Keesokan harinya, setelah Trisna dan Rara pulang kerja mereka berdua pun pulang kerumah masing-masing terlebih dahulu untuk beristirahat setelah bekerja seharian. Lalu mereka berdua pun pergi menuju cafe dekat rumah Trisna.
" Assalamualaikum Ra, aku udah nyampe nihh... kamu dimana? " tanya Trisna dengan wajah kesal karena sejak tadi dia menunggu namun tak ada tanda-tanda kemunculan Rara.
" Lahh.... Aku yang seharusnya nanya sama kamu, kamu dimana sekarang? Aku udah sekitar setengah jam disini, Kamu gak ada datang-datang!!! " Protes Rara dengan wajah kesal, bibir manyun.
Rupanya Rara dan Trisna mengalami miscommunication tentang tempat mereka untuk bertemu.
" Kamu di cafe mana? Jangan-jangan kamu salah cafe lagi, ih dasar!!" Tanya Trisna dengan wajah bingung. Karena sedari tadi dia menunggu, tapi tidak ada melihat Rara dan dia sudah melihat-lihat kesamping kiri dan kanan namun tak ada tanda-tanda Rara.
" Aku di cafe deket rumah kamu ini!!! Kamu dimana sihh?? Apa kita datang ke cafe yang salah ya?" Tanya Rara yang mulai curiga kalau mereka telah datang ke tempat yang salah.
" Nama cafenya apa?" Tanya Trisna mulai bisa faham apa yang saat ini sedang terjadi di antara mereka berdua.
" Aku di cafe Blossom " Jawab Rara mulai lemas karena ternyata mereka memang telah salah paham tentang lokasi janjian bertemu mereka berdua.
" Iyalah. Rupanya kita memang salah paham. Aku ada di cafe Victory. Ya udah aku ke situ dulu, kamu tungguin ya?" ucap Trisna yang kemudian mematikan teleponnya.
Trisna sampai geleng-geleng kepala sendiri. Bagaimana bisa sih? Janji ketemuan di mana, malahan datang ke mana.
" Duh ini Si Rara otaknya kayaknya lagi geser dikit deh. Makanya diajak bicara nggak fokus. Perasaan aku kemarin ngajak ketemu di cafe Victory. Kenapa dia bisa datangnya ke cafe blossom? Ya ampun!" ga ada habisnya Trisna menggerutu sepanjang jalan menanggapi keanehan sahabatnya.
Begitu sampai di Cafe blossom Trisna kemudian menemui Rara yang sedang asyik mengobrol dengan seorang pria tampan.
" Hmmm, sekarang aku tahu penyebabnya!" ucap Trisna yang sudah mengerti udah di balik pintu seorang Rara yang tiba-tiba membelokkan janjian pertemuan mereka ke cafe Blossom.
Ehmm
Trisna berdehem untuk mengalihkan perhatian Rara dari pemuda yang saat ini sedang duduk di hadapannya.
Rara langsung tersenyum melihat Trisna.
" Assalamualaikum Ra, Wah asik nih! Pantes aja! Diajak ketemu di Victory malah datangnya ke Blassom! Hm ada orang ganteng rupanya di sini!" ujar Trisna sambil tersenyum ke arah Kenzo yang langsung berdiri menyambut kedatangan Trisna.
" Waalaikumsalam. Ih apaan sih? Ini kan hanya kebetulan aja. Kenzo pemilik cafe ini. Aku sekalian mau kembaliin sesuatu sama dia kemarin kelupaan ke bawa sama aku!" dusta Rara sambil memberikan sedikit kode kepada Kenzo yang hanya tersenyum melihat kelakuan Rara yang lucu menurutnya.
Trisna kemudian memperkenalkan diri kepada Kenzo yang ternyata sudah janjian dengan Rara untuk ketemu di sana.
" Pinter ya sekarang. Pakai acara marah-marah sama aku lagi. Bilang aku nggak datang-datang lagi l, huh, padahal kau kan yang punya janjian di sini sama nih anak?" ketus Trisna masih kesal sama Rara yang seenak udolnya aja mengganti tempat ketemuan dan terus marah-marah sama dia.
" Iya deh Trisna sayang. Aku minta maaf! Aku lupa untuk mengatakan ke kamu kalau janjiannya kita ganti kemari. Kan biar satu waktu aja gitu. Aku malas kalau harus pergi ke sana kemari ataupun membuat banyak janji jadi biar kita ketemu sekalian aja toh?" ucap Rara dengan memasang wajah imutnya di hadapan Trisna.
Trisna paling tidak bisa marah terhadap sahabatnya. Oleh karena itu dia pun langsung tersenyum melihat sahabatnya yang sudah meminta maaf.
" Maafkan aku ya. Aku yang mendadak mengajak ketemuan Rara. Aku nggak ganggu janjian Kalian kan?" tanya Kenzo seperti merasa bersalah kepada Trisna.
Trisna dan Rara sontak langsung kompak menggelengkan kepalanya. Membuat Kenzo menjadi senang di buatnya.
" Oh ya Ra. Gimana jadi kan? Kita segera berangkat untuk menyelidiki kasus tentang rumah sakit itu?" tanya Trisna sambil menyeruput es jeruk yang sudah dipesankan oleh Rara.
" Iya jadi kita tinggal mengajukan aja ke pihak kantor. Nanti mereka yang akan menyediakan semua akomodasinya. Kita hanya tinggal melaksanakan saja. Bahkan pihak kantor membolehkan kita untuk mengajak tim yang lain. Karena mereka sadar kalau kasus kebakaran di Rumah Sakit itu benar-benar sangat berat! Kita berdua tidak akan sanggup untuk menangani itu!" ucap Rara yang mulai bicara serius tentang pekerjaan.
" Rumah Sakit mana sih yang kalian maksud?" tanya Kenzo tampak tertarik dengan pembicaraan mereka berdua.
" Kami berdua tuh wartawan majalah misteri. Jadi kami berdua tuh rencananya mau menyelidiki tentang kecelakaan Rumah Sakit edelweis yang terjadi dari 50 tahun yang lalu. Akan tetapi sampai saat ini polisi belum menemukan penjelasan alasan dari terjadinya kecelakaan besar yang sampai menewaskan ratusan orang pasien, dokter dan juga suster serta pengunjung yang ada di sana!" ucap Trisna menjelaskan kepada Kenzo.
Terlihat Kenzo menganggukkan kepalanya. Tampaknya dia juga tertarik dengan kasus itu.
" Kasus itu kan sudah lama sekali Ra, tidak mungkin kan kita bisa menemukan bukti-bukti dari reruntuhan kebakaran itu?" tanya Kenzo yang merasa ga mungkin bisa menguat misteri tentang kebakaran rumah sakit itu.
" Memang benar sudah tidak ada yang bisa kita selidiki. Tapi kita masih bisa bertanya kepada arwah yang ada di sana!" ucap Rara sambil tersenyum kepada Kenzo.
" What? Arwah? Apa maksudmu Ra?" tanya Kenzo benar-benar terkejut mendapatkan pernyataan tersebut.
" Kami sudah bertemu dengan cucu dari pemilik Rumah Sakit itu yang juga menjadi korban dari kebakaran. Dan dia sudah menyepakati akan membantu kami untuk menyelidiki kasus tersebut!" ucap Trisna.
" Siapa?" tanya Kenzo sambil mengerutkan keningnya karena penasaran.
" Dokter Bagas!" ucap Rara.
" Dokter Bagas? Kalian bertemu dengannya? Dia kan sudah meninggal 50 tahun yang lalu! Gimana bisa kalian bertemu dia?" tanya Kenzo tampak terkejut sekali mendengarkan kabar itu.
" Kau tidak tahu ya? Kalau kami berdua ini adalah Indigo. Kami bisa bicara dan bertemu dengan hantu dimanapun kami inginkan!" ucap Rara dengan bangga.
" Jadi kalian bertemu dengan hantu Dokter Bagas? Apa yang dia katakan tentang kecelakaan itu kepada kalian?" tanya Kenzo yang begitu tertarik.
" Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengatakan untuk kami berhati-hati saja. Karena di sana sangat berbahaya sekali dengan hantu-hantu jahat. Di sana juga menjadi sarang dari para demit yang mati penasaran gara-gara kebakaran besar yang menewaskan mereka!" ucap Rara begitu antusias bercerita kepada Kenzo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Bangun T.S
wah gampang banget cerita sama orang baru
2023-06-15
1