6. Masa sih?

Hari itu juga Rara dan Trisna langsung keluar dari rumah sakit yang terasa begitu misterius bagi mereka.

Aneh tapi nyata. Rumah sakit itu begitu sepi dan tidak ada seorangpun di sana. Padahal tadi malam ketika Rara datang ke rumah sakit itu, tampak begitu ramai dan banyak pasien yang ada di sekitar mereka.

" Udah Tris. Ayo kita pulang sekarang! Aku benar-benar tidak nyaman berada di rumah sakit ini. Aku yakin deh kalau rumah sakit ini tuh rumah sakitnya para kaum astral. Soalnya tadi malam aku melihat di sekitar sini tuh banyak sekali pasien. Lihatlah sekarang! Sudah siang, semuanya menghilang!" ucap Rara mengatakan semuanya kepada Trisna yang tampak begitu terkejut.

" Masa sih? Apa itu artinya tadi malam aku diobatin sama makhluk astral? Aku ingat kok tadi malam ketika aku sadar, aku melihat ada seorang dokter yang sangat tampan sekali mengobatiku dengan begitu telaten.

Mendengar penuturan dari Trisna Rara pun akhirnya tidak bisa berkata-kata.

" Jadi gimana dong? Kita mau pulang sekarang ataukah menunggu nanti malam saja? Menunggu semua makhluk yang ada di rumah sakit ini keluar dan menampakan dirinya kepada kita gitu?" Tanya Rara yang seakan merinding seketika ketika mengatakannya.

" Udahlah tidak masalah. Santai saja. Toh kita juga kan selalu memiliki pegangan. Kita harus percaya kepada Allah bahwa Allah pasti akan selalu menjaga kita!" ucap Trisna dengan tersenyum penuh kebahagiaan.

Sebenarnya Trisna sangat penasaran ingin kembali bertemu dengan dokter tampan yang tadi malam mengobatinya di ruang ICU.

" Kalau memang makhluk-makhluk yang ada di sini itu adalah mahluk yang jahat, pasti tadi malam kita berdua sudah habis dijadikan bulan-bulanan mereka. Lihatlah! Sampai siang begini kita baik-baik saja kan?" tanya Trisna sambil tersenyum kepada Rara yang hanya bisa tersenyum kecut mendengarkan ucapan sahabatnya.

Sejujurnya Rara sampai saat ini masih merinding ketika mengingat kejadian tadi malam ketika dia berbicara dengan suster dan juga tukang ojek yang sudah menolong mereka berdua.

Tadi Rara pergi keluar untuk mencari makan bagi mereka berdua di restoran yang jauh dari rumah sakit. Rara sudah memperingatkan kepada Trisna untuk tidak memakan suguhan apapun yang diberikan oleh suster maupun penghuni rumah sakit.

" Iya iya aku tidak akan memakannya toh kita juga akan mempunyai mata batin yang bisa melihat apa-apa saja yang disuguhkan oleh mereka. Jadi kau tidak usah khawatir!" ucap Trisna berusaha untuk menenangkan sahabatnya yang dia tahu sangat menyayangi dan juga peduli dengan dirinya.

Setelah mereka berdua selesai makan. Akhirnya Trisna merasa bosan juga karena menunggu dokter tampan yang tidak juga mau datang di depannya.

" Udahlah Ayo kita pulang aja. Sebaiknya kita nanti mampir saja ke Puskesmas yang letaknya agak dekat dengan kos-kosan kita!" ucap Trisna kepada Rara.

" Terus gimana dong? Apakah kita perlu membayar atau tidak untuk biaya medisnya? Lah sekarang tidak ada siapapun di sini dan kita juga tidak tahu alat pembayaran mereka apa!" ucap Rara mulai bingung sekali.

Trisna hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengarkan pertanyaan dari sahabatnya.

" Sebentar ya! Aku akan mencoba untuk memanggil salah satu makhluk yang berada di rumah sakit ini. Yah! Minimal kita tahulah. Apa yang harus kita lakukan ketika kita keluar dari rumah sakit ini. Jangan sampai nanti kita dikejar-kejar karena tidak membayar biaya medis!" ucap Trisna sambil meringis di hadapan sahabatnya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.

" Kita berdoa saja ya. Semoga dokter tampan itu yang datang menemui kita hari ini!" ucap Trisna sambil tersenyum usil kepada Rara.

" Dasar modus!" ucap Rara yang sudah tahu akal-akalan sahabatnya.

Trisna pun kemudian mulai memejamkan matanya dan berusaha untuk bermeditasi. Dia mulai menyatukan jiwanya dengan segala sesuatu yang ada di dalam rumah sakit itu. Trisna berusaha mencari dokter tampan yang tadi malam merawatnya di ruang ICU dengan menggunakan pikirannya dan hasilnya...

" Kenapa kalian masih berada di sini juga? Pulanglah sekarang juga. Kalau sudah malam maka akan semakin ribet urusannya. Karena akan semakin banyak makhluk astral yang harus kalian hadapi untuk bisa keluar dari sini." ucap dokter tampan yang tadi malam mengobati Trisna di dalam ruang ICU.

Rara dan Trisna tampak begitu terpesona melihat ketampanan dokter tersebut yang saat ini sedang tersenyum kepada mereka.

" Bagaimana caranya kami berdua bisa keluar dari rumah sakit ini? Sementara kami belum membayar biaya medis yang harus kami selesaikan. Kami tidak mau punya hutang di sini!" ucap Trisna masih tampak terpesona kepada dokter tampan yang ada di hadapannya.

" Sudah Cepat kalian pulanglah dari sini. Nanti aku yang akan membayar biaya medis kalian!" ucap dokter tampan itu yang bernama Bagas ya Trisna membaca nama dokter Bagas di dalam tag name yang ada di pakaian dokter yang digunakan oleh Bagas saat ini.

Bukannya kedua Gadis itu pergi mereka malah terus menatap dokter Bagas dengan penuh kekaguman.

Visualisasi Dokter Bagaskara

" Bisakah kau menceritakan padaku tentang sejarah rumah sakit itu dan kenapa kau bisa terjebak di sini?" tanya Trisna yang malah ingin mengetahui tentang informasi dokter tampan yang saat ini sedang menatap kepadanya.

" Dulu ada kebakaran besar di rumah sakit ini. Dan mengakibatkan banyak sekali korban yang berjatuhan. Ya aku termasuk dari korban itu dan aku tidak bisa meninggalkan rumah sakit ini karena jenazahku terkubur di antara puing-puing rumah sakit ini. Sudah hampir 80 tahun kematianku, akan tetapi belum ada yang menemukan jenazahku!" ucap dokter Bagas dengan raut wajah penuh kesedihan.

" Kasihan sekali. Tunjukkanlah kepadaku di mana jenazahmu sekarang dan aku akan berusaha untuk menyempurnakan kepergian kamu. Sehingga kau bisa pergi ke alam yang seharusnya kau saat ini berada!" ucap Trisna benar-benar merasa sedih dengan nasib seorang Bagas yang sangat malang.

" Sudah tidak apa-apa. Kau tidak usah memikirkan tentangku. Aku tidak apa-apa kok. Bagus juga aku berada di sini. Karena aku bisa membantu orang-orang yang tersesat seperti kalian sehingga aku bisa menolong untuk kalian bisa keluar dari rumah sakit ini dengan Selamat." ucap dokter Bagas sambil menatap Tresna yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan penuh kekaguman dan penuh misteri.

Bagas sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja dirinya merasakan aura yang berbeda ketika melihat Trisna yang terus saja memperhatikannya tanpa berkedip sama sekali.

" Ayo sekarang juga kalian pulang. Sebentar lagi mau malam. Kalau sampai penguasa rumah sakit ini melihat kalian, maka kalian tidak akan bisa keluar dari rumah sakit ini dengan begitu mudah!" ucap dokter Bagas yang kemudian menarik tangan mereka berdua untuk segera meninggalkan rumah sakit para mahluk astral itu.

Terpopuler

Comments

cocowinter

cocowinter

Dokternya keren sayang dianya hantu

2023-06-18

1

anggita

anggita

visualisasi dokternya 👌👍 keren.

2023-05-19

1

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!