yang merasa penasaran dengan sejarah Rumah Sakit milik keluarga Kenzo yang sudah menjadi abu dan terbengkalai karena tidak pernah diperbaiki lagi oleh kakeknya Kenzo.

" Kenzo kau yakin bukan? Kalau ini tidak berbahaya?" tanya Arman kepada Kenzo.

" Tentu saja Ini semua adalah bahaya karena kita akan menghadapi para setan yang penasaran Apa kau pikir sebuah rumah sakit yang terbakar habis akan membuat mereka menjadi hantu-hantu baik yang akan menyambut kedatangan kita dengan sebuah pesta meriah?" tanya Kenzo pada Arman.

Arman hanya meringis mendengarkan perkataan Kenzo yang sarkas banget baginya.

" Tenanglah di sini ada Abimanyu yang akan selalu melindungi kita semua. Dia adalah seorang Indigo yang memiliki kemampuan supranatural yang sangat hebat!" ucap Kenzo memuji sahabatnya setinggi langit.

Kenzo membujuk Abimanyu untuk ikut bersama mereka dengan bayaran yang selangit yang tentu saja membuat Abimanyu dengan senang hati mengikuti mereka.

Abimanyu memang termasuk orang yang menyukai hal-hal gaib dan dia juga merasa penasaran dengan rumah sakit itu yang Bahkan katanya apabila malam selalu beroperasi seperti biasa.

Banyak warga yang pendatang sering berobat di sana dengan dokter Bagas sebagai dokter yang merawat mereka.

" Rumah sakit itu selama 50 tahun sudah menjadi tempat yang sangat angker dan tidak berani didatangi oleh warga biasa." ucap Abimanyu dengan wajah serius sekali.

" Wah serem juga ya. Kalau benar-benar rumah sakit itu beroperasi setiap malam. Eh, kamu udah siap belum? Untuk berpura-pura menjadi pasien di sana?" tanya Andi kepada Asep yang saat ini memang sedang sakit gigi.

Asep tampak meringis karena menahan sakit di giginya. Sejujurnya dia tidak berani. Tetapi dia juga penasaran tentang rumah sakit itu dan ingin bertemu dengan dokter Bagas yang katanya melegenda di kalangan para hantu sebagai dokter yang baik.

" Semoga saja dokter Bagas yang akan datang mengobatiku. Kalau sampai datang dokter yang lain. Ah alamat hidupku akan berakhir dalam derita!" ucap Asep dengan menahan rasa sakit di giginya yang begitu ngilu.

Mereka memang sengaja membawa orang yang benar-benar sakit agar tidak ketahuan kalau mereka hanya sedang menguji tempat itu untuk mengobati rasa penasaran mereka.

Begitu Mereka melihat mobil yang ditumpangi oleh tim Trisna dan Rara. Mereka pun lalu mengikuti mobil mereka di belakang dalam jarak aman agar tidak dicurigai oleh mereka.

" Ingat ya!! Kalian harus banyak berdzikir dalam hati dan jangan lepas dari pengawasan aku. Kalau ada apa-apa dengan kalian bukan menjadi tanggung jawabku. Kalau kalian tidak mematuhi apa yang aku katakan!" ucap Abimanyu dengan mimik serius.

Abimanyu terus mengingatkan semua teman-temannya untuk tidak berbuat macam-macam di sana yang akan mengundang amarah dari para penghuni rumah sakit yang sudah memendam dendam puluhan tahun.

Begitu Mereka melihat tim Rara dan Trisna sudah turun dari mobil. Mereka mengikuti secara pelan-pelan dan hati-hati.

Mata bathin kelima pemuda itu sudah dibuka oleh Abimanyu agar bisa melihat segala sesuatu yang terjadi di rumah sakit yang akan mereka datangi hari ini.

Abimanyu juga sudah menghubungi ayahnya yang akan menyusul mereka menuju rumah sakit itu. Bagaimanapun Abimanyu tidak percaya diri kalau harus menangani kasus itu sendirian. Mengingat ratusan hantu yang berada di sana yang penuh dengan dendam dan kebencian. Karena harus mati terbakar hanya untuk dijadikan korban pesugihan oleh Kakeknya Kenzo yang serakah dengan harta dunia yang melimpah.

Sementara itu Rara dan Trisna yang saat ini sudah berada di lobby rumah sakit yang sekarang sedang beroperasi seperti rumah sakit biasanya.

Rara melihat suster yang waktu itu membantu Trisna saat pingsan gara-gara jatuh dari tangga di rumah kosong yang mereka selidiki sebelumnya.

" Maafkan saya suster Apa saya bisa bertemu dengan dokter Bagas?" tanya Rara dengan santai. Nyaris tanpa rasa takut sama sekali.

Teman-teman mereka semuanya sudah berpencar untuk menghindari kecurigaan dari pihak para penghuni rumah sakit dengan menyamar menjadi pasien dan juga pengunjung rumah sakit hantu itu.

" Saat ini dokter Bagas sedang menangani tunangannya yang unfall lagi. Kalau kalian mau, saya bisa merekomendasikan dokter Alfonso sebagai kepala rumah sakit ini kepada kalian. Dia adalah dokter terbaik di rumah sakit ini!" ucap Suster itu dengan nada dingin tanpa ekspresi.

Rara melirik ke arah Trisna. Melihat Trisna menganggukkan kepala negara pun kemudian menyetujui saran dari suster.

Rara dan Trisna sebenarnya memang penasaran sekali dengan pemimpin rumah sakit yang selalu diceritakan oleh dokter Bagas yang memiliki karakter keras dan juga galak serta menakutkan.

" Baiklah Kami mau untuk bertemu dengan dokter Alfonso!" ucap Rara yang kemudian tersenyum kepada Suster itu yang hanya menatapnya dengan dingin membuat terarah seketika menciut nyalinya.

Sejak tadi Trisna sudah menyiapkan tasbih yang selalu dia genggam desaku jasnya dia terus berdzikir kepada Allah agar melindungi timnya dari para hantu jahat yang akan mengganggu mereka.

' Ya Allah lindungilah kami semua. Kami datang kemari tidak memiliki niat jahat sama mereka. Kami hanya ingin menentramkan dan mengirimkan jiwa mereka menuju kedamaian di sisi-Mu ya Robb! tolong lindungi dan jagalah kami semua dari segala marabahaya!' bathin Trisna.

Telapak tangan Trisna sebelah kiri, sejak tadi terus menggenggam batu kristal hitam miliknya. Batu itu yang bisa memperlihatkan dan flashback di tempat-tempat yang dia kunjungi tentang masa lalu yang terjadi di tempat itu.

Jantung Trisna sudah berdebar sangat kencang sejak tadi karena matanya sudah mulai diperlihatkan flashback dan juga masa lalu dari tempat itu yang sangat menyedihkan dan sangat menghiris hati.

Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!