Bertemu Calon Mantan

Hari ini, Yesha mendapat satu tambahan pekerjaan yaitu memasak untuk salah satu penghuni kostnya, yaitu Jihan. Yesha harus sudah mulai memasak dari pagi karena Jihan akan ada kelas pagi ini,jadi semua harus sudah siap. Semalam Yesha sudah bicara dengan bi Sumi, kalau mulai besok harus menambah porsi masaknya. Karena selain Satpam dan Lusi yang makan siang hari, akan ada tambahan personil yang akan makan dirumah Yesha, yakni Jihan.

Pukul delapan pagi, Jihan datang ke rumah Yesha untuk mendapatkan sarapan paginya. Yesha segera menyuruh Jihan masuk ke dalam rumah untuk sarapan bareng.

"Aksa kemana mbak? " tanya Jihan

"Sudah berangkat sekolah, donk. Kan kalau anak SD masuknya jam tujuh. " jawab Yesha dengan memberikan senyuman hangatnya.

Jihan menepuk jidatnya, "Ah iya aku lupa. "

Yesha hanya tersenyum melihat tingkah Jihan.

"Ayo, di makan. " Yesha menyuruh Jihan segera makan, takut terlambat.

Dengan senang hati Jihan memakan makanan yang terhidang di hadapannya. Walau cukup sederhana tapi sangat menggugah selera.

"Memang bener, masakan mbak Yesha memang enak. " ujar Jihan dengan mulut yang penuh makanann.

"Makan dulu, nanti lagi ngomongnya. " Yesha memperingatkan.

"Mbak Yesha tau nggak, kak Abhi itu orangnya susah makan. Dia cuma makan roti, susu ya kayak orang bule-bule gitu. Dia itu nggak suka makan nasi. Makanya kemarin pas datang kemari sama mama, kita semua heran. Kak Abhi bisa makan selahap itu. Padahal selama ini dia tidak mau menyentuh yang namanya nasi. " Jihan mulai ngegibah tentang kakaknya.

"Aku jadi tersanjung. " kata Yesha menimpali ocehan Jihan.

"Tentu, mbak harus tersanjung karena baru kali kak Abhi bisa ngobrol banyak sama wanita. Dia selalu menutup diri dengan wanita setelah bercerai. Tapi aku lihat setelah mengenal mbak Yesha sekarang mas Abhi jadi banyak bicara. " Jihan terus mengoceh tentang kakaknya itu, sampai tak terasa kalau makanannya sudah habis.

"Yaaah... sudah habis, mbak. Aku boleh nambah? " tanya Jihan karena merasa tidak enak kalau nambah tanpa minta ijin, takutnya jatah makannya cuma satu piring.

"Ya, tinggal nambah aja, Jihan. Makan sekenyangmu. mbak seneng kalau kamu suka sama masakan mbak. " Yesha tidak melarang karena dia juga takut kalau Jihan nanti menahan lapar gara-gara kurang makan di tempat nya.

"Asyik... " Jihan bersorak senang karena diperbolehkan nambah makanan.

"Kamu kalau mau nambah nambah aja jangan sungkan. Nanti kalau nasinya habis bi sumi bisa masak lagi. "

"Baik mbak. Terimakasih. "

"Oh ya mbak, nanti sore aku mau ngajak Aksa jalan-jalan ke mall apa boleh. Aku mau ngajak dia ke tempat permainan. " ujar Jihan dengan semangat.

Deg....

Mendengar permintaan Jihan yang ingin mengajak anaknya ke tempat bermain, hatinya merasa tercubit. Karena selama ini dia tidak pernah mengajak anaknya ke tempat seperti itu. Dia selalu mengingat keadaanya yang dulu serba kekurangan uang, sehingga tidak pernah membelikan anaknya itu mainan tau pergi ke tempat bermain. Dia lupa, kalau sekarang dia memiliki uang, untuk sekedar membahagiakan anaknya.

"Baiklah, boleh. Tapi mbak juga ikut ya? mbak juga ada yang mau dibeli. " ujar Yesha kemudian.

"Beneran mbak. " kaya Jihan dengan semangat.

Yesha mengangguk, "Iya, nanti kita naik ojol aja kesana. "

"Yes, makasih mbak. Aku sudah selesaai makan. Alhamdulillah semoga berkah buat mbak. Aku pergi kuliah dulu ya? Assalamu'alaikum.. " Jihan terus bicara sampai akhirnya berangkat kuliah.

"Wa'alalikum salam. " Yesha hanya menggeleng melihat tingkah Jihan.

Setelah mengenal Jihan dua hari ini, ternyata anaknya sangat menyenangkan dan cerewet pastinya. Dia selalu punya cara untuk mencairkan suasana. Yesha jadi punya tambahan teman sekarang.

**************

Di kantor Dika.

"Mas, nanti sore kita jalan yuk. Cuci mata biar seger nih mata. " kata Vio yang mengajak kekasihnya itu kencan.

"Kemana? " tanya Dika.

"Ke mall gitu, aku mau beli tas baru. " rengek Vio.

"Tapi aku nggak ada duit, Vio untuk membelikanmu tas. " kata Dika jujur.

"Nanti aku beli sendiri mas, sekalian beliin kamu kemeja atau kaos gitu. " Vio mencoba merayu agar Dika mau diajak kencan nanti sore.

"Ya udah deh, kalau kamu yang jajanin aku. Aku mau. " kata Dika dengan tidak tau malunya.

"Nah gitu donk. " Vio senang.

"Aku ngajak ibu, boleh nggak? " Dika mencoba meminta Vio agar mau sekalian jajanin ibunya.

"aah, enggak. Kita kan mau kencan, masa sama ibu. Nanti nggak asik lagi. " ujar Vio mulai ketus, kalau bicara soal ibunya Dika.

"Ya udah, kita berdua aja. Nanti aku ganti baju sekalian di tempatmu aja kalau gitu. "

"Oke deh. "

Setelah selesai membicarakan masalah kencannya sore nanti, Vio kembali ke ruangannya. Dia merasa senang akhirnya bisa pergi berdua dengan Dika tanpa harus di cap pelakor, karena Dika sudah mau bercerai.

Sore harinya

Yesha, Jihan dan Aksa sudah berada di sebuah mall yang tidak jauh dari mereka tinggal. Yesha dan Jihan sedang memperhatikan Aksa yang sedang bermain di tempat bermain anak-anak. Aksa terlihat sangat bahagia, senyuman selalu tersungging di bibir anak kecil itu.

Yesha juga merasakan kebahagiaan yang Aksa rasakan. Tak terasa air matanya menetes melihat kebahagiaan anaknya yang cukup sederhana itu.

"Jihan, mbak titip Aksa dulu ya, jangan kemana-mana. mbak mau beli cemilan buat kita. "

"Oke, mbak. " Yesha meninggalkan Jihan dan menuju swalayan yang ada di sana.

Beberapa makanan ringan dan minuman Yesha ambil untuk cemilan Jihan dan Aksa nanti. Setelah dirasa cukup Yesha segera kembali ke tempat bermain anaknya.

Dia berjalan sambil menunduk melihat struk belanjanya, sehingga tanpa sengaja Yesha menabrak seseorang yang berjalan di depannya.

"Aduh, maaf mbak. " kata Yesha penuh penyesalan.

Deg.... suara yang sudah lama tidak di dengar Dika.

"Heh, kalau jalan pakai mata. " Vio mulai nyolot ketika dirinya di tabrak.

"Maaf mbak, " kata Yesha lagi sambil mengangkat wajahnya dan melihat orang yang ditabrak nya.

Deg... jantung Yesha berdetak dua kali lebih cepat melihat dua sosok di depannya.

"Yesha... "

"Mas Dika. "

Vio yang merasa tidak senang dengan pertemuan ini pun langsung nyolot.

"Ngapain kamu di sini? " tanya Vio dengan ketus.

"Ya belanja lah, mau apalagi kalau di mall selain belanja. " kata Yesha membalas setiap kata dari Vio.

"Emang kamu ada uang? " sinis Vio.

"Tentu saja ada, aku kan kerja. Bahkan untuk menggugat cerai suamiku aja aku bisa menyewa pengacara. " kata Yesha denga ketus.

Apa katanya tadi? menggugat suami? Jadi kemarin surat yang datang itu surat gugatan cerai? bukan permohonan cerai dari Dika. Mendengar itu Vio menjadi geram

"Apa maksudnya ini mas? Apa benar yang dia katakan? Dia yang menggugat kamu, bukan kamu yang ingin menceraikan dia? " Vio bertanya pada Dika dengan wajah serius.

Dika mendapat pertanyaan bertubi tubi itu pun gelagapan.

"Sudahlah lanjutkan perdebatan kalian di rumah. Tidak enak dilihat banyak orang. Dan buat kamu mas Dika, segera tanda tangani surat perceraian itu agar kita segera berpisah. Karena aku tidak mau di gantung dengan status yang tidak jelas. " kata Yesha dengan tegas, kemudian meninggalkan dua sejoli yang sedang berseteru.

Maunya pengen lihat Yesha dipermalukan di depan orang, ini malah mereka yang jadi pusat perhatian. "Sial benar-benar sial.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan Yesha yang sedang berdebat dengan seseorang yang ia kenal sabagai mantan suami Yesha. Dia sedikit menyunggingkan senyumnya melihat keberanian Yesha. Lalu mengikuti kemana arah kepergian Yesha. Di tempat bermain ternyata. Matanya terbelalak saat melihat adiknya juga ada bersama Yesha.

Ya, sepasang mata yang memperhatikan Yesha tadi adalah sepasang mata milik Abhi. Dia sedang mengunjungi toko milik kliennya yang bermasalah, dan tanpa sengaja melihat Yesha yang sedang berdebat dengan kekasih mantan suaminya. Ups, otw mantan lebih tepatnya.

Akhirnya Vio menyeret Dika keluar mall dan bicara di luar agar tidak menjadi tontonan banyak orang.

"Maksudnya apa ini mas? kamu digugat sama dia? Kamu masih belum mengajukan surat perceraian kalian? " kata vio menggebu-gebu.

"Aku ingin bertemu dengan Yesha dulu, dan bicara baik-baik dengannya." kata Dika membela diri.

"Apa katamu? bicara baik-baik? lalu kamu kembali padanya, itu kan maumu... Dasar brengsek. " Vio langsung menuju mobilnya dan meninggal kan Dika sendiri.

Abhi yang sudah selesai melihat dan memahami masalah kliennya akhirnya undur diri. Namun dia tidak segera pulang tapi menemui Yesha dan adiknya.

"Hai, Yes... lagi ngapain? " tanya Abhi yang mengagetkam mereka berdua.

"Mas Abhi. " kata Uesha dan Jihan serempak.

"Mas Abhi ngapain disini? " tanya Jihan yang memanggil kakaknh dengan sebutan mas.

"Masss...,?" Abhi nggak ngerti kenapa adiknya memanggilnya dengan panggilan berbeda.

"Iya, mas. Biar samaan sama mbak Yesha kalau manggil mas Abhi. " celetuk Jihan.

Abhi mengacak rambut adiknya lembut.

"Terserah senyamannya kamu, dek. Oh, ya kalian ngapain disini? " tanya Aby polos seolah-olah dia kebetulan bertemu dengan Yesha dan Jihan.

"Kami mengantar Aksa main, mas. ' giliran Yesha yang jawab.

" kalau mas sendiri? " Yesha tanya balik.

"aku sedang bertemu klien di sana." Kata Abhi menunjukkan outlet bermasalah yang akan dia tangani.

"Ooohhhh" dua orang wanita itu membulatkan bibir mereka membuat Abhi gemas.

"Baiklah, nanti pulangnya aku yang antar. " Tawar Abhi.

"Yey... lumayan mbak tebeng gratisan. " kata Lusi.

Yesha hanya tersenyum menanggapi ocehan dua bersaudara di hadapannya ini.

Tanpa mereka sadari, Dika melihat semua interaksi mereka bertiga.

"Brengsek ternyata kau juga sudah punya kekasih, Yesh. " kata Dika dengan mengepal kan tangannya.

Terpopuler

Comments

Ani Ani

Ani Ani

kenapa Kau nak marah

2024-07-22

0

Ranny

Ranny

author banyak typo nya 🙄

2024-03-03

0

blecky

blecky

hahahahaha cemburu bung....tp trmbat

2023-04-19

2

lihat semua
Episodes
1 Tajamnya Lidah Mertua
2 Mencoba Melawan
3 Alasan Bekerja
4 Hari Pertama Bekerja
5 Telpon Dari Ibu
6 Pulang Kampung
7 Warisan
8 Langkah Pertama
9 Mulai Terkuak
10 Mulai Terkuak ( 2 )
11 Alasan Menikahi Yesha
12 Talak
13 Pergi Dari Rumah
14 Mengunjungi Bu Dian.
15 Penyesalan Dika
16 Kedatangan Bu Erina
17 Bekal Makan Siang
18 Surat Cerai
19 Bertemu Calon Mantan
20 Ayah Sementara
21 Desakan Dari Ibu Ayu
22 Janda Terhormat
23 Ketok Palu
24 Penyesalan dan Rasa Syukur
25 Toko Perhiasan
26 Penasaran
27 Perasaan Abhi
28 Masa Lalu Abhi
29 Hasutan Bu Ayu
30 Pertemuan Tak Disengaja
31 Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32 Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33 Keputusan Dika
34 Perjuangan dan Obsesi
35 Pernikahan Dika
36 Permintaan Papa
37 Keinginan Aksa
38 Rencana Papa Abhi
39 Harus Meyakinkan Diri
40 Bertemu Sahabat Lama
41 Alasan Abhi Menghilang
42 Keadaan Vio
43 Shock Therapy
44 Lamaran Tidak Langsung
45 Dewasa dan Kekanakan
46 Remaja Tua
47 Toko Perhiasan ( 2 )
48 Manipulasi Keadaan
49 Abhi dan Yesha
50 Tidak Tau Malu
51 CEO Baru
52 Ancaman Abhi
53 Istri Idaman
54 Menyusul Keputusan Yesha
55 Bertemu Yesha
56 Bukan Seorang Malaikat
57 Kekhawatiran Abhi
58 Obrolan Dua Pria
59 Sah
60 Resepsi
61 Hadiah Dari Jihan
62 Malam Pertama
63 Permintaan Vio
64 Pesan Terakhir
65 Karma Yang Bekerja
66 Mencari Suami Untuk Dila
67 Dila Pergi
68 Boomerang
69 Pembantu Ngelunjak
70 Hamil
71 Kabar Bahagia
72 Ketahuan
73 Dila Kabur
74 Memohon Maaf
75 Bertemu Dika
76 Bertemu Dika (2)
77 Hasil Tes DNA
78 Karma
79 Dika Mau Menikah Lagi?
80 Sadar
81 Keinginan Dua Bocah
82 Rencana Dika
83 Mempermalukan
84 Bertemu Agus
85 Ungkapan Rasa
86 Dika Dan Maya
87 Erhan dan Nisa Menyapa
88 Mario
89 Masa Lalu
90 Fakta
91 Ulang Tahun Abhi
92 Drama Suami Istri
93 Fakta Tentang Arum
94 Keputusan Arum
95 Drama Tiga Wanita
96 Pernikahan Dila dan Agus
97 Kedatangam Bu Ayu
98 Pemintaan Maaf
99 Dila Melahirkan
100 Pernikahan Maya dan Mario
101 Cerita Arum
102 Arion Menyapa
103 Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104 Author Menyapa
105 #S2 Dika 1
106 #S2 Dika 2
107 #S2 Dika 3
108 #S2 Dika 4
109 #S2 Dika 5
110 #S2 Dika 6
111 #S2 Dika 7
112 #S2 Dika 8
113 #S2 Dika 9
114 #S2 Dika 10
115 #S2 Dika 11
116 #S2 Dika 12
117 #S2 Dika 13
118 #S2 Dika 14
119 #S2 Dika 15
120 #S2 Dika 16
121 #S2 Dika 17
122 #S2 Dika 18
123 #S2 Dika 19
124 #S2 Dika 20
125 #S2 Dika 21
126 #S2 Dika 22
127 #S2 Dika 23
128 #S2 Dika 24
129 #S2 Dika 25
130 #S2 Dika 26
131 #S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132 #S2 Dika 28
133 #S2 Dika 29
134 #S2 Dika 30
135 #S2 Dika 31
136 #S2 Dika 32
137 #S2 Dika 33
138 #S2 Dika 34
139 #S2 Dika 35
140 #S2 Dika 36
141 #S2 Dika 37
142 #S2 Dika 38
143 #S2 Dika 39
144 #S2 Dika 40
145 Promosi Novel
146 #S2 Dika 41 (End)
147 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Tajamnya Lidah Mertua
2
Mencoba Melawan
3
Alasan Bekerja
4
Hari Pertama Bekerja
5
Telpon Dari Ibu
6
Pulang Kampung
7
Warisan
8
Langkah Pertama
9
Mulai Terkuak
10
Mulai Terkuak ( 2 )
11
Alasan Menikahi Yesha
12
Talak
13
Pergi Dari Rumah
14
Mengunjungi Bu Dian.
15
Penyesalan Dika
16
Kedatangan Bu Erina
17
Bekal Makan Siang
18
Surat Cerai
19
Bertemu Calon Mantan
20
Ayah Sementara
21
Desakan Dari Ibu Ayu
22
Janda Terhormat
23
Ketok Palu
24
Penyesalan dan Rasa Syukur
25
Toko Perhiasan
26
Penasaran
27
Perasaan Abhi
28
Masa Lalu Abhi
29
Hasutan Bu Ayu
30
Pertemuan Tak Disengaja
31
Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32
Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33
Keputusan Dika
34
Perjuangan dan Obsesi
35
Pernikahan Dika
36
Permintaan Papa
37
Keinginan Aksa
38
Rencana Papa Abhi
39
Harus Meyakinkan Diri
40
Bertemu Sahabat Lama
41
Alasan Abhi Menghilang
42
Keadaan Vio
43
Shock Therapy
44
Lamaran Tidak Langsung
45
Dewasa dan Kekanakan
46
Remaja Tua
47
Toko Perhiasan ( 2 )
48
Manipulasi Keadaan
49
Abhi dan Yesha
50
Tidak Tau Malu
51
CEO Baru
52
Ancaman Abhi
53
Istri Idaman
54
Menyusul Keputusan Yesha
55
Bertemu Yesha
56
Bukan Seorang Malaikat
57
Kekhawatiran Abhi
58
Obrolan Dua Pria
59
Sah
60
Resepsi
61
Hadiah Dari Jihan
62
Malam Pertama
63
Permintaan Vio
64
Pesan Terakhir
65
Karma Yang Bekerja
66
Mencari Suami Untuk Dila
67
Dila Pergi
68
Boomerang
69
Pembantu Ngelunjak
70
Hamil
71
Kabar Bahagia
72
Ketahuan
73
Dila Kabur
74
Memohon Maaf
75
Bertemu Dika
76
Bertemu Dika (2)
77
Hasil Tes DNA
78
Karma
79
Dika Mau Menikah Lagi?
80
Sadar
81
Keinginan Dua Bocah
82
Rencana Dika
83
Mempermalukan
84
Bertemu Agus
85
Ungkapan Rasa
86
Dika Dan Maya
87
Erhan dan Nisa Menyapa
88
Mario
89
Masa Lalu
90
Fakta
91
Ulang Tahun Abhi
92
Drama Suami Istri
93
Fakta Tentang Arum
94
Keputusan Arum
95
Drama Tiga Wanita
96
Pernikahan Dila dan Agus
97
Kedatangam Bu Ayu
98
Pemintaan Maaf
99
Dila Melahirkan
100
Pernikahan Maya dan Mario
101
Cerita Arum
102
Arion Menyapa
103
Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104
Author Menyapa
105
#S2 Dika 1
106
#S2 Dika 2
107
#S2 Dika 3
108
#S2 Dika 4
109
#S2 Dika 5
110
#S2 Dika 6
111
#S2 Dika 7
112
#S2 Dika 8
113
#S2 Dika 9
114
#S2 Dika 10
115
#S2 Dika 11
116
#S2 Dika 12
117
#S2 Dika 13
118
#S2 Dika 14
119
#S2 Dika 15
120
#S2 Dika 16
121
#S2 Dika 17
122
#S2 Dika 18
123
#S2 Dika 19
124
#S2 Dika 20
125
#S2 Dika 21
126
#S2 Dika 22
127
#S2 Dika 23
128
#S2 Dika 24
129
#S2 Dika 25
130
#S2 Dika 26
131
#S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132
#S2 Dika 28
133
#S2 Dika 29
134
#S2 Dika 30
135
#S2 Dika 31
136
#S2 Dika 32
137
#S2 Dika 33
138
#S2 Dika 34
139
#S2 Dika 35
140
#S2 Dika 36
141
#S2 Dika 37
142
#S2 Dika 38
143
#S2 Dika 39
144
#S2 Dika 40
145
Promosi Novel
146
#S2 Dika 41 (End)
147
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!