Setelah dokter Bagas berhasil membawa keluar Trisna dan Rara dari rumah sakit itu, dia pun kemudian melambaikan tangan kepada kedua gadis itu yang tiba-tiba saja merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan dokter tampan yang baik hati itu.
" Kasihan ya dokter Bagas. Dia harus terjebak selamanya di rumah sakit itu. Tanpa bisa keluar ataupun meninggalkannya!" ucap Rara yang merasa sedih.
" Iya, dia sampai rela berkorban demi kita. Walau pun tadi dia sempat aku tawarkan untuk kucarikan jasadnya, namun dia tak mau dan malahan menyuruhku untuk pergi dari sini! " Ucap Trisna dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Hahh... Kenapa kau tidak bilang kepada ku? biar aku bantu Carikan jasadnya dokter Bagas!! " Tanya Rara kepada Trisna dengan raut wajah cemberut.
" Dokter bagasnya aja nggak mau kasih tahu aku di mana jasadnya, gimana aku mau kasih tahu kamu? " Jawab Rara dengan mengkerutkan alisnya.
" Bilang dong dari tadi! Kalau cerita itu angan sepotong-sepotong jadinya kan aku salah paham! " Ucap Rara sambil menatap Trisna dengan menumpukan kedua tangannya.
" Kamu yang salah paham duluan! " ucap Trisna dengan mengkerutkan alisnya.
" Sudahlah Ayo kita pulang! Nanti makhluk astral itu malah datang untuk mencari kita! " Ucap Rara kemudian berjalan mendahului Trisna.
Mereka berdua pun berjalan ke arah jalan, untuk mencari kendaraan umum yang lewat, agar memudahkan mereka dalam perjalanan pulang.
" Taksi!! " Ucap Rara sambil melambaikan tangannya memanggil taksi yang tadi melintas di hadapan mereka.
" Iya neng, ayo masuk! " Ucap pak sopir taksi tersebut kepada Rara Dan Trisna sambil tersenyum ramah.
" Ke desa Cemara yah pak! " Ucap Rara sambil mengorek-ngorek tas nya seperti sedang mencari sesuatu.
" Kamu cari apa Ra? " tanya Trisna tampak heran dengan tingkah laku Rara.
" Ini hp ku hilang! kamu lihat nggak yah dimana hpku? " Jawab Rara sambil terus mencari HPnya yang hilang.
" Hahh... Memang tadi kamu taruh dimana? " Tanya Trisna dengan raut wajah bingung.
" Seingatku terakhir kali Aku lihat di samping meja yang ada di ruangan saat kamu dirawat dehh... " Jawab Rara dengan raut wajah khawatir.
" Wadduhhh... Jangan-jangan masih tertinggal di sana! Coba cari lagi siapa tahu di tas-tas lain! Jangan buat aku khawatir dehh... " ucap Trisna dengan wajah yang sangat terkejut dan khawatir.
" Semoga saja sih masih ada di tas-tas lain, coba aku cek dulu! " Ucap Rara sambil membuka tas yang ada di sampingnya.
" Iya cepat cek keburu jauh dari lokasi rumah sakit itu!! " Ucap Trisna dengan wajah yang sangat khawatir, membuat suasana di mobil semakin menegangkan.
" Huhhhhhh..... Ini dia aku kira kemana kamu hp? Dasar! Bikin panik ajah... " Ucap Rara dengan raut wajah yang mulai lega karena hp-nya sudah ketemu.
" Ishh... HP kurang ajar! Udah panik terpanik-panik, ternyata kamu di situ! kamu juga Rara ingat baik-baik dulu baru bilang hilang! Jangan bikin orang panik!! " Ucap Trisna kepada Rara dengan raut wajah yang marah karena dia tadi sangat panik.
" Iya aku tahu! Tapi kan aku juga lupa taruh di mana? Maaf ya udah bikin kamu panik " Ucap Rara sambil menatap Trisna dengan tatapan sendu.
" Hmmm... Lain kali jangan dilakukan lagi lohh awas kamu!! " Jawab Trisna dengan tersenyum paksa.
Tak beberapa lama kemudian mereka berdua pun sudah sampai di kos-kosan mereka, mereka pun langsung melepaskan jaket mereka kemudian mandi dan membereskan barang-barang mereka.
" Huhhh.... Lelah nya seharian diluar gak ada istirahatnya sama sekali! " Ucap Rara sambil melepaskan jaketnya dan menggantung nya di gantungan kamar mereka.
" Gua mandi duluan yah! " Ucap Trisna kemudian menoleh kearah Rara.
" Iya sana lu mandi habis itu jangan lupa sholat dulu terus bantu gua beres-beres rumah! " Ucap Rara kemudian berjalan kearah dapur rumah.
" Iya gua tau kok! " Ucap Trisna sambil mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.
Mereka berdua pun menjalani aktivitas seperti biasa cuma kali ini mereka lebih banyak pekerjaan karena kondisi kosan mereka yang berantakan karena sudah 3 hari mereka tinggal tanpa dibersih kan.
Rara yang sedang mencuci baju pun kelelahan karena berat keranjang yang sangat berat bagi nya.
" Trisna, bantuin gua! " Ucap Rara sambil berteriak memanggil Trisna.
" Iya tunggu, gua sebentar lagi kesitu kok! " Jawab Rara sambil berjalan kearah tempat Rara berada.
Mereka berdua kemudian mengangkat pakaian bersama kemudian menjemurnya.
Setelah mereka berdua selesai menjemur pakaian mereka berdua pun lanjut membereskan rumah seperti menyapu ruangan, mencuci piring, memasak, membereskan baju, menata barang, dll mereka lakukan bersama dengan ketawa dan senyum yang bahagia.
Siang hari nya mereka berdua berniat untuk pergi ke rumah kosong tersebut untuk menyelidiki karena saat kemarin mereka menyelidiki mereka belum menemukan petunjuk apa pun.
" Ra, ayo siap-siap untuk pergi ke rumah kosong itu! " Ucap Trisna sambil menyiapkan barang-barang yang mereka butuh kan saat menyelidiki rumah kosong tersebut.
" Hahh... Kamu masih nekat kesana? Padahal kamu sudah terluka seperti itu! Ya ampun, memang kamu ini gak ada kapok-kapok nya yah. sudah diperingati sama mba kunti yang ada dirumah itu juga! " Ucap Rara sambil mengkerutkan alis nya dan menepuk pundak Trisna.
" Kan kita dari awal memang berniat untuk menyelidiki rumah kosong itu, tapi kok kamu malahan menyerah begitu saja? " Ucap Trisna sambil menyingkirkan tangan Rara dari pundak nya.
" Saat kita menginginkan sesuatu, kita itu harus berusaha terlebih dahulu baru pantas mendapatkan nya! Belajar lah untuk tidak mudah menyerah Rara! Kau mengerti? " Ucap Trisna sambil menasihati Rara.
" Ehhh.... Emang sih... Ya sudah lah aku akan ikut bersama mu! Dan tak akan menyerah begitu saja walau badai menerjang dihadapan!! " Ucap Rara sambil memperagakan ucapan nya dan kemudian tertawa.
" Hahaha... Kau kayak anak kecil saja! " Ucap Trisna sambil tertawa dengan lepas.
" Sudah ayo kita pergi, ini bukan saat nya bercanda! " Ucap Rara sambil mengambil tas dan kemudian menggendongnya.
" Hmm... Iya kamu yang mulai bercanda duluan kok! Yah aku menghargai dengan cara tertawa! " Ucap Trisna sambil berjalan dengan tas besar yang sedang dia gendong.
" Sudah lah kau mau berangkat tidak? Hari sebentar lagi sudah mau gelap! " Ucap Rara sambil berjalan meninggalkan Trisna.
" Hmmm.... Iya sihh!! " Ucap Trisna dengan mempercepat jalan nya.
Mereka berdua pun sudah sampai di depan rumah kosong tersebut.
" Aku gak yakin loh Tris! " Ucap Rara sambil memegang pundak Trisna dan menundukkan kepalanya.
" Kau tadi yang sangat ingin berangkat dan sibuk mengomeli ku! Dan sekarang kau malahan yang ingin pulang! " Ucap Trisna sambil berjalan mendahului Rara.
" Tungguin jangan tinggalin gua dong! " Ucap Rara sambil berlari kearah Trisna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
anggita
si trisna sering ninggal rara yah😑
2023-05-19
1