Trisna merasa terkejut melihat Dokter Bagas yang sejak tadi terus menetap ke arahnya dengan penuh kerinduan.
" Apa kabar kamu?" tanya Dokter Bagas menatap Trisna.
" Kabarku baik! Bagaimana denganmu dokter? Lama ya kita gak ketemu! Kok dokter bisa tahu sih kalau aku berada di sini?" tanya Trisna yang mulai merasa sangat gugup di pandangi oleh Dokter Bagas yang terlihat sangat tampan.
Walaupun Trisna sadar betul, bahwa dokter Bagas hanyalah hantu penasaran yang masih gentayangan karena jiwanya masih belum tenang pada saat dia meninggal.
' Please jangan bilang kalau kamu datang kemari cuma kebetulan aja karena aku tidak mau hal itu terjadi!' bathin Trisna sambil terus menatap Dokter Bagas yang sekarang duduk di sebelahnya dan menatapnya dengan penuh Kerinduan yang jelas terlihat di matanya.
" Aku mengikuti auramu yang sangat kuat dan aku hanya mengikuti nuraniku untuk bisa menemukanmu!" ucap Dokter Bagas asal saja. Tapi Trisna merasa lega juga sebenarnya. Tapi dia merasa gengsi mengaku semua perasaan dia kepada Dokter Bagas yang hanya hantu penasaran di mata Trisna.
Trisna hanya berdecak kesal dengan jawaban dokter Bagas yang berputar-putar dan tidak masuk akal baginya.
" Katakan padaku, kau mau apa?" tanya Trisna mulai jengkel juga kepada Dokter Bagas.
" Aku mohon kepadamu untuk tidak usah melanjutkan rencanamu untuk menyelidiki tentang rumah sakit di mana aku sekarang tinggal di sana! Aku mohon Trisna, tempat itu sangat berbahaya dan sekarang bahkan menjadi sarang demi yang memiliki banyak dendam kesumat terhadap manusia yang sudah membuat mereka seperti itu!" Trisna benar-benar terkejut mendapatkan pengakuan dari Bagas.
" Aku tidak takut kok. Aku siap menanggung semua resikonya karena aku tidak ingin kalau Arwah penasaran itu akan selamanya di sana tanpa mendapatkan keadilan apapun atas kematiannya!" ucap Trisna merasa kesal dan sedih yang berkumpul di hatinya.
" Percayalah rumah sakit itu bukan ranahmu untuk menyelidiki. Bahkan pihak kepolisian sudah angkat tangan karena tidak bisa menemukan bukti apa-apa dari kecelakaan yang terjadi di sana." ucap Bagas merasa begitu frustasi karena kesulitan untuk membujuk Trisna yang sepertinya sudah bulat ingin pergi ke rumah sakit tempat di mana dirinya dan juga beberapa temannya menetap di sana sampai saat ini.
" Kenapa kau berfikir bahwa aku tidak akan mampu untuk mengungkapkan kejadian di rumah sakit itu? Aku yakin kok dengan kemampuanku dan aku percaya bahwa aku bisa memberikan keadilan kepada semua korban yang ada di sana!" ucap Trisna yakin.
" Percayalah padaku Tris Aku hanya tidak mau kalau sampai terjadi hal yang buruk kepadamu! Setan-setan yang ada di rumah sakit itu sangat jahat dan tidak akan bisa membiarkanmu untuk mengusik ketenangan mereka!" ucap dokter Bagas masih belum menyerah untuk membujuk Trisna agar menggagalkan keinginannya untuk menyelidiki Rumah Sakit milik kakeknya.
Bagaimanapun dokter Bagas memiliki sebuah firasat yang buruk tentang niat Trisna untuk membuka tabir misteri yang ada di rumah sakit milik kakeknya.
Dokter Bagas tidak mengerti perasaan semacam apa yang saat ini sedang dia rasakan terhadap seorang Krisna yang dia tahu adalah seorang wanita hebat yang memiliki kemampuan Indigo dan juga bisa melihat masa lalu.
" Apa kau tahu? Aku melihat banyak sekali kesedihan dan juga dendam amarah di dalam hati para arwah yang sangat ini masih tersesat di rumah sakit dan tidak tahu jalan kembali. Dokter Bagas. Aku hanya ingin membantu mereka semuanya agar bisa beristirahat dengan tenang dan tidak harus bergentayangan terus di dunia yang fana ini. Katakan padaku Apakah kau tidak merasa lelah selama puluhan tahun hidup di dunia sebagai arwah gentayangan?" tanya Trisna sambil menatap tajam kepada dokter Bagas.
Dokter Bagas menundukkan kepalanya tampak bulir air mata mengalir di pipinya yang mulus dan terlihat begitu pucat.
" Memangnya kau pikir aku juga berbeda dengan yang lain aku juga ingin beristirahat dengan tenang dan melupakan urusan dunia yang begitu pelik dan sangat memusingkan! tetapi sampai saat ini jiwa dan rohku tertahan di rumah sakit dan aku tidak bisa meninggalkan tempat itu!" ucapan dokter Bagas benar-benar telah membuat Trisna terenyuh hatinya.
Hal itu malah semakin menguatkan keinginan dan juga tekad dari Trisna Untuk segera menyelesaikan misi berikutnya yaitu mengungkapkan tragedi yang terjadi di rumah sakit sekitar 50 tahun yang lalu.
Kebakaran hebat yang telah membunuh banyak orang dan mengakibatkan rumah sakit itu akhirnya tutup karena sudah sangat sulit untuk diperbaiki lagi mengingat tingkat kerusakan yang sudah hampir 80%.
Berdasarkan artikel yang dibaca oleh Trisna bahwa akibat dari kecelakaan itu telah mengakibatkan ratusan nyawa melayang sia-sia tanpa mendapatkan keadilan apapun dari pihak Kepolisian.
Padahal berdasarkan jiwa detektif seorang Trisna dia bisa melihat ada keganjilan di dalam kecelakaan besar yang menimpa rumah sakit itu.
Trisna membaca berita yang mengatakan bahwa setelah kejadian besar itu, kakeknya dokter Bagas tiba-tiba mendapatkan tender yang sangat besar dan sanggup membangun sebuah rumah sakit yang lebih mewah dan elit di Australia bahkan rumah sakit itu kini semakin besar dan sangat terkenal di dunia internasional.
Trisna curiga bahwa rumah sakit itu dijadikan sebagai tumbal untuk pesugihan dari pemilik Rumah Sakit itu.
Trisna bertekad dan berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia akan mengungkapkan kejadian besar di balik kecelakaan yang ada di rumah sakit yang menyimpan senjata misteri hingga saat ini.
Banyak pihak yang sudah berusaha untuk menyelidiki tapi sampai saat ini belum memiliki titik terang tentang penyebab dari kecelakaan itu.
" Percayalah dokter Bagas. Asal kau mau membantuku dan juga sahabatku untuk bisa mengupas tuntas kejadian memilukan di rumah sakit milik kakekmu itu. Percayalah aku pasti bisa membantumu untuk membebaskan jiwa-jiwa yang terkurung di dalam rumah sakit itu dan tidak bisa keluar hingga saat ini setelah puluhan tahun lamanya kejadian kebakaran yang menimpa Rumah Sakit milik kakekmu itu!" ucap Trisna dengan begitu penuh keyakinan.
Dokter Bagas terkesiap mendengarkan penuturan dari Trisna yang mengetahui bahwa rumah sakit itu adalah milik kakeknya.
" Katakan padaku dari mana kau tahu bahwa rumah sakit itu milik kakekku?" tanya Dokter Bagas benar-benar bingung.
Padahal seingatnya dia tidak pernah bercerita bahwa dirinya adalah cucu dari pemilik rumah sakit itu.
" Aku membaca artikel tentang kejadian di rumah sakit itu. Banyak sekali artikel yang menceritakan tentang kakekmu yang sekarang sudah sukses dan berhasil membangun sebuah rumah sakit internasional di Australia. Bahkan sampai sekarang popularitasnya terus saja menanjak dan tidak bisa terkalahkan oleh Rumah Sakit manapun!" ucap Trisna.
Dokter Bagas tampak terkesiap ketika dia mendengarkan keterangan dari Trisna yang mengatakan bahwa kakeknya sekarang sudah sukses besar dan memiliki Rumah Sakit internasional di luar negeri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Hariyanti Katu
kasihan dr bagas🫢wkt kjadian trsbu intrnet blum trrlu canggih😆
2024-11-17
0