9. Tegang

" Lalu apakah ada cara lain agar kita bisa keluar dari rumah ini? Walau sebenarnya sangat mustahil!" ucap Trisna dengan ragu dan raut wajah yang khawatir.

" Ada, namun ini mengancam nyawa kalian! Kalo kalian berhasil, maka kalian akan selamat dan bisa keluar dari rumah ini. Namun kalo tidak, " ucap mamang ojek yang mulai menjeda ucapan nya.

" Kalian akan meninggal dengan keadaan yang sangat mengenaskan!! " Ucap mamang ojek tersebut dengan raut wajah yang sangat menakutkan bagi Trisna dan Rara.

Trisna dan Rara pun bingung sekaligus takut karena misi mereka ini sangat mengancam nyawa mereka berdua yang masih belum bosan untuk hidup dan masih ingin mencicipi indahnya kehidupan

" Kalo boleh tau, bagaimana cara agar kita bisa keluar dari sini?" Tanya Trisna dengan raut wajah yang sangat ketakutan dan juga sangat bingung.

" Ada salah satu cara yaitu kalian harus bisa mencari mayat mereka. Kemudian kalian kuburkan dengan layak. Kemudian kalian bacakan doa-doa. Namun semua itu tak akan mudah karena banyak rintangan yang harus kalian hadapi!! " Ucap mamang ojek tersebut dengan raut wajah serius.

" Tapi kenapa kita harus mencari jenazah mereka?" tanya Rara kepada mamang ojek tersebut.

" Mereka tidak tenang, karena jasad mereka belum ditemukan dan dimakamkan dengan layak. Jadi mereka tidak diterima di alam baka!" Ucap mamang ojek tersebut kemudian menghilang dari hadapan Rara dan Trisna

" Ta-tapi kita kan tidak tahu dimana mayat mereka berada Mang, " ucap Rara dengan raut wajah yang pasrah. Apalagi sudah tidak ada mamang ojek tadi yang akan memberi mereka petunjuk lagi mengenai keberadaan mayat setan-setan yang berada di rumah kosong itu yang sekarang bergentayangan dan mengganggu warga yang melintas di depan rumah kosong.

" Kita cari aja dulu, tapi kita gak boleh pisah sama sekali! Kalo gak, kita bisa benar-benar dibunuh oleh makhluk penghuni rumah ini! " Ucap Trisna dengan raut wajah khawatir dan juga mulai takut.

Ya sehebat apapun mereka berdua tetaplah hanya seorang gadis yang ibaratnya masih belum memiliki banyak pengalaman untuk berhadapan dengan makhluk-makhluk astral yang sekarang mulai menampakan eksistensi mereka di hadapan keduanya.

Rara sejak tadi bahkan sudah merinding Hawa di dalam rumah kosong itu sudah mulai terasa panas dan sangat mengganggu mereka.

Disaat mereka sudah mulai ketakutan dengan keadaan rumah itu, tiba-tiba saja Trisna seperti melihat dokter Bagas yang melintas di hadapannya

" Kita harus keluar dari rumah ini dengan selamat dan sehat!! " ucap Rara sambil memperagakan ucapan nya.

" Sebentar Ra! Aku tadi melihat dokter Bagas ada di rumah ini juga. Ayo kita cari dia. Aku yakin dia pasti bisa membantu kita untuk keluar dari rumah ini!" ucap Trisna dengan semangat yang menggebu-gebu.

Rara yang mendengarkan ucapan Trisna tampak mulai bersemangat karena sepertinya ada harapan yang bisa mereka pegang untuk bisa keluar dari rumah kosong itu.

" Tenanglah ra pasti Allah akan selalu melindungi kita berdua yang penting kamu jangan lupa untuk terus berdzikir di dalam hatimu dan terus lah menyebut asma Allah dan jangan sampai lupa untuk terus bersholawat. Insya Allah kita pasti akan bisa keluar dari rumah ini!" ucap Trisna dengan penuh keyakinan terus berusaha untuk menghibur Rara yang tampak mulai pucat wajahnya karena ketakutan.

Yah saat ini di hadapan mereka muncul sosok wanita bergaun merah yang kemarin marah kepada mereka berdua dan mengusir mereka dari rumah itu.

" Kalian lagi anak manusia yang sangat begal dan sangat sulit untuk diajak bicara. Bukankah aku sudah mengatakan padamu jangan datang lagi kemari atau aku akan membunuh kalian!" tiba-tiba saja wajah wanita yang berpakaian gaun merah itu berubah menjadi sangat menakutkan membuat Rarah dan prisma benar-benar tidak bisa untuk menatap wajahnya.

Tampak jari jemari wanita itu pun sekarang mulai memanjang dan bersiap untuk mencakar Rara dan Trisna.

" Abigail hentikan kelakuanmu itu tidak usah kau menakut-nakuti siapapun yang ada di sini!" tiba-tiba saja dokter Bagas sudah berada di hadapan Trisna dan Rara sambil menatap tajam kepada wanita yang bergaun merah itu yang tadi dipanggil Abigail oleh dokter Bagas.

Wanita bergaun merah itu pun kemudian merubah kembali wajahnya menjadi seorang wanita yang sangat cantik. Bahkan semua kuku-kukunya pun sekarang sudah kembali normal kembali.

Perempuan bergaun merah itu pun kemudian mendekati Bagas dan tampak tersenyum.

" Ah Kamu Bagas! Kau selalu saja merusak kesenanganku untuk bersenang-senang dengan kedua makhluk lemah itu. Hampir saja mereka sudah mau pingsan gara-gara melihat aku. Kau selalu saja mengganggu kesenanganku!" ucap wanita bergaun merah itu mulai misuh-misuh di hadapan dokter Bagas yang langsung mengeplak kepalanya dengan gemas.

" Kau itu menjadi manusia selalu usil dengan orang lain, sekarang sudah jadi setan pun lebih usil lagi! Sekarang cepat buka pintu depan itu supaya kedua gadis ini bisa pulang ke kediamannya!" perintah dokter Bagas kepada Abigail yang langsung cemberut kepadanya.

" Maafkan aku Bagas. Tapi yang mengunci pintu rumah itu adalah Ayahku dia tidak mengizinkan kedua gadis ini keluar dari rumah kami!" ucap Abigail dengan wajah penuh penyesalan.

Dokter Bagas tampak terkejut mendengarkan perkataan Abigail yang mengatakan bahwa mereka berdua telah ditahan oleh ayahnya Abigail pemilik dan penguasa rumah kosong yang saat ini sedang diselidiki oleh Rara dan Trisna.

Bagaimanapun dokter Bagas mengenal ayahnya Abigail yang terkenal sangat kejam dan juga jahat terhadap manusia yang selalu mengganggu ketentraman hidupnya di rumah kosong itu.

" Ah dasar kau! Kenapa tidak bilang dari tadi sih? Kalau begitu Aku akan berusaha sendiri untuk membuka pintu itu Aku tidak akan membiarkan kedua Gadis itu mati konyol di tangan ayahmu yang psikopat itu!" ucap dokter Bagas yang langsung melesat menuju pintu rumah kosong untuk mengeluarkan Trisna dan Rara yang mulai pucat wajah mereka berdua ketika melihat wajah seorang laki-laki yang tiba-tiba turun dari tangga.

" Ah sial, Aku terlambat. Ternyata pemilik rumah kosong ini sudah turun dan tampaknya aku harus bertarung dengan dia untuk bisa mengeluarkan ketua Gadis itu dari rumah ini!" ucap dokter Bagas tanpa menggeram sangat marah ketika melihat ayahnya Abigail sudah mencengkram leher kedua gadis yang telah nekat datang ke rumah kosong itu.

" Berani-beraninya kau datang ke rumah ini lagi! Padahal kami sudah memperingatkanmu berkali-kali untuk tidak mengganggu ketentraman hidup kami di rumah ini. Kalian memang sudah bosan hidup dan aku akan mengabulkan keinginanmu untuk mengirimkanmu ke akhirat agar menjadi budak kami di rumah ini! Hahaha!" tawa ayahnya Abigail menggema di seluruh penjuru rumah membuat bulu Kuduk Rara dan Trisna merinding seketika

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

ok👌 thor smoga novelnya lancar.

2023-05-19

1

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!