4. Menyelidiki Rumah kosong

Mereka pun kemudian menyelesaikan perdebatan dan memutuskan untuk kembali menyelidiki rumah kosong itu.

" Sudahlah capek aku berdebat sama kamu! " Ucap Trisna langsung berjalan kearah rumah kosong tersebut.

" Ehhh kamu mau kemana? " Tanya Rara kemudian menyusul Trisna.

" Kembali menyelidiki lah! " Ucap Trisna sambil berbalik kearah Rara.

" Owhhh.... tungguin dong! " Ucap Rara mempercepat jalan nya.

Mereka berdua pun kembali masuk kerumah kosong tersebut. Terasa sangat menakutkan dan tercium aroma darah yang sangat kental membuat Trisna dan Rara seketika merasa merinding bulu roma mereka berdiri sempurna. Hawa dingin mulai terasa menusuk kulit mereka.

" Apakah hantu itu sudah pergi? " Tanya Rara sambil memegang pundak Trisna dengan menundukkan kepalanya.

" Ahhh... Kamu indigo juga penakut! Cemen kamu! " Jawab Trisna yang langsung menyingkirkan tangan Rara dari pundaknya.

" Ah... Tadi kamu duluan lari kok daripada aku! " Ucap Rara sambil menatap Trisna kesal bukan main kepada sahabat nya yang sejak tadi terus mengolok-olok dirinya.

"Hihihi... Iya sih... " Ucap Trisna sambil tersenyum malu.

" Nah... Kan bener, ngomong elit, sadar diri sulit kamu! Dasar... " Ucap Rara sambil menatap Trisna dengan tatapan yang tajam.

Mereka pun mulai menyelidiki rumah itu, dengan cara berpencar dan melihat-lihat rumah kosong itu, siapa tahu mereka menemukan sesuatu petunjuk.

" Kita berpencar saja supaya cepat kita dapat petunjuknya! " Ucap Trisna sambil menoleh kearah Rara.

" Ya sudah kalo begitu aku ke ruangan yang ada di bawah kamu ruangan yang diatas! Oke?" Jawab Rara sambil menatap Trisna.

" Oke! " Jawab Trisna kemudian berjalan kelantai atas dengan menaiki tangga. Walaupun sebenarnya hati Trisna benar-benar ketakutan dan juga gemetar. Tetapi dia harus mendapatkan berita untuk menerangkan jeritan tengah malam yang selalu ada di dalam rumah kosong ini.

" Rumah kosong ini memang sangat besar, tapi sayang angker! " Ucap Rara sambil melihat kesetiap sudut rumah tersebut.

Saat Rara sedang fokus melihat-lihat rumah tersebut, Rara tak sengaja menangkap penampakan seorang anak kecil yang sedang bermain di dekat ruang tamu.

" Hahh... Siapa itu? masa hantu lagi!! Aduhhh... Atuttt...! " Ucap Rara yang mulai merinding karena ketakutan.

Saat Rara berjalan kearah sosok tersebut, tiba-tiba ada barang yang jatuh dan langsung pecah.

" Huhhh... Apa itu? Trisna? Kau kah itu? " Ucap Rara sambil mendekati barang yang jatuh itu.

Rara kemudian memeriksa barang yang tadi terlihat jatuh berserakan menimpa lantai yang sudah tidak bisa dikatakan mulus lagi.

Rumah itu telah kosong lebih dari 20 tahun lamanya dan selama itu tidak ada yang merawatnya lagi. Bahkan lantai-lantai sudah terlihat terangkat karena lumut dan juga akar-akar pohon yang merusaknya.

Kaca-kaca jendela saja sudah banyak yang pecah dan terlihat dinding ruangan juga sadah banyak yang retak-retak di sana sini.

" Jangan bercanda lahh... Takut aku lohhh..... Bercanda mu nggak lucu tahuuu... " Ucap Rara sambil berjalan pelan kearah barang yang jatuh tersebut.

Tiba-tiba saja ada suara tangisan bayi yang sangat mengganggu Rara.

"Ooeee..... Ooooeeeeeeee..... " Tangisan bayi tersebut yang sangat menyeramkan bagi Rara.

" Aduhh... Kayak nya gua harus lari ini mah! " Ucap Rara dengan raut wajah ketakutan.

Rara pun mencoba keluar dari rumah kosong itu namun tak bisa, karena pintu rumah tersebut terkunci dengan sendirinya.

" Aduhh... Pintunya pake acara terkunci segala lagi!! " Ucap Rara sambil terus berusaha membuka pintu dengan terus menggoyangkan gagang pintu tersebut.

Di lantai atas Trisna pun juga merasakan gangguan dari makhluk halus yang ada di rumah kosong tersebut.

Tampak jendela terbuka sendiri dan angin yang sangat kencang memasuki ruangan tempat Trisna berada.

Dorrrr... pletak... Husshhh... Suara jendela dan angin yang memasuki ruangan tersebut.

Trisna pun mencoba untuk berlari ke lantai bawah namun tiba-tiba muncul sosok penampakan hantu nenek-nenek dengan tangan dan kaki yang berlumuran darah.

Trisna pun mencoba membaca doa-doa agar sosok itu menghilang.

" Allahula Ilaha Illa hualhayyul Qoyyum... " Trisna mencoba membaca ayat kursi dan berhasil membuat sosok itu menghilang.

Trisna pun cepat-cepat berlari ke bawah.

Tiba-tiba ada sosok lagi yang terus mencoba untuk menghalanginya turun dari lantau atas. Trisna mencoba menghindar namun kakinya tersandung dan dia pun terguling di tangga hingga akhirnya pingsan.

Rara yang melihat Trisna jatuh pingsan dia pun kemudian menolong sahabatnya agar bisa tersadar kembali. Akan tetapi ternyata hal itu tidaklah mudah karena banyak darah yang mengalir dari kening sahabatnya.

" Ya Allah! Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Rara mulai frustasi.

" Segera kau bawa temanmu keluar dari rumah ini dan jangan pernah sekali-kali lagi kau datang lagi kemari dan mengganggu ketenangan kami semua yang ada di rumah ini. Kalau kau masih sayang dengan nyawa kalian berdua!" tiba-tiba ada sosok seorang wanita yang menggunakan gaun merah dan berwajah sangat seram. Hantu itu mulai menampakan wajah di hadapan Rara yang sedang gemetar karena ketakutan.

" Cepat kau angkat kaki dari rumah ini sebelum aku kehilangan kesabaran!" ucap sosok itu dengan mata melotot ke arah Rara yang masih terpaku di tempat karena dia Sejujurnya merasa sangat kesulitan untuk bergerak apalagi saat ini Trisna yang sedang pingsan dengan darah yang bercucuran di keningnya sejak tadi.

" Tunggu dulu aku harus menghubungi temanku di luar untuk membantuku membawa sahabat ku yang pingsan ini! Aku tidak kuat kalau harus membawanya sendiri!" ucap Rara yang mulai berusaha untuk bernegosiasi dengan hantu wanita yang menggunakan gaun merah yang terlihat sangat menyeramkan itu.

" Heh! Kau kata aku ini tukang dagang di pasar yang bisa kau ajak tawar-menawar? Cepat segera kau pergi dari rumah ini dan jangan pernah coba-coba kau kembali!" ucap hantu itu menebarkan aura horor yang sangat kentara di sekitar Rara.

Akhirnya dengan susah payah Rara pun kemudian menggendong Trisna yang masih pingsan. Karena darah yang terus bercucuran di kepalanya. Sehingga membuat banyak makhluk-makhluk astral yang mulai berdatangan dan menunjukkan eksistensi mereka di dunia ini karena mencium darah dari Trisna yang tercium sangat wangi bagi mereka yang haus darah.

Setelah Rara berhasil keluar dari rumah kosong itu. Rara pun kemudian memanggil tukang ojek yang kebetulan sekali lewat di depan matanya.

" Ya ampun Neng! Kamu dari mana? Kenapa itu temannya?" tanya tukang ojek itu melihat Trisna yang saat ini masih pingsan dengan darah bercucuran dan membasahi sekujur tubuh Rara yang tadi berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan sahabatnya dari rumah kosong yang sangat menyeramkan itu.

" Sudah mang! Ayo cepat kita bawa temanku ke rumah sakit jangan sampai nanti terlambat sejak tadi dia sudah kehilangan banyak darah!" ucap Rara berbicara kepada tukang ojek yang merasa kasihan kepada mereka berdua dan akhirnya menolong mereka untuk dibawa ke rumah sakit.

Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!