Sebulan setelah kata talak telah terucap dari mulut Dika namun sampai saat ini, surat cerai masih belum juga di dapatkan Yesha. Hampir tiap satu minggu sekali Yesha menanyakan kepada bu Dian apakah ada surat yang datang, tapi jawabannya tetap "tidak ada. "
Yesha akhirnya menyerah, mungkin Dika ingin hubungan mereka di gantung seperti ini, tidak ada kepastian. Disaat seperti ini, Yeshalah yang harus bergerak. Dia harus mendapatkan status barunya, walau itu hanya seorang janda. Tapi setidaknya dia memiliki status yang jelas.
Pagi ini Yesha menerima pesan dari bu Dian, kalau nanti siang dia akan datang kerumah bersama dengan seseorang. Dengan senang hati Yesha akan menyambut kedatangan malaikat penolongnya itu. Karena selama ini bu Dian lah yang telah mengangkatnya dari keterpurukan.
Yesha akan memasak makanan spesial hari ini untuk menyambut kedatangan bu Dian. Urusan toko, biar bi Sumi dan Lusi yang handle. Dia sangat bersemangat hari ini. Makanan sudah siap, sekarang Yesha akan membersihkan dirinya. dan menyuruh Aryo untuk menjemput Aksa. Kini Aryo sudah bekerja dengannya sebagai satpam rumah kost, dan mengantar jemput Aksa. Tentu saja dia mendapat bayaran doble karena hal itu. Dan Aksa sekarang juga tidak manja lagi seperti dulu, dia bisa berinteraksi dengan siapapun. Teman dekatnya saat ini, ya Aryo. karena sesama laki-laki katanya.
Pukul sepuluh sebuah mobil sprort berhenti di depan rumah Yesha. Lalu turunlah, seorang wanita paruh baya yang sangat Yesha kenal, Bu Dian lalu diikuti Bu Erina, dan seorang gadis muda. Yesha menyambutnya dengan senang hati karena kedatangam orang-orang yang Yesha sayangi itu.
"Selamat datang di rumah saya bu Erina. Maaf rumah saya kecil. " kata Yesha dengan sungkan.
"Tidak apa-apa, ini sudah lumayan besar lho, Yesh." kata bi Erina sambil memandangi semua yang ada di rumah Yesha.
"Kamu pinter ternyata, buka usaha toko sembako sama, apa itu? " tanya bi Erina saat melihat tumpukan baju.
"Oh itu, usaha baju online saya bu, saya ambil bajunya juga dari toko Dian. tapi saya jual secara online." kata Yesha menjelaskan.
"Bagus itu, bisa nambah-nambah penghasilan. " kata Bu Erina yang masih memandangi tiap sudut rumah Yesha.
"Maaf ini siapa ya, Bu? " tanya Yesha ketika melihat seorang gadis belia yang hanya diam saja dari tadi.
"Ooh, ini, anak bungsuku Yesh. namanya Jihan. Dia kuliah di kampus seberang jalanmu itu. " Bu Erina mengenalkan anaknya itu.
"Hallo kak, perkenalkan aku Jihan" kata Jihan mengulurkan tangannya.
"Aku Yesha, senang berkenalan denganmu. " yesha menyambut tangan Jihan.
"Jadi gini lho Yesh, Erina minta antar kesini karena ingin menyewa kost ditempatmu, apa masih ada?" tanya bu Dian mengatakan maksud kedatangannya.
"Ooh, ada kok bu. Masih ada dua kamar yang kosong." Kata Yesha.
"Mau kamar yang di atas apa yang di bawah? " tanya Yesha pada Jihan.
"Lihat-lihat kamarnya dulu kak. Nanti kalau cocok baru aku mau kost di sini. " jawab Jihan
"Oh begitu, Ya udah, ayo kita lihat kamarnya. " kata Yesha dengan semangat.
" Assalamu'alaikum." terdengar suara berat dari seorang laki-laki tak dikenal yang langsung masuk ke rumah.
"Wa'alaikum salam. " jawab mereka serempak.
"Masuk, Bhi. " kata Bu Erina yang mempersilahkan anaknya masuk.
"Siapa bu," tanya Yesha pada bu Dian sambil berbisik.
"Anak sulungnya Erina, kakaknya Jihan. " jawan bu Dian dengan berbisik lagi.
Yesha memperhatikan pria yang sudah duduk itu dengan seksama.
"Seperti pernah lihat, dimana ya? " pikir Yesha.
"Gimana, bu?" tanya Abhi kepada ibunya, sambil melihat ke sekeliling rumah Yesha.
"Ini kita mau lihat tempat kostnya. Keburu kamu masuk. " ujar bu Erina.
"Kalau begitu, ayo kalau mau lihat kamar kostnya." kata Yesha kemudian.
"Ya udah, ayo. "
Mereka kemudian beranjak dari rumah Yesha menuju tempat kost yang ada disebelah rumah Yesha. Yesha dan rombongannya itu, di sambut Aryo yang sedang, jaga.
"Ar, jangan lupa jemput Aksa. Sebentar lagi pulang. " kata Yesha mengingatkan Aryo.
"Iya mbak. "
Kemudian mereka menuju ke kamar yang masih kosong, satu di kamar atas dan satu di kamar bawah. Baik Bu Erina, Jihan dan Abhi benar-benar memperhatikan tempat kost milik Yesha ini. Terlihat rapi dan bersih.
"Aku tunggu di sini saja. " kata bu Dian yang tidak mau ikut melihat-lihat, dia lebih memilih duduk di kursi tunggu untuk tamu.
Yesha menunjukkan kamarnya kepada Jihan.
"Ini kamarnya, Jihan. silahkan masuk. " Yesha mempersilahkannya masuk.
Jihan dan bu Erina memperhatikan tiap sudut ruangan. Ada sebuah meja dapur kecil, lemari, kasur lantai dan kipas angin. kamar mandi dalam dengan WC duduk dan Shower juga sebuah timba untuk berjaga-jaga kalau mati lampu.
Setelah puas melihat-lihat, mereka duduk di ruang tempat menerima tamu, tempat bu Dian menunggu.
"Gimana? " tanya bu Dian.
"Lumayan, bener-bener tempat kost. " kekeh Bi Erina.
"Bagaimana, Dek? apa kamu suka? " tanya Abhi kepada adiknya itu.
"Suka sih kak, lumayan aku nggak perlu jauh-jauh kalau kuliah. Tinggal nyebrang doang. " kata Jihan.
"Jadi, mau ngekost di sini?" tanya Abhi lagi.
"Boleh." kata Jihan dengan semangat.
Mendengar itu bu Erina tersenyum, senang.
"Oh, iya Yesh berapa biaya perbulannya untuk ngekost? "
"Satu bulan 700ribu bu. Kemarin memang rencana mau minta 500ribu satu bulan belum keamanan yang masuk dalam anggaran. Dan setelah saya pikir-pikir biarlah nambah sedikit, buat bayar keamanan. Agar aman tempat kostnya, juga untuk mengawasi anak-anak kalau sedang terima tamu, biar nggak macam-macam bawa teman cowoknya ke dalam kamar. " jelas Yesha.
"Bagus itu Yesh, nggak apa-apa bayar lebih, asalkan keamanan terjamin. " Bu Erina setuju dengan penjelasan Yesha.
"Bhi kamu bayar sana sama Yesha. " pinta bu Erina kepada Abhi.
"Untuk berapa bulan, ma? "
"Tiga bulan aja dulu nggak apa-apa kan Yesh? Untuk percobaan Jihan. takut nggak betah anaknya. " kata Bu Erina.
"Iya nggak apa-apa, bu. "
Akhirnya transaksi pembayaran di lakukan Abhi melaluk transfer antar bank. Setelah itu, mereka hendak pamit untuk pulang, namun dicegah Yesha.
"Jangan pulang dulu bu, Ayo kerumah dulu. Saya sudah capek masak banyak lho buat kedatangan kalian. Masak nggak di makan. " kata Yesha sedikit mengiba.
Bu Dian menggelengkan kepalanya, melihat sikap Yesha yang seperti ini. Walau kuat di luar, sebenarnya dia juga memiliki sifat manja yang hanya keluar saat bersama orang yang dekat dengannya.
"Baiklah, Ayo Rin, kita makan dulu, kasihan yang sudah masak. Biar kamu tau masakan Yesha itu, enak apa enggak. " Bu Dian mengajak sahabatnya itu untuk makan.
Mereka akhirnya kembali ke rumah Yesha dan langsung menuju meja makan yang sudah di siapkan bi Sumi. Mereka pun makan dengan tenang dan sangat menikmati masakan Yesha.
"Masakanmu enak sekali, Yesh. " puji bu Erina.
"Ah, ibu biasa aja. Sama kok dengan masakan lainnya. " Yesha tersipu karena dipuji bu Erina.
"Bagaimana dengan perceraian mu? " tanya Bu Erina lagi.
"Saya masih belum mendapatkan surat cerai dari pengadilan bu, padahal ini sudah satu bulan. Saya mau mengurusnya sendiri, agar status saya jelas bu. Walau nantinya berubah menjadi janda. Itu lebih baik dari pada harus di gantung seperti ini. " kata Yesha.
"Bhi... kamu dengarkan? " kata bu Erina kepada anaknya.
"Apa sih, bu?" kata Abhi yang sedang menikmati masakan Yesha.
"Cih, lahap bener, enak apa lapar kak? " sindir Jihan kepada kakaknya.
"Enak banget. " jawab Abhi spontan..
Mereka semua saling berpandangan lalu tersenyum melihat tingkah Abhi yang seperti kelaparan itu.
"Ibuuuu.... "suara anak kecil yang berlari kedalam rumah itu, membuyarkan konsentrasi semua orang yang sedang makan siang.
" Aksa, nggak boleh teriak- teriak gitu. Ibu ada tamu. " Yesha memperingatkan Anaknya itu yang sudah nemplok di kakinya.
Aksa hanya menanggapinya dengan cengiran. Lalu pandangannya mengarah kepada semua orang yang ada di meja makan itu.
"Oma Dian. " Aksa berlari ke arah bu Dian yang dipanggil dengan sebutan oma itu lalu menyalaminya.
"Sama oma nggak salim juga?" goda bu Erina.
"Siapa, oma itu bu? " tanya Aksa kepada ibunya.
"Beliau oma Erina temannya oma Dian dan ini mbak Jihan dan yang itu... " Yesha mengenalkan keluarga bu Erina kepada Aksa. namun saat akan mengenalkan Abhi, kalimatnya langsung di potong Aksa.
"Itu om yang hampir nabrak kita itu kan bu? " sebuah kalimat yang membuat Abhi tersedak.
uhuk... uhuk... uhuk...
Abhi langsung mengehentikan makannya mendengar celetukan dari Aksa.
Mendengar kata-kata Aksa, Yesha jadi kembali mengingat kejadian sebulan yang lalu saat dia mau di tabrak mobil. Pantas sepertinya wajah Abhi tidak asing baginya.
"Maafkan anak saya mas, Abhi. Karena sudah membuat anda tersedak. " kata Yesha yang merasa tak enak hati.
"Tidak apa-apa, " kata Abhi dengan wajah yang masih memerah.
"Jadi, Aksa masih ingat kejadian waktu itu. " tanya Abhi pada akhirnua.
Aksa mengangguk karena merasa takut.
"Aku kira, Aksa lupa. Ibu Aksa saja nggak mengingat om lho, Aksa. "
Semua orang disana saling berpandangan karena mereka semua tau penyebab perceraian Yesha karena bertemu dengan Abhi, kecuali jihan yang tidak tau apa-apa.
"Maafkan saya, Yesh. Karena saya, kamu jadi diceraikan suamimu. " ungkap Abhi pada akhirnya.
Yesha tidak terkejut, dari mana Abhi bisa tau kalau dia bercerai dari suaminya karena Abhi. Pasti bu Dian yang cerita.
"Jangan menyalahkan tante Dian dalam hal ini. Karena saya tau dengan tidak sengaja saat berada di toko tante Dian waktu itu. Saya mendengar semua percakapan mu dengan mama dan tante Dian. " terang Abhi agar Yesha tidak salah paham.
Yesha mengangguk mengerti sekarang.
"Nggak apa-apa mas, sudah jadi rahasia umum sekarang saya mau bercerai dengan suami. "
"Tapi mereka nggak tau kalau perceraian mu terjadi karena kesalahan pahaman. "
Yesha mengangguk setuju.
"Maka dari itu, Yesha. Biarkan Abhi membantumu mengurus surat perceraian kalian. Abhi adalah seorang pengacara. Jadi kalian bisa secepatnya bercerai jika menggunakan jasa pengacara. Yaaahhh, itung-itung untuk membayar kesalahan yang tidak sengaja Abhi buat. " ujar bu Erina lanjang lebar.
Yesha kini tau apa pekerjaan Abhi.
"Apa boleh mas, saya minta bantuan mas Abhi untuk mengurus perceraian saya? " tanya Yesha ragu.
"Apa kamu sudah mantap bercerai dengan suamimu? " tanya Abhi menelisik.
"Saya sudah siap dan sangat yakin, mas. " jawab Yesha mantap.
"Baiklah, saya akan bantu kamu. Sebagai permintaan maaf saya sama kamu dan Aksa. " ujar Abhi.
to be continued.
note : baca juga karya othor ya mng berjudul "Jodoh Dari Situs Online. " Dijamin seru dan bikin baper. Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
cia
Makin seru krn ada abhi 😍
2025-01-08
0
Ani Ani
ceriai kan aja biar DIA tahu
2024-07-22
0
Jetva
🙌🙌🙌🙌🙌horeeeee...akhirx dpt pak pengacara....😊😊😊
2024-06-21
0