" Siapa ini teh Pak Kades? meni gelies pisan!! " Ucap Pak Joko kepada Pak Kades sambil menatap Trisna dan Rara.
Terlihat pak Kades bicara dengan pak joko, mengenai ke dua gadis itu yang akan tinggal di desa mereka untuk menyelidiki rumah kosong yang ada di desa mereka yang selalu mencari teror untuk mereka
" Ini gadis-gadis dari Garut, mau menyelidiki rumah kosong itu cennah," jawab Pak Kades dengan raut wajah tersenyum.
" Ooohhhh... silakan keliling-keliling dulu Neng Trisna dan Neng Rara," ucap Pak Joko mempersilahkan Trisna dan Rara berkeliling.
" Iya Pak terima kasih... " ucap Trisna sambil menatap Pak Joko dengan raut wajah tersenyum.
Mereka pun berkeliling melihat-lihat 3 kamar kos yang akan mereka tempati dari salah satunya. Trisna dan Rara sudah memilih kamar yang ingin Ia tempati selama mereka tinggal di desa Cemara.
" Kamar ini terlihat bagus ya Ra?" tanya Trisna kepada Rara sambil menatapnya.
" Iya na, ini bagus kamarnya kita pilih ini aja ya? " tanya Rara sambil menatap Trisna.
Mereka pun kembali ke rumah Pak Joko dan memberitahu kamar yang mereka pilih untuk mereka tempati selama tinggal di desa Cemara.
" Pak aku dan Rara pilih kamar yang pintunya warna pink itu! " ucap Trisna sambil menunjuk ke arah pintu kamar yang warna pink.
" Baiklah Neng, Neng mau nginep di sini sampai berapa hari? " tanya Pak Joko sambil menatap Trisna dan Rara.
" Dua minggu Mungkin cukup pak," ucap Trisna sambil menoleh ke arah Rara, memastikan Rara setuju dengan perkataannya.
Keesokan harinya Krisna dan Rara memulai hari-hari mereka seperti warga biasa.
" Trisna, bantu aku angkat bajunya!!! Berat tauuu!! " ucap Rara dari kamar mandi memanggil Trisna sambil berteriak.
" Iya tunggu dulu aku lagi cuci piring ini!! " ucap Trisna kemudian mengerutkan keningnya.
" Buruan jangan lama-lama!!! Bantu aku dulu!!! " Ucap Rara sambil berteriak.
" Nggak usah teriak-teriak sih ngapa? malu tahu didengar sama tetangga!! kita baru satu hari udah bar-bar banget!! " ucap Trisna kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membantu Rara.
" Iya iya, makanya kalau dipanggil tuh cepet datang!! Aku kan jadinya nggak teriak-teriak kalau kamu dipanggil satu kali terus langsung datang!!! " Ucap Rara sambil mengangkat ember yang berisi baju, selama ia di perjalanan menuju Desa Cemara bersama Trisna.
" Kamu nggak teriak-teriak juga aku dengar!! Tapi kan aku tadi lagi sibuk makanya nggak cepat datang... " Ucap Trisna tak terima bila dikata-katai begitu.
" Sudah... Ayo angkat!! Aku malas berdebat sekarang!! " Ucap Rara sambil menoleh ke arah Trisna.
" Hmmm, " jawab Trisna singkat.
Di siang hari tampak Rara dan Trisna tengah bersiap-siap dengan berdandan dan tengah sibuk memilih pakaian, entah mau pergi ke mana mereka berdua.
" Pake baju yang mana bagusnya? " Tanya Rara kepada Trisna sambil memegangi baju.
" Terserahlah, Kau pikir aku mamamu ngurusin kamu!!?? " Ucap Trisna yang sudah siap untuk pergi sambil mengambil tas dan menggendongnya.
" Aku kan cuma tanya!! " Ucap Rara dengan raut wajah pasrah dan juga kesal kepada sahabatnya itu yang selalu saja nge gas tinggi kalau di ajak bicara. Gadis bar-bar memang.
" Iya iya, cepatlah sedikit atau aku tinggal kau nanti!!! " Ucap Trisna dengan sinis.
" Iya... , sabar ngapa? " Ucap Rara mengambil tas nya kemudian berjalan ke arah Trisna dengan lesu setelah dia memakai pakaian yang dia rasa aman dan nyaman dia gunakan.
" Iya nggak usah ngegas! " Jawab Rara kemudian memakai jaket nya.
" Lah... kamu lelet banget! Jelas aku ngegas lah! " Ucap Trisna dengan tatapan tajam kearah Rara.
" Udah ayo... Aku udah siap! " Ucap Rara sambil menatap Trisna dan membawa tas.
Mereka pun pergi naik ojek yang sudah mereka pesan.
Mereka pun sampai ditempat tujuan, yaitu rumah kosong tersebut.
" Ini rumah kosong nya? Memang agak seram sihh... Apa lagi sudah nggak di tempatin selama dua puluh tahun! " Ucap Rara sambil melihat rumah kosong tersebut.
" Sudah ayo masuk! Ini sudah jam 15:34 sebentar lagi hari sudah mau sore! " Ucap Trisna sambil menarik tangan Rara.
" Iya! Wowwww perasaan cepat banget! " Ucap Rara sambil berjalan ke rumah kosong itu.
Mereka pun sudah masuk dan merasakan hawa mistis yang ada di sana.
" Hawa nya beda yah dari pada di kosan? Sudah terasa banget kalo disini itu banyak makhluk gaib! " Ucap Rara sambil memegang kedua tangan nya yang terasa merinding disko dan semua bulu kudugnya sudah berdiri.
Trisna pun mencoba menyalakan lampu yang ada di ruangan tersebut.
" Ih lampunya bisa nyala! Apa masih ada yang ngisiin tokennya diam-diam ya? " tanya Trisna sambil merasa bingung dan sempat bercanda kepada Rara.
" Mana aku tahu! kok kamu nanya sama aku? " Jawab Rara dengan mengkerut kan alis nya.
" Bercanda doang kok marah? " Jawab Trisna dengan mengkerutkan alisnya dan mata yang terlihat menatap Rara dengan lekat.
" Ih tapi iya juga yah, kok bisa lampunya masih nyala? Padahal udah nggak ada orang yang berani ke sini! Apalagi tinggal di sini. Kok bisa ya, masih nyala lampunya? " tanya Rara dengan raut wajah bingung.
" Itu lah... Dah aku bilangin tadi! " Jawab Trisna dengan menatap atap dan dinding rumah kosong tersebut.
" Udah ayo lanjut! Kenapa ya, kita masih berdiri di sini? " Ucap Rara sambil berjalan di depan Trisna.
" Tunggu gue ngapa? Gue juga kan selama ini selalu nungguin lo! Tapi Lo gak pernah mau nungguin gua!" ucap Trisna sambil berjalan cepat ke hadapan Rara.
Tiba-tiba lampu yang tadi mereka nyalakan berkedip-kedip sendiri seperti ada yang memainkan lampu itu! Mereka pun berhenti sejenak lalu berbalik ke arah saklar lampu yang tiba- tiba saja, saat mereka berbalik lampu sudah mati!
Dan lampu yang ada di ruangan mereka berada juga berkedip-kedip dan langsung mati juga.
Tiba-tiba muncul sosok hantu laki-laki tinggi dan muka yang sudah tak berbentuk lagi.
" Arghhh... Jangan apa-apain gua! Gua belum mau mati! Gua belum nikah! Tolong! Trisna yukk kita pulang ajah yukk gua nggak mau mati sekarang! " Ucap Rara dengan raut wajah yang sangat ketakutan sambil memegangi Trisna.
" Ih lebay banget sih... Kita kan kesini mau menyelidiki bukan mau takut-takutan dan langsung pulang! Dan juga hantu nya muncul juga paling ada niat kasih kita petunjuk! Mungkin sih... Tapi ada baik nya kita lari ajah... " Ucap Trisna dan langsung kabur meninggalkan Rara.
" Woiii.... Tungguin guaaa... Dasar yahh... " Ucap Rara Kamudian lari menyusul Trisna.
Diluar mereka pun berdebat karena Trisna yang tadi meninggalkan Rara didalam rumah kosong tersebut. Untung saja mereka berdua berhasil lari dari rumah kosong yang sangat menakutkan itu. Tampak keduanya masih gemetar sekujur tubuh nya. Masih mengingat kejadian di rumah kosong tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Hariyanti Katu
harus beranilah
2024-11-16
0
anggita
trisna,, rara,, mulai horor 👻
2023-05-19
0