Bab 5. Trisna masuk rumah sakit

Begitu sampai di rumah sakit terdekat, Rara langsung menuju ke ruang ICU meminta pertolongan kepada tim paramedis untuk menolong Trisna yang saat ini masih pingsan.

Dengan bantuan tukang ojek itu akhirnya Rara berhasil membawa Trisna ke ruang ICU. Rara kemudian menemui mamang tukang ojek dan memberikan upah sesuai dengan tarif yang disebutkan oleh pria paruh baya itu. Selain itu Rara juga mengucapkan terima kasih karena sudah membantunya lolos dari bahaya saat dia berada di rumah kosong bersama dengan Trisna yang sekarang masuk ke ruang ICU.

" Terima kasih banyak ya pak. Karena bapak sudah menolong saya dan juga teman saya semoga Allah yang akan membalas kebaikan bapak!" ucap Rara mengucapkan terima kasih kepada tukang ojek itu yang tersenyum kepadanya.

" Hati-hati ya Neng. Lain kali kalian tidak usah datang lagi ke rumah kosong itu. Karena hal itu sangat berbahaya. Karena di sana itu bisa dikatakan sebagai sarangnya para demit yang mati penasaran, karena dibunuh oleh orang-orang jahat. Kalian berdua sangat beruntung masih bisa keluar dari rumah itu dengan selamat." ucap tukang ojek itu yang kemudian berpamitan kepada Rara.

Rara setelah itu langsung masuk ke dalam rumah sakit lagi dan dia bertemu dengan suster yang tampak heran kepadanya.

" Neng Kamu bicara dengan siapa?" tanya suster itu sambil mengerutkan keningnya.

" Itu suster tukang ojek yang tadi membantu saya dan teman saya untuk sampai ke rumah sakit." ucap Rara sambil tersenyum kepada suster yang malah tanpa kelihatan bingung mendengarkan ucapannya.

" Ada apa suster? Emangnya ada yang aneh ya?" tanya Rara tampak bingung.

" Dari tadi Saya tidak melihat siapa-siapa bersama denganmu. Saya hanya melihat Mbak yang sedang bicara sendiri dari tadi. Saya kira Mbak itu orang gila. Makanya saya datang menyapamu untuk memastikan saja." Rara auto melotot mendengarkan penuturan dari Suster itu yang mengatakan bahwa dia tidak melihat siapa-siapa bersama dia.

" Lah terus tadi suster melihat saya datang ke sini membawa teman saya dengan siapa?" tanya Rara yang mulai horor saja rasanya.

" Saya melihat Mbak tadi menggendong temannya sendirian ke mari dengan berlari seperti orang yang dikejar setan!" ucap Suster itu yang sukses membuat Rara gemetar ketakutan di buatnya.

" Ya sudah suster. Terima kasih atas keterangannya. Oh ya bagaimana dengan keadaan teman saya di dalam sana?" tanya Rara sambil terus membaca doa di dalam hatinya. Karena sejujurnya dia saat ini sedang merasa merinding sekali.

' Jangan-jangan suster ini adalah makhluk astral juga kenapa tubuhku merinding seperti ini?' bathin Rara mulai tidak nyaman.

Ketika Rara hendak mencari Suster itu lagi, tiba-tiba Suster itu sudah tidak ada di hadapannya.

" Tuh asli kan, dia pasti mahluk astral yang sedang usil padaku. Dasar ga ada kerjaan!" ucap Rara merasa kesal luar biasa karena telah menjadi korban keusilan dari makhluk yang ada di rumah sakit.

Rara kemudian masuk ke dalam ruangan di mana Trisna sudah masuk ke dalam sana setelah tadi diperiksa di ruang ICU.

" Trisna. Cepat sembuh ya? Aku nggak buat loh kalau lama-lama harus di rumah sakit ini. Karena rumah sakit ini banyak sekali penunggunya dan banyak sekali aura negatif yang tersimpan di rumah sakit ini! Kata suster tadi mengatakan kalau aku datang kemari dengan cara menggendong mu dengan berlari. Jangan-jangan tukang ojek itu juga makhluk astral yang membawa kita ke rumah sakit para kaum astral! Ih serem banget Tris! Cepat bangun dong! Gue ga nyaman tahu!" bocah berarah terus bermonolog sambil melihat ke arah sahabatnya yang masih memejamkan matanya.

Karena merasa sangat lelah sekali. Rara pun kemudian memejamkan matanya di samping sahabatnya sambil menggenggam telapak tangan Trisna. Karena dengan melakukan hal itu Rara merasa lebih aman.

Rara tahu kalau Trisna memiliki ghodam penjaga warisan leluhur dia yang selalu menjaganya kemanapun perginya.

Itulah yang membuat Trisna tidak pernah merasa ketakutan, walaupun pergi ke tempat wingit sekalipun. Karena dia percaya bahwa dia selalu dijaga oleh khodam penjaganya.

Keesokan harinya, tampak sebuah tangan yang menggenggam tangan seseorang, ternyata itu adalah Rara yang sedang menggenggam tangan Trisna dengan raut wajah yang sangat sedih dan khawatir akan keadaan Trisna.

" Trisna ayo bangun! Masa baru hari pertama kita menyelidiki rumah itu, kau sudah sakit seperti ini! Bagaimana dua minggu coba? Mungkin kita udah tinggal nama saja. Hiks hiks. Bangunlah, kau sudah membuat aku jadi khawatir!" Ucap Rara sambil menggenggam telapak tangan Trisna yang masih pingsan dengan wajah yang sangat pucat.

Tak beberapa lama kemudian, Trisna pun bangun dari pingsannya. Dia tampak bingung saat melihat dia sudah berada di rumah sakit dengan tangan yang sudah diinfus.

" Rara, kenapa aku di rumah sakit?" Tanya Trisna dengan wajah yang pucat dan suara yang pelan.

" Kamu tadi terjatuh dari tangga saat berada di rumah kosong itu! Kepalamu berdarah dan aku langsung membawamu ke rumah sakit. Sebenarnya apa yang terjadi saat kau di atas? Sampai-sampai kamu kok bisa terjatuh dari tangga?" tanya Rara dengan wajah penasaran dan khawatir.

"Eeehhh... Aku tidak terlalu ingat soal kejadian itu! Yang kuingat, ada sosok kakek-kakek yang sedang berdiri di dekat tangga dan terus menghalangiku untuk turun dari tangga, lalu aku kepleset karena kesandung sesuatu yang aku juga tidak tahu apa itu! Aku mencoba untuk menghindar namun terjatuh! Saat terbangun sudah berada di sini! " jawab Trisna dengan wajah pucat sambil memegang kepalanya.

" Kamu seharusnya lebih berhati-hati! Apa lagi disitu banyak hantu nya! " Ucap Rara sambil menatap Trisna dengan tatapan yang khawatir dan juga takut terjadi apa-apa dengan mereka berdua.

" Yah... Aku kan sudah berhati-hati, namun mungkin memang takdirlu kalo aku itu bakalan jatuh! " Jawab Trisna dengan mengerutkan alis nya.

" Ayo kita pulang! Kamu sudah sembuh kan? " Tanya Rara sambil membereskan barang- barang mereka berdua.

" Ya, nggak bisa gitu dong ra? Masa pulang gitu aja sih? Kamu sok ngadi-ngadi aja deh! Kita harus tunggu dulu bagaimana pendapat Dokter. Dengerin diagnosis dokter dulu Rara! Masa kita main pergi saja? Bagaimana kalau ada luka dalam. Bagaimana kalau ada patah tulang? Emang kau mau bertanggung jawab kalau seandainya ada sesuatu yang buruk menimpa aku?" tanya Trisna cemberut.

" Ya udah kalau begitu aku akan pergi keluar dulu ya? Aku mau mencari makan untuk kita. Aku lapar sekali tahu. Sejak tadi malam aku belum makan apapun!" ucap Rara berpamitan kepada Trisna yang akhirnya hanya bisa menganggukan kepala karena bagaimanapun dia saat ini belum bisa melakukan apapun.

Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!