Trisna dan Rara sangat tegang karena mereka berdua benar-benar sedang dikepung oleh hantu-hantu yang ada di dalam rumah kosong tersebut.
Terlihat ayahnya Abigail dan juga Abigail terus mendesak mereka berdua dengan wajah yang menyeamkan dan menginginkan nyawa mereka. Keadaan di rumah itu benar-benar sangat mencekam dan sangat menakutkan bagi kedua gadis itu.
" Tris, gimana ini? Aku takutt!! " Ucap Rara sambil berbisik ke telinga Trisna dengan raut wajah pucat dan keringat dingin yang mulai membasahi baju nya.
" Tenang Ra!! Semua nya pasti ada jalan keluarnya kok!! Mari kita bangkit dan sama-sama keluar dari rumah terkutuk ini! " Ucap Trisna dengan raut wajah yang berpura-pura semangat demi membuat sahabatnya tenang dan tidak khawatir. Padahal aslinya dirinya juga sudah ketar ketir dan ketakutan sejak tadi.
Akan tetapi Trisna tidak mau menjatuhkan mental Rara yang saat ini benar-benar sedang ketakutan menghadapi setan-setan yang sudah mengepung mereka.
Mereka berdua mencoba berfikir keras dan akhirnya menemukan cara agar bisa membuat hantu-hantu itu pergi.
Trisna dan Rara mencoba membaca doa-doa rukyah yang dia bisa dan menyemprotkan air rukyah yang sudah di siapkan oleh Trisna ketika mereka hendak datang ke rumah kosong itu ke pada para hantu dan setan yang ada disitu kecuali dokter Bagas.
" Arghhh.... Berhenti!!! " Ucap ayahnya Abigail dan juga Abigail ada disitu, yang merasa kepanasan karena air rukyah yang sudah disemprotkan oleh Trisna dan Rara.
Ayahnya Abigail dan Abigail terlihat sangat marah. Kemudian mereka pun menghilang dan Trisna bersama Rara pun melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari mayat para hantu yang ada di rumah itu.
" Kira-kira dimana mayat itu yah? " Tanya Rara kepada Trisna dengan memegang senter yang ada ditangannya.
" Hmm.... Aku juga tak tahu Ra!! Kita lanjut cari saja!! " Jawab Trisna dengan raut wajah bingung dan berusaha tetap tegar walaupun aslinya udah lemes sekujur tubuh sejak tadi.
Trisna pun mendapatkan petunjuk dari giok hitam yang dimiliki oleh Trisna yang merupakan warisan dari leluhurnya yang bisa melihat kejadian masa lalu. Dengan Trisna memegang giok hitam itu di telapak tangannya dan membacakan mantra-mantra yang dikhususkan untuk membuka tabir masa lalu di rumah itu.
Trisna pun dibawa kedalam masa lalu ketika terjadi pembunuhan yang sangat sadis dan sangat menyeramkan.
Teriakan ditengah malam yang berasal dari salah satu rumah mewah yang ada di desa Cemara. Pemilik Rumah itu adalah keluarga paling kaya di desa Cemara. Akan tetapi terkenal sangat kikir dan juga sombong yang akhirnya mengundang komplotan perampok untuk merampok mereka dan mengakhiri kesombongan pemilik Rumah itu.
Tampak perempuan yang sedang dicabik-cabik oleh para perampok menggunakan pisau hingga tewas dengan sangat mengenaskan dan menyedihkan.
Bayi dibunuh dengan cara dicekik hingga akhirnya meninggal karena kehabisan nafas!! Tangisan bayi itu sangat membuat kakak dari bayi tersebut tak tega ketika mendengarnya.
Hingga akhirnya saat kakak dari bayi itu yang bernama Abigail pun mencoba bangkit untuk menyelamatkan adik kesayangannya, dia pun dipukul menggunakan lampu dengan sangat keras hingga akhirnya tewas dengan darah yang sangat banyak.
Semuanya terjadi dirumah itu pada malam hari, dan akhirnya membuat anggota keluarga di rumah itu berisi dengan darah dari para penghuni rumah yang pada malam hari itu menjadi korban pembantaian para perampok yang sangat kejam dan sadis.
Cat rumah yang tadinya putih sekarang menjadi merah karena bercak darah yang menyembur ke dinding dan tercium bau sangat amis.
Para perampok itu pun membawa satu persatu mayat itu ke arah tong air yang ada dirumah itu, kemudian di ceburkan kedalam tong itu dan dikunci rapat oleh penutup tong tersebut.
Trisna pun terjatuh dan langsung Rara tangkap menggunakan kedua tangan nya.
" Tris, kamu gak papa kan? " Tanya Rara kepada Trisna yang tampak tak sadarkan diri.
Namun beberapa menit kemudian Trisna pun tersadar dari pingsannya.
" Ra, aku gak kuat banget ngeliat semua yang terjadi pada mereka!! Kasian banget!! Aku gak tega!" ucap Trisna dengan raut wajah yang sangat pucat karena shock melihat semua kejadian yang terjadi di rumah itu dimasa lalu.
" Tenangin diri Lo dulu, terus istighfar yah!" ucap Rara sambil mengelus bahu Trisna yang masih terduduk.
Rara pun mengambil air minum yang ada didalam tas yang mereka bawa dari kostan.
" Nih minum dulu!! " Ucap Rara sambil mengulurkan botol yang berisi air.
" Makasih yah!! " Ucap Trisna sambil tersenyum kearah Rara dengan tangan kanan yang menerima botol minum tersebut.
Dokter Bagas mendekati Trisna yang baru saja bangun dari pingsannya dia ingin memastikan keadaan Trisna baik-baik saja.
Suasana di rumah kosong itu benar-benar sangat mencekam. Setan-setan yang tadi sempat pergi sekarang berdatangan lagi dengan membawa bantuan dari luar rumah kosong.
" Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Dokter Bagas mendekati Trisna yang tadi sudah selesai meminum minuman yang ditawarkan oleh Rara.
" Saya sudah lebih baik dokter terima kasih!" ucap Trisna sambil tersenyum kepada dokter Bagas yang begitu perhatian kepadanya.
" Ingat kalian harus berhati-hati selama berada di dalam rumah ini jangan sampai pikiran kalian kosong ingat selalu untuk berdzikir agar kalian tetap dilindungi oleh Allah!" nasehat dokter Bagas kepada Trisna dan Rara yang langsung disetujui oleh mereka berdua.
" Dokter Bagas tadi aku melihat gambaran dari masa lalu yang terjadi di rumah ini. Ternyata mayat-mayat yang mati di rumah ini disembunyikan di tong air yang ada di rootrof rumah ini. Kita harus mengeluarkan mayat mereka dari sana. Kemudian menguburkan mereka agar mereka bisa kembali ke alam baqa dan bisa beristirahat dengan tenang!" ucap Trisna menerangkan Apa yang dia lihat Setelah dia menggunakan giok hitam warisan leluhurnya untuk melihat kejadian di masa lalu yang ada di rumah itu.
Dokter Bagas terlihat diam seperti sedang berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Trisna kepadanya tentang mayat yang disembunyikan di dalam tong air.
" Kalian berdua beristirahatlah dulu. Aku akan menghadapi setan-setan dari luar itu. Sehingga gerak langkah kalian akan semakin ringan untuk menemukan mayat-mayat itu.
Trisna dan Rara pun menuruti apa yang dikatakan oleh dokter Bagas. Mereka beristirahat sambil terus membaca ayat-ayat suci Alquran di dalam hati mereka. Meminta perlindungan kepada Allah agar mereka selalu dilindungi dari gangguan setan yang terkutuk yang saat ini sedang mengepung mereka dan mengancam nyawa mereka.
Setelah Trisna dan Rara pun selesai beristirahat, mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju rootrof untuk melihat tong air yang Trisna lihat didalam petunjuk tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments