2. Kedatangan Trisna

Terlihat mobil berwarna hitam pekat datang memasuki permukiman Desa Cemara. Di dalam mobil terlihat dua orang gadis cantik yang memiliki kemampuan sebagai seorang Indigo yang mampu melihat makhluk halus maupun dunia alam gaib.

Mobil tersebut berhenti di depan rumah salah satu warga yang terlihat sederhana dan tidak terlalu mewah.

Pintu mobil pun terbuka dan nampak seorang gadis keluar dari mobil. Badannya tinggi dan langsing, kulitnya putih, rambutnya panjang gadis tersebut sangatlah cantik.

" Permisi, apakah saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Trisna dengan sopan kepada salah satu warga yang sedang menyapu halaman rumahnya.

" Iya ada apa ya Neng? Neng kayaknya bukan orang sini yah? saya baru lihat Neng di sini" Jawab perempuan paruh baya tersebut dengan tersenyum dan raut wajah bingung.

" Iya bu, saya bukan orang sini. Saya datang dari kota ke sini untuk menyelidiki rumah kosong yang angker itu bu," jawab Trisna dengan tersenyum ramah.

" Jangan Neng!! Lebih baik nggak usah, bahaya loh!! Lewat aja Neng bisa diganggu sama sosok arwah di situ!! Di situ tempatnya angker banget Neng!! Hati-hati, saya saranin jangan! Nanti Neng bisa kenapa-napa loh!! " ucap ibu tersebut dengan wajah yang kaget dan bingung, karena masih saja ada orang yang berani ke rumah angker tersebut.

" Oh iya Bu, Saya mau tanya di sini di mana rumahnya Pak desa atau Balai Desa?" tanya Trisna mengalihkan pembicaraan karena bisa saja ia tidak jadi menyelidiki rumah kosong tersebut kalau dia terus mendengar ibu itu bicara dan terus membujuknya agar jangan menyelidiki rumah kosong itu.

Berdasarkan sumber kabar yang bisa di percaya oleh Trisna, di rumah kosong itu selalu terdengar jeritan di tengah malam yang membuat warga sekitar ketakutan dan tidak berani melintas di sana.

"Ohhh... Neng nanti tinggal lurus dari sini, ada pertigaan Neng belok kanan rumah warna hijau yang atapnya warna biru, itu sudah rumahnya Pak Desa, " jawab ibu itu sambil tersenyum dan mengarahkan jalan pada Trisna yang masih belum paham desa itu.

" Oh iya Bu, makasih Saya pergi dulu ya Bu, permisi, maaf sudah mengganggu waktu ibu!! " Ucap terisna dengan tersenyum ramah kemudian berjalan ke arah mobil yang dia sewa untuk sampai ke desa Cemara.

" Gimana?" tanya Rara kepada Trisna yang baru saja membuka pintu mobil.

" Hampir aja kita nggak jadi menyelidiki rumah kosong itu, karena ibu-ibu tadi nyaranin untuk jangan melakukan hal itu!! Katanya sangat berbahaya. Tapi kita aja yang keras kepala!! Jujur sih Ra, aku penasaran sekali dengan rumah kosong itu," ucap Trisna dengan wajah penasaran dan juga lega.

" Kamu nggak bilang mau nyerah bukan??" tanya Rara dengan wajah kagetnya.

" Enggak lah mana mau. Kita udah jauh-jauh kita ke sini demi menyelidiki rumah kosong itu, sia-sialah kalau aku bilang iya," ucap Trisna langsung menjawab pertanyaan Rara.

" Hmmm... baguslah!" ucap Rara dengan perasaan lega.

" Bang, Lurus...ada pertigaan belok kanan, ada rumah warna hijau atapnya biru berhenti ya!! " ucap Trisna memberi arahan kepada sopir mobil yang dia sewa bersama Rara.

" Siap Neng!! " ucap sopir mobil tersebut dengan tersenyum.

Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Pak Kades.

"Permisi!" ucap Trisna sambil berdiri di depan pintu rumah Pak Kades.

" Ya, siapa ya?" tanya Pak Kades terkejut dan kemudian berjalan keluar dari rumahnya yang paling mewah di antara rumah warga lainnya.

" Permisi Pak saya mau tanya. Benar ini rumah Pak Kades?" tanya Trisna.

" Benar Neng!" jawab Pak Kades pelan.

" Apakah di sini ada kost-kostan yang dekat dari rumah kosong yang terkenal angker itu?" tanya Trisna tanpa basa-basi lagi kepada pak Kades dan to the point.

" Apa? Neng jangan bercanda Neng! Rumah itu sangat angker Neng!" ucap Pak Kades tampak sangat terkejut sekali.

" Saya serius pak dengan tujuan itu. Saya datang kemari untuk menyelidiki rumah kosong itu yang kabarnya adalah tempat terjadinya pembantaian sekitar 20 tahun yang lalu oleh kawanan perampok yang kejam dan sadis!" ucap Trisna dengan semangat dan penuh keberanian.

Terlihat Pak Kades yang kesulitan menelan salivanya sendiri. Ketika dia mendengarkan jawaban dan juga keberanian Trisna.

" Kalau dekat dengan rumah kosong itu nggak ada Neng, soalnya nggak ada yang berani bangun rumah di dekat rumah kosong itu, apalagi kos-kosan, lewat aja warga pada takut!! " jawab Pak Kades dengan serius.

" Owhhh, kalo agak jauhan dari rumah kosong itu ada nggak Pak?" tanya Trisna dengan rasa khawatir, karena Trisna takut kalau ia sampe tidak jadi menyelidiki rumah kosong tersebut.

Apalagi dia sudah jauh-jauh dari kota hanya untuk menyelidiki rumah kosong tersebut yang sangat membuat dia penasaran sekali dengan kisah di balik rumah itu.

" Kalau agak jauhan dari rumah itu ada, tapi kalau yang dekat nggak ada. Apakah Neng mau? " tanya Pak Kades menawarkan.

" Okelah pak, daripada saya tidak bisa menginap di mana-mana, mending saya menginap di tempat yang Bapak bilang tadi ajah," jawab Trisna dengan pasrah.

" Baiklah Neng, mau diantar?" tanya Pak Kades menawarkan diri

" Boleh Pak, saya ambil barang-barang dulu ya di mobil," ucap Trisna sambil tersenyum kemudian berjalan ke arah mobil.

" Boleh atuh Neng silakan, biar saya bantu!! ! " Ucap Pak Kades sambil berjalan mengikuti Trisna untuk membantu Trisna membawa barang-barang.

Trisna pun memanggil Rara untuk keluar agar Dia membantu Trisna dan Pak Kades membawa barang-barang mereka berdua.

" Rara! Ayo bawa barang-barang!!! Sudah dekat tempat kosnya kita!! Jangan sampai kamu cuma di mobil aja. Ayo bantuin aku!! " ucap Trisna sambil menggenggam tangan Rara dan menariknya untuk keluar dari mobil dan membawa barang-barang sambil berjalan menuju rumah Pak Joko sang pemilik kost-kostan yang rumahnya tidak jauh dari rumah Pak Kades dan hanya berjarak sekitaran 50 meter.

" Iya atuhhh... sabar!!! Lagian Kamu aneh sih Tris. Kita kan bisa ke sana naik mobil. Kenapa harus jalan kaki? Kan cape!" protes Rara sambil mengkerutkan alisnya.

" Sekalian lihat sekitar sini. Pak Desa sudah nungguin di luar!!" ucap Trisna kemudian berjalan ke arah bagasi untuk mengambil barang-barang dibantu oleh Pak Kades.

" Neng Trisna dari mana? Kayaknya orang jauh!!" tanya Pak Kades pada Trisna sambil berjalan membawa barang-barang Trisna dan Rara.

" Saya dari Garut, Pak. " jawab Trisna singkat.

"Oohh kirain dari Jakarta!!" Ucap Pak Kades sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju yaitu rumahnya Pak Joko pemilik kost-kostan yang akan ditempati Trisna dan Rara.

" Assalamualaikum Pak Joko!! " ucap Pak Kades dengan nada tinggi namun halus.

" Waalaikumsalam Pak Kades. Ada apa pagi-pagi sudah ke sini? " jawab Pak Joko.

" Ini ada orang mau ngekost dari kota, masih ada toh kamarnya yang kosong?" tanya Pak Kades kepada Pak Joko.

" Masih ada tiga kamar, Pak!" jawab Pak Joko kepada Pak Kades sambil tersenyum, karena ia bahagia pagi-pagi sudah ada rezeki.

Terpopuler

Comments

Aishnina(✿ ♥‿♥)

Aishnina(✿ ♥‿♥)

trisna biasanya Nama cowok thor

2024-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2 2. Kedatangan Trisna
3 Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4 4. Menyelidiki Rumah kosong
5 Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6 6. Masa sih?
7 7. Usaha dr. Bagas
8 8. Penyelidikan yang menegangkan
9 9. Tegang
10 Bab 10. Terbongkar
11 11. Selamat tinggal
12 12. Keputusan Besar
13 13. Kenapa?"
14 14. Harus bagaimana?
15 15. Cerita
16 16. Aku ikut!
17 17. Persiapan
18 18. Flash back
19 19. Berjuang
20 20. Menyerah??
21 21. Kepayahan
22 22. Berdiskusi
23 23. Penyesalan
24 24. Kenapa?
25 25. Kritis
26 26. Harus bagaimana?
27 27. Pusing
28 28. Kalah
29 29. Usaha Kyai Ilham
30 30. Musnahkah?
31 31. Pikirkan!
32 32. Kuasa Ilahi
33 33. Terima atau tolak??
34 34. Menikah
35 35. Sedih
36 36. Merajuk
37 37. Pesta sang ratu
38 38. Pesona Kenzo
39 39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40 40. Trisna bersedih
41 41. Menemui Genta
42 42. Perjuangan Dokter Bagas
43 43. Akhirnya
44 44. Bertemu tanpa sengaja
45 45. Amarah
46 46. Kau harus jadi milikku!!
47 47. Mencari Rara
48 48. Ketemu Kyai Besar
49 49. Bujukan??
50 50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51 51. Terus usaha
52 52. Kesal
53 53. Tekad Kenzo
54 54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55 55. Akur??
56 56. Ok!!
57 57. Usaha menyelamatkan
58 58. Usaha Bersama
59 59. Usaha Mengulur waktu
60 60. Syukurlah
61 61. Kesal
62 62. Bercanda
63 63. Tenang
64 64. Selamat juga
65 65. Amarah Sang Ratu
66 66. Amarah Abi Saka
67 67. Hampir terpergok
68 68. Terus terang
69 69. Misteri terkuak
70 70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71 71. Berjuang
72 72. Gangguan
73 73. Terbukanya pintu gerbang
74 74. Sabar selalu
75 75. Usaha terus
76 76. Apa harus?
77 77. Kembalilah
78 78. Happy Ending
79 Promo dan pengumuman novel terbaru author
80 80. Pengumuman novel baru author
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
2
2. Kedatangan Trisna
3
Bab 3. Hari pertama Trisna dan Rara di desa Cemara.
4
4. Menyelidiki Rumah kosong
5
Bab 5. Trisna masuk rumah sakit
6
6. Masa sih?
7
7. Usaha dr. Bagas
8
8. Penyelidikan yang menegangkan
9
9. Tegang
10
Bab 10. Terbongkar
11
11. Selamat tinggal
12
12. Keputusan Besar
13
13. Kenapa?"
14
14. Harus bagaimana?
15
15. Cerita
16
16. Aku ikut!
17
17. Persiapan
18
18. Flash back
19
19. Berjuang
20
20. Menyerah??
21
21. Kepayahan
22
22. Berdiskusi
23
23. Penyesalan
24
24. Kenapa?
25
25. Kritis
26
26. Harus bagaimana?
27
27. Pusing
28
28. Kalah
29
29. Usaha Kyai Ilham
30
30. Musnahkah?
31
31. Pikirkan!
32
32. Kuasa Ilahi
33
33. Terima atau tolak??
34
34. Menikah
35
35. Sedih
36
36. Merajuk
37
37. Pesta sang ratu
38
38. Pesona Kenzo
39
39. Perkawinan Ratu Siluman Buaya
40
40. Trisna bersedih
41
41. Menemui Genta
42
42. Perjuangan Dokter Bagas
43
43. Akhirnya
44
44. Bertemu tanpa sengaja
45
45. Amarah
46
46. Kau harus jadi milikku!!
47
47. Mencari Rara
48
48. Ketemu Kyai Besar
49
49. Bujukan??
50
50. Usaha Zaenal dan Kyai Ilham
51
51. Terus usaha
52
52. Kesal
53
53. Tekad Kenzo
54
54. Kedatangan Kyai Ibrahim
55
55. Akur??
56
56. Ok!!
57
57. Usaha menyelamatkan
58
58. Usaha Bersama
59
59. Usaha Mengulur waktu
60
60. Syukurlah
61
61. Kesal
62
62. Bercanda
63
63. Tenang
64
64. Selamat juga
65
65. Amarah Sang Ratu
66
66. Amarah Abi Saka
67
67. Hampir terpergok
68
68. Terus terang
69
69. Misteri terkuak
70
70. Yang harus terjadi, terjadilah!!
71
71. Berjuang
72
72. Gangguan
73
73. Terbukanya pintu gerbang
74
74. Sabar selalu
75
75. Usaha terus
76
76. Apa harus?
77
77. Kembalilah
78
78. Happy Ending
79
Promo dan pengumuman novel terbaru author
80
80. Pengumuman novel baru author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!