11. Selamat tinggal

Trisna dan Rara pun mencoba membuka penutup tong tersebut dan mereka di buat sangat shock saat melihat isi dalam tong tersebut.

" Hahh.... Ra! Rara!! " Ucap Trisna dengan raut wajah yang mulai memucat saat melihat isi dalam tong tersebut.

Terlihat Trisna hendak muntah karena dia mencium bau mayat yang begitu kentara dan bau darah yang sudah sangat lama. Terlihat kerangka jenazah yang begitu banyak yang sudah membusuk di dalam tong air itu.

" Kenapa? Apa yang ada didalam sana?" tanya Rara sambil menatap Trisna.

" Lo lihat sendiri, gua gak kuat buat kasih tau lo!! " Jawab Trisna dengan raut wajah yang sangat shock dan terus muntah karena merasa jijik dengan apa yang dia lihat di dalam tong air itu.

" Trisna! Kita harus ngeluarin mayat itu?" tanya Rara dengan raut wajah yang pucat dan juga mulai muntah-muntah karena perasaan jijik yang luar biasa menyerang mereka berdua.

Suasana di sekitar situ terasa begitu sangat mencekam. Dari kejauhan mereka bisa melihat arwah-arwah gentayangan itu sedang menatap kepada mereka sambil tersenyum. Seakan mengucapkan terima kasih karena sudah menemukan jenazah mereka.

Trisna menatap arwah-arwah itu dengan wajah prihatin dan juga kasihan atas nasib malang yang telah menimpa mereka di masa lalu terlihat Abigail dan ayahnya Abigail yang sebelumnya menatap mereka dengan penuh kebencian sekarang terlihat tersenyum kepada mereka berdua.

Trisna benar-benar merasa lega. Setelah mereka menemukan mayat itu dan sekarang mereka tinggal berusaha untuk mengeluarkan mayat-mayat yang ada di dalam tong air.

" Kita harus mengeluarkan mayat itu, lalu kita doa kan mereka, dan kita kubur dengan layak!! " Jawab Trisna dengan raut wajah yang mulai mendingan dari pada sebelumnya.

" Bagaimana caranya? Air itu kan menjijikkan sekali gua kagak mau!!! " Ucap Rara sambil bergidik ngeri.

" Kalo gitu kita dorong ajah tong itu, biar tong itu jatuh dan mengeluarkan semua yang ada di dalamnya!! " Jawab Trisna dengan wajah yang bersemangat karena misi mereka sudah mau selesai.

" Oke ayo kita mulai!! " Ucap Rara dengan wajah yang semangat.

" Satu.... Dua.... Tiga... !!! " Trisna menghitung waktu untuk mereka memulai mendorong tong tersebut.

Mereka berdua pun berhasil menjatuhkan tong tersebut dan kemudian terlihat kerangka-kerangka mayat yang baru pertama kali mereka lihat.

Tong pun jatuh dan air yang berwarna hitam pekat itu membanjiri rootrof rumah kosong tersebut, kerangka manusia keluar menyusul bersama air yang berhamburan bersama tong air yang pecah tersebut.

Trisna melihat dokter Bagas yang tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya. Kemudian menghilang begitu saja. Ketika mereka berhasil menemukan jenazah yang tersembunyi di dalam tong air yang tersimpan selama puluhan tahun.

Trisna dan Rara pun lalu berencana untuk memanggil para warga agar bisa membantu mereka membawa kerangka-kerangka penghuni rumah kosong yang telah menjadi buah bibir di desa Cemara selama ini karena selama bertahun-tahun lamanya telah menghantui warga desa dengan jeritan tengah malam di rumah kosong tersebut. Agar jenazah itu nantinya bisa dikuburkan di pemakaman umum di desa Cemara.

Trisna kemudian menghubungi kepala desa untuk datang ke rumah kosong itu agar bisa menggerakan warga desa yang dia Pimpin untuk membantu mereka berdua agar bisa mengevaluasi mayat yang ada di dalam tong air yang sudah berhasil mereka jatuhkan dari atas tempat penyimpanan tong itu.

" Assalamualaikum Pak kepala desa ini saya Trisna. Saya sekarang sedang berada di rumah kosong yang selalu menjadi ketakutan para warga desa. Kami sudah menemukan jenazah penghuni rumah kosong ini. Bisakah kalian datang kemari untuk membantu kami berdua untuk mengevakuasi kerangka mereka dan menguburkan mereka secara layak?" tanya Trisna ketika dia menelepon kepala desa desa Cemara untuk dapat membantunya mengevakuasi kerangka jenazah yang berada di dalam tong air yang tadi mereka panjat untuk bisa melihat isinya dan menumpahkan isinya.

Kemudian Pak Desa datang lalu ke tempat itu dan melihat semua yang terjadi di sana. Pak Kepala Desa benar-benar merasa sangat beres melihat keadaan jenazah yang sudah membusuk dan hanya tinggal kerangka yang tersisa. Kepala desa lalu memanggil Polisi untuk datang ke sana.

Polisi yang dipanggil oleh Kepala Desa pun kemudian datang dan mengamankan semua kerangka jenazah yang ditemukan oleh Rara dan Trisna di rumah itu.

Keesokan paginya mayat-mayat itu dimakamkan secara layak di pemakaman umum yang ada di desa di dalam satu lobang. Karena jenazah mereka hanya tinggal kerangka saja dan sangat sulit untuk dipisahkan atau dibedakan milik siapa saja.

" Alhamdulillah ya Ra, sekarang kita sudah berhasil memecahkan misteri rumah kosong itu. Semoga setelah ini rumah kosong itu tidak lagi menjadi sumber ketakutan bagi warga desa Cemara!" ucap Trisna sambil tersenyum kepada Rara.

" Ya Tris! Semoga saja doa kita didengarkan oleh Allah dan semua usaha yang kita lakukan hari ini berbuah manis untuk para warga yang bisa lewat dengan tenang di depan rumah ini." Rara tersenyum kepada Trisna yang akhirnya bisa memecahkan misteri rumah kosong yang selalu terdengar jeritan pada tengah malam dan menebarkan teror kepada warga desa yang melewati rumah itu.

Setelah semua urusan mengenai rumah kosong itu selesai. Trisna dan Rara kemudian berpamitan kepada pemilik kost dan juga Kepala Desa untuk kembali ke Garut untuk menjalani kehidupan mereka kembali seperti semula.

Trisna dan Rara kemudian membuat artikel. Laporan mengenai penyelidikan mereka di rumah kosong dan setelah itu diterbitkan di surat kabar tempat mereka bekerja.

Nama Trisna dan Rara langsung menjadi viral atas usaha mereka yang sudah memecahkan misteri yang hampir 20 tahun tidak diketemukan oleh warga sekitar. Para warga tidak ada yang berani untuk melintas di depan rumah kosong itu yang selama ini selalu menjadi sumber ketakutan bagi mereka.

" Sekarang apa lagi yang akan kita lakukan setelah menyelesaikan misi untuk membongkar misteri di rumah kosong itu?" tanya Rara kepada Trisna.

Trisna sejenak terdiam menatap Rara yang saat ini sedang menatapnya dengan intens.

" Ra aku sebenarnya sangat penasaran sekali dengan Rumah Sakit tempat dokter Bagas sekarang berada. Rasanya nggak rela loh kalau dokter Bagas selamanya menjadi arwah gentayangan di sana. Nggak tahu kenapa aku merasa sangat kasihan kepadanya!" ucap Tresna sambil melirik ke arah Rara yang sedang mesem kepadanya.

" Kasihan atau tertarik? Ayo ngaku! Bener kan? Kalau kamu tuh cinta kan sama dokter Bagas? Ayo ngaku!" tanya Rara sambil menggelitiki pinggang Tresna yang auto tertawa karena merasa geli dengan perbuatan sahabatnya yang suka usil dengan dirinya sejak dulu selalu saja tidak pernah berubah.

Terpopuler

Comments

Idah Idah97

Idah Idah97

ka lanjut lgg ka~crita nya bagus~aku suka 🥰🥰🥰

2023-04-09

2

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!