8. Penyelidikan yang menegangkan

Mereka berdua pun sudah masuk didalam rumah kosong tersebut, tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi diluar dugaan Trisna dan Rara.

Jendela rumah itu pun terbuka dan angin kencang tiba-tiba masuk membuat hawa dirumah kosong itu sangat dingin dan menyeramkan.

Barang-barang jatuh dan pecah, jendela terbuka dan tertutup bagaikan rumah itu sudah mau roboh di buat angin kencang tersebut.

" Tris, ada apa ini? Jangan-jangan penghuni rumah ini ngamuk! Gua takut Tris!! " Ucap Rara sambil memegang pundak Trisna dengan raut wajah yang sangat pucat karena takut.

" Tenang Ra! Kita baca doa-doa saja semoga kita dilindungi oleh Allah SWT " Ucap Trisna menenangkan sahabat nya yang sedang ketakutan.

" Ayo pulang Tris! Gua takut! " Ucap Rara dengan wajah yang sangat pucat dan keringat dingin yang mulai mengucur di tubuh Rara.

" Istighfar Ra! Biar kamu gak di masuki sosok disini Ra! " Ucap Trisna mencoba untuk meyakinkan kan Rara.

Terlambat Rara sudah dikuasai oleh makhluk yang ada disana.

" Kenapa kamu masih mencoba kembali kesini? Padahal sudah saya peringatkan apakah peringatan ku belum cukup membuatmu menyerah? Atau kau sudah bosan hidup? Beraninya kau! " Ucap sosok wanita yang merasuki tubuh Rara dengan nada yang sangat marah.

" A-aku kesini hanya untuk menyelidiki kasus yang menimpa keluarga kamu, aku gak berniat buruk kok! Tolong beri aku kesempatan untuk menyelidiki kasus ini! " Ucap Trisna dengan wajah pucat karena takut dan keringat dingin yang mulai membasahi tubuh nya.

" Aku tidak peduli dengan yang kau katakan!! Pergi lah dari sini, sebelum peringatan ketiga yang akan ku berikan kepada mu!! " Ucap sosok wanita tersebut dengan wajah yang sangat marah.

" Baiklah aku akan pergi dari sini, tapi tolong lepas kan sahabatku!! jangan sakiti dia "

Ucap Trisna dengan raut wajah yang sangat pucat.

" Pergilah dan bawa sahabat mu pergi dari rumah ini!! Aku tidak mau melihatmu lagi disini!! " Ucap sosok wanita itu dengan raut wajah yang sangat marah dan penuh dengan dendam dan amarah.

Trisna pun membaca ayat kursi dan surat-surat pendek, agar sosok wanita tersebut menghilang.

Sosok wanita itu pun menghilang dan akhirnya Trisna dan Rara pun melanjutkan perjalanan untuk melanjutkan penyelidikan.

" Ra, kamu baik-baik saja kan? Kamu merasa sakit gak? " Ucap Trisna dengan raut wajah khawatir.

" Kamu kenapa Tris? Kok kelihatannya khawatir banget sama aku emang aku habis ngapain? " Tanya Rara kepada Trisna dengan raut wajah bingung.

" Gak kok gak ada apa-apa! " Jawab Trisna dengan raut wajah bingung, karena Rara tampaknya tidak ingat lagi dengan apa yang terjadi tadi.

Mereka berdua pun berniat untuk pergi dari rumah kosong tersebut namun saat mereka ingin keluar mereka tampak tak bisa membuka pintu rumah itu.

" Duhhh..... Gimana ini pintunya gak bisa di buka! " Ucap Rara dengan raut wajah yang sangat takut.

" Kita kayaknya malam ini tidur disini dehh... " Ucap Trisna dengan raut wajah pasrah.

" Aduh... Masa kita tidur dirumah ini? Gak ada pilihan lain kah Tris? " Tanya Rara sambil menatap Trisna dengan pusing. Ya memikirkan bahwa mereka akan tidur di rumah kosong itu benar-benar membuat kepala Rara menjadi pening seketika

" Ada, cuman ini sangat mengancam nyawa! " Jawab Trisna sambil menatap Rara dengan tatapan tajam.

" Apaan tuhh... ? " Tanya Rara dengan bingung dan wajah yang penuh pertanyaan.

" Pilihan pertama kita malam ini tidur disini sampai besok, pilihan kedua kita naik keatas lalu melompat dari balkon! Pilih yang mana? Tidur disini atau melompat dari balkon yang tingginya berkisaran 9-10 meter! " Ucap Trisna sambil menatap Rara.

" Hahh.... Pilihan nya sulit amat perasaan! " Jawab Rara dengan raut wajah terkejut.

" Tinggal pilih mau yang mana! " Ucap Trisna dengan tatapan tajam.

" Ya udah gua pilih yang pertama ajah dah dari pada melompat dari ketinggian yang sangat tinggi begitu! Auto pulang tinggal nama gua! " Ucap Rara sambil meringis ngeri.

Trisna lalu memeluk sahabat nya yang tadi sempat dirasuki oleh sosok wanita bergaun merah yang marah dengan kehadiran mereka.

" Apa kita usaha lagi saja untuk membuka pintunya? Siapa tahu tadi hanya macet saja?" tanya Rara yanh merasa bahwa dia memang harus usaha dulu sebelum menyerah.

Trisna kemudian menyanggupi keinginan Rara dan mereka berdua pun kemudian berusaha kembali membuka pintu rumah kosong itu.

" Tris, ayo kita membukanya sambil membaca ayat kursi dan juga ayat-ayat pendek berdoa kepada Allah agar Allah mau menyelamatkan kita dari sini!" ucap Rara penuh dengan keyakinan dan juga kemantapan.

Trisna kemudian membacakan ayat-ayat suci Alquran. Sambil mulutnya terus merapalkan doa dan tangannya dia salurkan kekuatan tenaga dalam agar mereka berdua bisa membuka pintu dengan baik.

Waktu semakin sore dan waktu mereka untuk bisa keluar dari rumah kosong itu sebelum maghrib tiba pun benar-benar sangat sempit bagi mereka.

Oleh karena itu terlihat Trisna berusaha sangat keras agar bisa keluar dari rumah kosong yang benar-benar auranya mulai terasa sangat mistis.

" Aduh Tris kayaknya kita bakalan mati di rumah ini deh. Lihatlah bulukuduk gue dari tadi udah merinding semuanya!" ucap Rara yang tampaknya ingin menyerah karena dia sudah ketakutan sekali.

" Ayolah Ra kita harus berjuang lagi agar bisa keluar dari rumah kosong ini. Kita itu masih punya Allah, maka kita harus berusaha untuk ingat bahwa Allah pasti akan melindungi kita!" ucap Trisna terus membujuk sahabatnya.

Rara pun kemudian mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Trisna.

Akan tetapi ketika mereka mulai kembali berusaha untuk membuka pintu, tiba-tiba saja ada seberkas cahaya putih seakan melesat dan muncul di hadapan mereka.

" Ya ampun sih Neng. Kemarin kan Mamang sudah peringatkan untuk tidak datang lagi kemari. Kenapa masih saja bandel sih? Apa kalian sudah bosan hidup Neng?" tanya suara yang dikenali oleh Rara.

" Bukannya Mamang itu tukang ojek yang kemarin membantu saya membawa teman saya ke rumah sakit ya?" tanya Rara yang merasa senang karena dia pikir akan ada orang yang bisa menolong dia.

" Pintunya tidak bisa dibuka Mang. Dari tadi kami terus berusaha untuk keluar dari rumah ini. Tapi sepertinya penghuni rumah ini tidak mengizinkan kami untuk keluar dari sini!" ucap Trisna sambil mengulas senyum kepada laki-laki yang dikatakan oleh Rara sebagai tukang ojek yang membantunya kemarin sewaktu Trisna pingsan ketika dia jatuh dari tangga yang menuju lantai dua.

" Hah. Kalau seperti ini sudah berbahaya buat kalian berdua. Pasti penguasa di rumah ini sudah marah dan berniat untuk membunuh kalian berdua. Makanya mereka menahan kalian untuk berada di rumah ini!" ucap si Mamang ojek samping menggelengkan kepalanya tampak begitu frustasi sekali.

Terpopuler

Comments

Ima Diah

Ima Diah

Rara kebanyakan mengeluh,bukan nya usaha dulu cari solusi gitu atau apa aja,tapi cerita nya indigo.....🤔🤔🤔🤔🤔🤔

2024-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!