16. Aku ikut!

Kenzo tidak menduga kalau dia akan mendengar cerita bahwa Rara yang sekarang menjadi kekasihnya. Telah bertemu dengan paman kecilnya yang cuma dia lihat ada di dalam foto keluarga mereka.

Ya, Kenzo adalah bagian dari keluarga pemilik Rumah Sakit yang akan di selidiki oleh Rara dan Trisna. Tapi dia tidak tahu secara jelas detailnya karena saat kejadian itu bahkan dirinya pun belum lahir ke atas dunia ini.

Kakeknya yang bernama Broto sebagai pemilik dari rumah sakit itu. Kakeknya tiba-tiba mengajak mereka sekeluarga pindah ke Australia. Setelah kejadian kebakaran besar di Rumah Sakit milik mereka.

Kenzo tidak terlalu mengetahui persisnya karena memang sang kakek tidak pernah menceritakan tentang kejadian itu dia hanya mendengarkan selentingan-selentingan dari paman-pamannya dan pegawai di rumah utama keluarga nya.

Saat ini kakeknya Kenzo sedang berada di Jakarta dan menetap di sana.

" Apakah kalian keberatan? Kalau aku juga ikut bersama kalian untuk menyelidiki rumah sakit itu?" tanya Kenzo dengan berhati-hati Karena bagaimanapun dia tidak mau identitasnya yang sesungguhnya tercium oleh Rara maupun Trisna.

Sejujurnya sampai saat ini Kenzo benar-benar sangat penasaran tentang kejadian besar di dalam keluarga mereka.

" Apa kau tidak takut? Kita semua, nanti di sana akan banyak hantu-hantu penasaran yang ingin membalas dendam karena kematian mereka yang sampai saat ini belum tuntas urusannya. Bahkan kasusnya saja ditutup begitu saja oleh polisi karena tidak menemukan bukti apa-apa!" ucap Trisna menjelaskan gambaran besar kasus itu kepada Kenzo.

Kenzo terlihat menganggukkan kepalanya dengan begitu yakin.

" Tidak apa-apa. Aku tidak takut kok. Walaupun aku bukan Indigo tetapi aku percaya bahwa Tuhan pasti akan melindungi aku. Aku nanti akan mengajak beberapa temanku yang juga suka berpetualang dengan dunia misteri!" ucap Kenzo dengan begitu bersemangat dan merasa senang karena Trisna dan Rara telah mengizinkannya untuk ikut menjadi bagian dari tim mereka.

" Kenzo kami bukan mau berpetualang! Kami hendak menyelidiki kasus yang serius. Kau jangan main-main. Sudahlah kau tidak usah ikut dengan kami daripada nanti malah memberikan kerepotan!" ucap Rarah merasa kesal dengan Kenzo yang menganggap bahwa pekerjaan mereka hanya sebuah petualangan saja.

" Maafkan aku Tris. Bukan maksudku begitu! Baiklah aku hanya akan mengajak teman-teman aku yang serius dan ingin memecahkan kasus ini dengan baik. Jadi aku boleh ikut kan?" tanya Kenzo kepada Trisna.

Rara tampak cemberut kepada sahabatnya karena melarang kekasihnya untuk ikut dengan mereka.

" Kamu kenapa sih Trisna. Sensi amat jadi perempuan! Udah Kenzo kau ikut aja dengan kami nggak usah terlalu didengerin omongannya Trisna!" ucap Rara yang langsung tersenyum kepada Kenzo.

Trisna menatap sahabatnya dengan lekat tidak senang dengan keputusan Rara yang semena-mena.

" Dengar ya Rara! Aku adalah kepala tim dari investigasi ini jadi akulah yang akan memutuskan siapa yang akan ikut dengan kita ke sana!" ucap Trisna merasa kesal kepada Rara karena sudah melangkahi wewenangnya sebagai ketua tim.

" Ingat ya kalian! Kamu itu adalah wakilku dan kamu tidak mempunyai hak untuk mengatur tim yang akan ikut dengan kita!" Trisna mulai sensi dengan Rara yang sudah menentang kekuasaannya sebagai ketua tim mereka.

Bagaimanapun apa yang akan mereka lakukan adalah sesuatu yang berbahaya. Bukan untuk bermain-main apalagi Kenzo yang tidak memiliki kemampuan apapun. Hanya akan merepotkan mereka di dalam tugas penting yang sedang mereka emban.

" Maafkan aku Kenzo tampaknya kami tidak bisa mengajakmu. Misi ini sangat berbahaya dan kami takut kalau sampai nanti membahayakan jiwamu. Tim yang akan mengikuti Kami adalah orang-orang yang memang memiliki kemampuan untuk melihat alam gaib dan juga makhluk-makhluk astral!" ucap Trisna serius.

Rara tidak berani menentang sahabatnya kalau sudah masuk mode serius seperti itu.

Trisna adalah wanita keras kepala yang tidak akan menyerah dengan pendapatnya selama dia merasa benar dan Rara sangat mengenal karakter itu.

" Sudahlah aku besok yang akan mengurus semuanya ke bagian kantor kalau mau ikut, ikut saja Ra. Tapi jangan coba-coba kau mengajar Kenzo dan teman-teman dia atau aku akan langsung mendiskualifikasi kau dalam tim kita!" ucap Trisna yang kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.

Rara dan Kenzo terkesiap melihat Trisna yang bersikap begitu tegas kepada mereka.

" Maafkan aku yakin Kenzo. Trisna mungkin benar. Ini benar-benar misi yang sangat berbahaya. Kalau kami mengajakmu takutnya akan membahayakan nyawamu!" ucap Rara merasa tidak enak kepada Kenzo.

Kenzo sebenarnya sangat kecewa dengan keputusan Trisna yang begitu saja menolak keikutsertaannya dalam misi itu. Hal itu terkesan bahwa dia adalah laki-laki yang tidak berguna sama sekali.

Sementara itu Trisna yang saat ini sudah berada di parkiran cafe, dia menyuruh dokter Bagas untuk keluar.

" Katakan padaku Kenapa tadi kau membisikki aku untuk melarang Kenzo ikut bersama kami?" tanya Trisna kepada dokter Bagas yang sekarang berdiri di hadapannya.

" Kenzo itu adalah keponakanku. Aku yakin dia memiliki misi pribadi ketika ikut dengan kalian. Selain itu aku juga tidak mau kalau nanti Kenzo dijadikan bulan-bulanan oleh hantu-hantu di sana yang merasa dendam kepada keluargaku yang sudah menumbalkan mereka untuk kekayaan pribadi. Apa kau tahu? Bahkan eksistensi ku di sana sekarang sudah semakin tergeser. Kalau bukan karena tunanganku yang terus membujuk ayahnya mungkin aku pun sudah di bumi hanguskan mereka!" ucap dokter Bagas tampak sendu.

" Tunanganmu? Jadi kau sudah punya tunangan?" tanya Trisna terkejut mendengar pengakuan dari dokter Bagas.

Dokter Bagas kemudian menceritakan bahwa sebenarnya dulu dia bisa keluar dari kebakaran hebat itu kalau saja dia tidak mencari tunangannya yang saat itu masih berada di ruang perawatan.

" Jadi dengan kata lain dulu kau meninggal karena ingin menyelamatkan tunanganmu?" tanya Trisna yang tidak tahu kenapa tiba-tiba hatinya merasa nelongso.

Trisna merasa sedih ketika melihat dokter Bagas yang menganggukan kepalanya.

" Apa kau sangat mencintai tunanganmu itu?" tanya Trisna dengan suara gemetar.

" Ya aku sangat mencintainya kalau aku tidak mencintainya tidak mungkin aku sampai rela menembus api hanya untuk bisa membawa dia keluar dari rumah sakit. Hanya saja waktu itu kami sedang tertimpa sial. Tiba-tiba saja kayu yang ada di atas kepalaku, jatuh dan menimpa tubuh kami. Sehingga kami tidak bisa untuk keluar dari rumah sakit yang sudah terbakar hebat. Akhirnya aku harus menerima kenyataan tubuh kami hangus terbakar dan menjadi abu!" ucap Dokter Bagas terlihat begitu sedih.

" Lalu di mana sekarang tunanganmu?" tanya Trisna penasaran sekali.

" Dia ada di rumah sakit bersama dengan korban yang lainnya. Hanya saja karena tubuhnya yang memang sudah sakit sejak dia masih hidup. Dia tidak bisa menampakan eksistensinya setiap waktu seperti aku atau hantu lainnya yang ada di sana!" ucap Dokter Bagas sambil tersenyum kecut kepada Trisna.

Terpopuler

Comments

Bangun T.S

Bangun T.S

lahh cepet bener udah jadian aja

2023-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!