Setelah mendapatkan izin dari pihak kantor dan beberapa anggota tim lainnya yang sudah siap untuk berangkat bersama Trisna dan Rara menuju ke rumah sakit yang akan menjadi tujuan mereka untuk menyelidiki kasus yang pernah terjadi di sana.
" Ingat teman-teman semua. Berhati-hatilah! Kita tidak boleh bertindak gegabah ataupun ceroboh. Pastikan tim selalu terhubung satu sama lain dan tidak boleh berpencar tanpa sepengetahuan ketua tim!" ucap Trisna ketika mereka sudah siap untuk berangkat menuju lokasi yang akan mereka selidiki secara serius pada malam ini.
Ada sekitar 8 orang yang ada di dalam mobil dan siap untuk berangkat menuju ke tempat itu. Mereka semua adalah orang-orang Indigo dan memiliki kemampuan tentang alam gaib.
Bahkan di antara mereka pun ada seorang Ustadz yang akan menolong dan membantu Apabila terjadi masalah yang tidak diinginkan di antara mereka semua.
Tanpa sepengetahuan Trisna dan Rara. Kenzo pun membentuk tim yang lain dan mereka pun berangkat malam ini.
Tim yang dibentuk oleh Kenzo adalah teman-temannya yang merasa penasaran dengan sejarah Rumah Sakit milik keluarga Kenzo yang sudah menjadi abu dan terbengkalai karena tidak pernah diperbaiki lagi oleh kakeknya Kenzo.
" Kenzo kau yakin bukan? Kalau ini tidak berbahaya?" tanya Arman kepada Kenzo.
" Tentu saja Ini semua adalah bahaya karena kita akan menghadapi para setan yang penasaran Apa kau pikir sebuah rumah sakit yang terbakar habis akan membuat mereka menjadi hantu-hantu baik yang akan menyambut kedatangan kita dengan sebuah pesta meriah?" tanya Kenzo pada Arman.
Arman hanya meringis mendengarkan perkataan Kenzo yang sarkas banget baginya.
" Tenanglah di sini ada Abimanyu yang akan selalu melindungi kita semua. Dia adalah seorang Indigo yang memiliki kemampuan supranatural yang sangat hebat!" ucap Kenzo memuji sahabatnya setinggi langit.
Kenzo membujuk Abimanyu untuk ikut bersama mereka dengan bayaran yang selangit yang tentu saja membuat Abimanyu dengan senang hati mengikuti mereka.
Abimanyu memang termasuk orang yang menyukai hal-hal gaib dan dia juga merasa penasaran dengan rumah sakit itu yang Bahkan katanya apabila malam selalu beroperasi seperti biasa.
Banyak warga yang pendatang sering berobat di sana dengan dokter Bagas sebagai dokter yang merawat mereka.
" Rumah sakit itu selama 50 tahun sudah menjadi tempat yang sangat angker dan tidak berani didatangi oleh warga biasa." ucap Abimanyu dengan wajah serius sekali.
" Wah serem juga ya. Kalau benar-benar rumah sakit itu beroperasi setiap malam. Eh, kamu udah siap belum? Untuk berpura-pura menjadi pasien di sana?" tanya Andi kepada Asep yang saat ini memang sedang sakit gigi.
Asep tampak meringis karena menahan sakit di giginya. Sejujurnya dia tidak berani. Tetapi dia juga penasaran tentang rumah sakit itu dan ingin bertemu dengan dokter Bagas yang katanya melegenda di kalangan para hantu sebagai dokter yang baik.
" Semoga saja dokter Bagas yang akan datang mengobatiku. Kalau sampai datang dokter yang lain. Ah alamat hidupku akan berakhir dalam derita!" ucap Asep dengan menahan rasa sakit di giginya yang begitu ngilu.
Mereka memang sengaja membawa orang yang benar-benar sakit agar tidak ketahuan kalau mereka hanya sedang menguji tempat itu untuk mengobati rasa penasaran mereka.
Begitu Mereka melihat mobil yang ditumpangi oleh tim Trisna dan Rara. Mereka pun lalu mengikuti mobil mereka di belakang dalam jarak aman agar tidak dicurigai oleh mereka.
" Ingat ya!! Kalian harus banyak berdzikir dalam hati dan jangan lepas dari pengawasan aku. Kalau ada apa-apa dengan kalian bukan menjadi tanggung jawabku. Kalau kalian tidak mematuhi apa yang aku katakan!" ucap Abimanyu dengan mimik serius.
Abimanyu terus mengingatkan semua teman-temannya untuk tidak berbuat macam-macam di sana yang akan mengundang amarah dari para penghuni rumah sakit yang sudah memendam dendam puluhan tahun.
Begitu Mereka melihat tim Rara dan Trisna sudah turun dari mobil. Mereka mengikuti secara pelan-pelan dan hati-hati.
Mata bathin kelima pemuda itu sudah dibuka oleh Abimanyu agar bisa melihat segala sesuatu yang terjadi di rumah sakit yang akan mereka datangi hari ini.
Abimanyu juga sudah menghubungi ayahnya yang akan menyusul mereka menuju rumah sakit itu. Bagaimanapun Abimanyu tidak percaya diri kalau harus menangani kasus itu sendirian. Mengingat ratusan hantu yang berada di sana yang penuh dengan dendam dan kebencian. Karena harus mati terbakar hanya untuk dijadikan korban pesugihan oleh Kakeknya Kenzo yang serakah dengan harta dunia yang melimpah.
Sementara itu Rara dan Trisna yang saat ini sudah berada di lobby rumah sakit yang sekarang sedang beroperasi seperti rumah sakit biasanya.
Rara melihat suster yang waktu itu membantu Trisna saat pingsan gara-gara jatuh dari tangga di rumah kosong yang mereka selidiki sebelumnya.
" Maafkan saya suster Apa saya bisa bertemu dengan dokter Bagas?" tanya Rara dengan santai. Nyaris tanpa rasa takut sama sekali.
Teman-teman mereka semuanya sudah berpencar untuk menghindari kecurigaan dari pihak para penghuni rumah sakit dengan menyamar menjadi pasien dan juga pengunjung rumah sakit hantu itu.
" Saat ini dokter Bagas sedang menangani tunangannya yang unfall lagi. Kalau kalian mau, saya bisa merekomendasikan dokter Alfonso sebagai kepala rumah sakit ini kepada kalian. Dia adalah dokter terbaik di rumah sakit ini!" ucap Suster itu dengan nada dingin tanpa ekspresi.
Rara melirik ke arah Trisna. Melihat Trisna menganggukkan kepala negara pun kemudian menyetujui saran dari suster.
Rara dan Trisna sebenarnya memang penasaran sekali dengan pemimpin rumah sakit yang selalu diceritakan oleh dokter Bagas yang memiliki karakter keras dan juga galak serta menakutkan.
" Baiklah Kami mau untuk bertemu dengan dokter Alfonso!" ucap Rara yang kemudian tersenyum kepada Suster itu yang hanya menatapnya dengan dingin membuat terarah seketika menciut nyalinya.
Sejak tadi Trisna sudah menyiapkan tasbih yang selalu dia genggam desaku jasnya dia terus berdzikir kepada Allah agar melindungi timnya dari para hantu jahat yang akan mengganggu mereka.
' Ya Allah lindungilah kami semua. Kami datang kemari tidak memiliki niat jahat sama mereka. Kami hanya ingin menentramkan dan mengirimkan jiwa mereka menuju kedamaian di sisi-Mu ya Robb! tolong lindungi dan jagalah kami semua dari segala marabahaya!' bathin Trisna.
Telapak tangan Trisna sebelah kiri, sejak tadi terus menggenggam batu kristal hitam miliknya. Batu itu yang bisa memperlihatkan dan flashback di tempat-tempat yang dia kunjungi tentang masa lalu yang terjadi di tempat itu.
Jantung Trisna sudah berdebar sangat kencang sejak tadi karena matanya sudah mulai diperlihatkan flashback dan juga masa lalu dari tempat itu yang sangat menyedihkan dan sangat menghiris hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments