" Lalu apakah ada cara lain agar kita bisa keluar dari rumah ini? Walau sebenarnya sangat mustahil!" ucap Trisna dengan ragu dan raut wajah yang khawatir.
" Ada, namun ini mengancam nyawa kalian! Kalo kalian berhasil, maka kalian akan selamat dan bisa keluar dari rumah ini. Namun kalo tidak, " ucap mamang ojek yang mulai menjeda ucapan nya.
" Kalian akan meninggal dengan keadaan yang sangat mengenaskan!! " Ucap mamang ojek tersebut dengan raut wajah yang sangat menakutkan bagi Trisna dan Rara.
Trisna dan Rara pun bingung sekaligus takut karena misi mereka ini sangat mengancam nyawa mereka berdua yang masih belum bosan untuk hidup dan masih ingin mencicipi indahnya kehidupan
" Kalo boleh tau, bagaimana cara agar kita bisa keluar dari sini?" Tanya Trisna dengan raut wajah yang sangat ketakutan dan juga sangat bingung.
" Ada salah satu cara yaitu kalian harus bisa mencari mayat mereka. Kemudian kalian kuburkan dengan layak. Kemudian kalian bacakan doa-doa. Namun semua itu tak akan mudah karena banyak rintangan yang harus kalian hadapi!! " Ucap mamang ojek tersebut dengan raut wajah serius.
" Tapi kenapa kita harus mencari jenazah mereka?" tanya Rara kepada mamang ojek tersebut.
" Mereka tidak tenang, karena jasad mereka belum ditemukan dan dimakamkan dengan layak. Jadi mereka tidak diterima di alam baka!" Ucap mamang ojek tersebut kemudian menghilang dari hadapan Rara dan Trisna
" Ta-tapi kita kan tidak tahu dimana mayat mereka berada Mang, " ucap Rara dengan raut wajah yang pasrah. Apalagi sudah tidak ada mamang ojek tadi yang akan memberi mereka petunjuk lagi mengenai keberadaan mayat setan-setan yang berada di rumah kosong itu yang sekarang bergentayangan dan mengganggu warga yang melintas di depan rumah kosong.
" Kita cari aja dulu, tapi kita gak boleh pisah sama sekali! Kalo gak, kita bisa benar-benar dibunuh oleh makhluk penghuni rumah ini! " Ucap Trisna dengan raut wajah khawatir dan juga mulai takut.
Ya sehebat apapun mereka berdua tetaplah hanya seorang gadis yang ibaratnya masih belum memiliki banyak pengalaman untuk berhadapan dengan makhluk-makhluk astral yang sekarang mulai menampakan eksistensi mereka di hadapan keduanya.
Rara sejak tadi bahkan sudah merinding Hawa di dalam rumah kosong itu sudah mulai terasa panas dan sangat mengganggu mereka.
Disaat mereka sudah mulai ketakutan dengan keadaan rumah itu, tiba-tiba saja Trisna seperti melihat dokter Bagas yang melintas di hadapannya
" Kita harus keluar dari rumah ini dengan selamat dan sehat!! " ucap Rara sambil memperagakan ucapan nya.
" Sebentar Ra! Aku tadi melihat dokter Bagas ada di rumah ini juga. Ayo kita cari dia. Aku yakin dia pasti bisa membantu kita untuk keluar dari rumah ini!" ucap Trisna dengan semangat yang menggebu-gebu.
Rara yang mendengarkan ucapan Trisna tampak mulai bersemangat karena sepertinya ada harapan yang bisa mereka pegang untuk bisa keluar dari rumah kosong itu.
" Tenanglah ra pasti Allah akan selalu melindungi kita berdua yang penting kamu jangan lupa untuk terus berdzikir di dalam hatimu dan terus lah menyebut asma Allah dan jangan sampai lupa untuk terus bersholawat. Insya Allah kita pasti akan bisa keluar dari rumah ini!" ucap Trisna dengan penuh keyakinan terus berusaha untuk menghibur Rara yang tampak mulai pucat wajahnya karena ketakutan.
Yah saat ini di hadapan mereka muncul sosok wanita bergaun merah yang kemarin marah kepada mereka berdua dan mengusir mereka dari rumah itu.
" Kalian lagi anak manusia yang sangat begal dan sangat sulit untuk diajak bicara. Bukankah aku sudah mengatakan padamu jangan datang lagi kemari atau aku akan membunuh kalian!" tiba-tiba saja wajah wanita yang berpakaian gaun merah itu berubah menjadi sangat menakutkan membuat Rarah dan prisma benar-benar tidak bisa untuk menatap wajahnya.
Tampak jari jemari wanita itu pun sekarang mulai memanjang dan bersiap untuk mencakar Rara dan Trisna.
" Abigail hentikan kelakuanmu itu tidak usah kau menakut-nakuti siapapun yang ada di sini!" tiba-tiba saja dokter Bagas sudah berada di hadapan Trisna dan Rara sambil menatap tajam kepada wanita yang bergaun merah itu yang tadi dipanggil Abigail oleh dokter Bagas.
Wanita bergaun merah itu pun kemudian merubah kembali wajahnya menjadi seorang wanita yang sangat cantik. Bahkan semua kuku-kukunya pun sekarang sudah kembali normal kembali.
Perempuan bergaun merah itu pun kemudian mendekati Bagas dan tampak tersenyum.
" Ah Kamu Bagas! Kau selalu saja merusak kesenanganku untuk bersenang-senang dengan kedua makhluk lemah itu. Hampir saja mereka sudah mau pingsan gara-gara melihat aku. Kau selalu saja mengganggu kesenanganku!" ucap wanita bergaun merah itu mulai misuh-misuh di hadapan dokter Bagas yang langsung mengeplak kepalanya dengan gemas.
" Kau itu menjadi manusia selalu usil dengan orang lain, sekarang sudah jadi setan pun lebih usil lagi! Sekarang cepat buka pintu depan itu supaya kedua gadis ini bisa pulang ke kediamannya!" perintah dokter Bagas kepada Abigail yang langsung cemberut kepadanya.
" Maafkan aku Bagas. Tapi yang mengunci pintu rumah itu adalah Ayahku dia tidak mengizinkan kedua gadis ini keluar dari rumah kami!" ucap Abigail dengan wajah penuh penyesalan.
Dokter Bagas tampak terkejut mendengarkan perkataan Abigail yang mengatakan bahwa mereka berdua telah ditahan oleh ayahnya Abigail pemilik dan penguasa rumah kosong yang saat ini sedang diselidiki oleh Rara dan Trisna.
Bagaimanapun dokter Bagas mengenal ayahnya Abigail yang terkenal sangat kejam dan juga jahat terhadap manusia yang selalu mengganggu ketentraman hidupnya di rumah kosong itu.
" Ah dasar kau! Kenapa tidak bilang dari tadi sih? Kalau begitu Aku akan berusaha sendiri untuk membuka pintu itu Aku tidak akan membiarkan kedua Gadis itu mati konyol di tangan ayahmu yang psikopat itu!" ucap dokter Bagas yang langsung melesat menuju pintu rumah kosong untuk mengeluarkan Trisna dan Rara yang mulai pucat wajah mereka berdua ketika melihat wajah seorang laki-laki yang tiba-tiba turun dari tangga.
" Ah sial, Aku terlambat. Ternyata pemilik rumah kosong ini sudah turun dan tampaknya aku harus bertarung dengan dia untuk bisa mengeluarkan ketua Gadis itu dari rumah ini!" ucap dokter Bagas tanpa menggeram sangat marah ketika melihat ayahnya Abigail sudah mencengkram leher kedua gadis yang telah nekat datang ke rumah kosong itu.
" Berani-beraninya kau datang ke rumah ini lagi! Padahal kami sudah memperingatkanmu berkali-kali untuk tidak mengganggu ketentraman hidup kami di rumah ini. Kalian memang sudah bosan hidup dan aku akan mengabulkan keinginanmu untuk mengirimkanmu ke akhirat agar menjadi budak kami di rumah ini! Hahaha!" tawa ayahnya Abigail menggema di seluruh penjuru rumah membuat bulu Kuduk Rara dan Trisna merinding seketika
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
anggita
ok👌 thor smoga novelnya lancar.
2023-05-19
1