Abhi mengambil sesuatu di dompetnya dan memberikannya kepada Yesha.
"Besok, temui aku di alamat itu pukul sepuluh. Bilang saja ke resepsionis kamu sudah punya janji dengan ku, nanti mereka akan mengantarkanmu ke ruanganku. Siapkan bukti-bukti yang kau miliki, agar mempermudahmu dalam mengurus perceraian. " ujar Abhi memberi intruksi kepada Yesha.
"Baik mas, in syaaAllah aku akan datang. "
"Ya, sudah kalau begitu. Kami pamit dulu ya, Yesh." kata Bu Erina berpamitan kepada Yesha.
"Terimakasih makanan nya lho, jadi ngerepotin kamu. " lanjutnya sambil berjalan keluar.
"Enggak apa-apa bu, aku malah seneng kalau masakanku disukai. " kekeh Yesha.
"Mungkin satu minggu lagi, Jihan akan mulai ngekost di sini. Kami mau nyiapin keperluan Jihan dulu. " kata Bu Erina lagi.
"Iya bu saya tunggu. Nanti saya bersihkan dulu kamar kost nya, biar Jihan betah disini. " Yesha mengantarkan mereka semua sampai depan pagar, dan masuk kembali ketika mobil mulai jalan.
Yesha kemudian membersihkan bekas makanan semua orang di bantu bi Sumi dan Lusi yang sudah selesai mengepak pesanan.
"Mbak, cowok yang tadi ganteng banget ya, keren lagi penampilannya. Apalagi pas ngomong, beuh... suaranya seksi banget. " kata Lusi yang mengagumi sosok Abhi.
"Apaan sih Lus, kamu merhatiin dia ya dari tadi? " sindir Yesha.
"Iya mbak, rejeki buat cuci mata masak ya nggak dinikmati. " kata Lusi sambil cekiki.
Bik Sumi dan Yesha yang mendengarkannya merasa geli sendiri melihat tingkah Lusi.
"Udah mbak, biar bibik aja yang ngerjain ini sudah tugas bibik. " kata bi Sumi yang merasa tidak enak karena majikannya ikut membantu.
"Ya sudah bi, aku sholat dulu ya. Kalian kalau mau makan silahkan. Tadi udah aku sisain di panci sayurnya. " kata Yesha, sambil berlalu meninggalkan dapur.
Di dalam kamar Yesha memperhatikan kartu nama yang diberikan Abhi padanya.
"Abhiseva Pradipta. " gumamnya mengeja nama Abhi.
"Sepertinya aku tidak asing dengan nama Pradipta. Siapa ya? " pikirnya.
"Ah, bodo amat. Aku bersyukur pada-Mu Ya Allah karena sudah mengirimkan kepadaku orang-orang yang baik. " doanya tulus dari hati.
Di dalam mobil.
"Kak, kakak jadi pebinor ya?" celetukan itu berasal dari mulut adiknya Jihan.
Jihan yang tidak tau apa-apa hanya asal menyimpulkan apa yang dia dengar tadi.
"Kamu ngomong apa sih, dek? " kata Abhi sambil fokus mengemudi.
"Tadi itu, aku dengar kakak penyebab perceraian mbak Yesha sama suaminya. "
"Itu cuma salah paham aja. " Abhi berusaha menjelaskan kepada Jihan kejadian sebulan yang lalu saat pertama kali bertemu dengan Yesha dan berakhir dengan salah paham yang menyebabkan Yesha diceraikan suaminya.
"Ohhhh, gitu. kirain kakakku yang gantengnya naudzubillah ini jadi pebinor. "
Semua orang tertawa mendengar celetukan tak berfilter dari Jihan.
Keesokan harinya sesuai waktu yang ditentukan Abhi, Yesha pergi ke tempat kerja Abhi dengan menaiki mobil online. Dia juga sedikit berdandan, agar tidak mempermalukan dirinya sendiri karena datang ke tempat yang sedikit resmi. Dia juga menyiapkan sekotak bekal makan siang untuk Abhi, bukan karena ingin mencari perhatian Abhi, tapi lebih karena rasa terimakasihnya kepada Abhi karena sudah mau membantu mengurus perceraiannya
Sesampainya di depan kantor pengacara, Yesha langsung menemui resepsionis. Dengan menunjukkan kartu nama Abhi, akhirnya resepsionis itu mengantarkan Yesha ke ruangan Abhi.
Yesha memperhatikan setiap detail ruangan Abhi sangat rapi dan terkesan manly. Yesha duduk di kursi tamu yang ada di sana, menunggu kedatangan Abhi, yang katanya masih rapat.
Tak lama, Abhi masuk ke dalam ruangan, dan dilihatnya Yesha sudah ada di sana.
"Kamu sudah datang,Yesh?" tanya Abhi basa-basi. lalu duduk di kursi single dekat Yesha
"Iya mas. "
"Kamu bawa yang aku minta? " tanyanya kemudian.
Yesha lalu mengambil map yang berisi berkas-berkas yang dibutuhkan, dan foto-foto perselingkuhan suaminya, foto bekas tamparan dan sebuah flashdisk berupa video saat Dika menalaknya. Semua sudah Yesha persiapkan.
"Apa ini? " tanya Abhi sambil memegang flashdisk.
"Itu video kejadian malam itu, mas. " Akhirnya Yesha menceritakan asal muasal video itu di ambil.
Mengenai Video, Yesha mendaptkan nya dari Aksa. Pada waktu kejadian malam itu, Aksa sengaja merekam semua yang terjadi dari kamar, dia takut terjadi apa-apa dengan ibunya. Karena itu Aksa berinisiatif mengambil Video tanpa sepengetahuan semua orang. Aksa memang pintar, dia berpikir lebih cepat dari kita orang dewasa.
"Anakmu luar biasa, Yesh. " kata Abhi setelah mendengar cerita Yesha.
"Iya, mas. Aksa memang anak yang pintar namun sayang, kehadirannya tidak diinginkan ayahnya. " kata Yesha sambil menunduk.
"Saya mohon pada mas Abhi. saya tidak mau harta goni gini atau apapun milik mereka. Saya hanya ingin hak asuh Aksa jatuh ke tangan saya sepenuhnya, mas Dika dan keluarganya tidak berhak sama sekali atas diri Aksa. Karena mereka tidak menginginkan Aksa dari dulu.
"Baiklah, Yesha. InsyaAllah aku usahakan yang terbaik untukmu. " kaya Abhi setelah mendengarkan keluh kesah Yesha.
"Dan mungkin kita akan 100% memenangkan persidangam ini. Dengan bukti-bukti yang kau bawa ini. Ini sangat memberatkan pihak Dika, Yesha. "
"Terimakasih mas, lebih cepat lebih baik. " kata Yesha sambil tersenyum ke arah Abhi
Deg... deg.. deg...
Abhi yang mendapat senyum tulus dari Yesha pun merasakan degupan aneh di jantungnya.
"Manis sekali. " gumam Abhi dalam hati.
"Ah, bicara apa aku. " kedua sisi dalam hati Abhi saling berbisik.
"Kalau begitu, aku pergi dulu ya mas. Sekali lagi terimakasih karena sudah mau membantuku. " Yesha berpamitan.
"Iya, sama-sama. " kata dika singkat.
Yesha segera beranjak dari duduknya, dan akan keluar pintu diikuti Abhi yang akan mengantarkan sampai ke pintu.
Namun tiba-tiba Yesha berhenti dan berbalik badan, hingga tak sengaja bertabrakan dengan dada bidang Abhi yang berada di belakangnya.
"Aduh, mas maaf. " kata Yesha yang merasa sungkan
"Kamu nggak apa-apa kan? " tanya Abhi sedikit khawatir kalau hidung Yesha masuk kedalam (bercanda)
"Enggak, mas. Aku lupa sesuatu. " Yeshaa lalu membuka tas yang dibawanya, dan mengambil kotak bekal makan siang buat Abhi
"Ini buat mas Abhi, jangan salah paham. Aku hanya ingin berterimakasih kepada mas Abhi karena sudah mau membantu ku. " ucap Yesha memberikan kotak bekal makan siangnya, sebelum Abhi berkata macam-macam.
Abhi menerima kotak bekal itu, dan memperhatikan dengan seksama. Karena selama ini dia tidak pernah membawa kotak bekal walau masih sekolah dulu.
"Ini untukku? " kata Abhi masih memperhatikan kotak bekal di tangannya.
"Iya, kenapa? apa mas Abhi nggak suka. " tanya Yesha yang sepertinya rasa percaya dirinya mulai menghilang.
Abhi yang melihat itupun langsung tersadar dengan sikapnya yang mungkin menyinggung Yesha.
"Enggak kok, Yesh. Aku suka. Makasih ya." katanya kemudian.
"Ayo aku antar ke lobby. " Abhi menaruh bekal makan siangnya itu di meja lalu mengantar Yesha sampai di lobby.
Selama perjalanan Yesha sibuk sendiri dengan ponselnya.
"Main apa Yesh, kok serius amat kelihatan nya." tanya Abhi yang kepo.
"Nggak main game mas, aku nunggu ojek olineku udah nyampe mana. "
"Oh, kamu naik ojol kesini? "
"Iya mas, jadi nggak capek-capek amat. Biar kauak orang kaya, naik mobil gitu. " kata Yesha sambil tekekeh. Membuat Abhi ikut tekekeh.
"Itu mas, ojolku sudah datang. Aku pulang dulu ya mas, Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikum salam. "
Abhi kemudian kembali ke ruangannya. Dilihatnya kotak bekal Yesha yang masih ada di mejanya. Abhi kemudian membuka kotak bekal makan siang itu dan melihat isinya.
Ada ayam kecap dan tumis kangkung dan beberapa lauk pelengkap lainnya seperti udang dan telur. Menu makan siang yang menggugah selera.
Sesuap demi sesuap masuk ke dalam mulut Abhi. Dia tersenyum merasakan masakan Yesha yang sangat pas di lidahnya. Akhirnya sekotak bekal makan siang itu pun habis tanpa tersisa. Membuat Abhi kekenyangan.
"Masakannya sangat enak, dari kemarin aku merasakan masakan Yesha, sangat pas di lidah. Sepertinya aku punya rencana, untuk mendapatkan makan siang seperti ini tiap hari. " kata Abhi dengan senyum liciknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Ani Ani
ambil kesepatan lah tu
2024-07-22
0
Tati Riyati
biar dapat makan siang gratis tiap hari. yesha harus di jadiin istri dulu ya Abi..🤣
2024-06-22
0
Jetva
jodoh datang terlambat...😁😁
2024-06-21
0