Hari itu juga Rara dan Trisna langsung keluar dari rumah sakit yang terasa begitu misterius bagi mereka.
Aneh tapi nyata. Rumah sakit itu begitu sepi dan tidak ada seorangpun di sana. Padahal tadi malam ketika Rara datang ke rumah sakit itu, tampak begitu ramai dan banyak pasien yang ada di sekitar mereka.
" Udah Tris. Ayo kita pulang sekarang! Aku benar-benar tidak nyaman berada di rumah sakit ini. Aku yakin deh kalau rumah sakit ini tuh rumah sakitnya para kaum astral. Soalnya tadi malam aku melihat di sekitar sini tuh banyak sekali pasien. Lihatlah sekarang! Sudah siang, semuanya menghilang!" ucap Rara mengatakan semuanya kepada Trisna yang tampak begitu terkejut.
" Masa sih? Apa itu artinya tadi malam aku diobatin sama makhluk astral? Aku ingat kok tadi malam ketika aku sadar, aku melihat ada seorang dokter yang sangat tampan sekali mengobatiku dengan begitu telaten.
Mendengar penuturan dari Trisna Rara pun akhirnya tidak bisa berkata-kata.
" Jadi gimana dong? Kita mau pulang sekarang ataukah menunggu nanti malam saja? Menunggu semua makhluk yang ada di rumah sakit ini keluar dan menampakan dirinya kepada kita gitu?" Tanya Rara yang seakan merinding seketika ketika mengatakannya.
" Udahlah tidak masalah. Santai saja. Toh kita juga kan selalu memiliki pegangan. Kita harus percaya kepada Allah bahwa Allah pasti akan selalu menjaga kita!" ucap Trisna dengan tersenyum penuh kebahagiaan.
Sebenarnya Trisna sangat penasaran ingin kembali bertemu dengan dokter tampan yang tadi malam mengobatinya di ruang ICU.
" Kalau memang makhluk-makhluk yang ada di sini itu adalah mahluk yang jahat, pasti tadi malam kita berdua sudah habis dijadikan bulan-bulanan mereka. Lihatlah! Sampai siang begini kita baik-baik saja kan?" tanya Trisna sambil tersenyum kepada Rara yang hanya bisa tersenyum kecut mendengarkan ucapan sahabatnya.
Sejujurnya Rara sampai saat ini masih merinding ketika mengingat kejadian tadi malam ketika dia berbicara dengan suster dan juga tukang ojek yang sudah menolong mereka berdua.
Tadi Rara pergi keluar untuk mencari makan bagi mereka berdua di restoran yang jauh dari rumah sakit. Rara sudah memperingatkan kepada Trisna untuk tidak memakan suguhan apapun yang diberikan oleh suster maupun penghuni rumah sakit.
" Iya iya aku tidak akan memakannya toh kita juga akan mempunyai mata batin yang bisa melihat apa-apa saja yang disuguhkan oleh mereka. Jadi kau tidak usah khawatir!" ucap Trisna berusaha untuk menenangkan sahabatnya yang dia tahu sangat menyayangi dan juga peduli dengan dirinya.
Setelah mereka berdua selesai makan. Akhirnya Trisna merasa bosan juga karena menunggu dokter tampan yang tidak juga mau datang di depannya.
" Udahlah Ayo kita pulang aja. Sebaiknya kita nanti mampir saja ke Puskesmas yang letaknya agak dekat dengan kos-kosan kita!" ucap Trisna kepada Rara.
" Terus gimana dong? Apakah kita perlu membayar atau tidak untuk biaya medisnya? Lah sekarang tidak ada siapapun di sini dan kita juga tidak tahu alat pembayaran mereka apa!" ucap Rara mulai bingung sekali.
Trisna hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengarkan pertanyaan dari sahabatnya.
" Sebentar ya! Aku akan mencoba untuk memanggil salah satu makhluk yang berada di rumah sakit ini. Yah! Minimal kita tahulah. Apa yang harus kita lakukan ketika kita keluar dari rumah sakit ini. Jangan sampai nanti kita dikejar-kejar karena tidak membayar biaya medis!" ucap Trisna sambil meringis di hadapan sahabatnya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Kita berdoa saja ya. Semoga dokter tampan itu yang datang menemui kita hari ini!" ucap Trisna sambil tersenyum usil kepada Rara.
" Dasar modus!" ucap Rara yang sudah tahu akal-akalan sahabatnya.
Trisna pun kemudian mulai memejamkan matanya dan berusaha untuk bermeditasi. Dia mulai menyatukan jiwanya dengan segala sesuatu yang ada di dalam rumah sakit itu. Trisna berusaha mencari dokter tampan yang tadi malam merawatnya di ruang ICU dengan menggunakan pikirannya dan hasilnya...
" Kenapa kalian masih berada di sini juga? Pulanglah sekarang juga. Kalau sudah malam maka akan semakin ribet urusannya. Karena akan semakin banyak makhluk astral yang harus kalian hadapi untuk bisa keluar dari sini." ucap dokter tampan yang tadi malam mengobati Trisna di dalam ruang ICU.
Rara dan Trisna tampak begitu terpesona melihat ketampanan dokter tersebut yang saat ini sedang tersenyum kepada mereka.
" Bagaimana caranya kami berdua bisa keluar dari rumah sakit ini? Sementara kami belum membayar biaya medis yang harus kami selesaikan. Kami tidak mau punya hutang di sini!" ucap Trisna masih tampak terpesona kepada dokter tampan yang ada di hadapannya.
" Sudah Cepat kalian pulanglah dari sini. Nanti aku yang akan membayar biaya medis kalian!" ucap dokter tampan itu yang bernama Bagas ya Trisna membaca nama dokter Bagas di dalam tag name yang ada di pakaian dokter yang digunakan oleh Bagas saat ini.
Bukannya kedua Gadis itu pergi mereka malah terus menatap dokter Bagas dengan penuh kekaguman.
Visualisasi Dokter Bagaskara
" Bisakah kau menceritakan padaku tentang sejarah rumah sakit itu dan kenapa kau bisa terjebak di sini?" tanya Trisna yang malah ingin mengetahui tentang informasi dokter tampan yang saat ini sedang menatap kepadanya.
" Dulu ada kebakaran besar di rumah sakit ini. Dan mengakibatkan banyak sekali korban yang berjatuhan. Ya aku termasuk dari korban itu dan aku tidak bisa meninggalkan rumah sakit ini karena jenazahku terkubur di antara puing-puing rumah sakit ini. Sudah hampir 80 tahun kematianku, akan tetapi belum ada yang menemukan jenazahku!" ucap dokter Bagas dengan raut wajah penuh kesedihan.
" Kasihan sekali. Tunjukkanlah kepadaku di mana jenazahmu sekarang dan aku akan berusaha untuk menyempurnakan kepergian kamu. Sehingga kau bisa pergi ke alam yang seharusnya kau saat ini berada!" ucap Trisna benar-benar merasa sedih dengan nasib seorang Bagas yang sangat malang.
" Sudah tidak apa-apa. Kau tidak usah memikirkan tentangku. Aku tidak apa-apa kok. Bagus juga aku berada di sini. Karena aku bisa membantu orang-orang yang tersesat seperti kalian sehingga aku bisa menolong untuk kalian bisa keluar dari rumah sakit ini dengan Selamat." ucap dokter Bagas sambil menatap Tresna yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan penuh kekaguman dan penuh misteri.
Bagas sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja dirinya merasakan aura yang berbeda ketika melihat Trisna yang terus saja memperhatikannya tanpa berkedip sama sekali.
" Ayo sekarang juga kalian pulang. Sebentar lagi mau malam. Kalau sampai penguasa rumah sakit ini melihat kalian, maka kalian tidak akan bisa keluar dari rumah sakit ini dengan begitu mudah!" ucap dokter Bagas yang kemudian menarik tangan mereka berdua untuk segera meninggalkan rumah sakit para mahluk astral itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
cocowinter
Dokternya keren sayang dianya hantu
2023-06-18
1
anggita
visualisasi dokternya 👌👍 keren.
2023-05-19
1