Kenzo tidak menduga kalau dia akan mendengar cerita bahwa Rara yang sekarang menjadi kekasihnya. Telah bertemu dengan paman kecilnya yang cuma dia lihat ada di dalam foto keluarga mereka.
Ya, Kenzo adalah bagian dari keluarga pemilik Rumah Sakit yang akan di selidiki oleh Rara dan Trisna. Tapi dia tidak tahu secara jelas detailnya karena saat kejadian itu bahkan dirinya pun belum lahir ke atas dunia ini.
Kakeknya yang bernama Broto sebagai pemilik dari rumah sakit itu. Kakeknya tiba-tiba mengajak mereka sekeluarga pindah ke Australia. Setelah kejadian kebakaran besar di Rumah Sakit milik mereka.
Kenzo tidak terlalu mengetahui persisnya karena memang sang kakek tidak pernah menceritakan tentang kejadian itu dia hanya mendengarkan selentingan-selentingan dari paman-pamannya dan pegawai di rumah utama keluarga nya.
Saat ini kakeknya Kenzo sedang berada di Jakarta dan menetap di sana.
" Apakah kalian keberatan? Kalau aku juga ikut bersama kalian untuk menyelidiki rumah sakit itu?" tanya Kenzo dengan berhati-hati Karena bagaimanapun dia tidak mau identitasnya yang sesungguhnya tercium oleh Rara maupun Trisna.
Sejujurnya sampai saat ini Kenzo benar-benar sangat penasaran tentang kejadian besar di dalam keluarga mereka.
" Apa kau tidak takut? Kita semua, nanti di sana akan banyak hantu-hantu penasaran yang ingin membalas dendam karena kematian mereka yang sampai saat ini belum tuntas urusannya. Bahkan kasusnya saja ditutup begitu saja oleh polisi karena tidak menemukan bukti apa-apa!" ucap Trisna menjelaskan gambaran besar kasus itu kepada Kenzo.
Kenzo terlihat menganggukkan kepalanya dengan begitu yakin.
" Tidak apa-apa. Aku tidak takut kok. Walaupun aku bukan Indigo tetapi aku percaya bahwa Tuhan pasti akan melindungi aku. Aku nanti akan mengajak beberapa temanku yang juga suka berpetualang dengan dunia misteri!" ucap Kenzo dengan begitu bersemangat dan merasa senang karena Trisna dan Rara telah mengizinkannya untuk ikut menjadi bagian dari tim mereka.
" Kenzo kami bukan mau berpetualang! Kami hendak menyelidiki kasus yang serius. Kau jangan main-main. Sudahlah kau tidak usah ikut dengan kami daripada nanti malah memberikan kerepotan!" ucap Rarah merasa kesal dengan Kenzo yang menganggap bahwa pekerjaan mereka hanya sebuah petualangan saja.
" Maafkan aku Tris. Bukan maksudku begitu! Baiklah aku hanya akan mengajak teman-teman aku yang serius dan ingin memecahkan kasus ini dengan baik. Jadi aku boleh ikut kan?" tanya Kenzo kepada Trisna.
Rara tampak cemberut kepada sahabatnya karena melarang kekasihnya untuk ikut dengan mereka.
" Kamu kenapa sih Trisna. Sensi amat jadi perempuan! Udah Kenzo kau ikut aja dengan kami nggak usah terlalu didengerin omongannya Trisna!" ucap Rara yang langsung tersenyum kepada Kenzo.
Trisna menatap sahabatnya dengan lekat tidak senang dengan keputusan Rara yang semena-mena.
" Dengar ya Rara! Aku adalah kepala tim dari investigasi ini jadi akulah yang akan memutuskan siapa yang akan ikut dengan kita ke sana!" ucap Trisna merasa kesal kepada Rara karena sudah melangkahi wewenangnya sebagai ketua tim.
" Ingat ya kalian! Kamu itu adalah wakilku dan kamu tidak mempunyai hak untuk mengatur tim yang akan ikut dengan kita!" Trisna mulai sensi dengan Rara yang sudah menentang kekuasaannya sebagai ketua tim mereka.
Bagaimanapun apa yang akan mereka lakukan adalah sesuatu yang berbahaya. Bukan untuk bermain-main apalagi Kenzo yang tidak memiliki kemampuan apapun. Hanya akan merepotkan mereka di dalam tugas penting yang sedang mereka emban.
" Maafkan aku Kenzo tampaknya kami tidak bisa mengajakmu. Misi ini sangat berbahaya dan kami takut kalau sampai nanti membahayakan jiwamu. Tim yang akan mengikuti Kami adalah orang-orang yang memang memiliki kemampuan untuk melihat alam gaib dan juga makhluk-makhluk astral!" ucap Trisna serius.
Rara tidak berani menentang sahabatnya kalau sudah masuk mode serius seperti itu.
Trisna adalah wanita keras kepala yang tidak akan menyerah dengan pendapatnya selama dia merasa benar dan Rara sangat mengenal karakter itu.
" Sudahlah aku besok yang akan mengurus semuanya ke bagian kantor kalau mau ikut, ikut saja Ra. Tapi jangan coba-coba kau mengajar Kenzo dan teman-teman dia atau aku akan langsung mendiskualifikasi kau dalam tim kita!" ucap Trisna yang kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
Rara dan Kenzo terkesiap melihat Trisna yang bersikap begitu tegas kepada mereka.
" Maafkan aku yakin Kenzo. Trisna mungkin benar. Ini benar-benar misi yang sangat berbahaya. Kalau kami mengajakmu takutnya akan membahayakan nyawamu!" ucap Rara merasa tidak enak kepada Kenzo.
Kenzo sebenarnya sangat kecewa dengan keputusan Trisna yang begitu saja menolak keikutsertaannya dalam misi itu. Hal itu terkesan bahwa dia adalah laki-laki yang tidak berguna sama sekali.
Sementara itu Trisna yang saat ini sudah berada di parkiran cafe, dia menyuruh dokter Bagas untuk keluar.
" Katakan padaku Kenapa tadi kau membisikki aku untuk melarang Kenzo ikut bersama kami?" tanya Trisna kepada dokter Bagas yang sekarang berdiri di hadapannya.
" Kenzo itu adalah keponakanku. Aku yakin dia memiliki misi pribadi ketika ikut dengan kalian. Selain itu aku juga tidak mau kalau nanti Kenzo dijadikan bulan-bulanan oleh hantu-hantu di sana yang merasa dendam kepada keluargaku yang sudah menumbalkan mereka untuk kekayaan pribadi. Apa kau tahu? Bahkan eksistensi ku di sana sekarang sudah semakin tergeser. Kalau bukan karena tunanganku yang terus membujuk ayahnya mungkin aku pun sudah di bumi hanguskan mereka!" ucap dokter Bagas tampak sendu.
" Tunanganmu? Jadi kau sudah punya tunangan?" tanya Trisna terkejut mendengar pengakuan dari dokter Bagas.
Dokter Bagas kemudian menceritakan bahwa sebenarnya dulu dia bisa keluar dari kebakaran hebat itu kalau saja dia tidak mencari tunangannya yang saat itu masih berada di ruang perawatan.
" Jadi dengan kata lain dulu kau meninggal karena ingin menyelamatkan tunanganmu?" tanya Trisna yang tidak tahu kenapa tiba-tiba hatinya merasa nelongso.
Trisna merasa sedih ketika melihat dokter Bagas yang menganggukan kepalanya.
" Apa kau sangat mencintai tunanganmu itu?" tanya Trisna dengan suara gemetar.
" Ya aku sangat mencintainya kalau aku tidak mencintainya tidak mungkin aku sampai rela menembus api hanya untuk bisa membawa dia keluar dari rumah sakit. Hanya saja waktu itu kami sedang tertimpa sial. Tiba-tiba saja kayu yang ada di atas kepalaku, jatuh dan menimpa tubuh kami. Sehingga kami tidak bisa untuk keluar dari rumah sakit yang sudah terbakar hebat. Akhirnya aku harus menerima kenyataan tubuh kami hangus terbakar dan menjadi abu!" ucap Dokter Bagas terlihat begitu sedih.
" Lalu di mana sekarang tunanganmu?" tanya Trisna penasaran sekali.
" Dia ada di rumah sakit bersama dengan korban yang lainnya. Hanya saja karena tubuhnya yang memang sudah sakit sejak dia masih hidup. Dia tidak bisa menampakan eksistensinya setiap waktu seperti aku atau hantu lainnya yang ada di sana!" ucap Dokter Bagas sambil tersenyum kecut kepada Trisna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Bangun T.S
lahh cepet bener udah jadian aja
2023-06-15
1