Trisna dan Rara pun mencoba membuka penutup tong tersebut dan mereka di buat sangat shock saat melihat isi dalam tong tersebut.
" Hahh.... Ra! Rara!! " Ucap Trisna dengan raut wajah yang mulai memucat saat melihat isi dalam tong tersebut.
Terlihat Trisna hendak muntah karena dia mencium bau mayat yang begitu kentara dan bau darah yang sudah sangat lama. Terlihat kerangka jenazah yang begitu banyak yang sudah membusuk di dalam tong air itu.
" Kenapa? Apa yang ada didalam sana?" tanya Rara sambil menatap Trisna.
" Lo lihat sendiri, gua gak kuat buat kasih tau lo!! " Jawab Trisna dengan raut wajah yang sangat shock dan terus muntah karena merasa jijik dengan apa yang dia lihat di dalam tong air itu.
" Trisna! Kita harus ngeluarin mayat itu?" tanya Rara dengan raut wajah yang pucat dan juga mulai muntah-muntah karena perasaan jijik yang luar biasa menyerang mereka berdua.
Suasana di sekitar situ terasa begitu sangat mencekam. Dari kejauhan mereka bisa melihat arwah-arwah gentayangan itu sedang menatap kepada mereka sambil tersenyum. Seakan mengucapkan terima kasih karena sudah menemukan jenazah mereka.
Trisna menatap arwah-arwah itu dengan wajah prihatin dan juga kasihan atas nasib malang yang telah menimpa mereka di masa lalu terlihat Abigail dan ayahnya Abigail yang sebelumnya menatap mereka dengan penuh kebencian sekarang terlihat tersenyum kepada mereka berdua.
Trisna benar-benar merasa lega. Setelah mereka menemukan mayat itu dan sekarang mereka tinggal berusaha untuk mengeluarkan mayat-mayat yang ada di dalam tong air.
" Kita harus mengeluarkan mayat itu, lalu kita doa kan mereka, dan kita kubur dengan layak!! " Jawab Trisna dengan raut wajah yang mulai mendingan dari pada sebelumnya.
" Bagaimana caranya? Air itu kan menjijikkan sekali gua kagak mau!!! " Ucap Rara sambil bergidik ngeri.
" Kalo gitu kita dorong ajah tong itu, biar tong itu jatuh dan mengeluarkan semua yang ada di dalamnya!! " Jawab Trisna dengan wajah yang bersemangat karena misi mereka sudah mau selesai.
" Oke ayo kita mulai!! " Ucap Rara dengan wajah yang semangat.
" Satu.... Dua.... Tiga... !!! " Trisna menghitung waktu untuk mereka memulai mendorong tong tersebut.
Mereka berdua pun berhasil menjatuhkan tong tersebut dan kemudian terlihat kerangka-kerangka mayat yang baru pertama kali mereka lihat.
Tong pun jatuh dan air yang berwarna hitam pekat itu membanjiri rootrof rumah kosong tersebut, kerangka manusia keluar menyusul bersama air yang berhamburan bersama tong air yang pecah tersebut.
Trisna melihat dokter Bagas yang tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya. Kemudian menghilang begitu saja. Ketika mereka berhasil menemukan jenazah yang tersembunyi di dalam tong air yang tersimpan selama puluhan tahun.
Trisna dan Rara pun lalu berencana untuk memanggil para warga agar bisa membantu mereka membawa kerangka-kerangka penghuni rumah kosong yang telah menjadi buah bibir di desa Cemara selama ini karena selama bertahun-tahun lamanya telah menghantui warga desa dengan jeritan tengah malam di rumah kosong tersebut. Agar jenazah itu nantinya bisa dikuburkan di pemakaman umum di desa Cemara.
Trisna kemudian menghubungi kepala desa untuk datang ke rumah kosong itu agar bisa menggerakan warga desa yang dia Pimpin untuk membantu mereka berdua agar bisa mengevaluasi mayat yang ada di dalam tong air yang sudah berhasil mereka jatuhkan dari atas tempat penyimpanan tong itu.
" Assalamualaikum Pak kepala desa ini saya Trisna. Saya sekarang sedang berada di rumah kosong yang selalu menjadi ketakutan para warga desa. Kami sudah menemukan jenazah penghuni rumah kosong ini. Bisakah kalian datang kemari untuk membantu kami berdua untuk mengevakuasi kerangka mereka dan menguburkan mereka secara layak?" tanya Trisna ketika dia menelepon kepala desa desa Cemara untuk dapat membantunya mengevakuasi kerangka jenazah yang berada di dalam tong air yang tadi mereka panjat untuk bisa melihat isinya dan menumpahkan isinya.
Kemudian Pak Desa datang lalu ke tempat itu dan melihat semua yang terjadi di sana. Pak Kepala Desa benar-benar merasa sangat beres melihat keadaan jenazah yang sudah membusuk dan hanya tinggal kerangka yang tersisa. Kepala desa lalu memanggil Polisi untuk datang ke sana.
Polisi yang dipanggil oleh Kepala Desa pun kemudian datang dan mengamankan semua kerangka jenazah yang ditemukan oleh Rara dan Trisna di rumah itu.
Keesokan paginya mayat-mayat itu dimakamkan secara layak di pemakaman umum yang ada di desa di dalam satu lobang. Karena jenazah mereka hanya tinggal kerangka saja dan sangat sulit untuk dipisahkan atau dibedakan milik siapa saja.
" Alhamdulillah ya Ra, sekarang kita sudah berhasil memecahkan misteri rumah kosong itu. Semoga setelah ini rumah kosong itu tidak lagi menjadi sumber ketakutan bagi warga desa Cemara!" ucap Trisna sambil tersenyum kepada Rara.
" Ya Tris! Semoga saja doa kita didengarkan oleh Allah dan semua usaha yang kita lakukan hari ini berbuah manis untuk para warga yang bisa lewat dengan tenang di depan rumah ini." Rara tersenyum kepada Trisna yang akhirnya bisa memecahkan misteri rumah kosong yang selalu terdengar jeritan pada tengah malam dan menebarkan teror kepada warga desa yang melewati rumah itu.
Setelah semua urusan mengenai rumah kosong itu selesai. Trisna dan Rara kemudian berpamitan kepada pemilik kost dan juga Kepala Desa untuk kembali ke Garut untuk menjalani kehidupan mereka kembali seperti semula.
Trisna dan Rara kemudian membuat artikel. Laporan mengenai penyelidikan mereka di rumah kosong dan setelah itu diterbitkan di surat kabar tempat mereka bekerja.
Nama Trisna dan Rara langsung menjadi viral atas usaha mereka yang sudah memecahkan misteri yang hampir 20 tahun tidak diketemukan oleh warga sekitar. Para warga tidak ada yang berani untuk melintas di depan rumah kosong itu yang selama ini selalu menjadi sumber ketakutan bagi mereka.
" Sekarang apa lagi yang akan kita lakukan setelah menyelesaikan misi untuk membongkar misteri di rumah kosong itu?" tanya Rara kepada Trisna.
Trisna sejenak terdiam menatap Rara yang saat ini sedang menatapnya dengan intens.
" Ra aku sebenarnya sangat penasaran sekali dengan Rumah Sakit tempat dokter Bagas sekarang berada. Rasanya nggak rela loh kalau dokter Bagas selamanya menjadi arwah gentayangan di sana. Nggak tahu kenapa aku merasa sangat kasihan kepadanya!" ucap Tresna sambil melirik ke arah Rara yang sedang mesem kepadanya.
" Kasihan atau tertarik? Ayo ngaku! Bener kan? Kalau kamu tuh cinta kan sama dokter Bagas? Ayo ngaku!" tanya Rara sambil menggelitiki pinggang Tresna yang auto tertawa karena merasa geli dengan perbuatan sahabatnya yang suka usil dengan dirinya sejak dulu selalu saja tidak pernah berubah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Idah Idah97
ka lanjut lgg ka~crita nya bagus~aku suka 🥰🥰🥰
2023-04-09
2