15. Cerita

Keesokan harinya, setelah Trisna dan Rara pulang kerja mereka berdua pun pulang kerumah masing-masing terlebih dahulu untuk beristirahat setelah bekerja seharian. Lalu mereka berdua pun pergi menuju cafe dekat rumah Trisna.

" Assalamualaikum Ra, aku udah nyampe nihh... kamu dimana? " tanya Trisna dengan wajah kesal karena sejak tadi dia menunggu namun tak ada tanda-tanda kemunculan Rara.

" Lahh.... Aku yang seharusnya nanya sama kamu, kamu dimana sekarang? Aku udah sekitar setengah jam disini, Kamu gak ada datang-datang!!! " Protes Rara dengan wajah kesal, bibir manyun.

Rupanya Rara dan Trisna mengalami miscommunication tentang tempat mereka untuk bertemu.

" Kamu di cafe mana? Jangan-jangan kamu salah cafe lagi, ih dasar!!" Tanya Trisna dengan wajah bingung. Karena sedari tadi dia menunggu, tapi tidak ada melihat Rara dan dia sudah melihat-lihat kesamping kiri dan kanan namun tak ada tanda-tanda Rara.

" Aku di cafe deket rumah kamu ini!!! Kamu dimana sihh?? Apa kita datang ke cafe yang salah ya?" Tanya Rara yang mulai curiga kalau mereka telah datang ke tempat yang salah.

" Nama cafenya apa?" Tanya Trisna mulai bisa faham apa yang saat ini sedang terjadi di antara mereka berdua.

" Aku di cafe Blossom " Jawab Rara mulai lemas karena ternyata mereka memang telah salah paham tentang lokasi janjian bertemu mereka berdua.

" Iyalah. Rupanya kita memang salah paham. Aku ada di cafe Victory. Ya udah aku ke situ dulu, kamu tungguin ya?" ucap Trisna yang kemudian mematikan teleponnya.

Trisna sampai geleng-geleng kepala sendiri. Bagaimana bisa sih? Janji ketemuan di mana, malahan datang ke mana.

" Duh ini Si Rara otaknya kayaknya lagi geser dikit deh. Makanya diajak bicara nggak fokus. Perasaan aku kemarin ngajak ketemu di cafe Victory. Kenapa dia bisa datangnya ke cafe blossom? Ya ampun!" ga ada habisnya Trisna menggerutu sepanjang jalan menanggapi keanehan sahabatnya.

Begitu sampai di Cafe blossom Trisna kemudian menemui Rara yang sedang asyik mengobrol dengan seorang pria tampan.

" Hmmm, sekarang aku tahu penyebabnya!" ucap Trisna yang sudah mengerti udah di balik pintu seorang Rara yang tiba-tiba membelokkan janjian pertemuan mereka ke cafe Blossom.

Ehmm

Trisna berdehem untuk mengalihkan perhatian Rara dari pemuda yang saat ini sedang duduk di hadapannya.

Rara langsung tersenyum melihat Trisna.

" Assalamualaikum Ra, Wah asik nih! Pantes aja! Diajak ketemu di Victory malah datangnya ke Blassom! Hm ada orang ganteng rupanya di sini!" ujar Trisna sambil tersenyum ke arah Kenzo yang langsung berdiri menyambut kedatangan Trisna.

" Waalaikumsalam. Ih apaan sih? Ini kan hanya kebetulan aja. Kenzo pemilik cafe ini. Aku sekalian mau kembaliin sesuatu sama dia kemarin kelupaan ke bawa sama aku!" dusta Rara sambil memberikan sedikit kode kepada Kenzo yang hanya tersenyum melihat kelakuan Rara yang lucu menurutnya.

Trisna kemudian memperkenalkan diri kepada Kenzo yang ternyata sudah janjian dengan Rara untuk ketemu di sana.

" Pinter ya sekarang. Pakai acara marah-marah sama aku lagi. Bilang aku nggak datang-datang lagi l, huh, padahal kau kan yang punya janjian di sini sama nih anak?" ketus Trisna masih kesal sama Rara yang seenak udolnya aja mengganti tempat ketemuan dan terus marah-marah sama dia.

" Iya deh Trisna sayang. Aku minta maaf! Aku lupa untuk mengatakan ke kamu kalau janjiannya kita ganti kemari. Kan biar satu waktu aja gitu. Aku malas kalau harus pergi ke sana kemari ataupun membuat banyak janji jadi biar kita ketemu sekalian aja toh?" ucap Rara dengan memasang wajah imutnya di hadapan Trisna.

Trisna paling tidak bisa marah terhadap sahabatnya. Oleh karena itu dia pun langsung tersenyum melihat sahabatnya yang sudah meminta maaf.

" Maafkan aku ya. Aku yang mendadak mengajak ketemuan Rara. Aku nggak ganggu janjian Kalian kan?" tanya Kenzo seperti merasa bersalah kepada Trisna.

Trisna dan Rara sontak langsung kompak menggelengkan kepalanya. Membuat Kenzo menjadi senang di buatnya.

" Oh ya Ra. Gimana jadi kan? Kita segera berangkat untuk menyelidiki kasus tentang rumah sakit itu?" tanya Trisna sambil menyeruput es jeruk yang sudah dipesankan oleh Rara.

" Iya jadi kita tinggal mengajukan aja ke pihak kantor. Nanti mereka yang akan menyediakan semua akomodasinya. Kita hanya tinggal melaksanakan saja. Bahkan pihak kantor membolehkan kita untuk mengajak tim yang lain. Karena mereka sadar kalau kasus kebakaran di Rumah Sakit itu benar-benar sangat berat! Kita berdua tidak akan sanggup untuk menangani itu!" ucap Rara yang mulai bicara serius tentang pekerjaan.

" Rumah Sakit mana sih yang kalian maksud?" tanya Kenzo tampak tertarik dengan pembicaraan mereka berdua.

" Kami berdua tuh wartawan majalah misteri. Jadi kami berdua tuh rencananya mau menyelidiki tentang kecelakaan Rumah Sakit edelweis yang terjadi dari 50 tahun yang lalu. Akan tetapi sampai saat ini polisi belum menemukan penjelasan alasan dari terjadinya kecelakaan besar yang sampai menewaskan ratusan orang pasien, dokter dan juga suster serta pengunjung yang ada di sana!" ucap Trisna menjelaskan kepada Kenzo.

Terlihat Kenzo menganggukkan kepalanya. Tampaknya dia juga tertarik dengan kasus itu.

" Kasus itu kan sudah lama sekali Ra, tidak mungkin kan kita bisa menemukan bukti-bukti dari reruntuhan kebakaran itu?" tanya Kenzo yang merasa ga mungkin bisa menguat misteri tentang kebakaran rumah sakit itu.

" Memang benar sudah tidak ada yang bisa kita selidiki. Tapi kita masih bisa bertanya kepada arwah yang ada di sana!" ucap Rara sambil tersenyum kepada Kenzo.

" What? Arwah? Apa maksudmu Ra?" tanya Kenzo benar-benar terkejut mendapatkan pernyataan tersebut.

" Kami sudah bertemu dengan cucu dari pemilik Rumah Sakit itu yang juga menjadi korban dari kebakaran. Dan dia sudah menyepakati akan membantu kami untuk menyelidiki kasus tersebut!" ucap Trisna.

" Siapa?" tanya Kenzo sambil mengerutkan keningnya karena penasaran.

" Dokter Bagas!" ucap Rara.

" Dokter Bagas? Kalian bertemu dengannya? Dia kan sudah meninggal 50 tahun yang lalu! Gimana bisa kalian bertemu dia?" tanya Kenzo tampak terkejut sekali mendengarkan kabar itu.

" Kau tidak tahu ya? Kalau kami berdua ini adalah Indigo. Kami bisa bicara dan bertemu dengan hantu dimanapun kami inginkan!" ucap Rara dengan bangga.

" Jadi kalian bertemu dengan hantu Dokter Bagas? Apa yang dia katakan tentang kecelakaan itu kepada kalian?" tanya Kenzo yang begitu tertarik.

" Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengatakan untuk kami berhati-hati saja. Karena di sana sangat berbahaya sekali dengan hantu-hantu jahat. Di sana juga menjadi sarang dari para demit yang mati penasaran gara-gara kebakaran besar yang menewaskan mereka!" ucap Rara begitu antusias bercerita kepada Kenzo.

Terpopuler

Comments

Bangun T.S

Bangun T.S

wah gampang banget cerita sama orang baru

2023-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!