Keesokan harinya setelah menitipkan toko kepada bi Sumi dan Lusi untuk menjemput Aksa. Hari ini Yesha ingin menemui Bu Dian. Karena selama ini yang tau semua permasalahan Yesha adalah bu Dian. Jadi dia ingin meminta pendapat bu Dian, langkah apa yang harus dia tempuh untuk selanjutnya.
Sesampainya di toko Bu Dian Yesha langsung menemui Ana dan Dita, mereka saling berpelukan melepas rindu. Dan Yesha menanyakan perihal bu Dian kepada kedua temannya itu.
"Ada kok Yesh, di dalam. Bu Dian sedang kedatangan tamu. " kata Ana
"Oh, apakah aku harus menunggu? atau aku minta ijin masuk. " tanya Yesha sedikit ragu.
"Coba aja Yesh, kamu ke ruangannya, nanti di suruh nunggu apa masuk kan cuma bu Dian yang bisa mutusin. "
"Ah, ya, kamu benar juga. Kenapa aku jadi bego gini ya? " kata Yesha sambil memukul kepalanya.
Lalu dia menuju ruangan bu Dian dan mengetuk pintunya.
"Siapa? " tanya bu Dian dari dalam.
"Saya Yesha, bu. " jawab Yesha
"Masuk, Yesh. "
Setelah di ijinkan masuk, Yesha langsung membuka pintu ruangan Bu Dian. Bu Dian tersenyum melihat kedatangan Yesha. Dilihatnya di ruangan itu ada seorang wanita paruh baya seusia bu Dian, yang sedang duduk santai ditemani teh hangat bersama bu Dian.
"Duduk Yesh. Kenalin ini Erina, teman sekaligus sahabat ibu. Dia baru datang dari luar negeri. "
Yesha lalu mengulurkan tangannya kepada bu Erina dan di sambut bu Erina dengan senang hati.
"Dia Yesha, Rin. wanita yang aku ceritain tadi. " kata Bu dian kepada bu Erina. Rupanya dari tadi mereka lagi gibahin Yesha.
"Ohh, lumayan. Kalau sedikit perawatan pasti akan terlihat cantik. Ibarat emas, semakin di poles semakin berkilau. " kekeh bu Erina.
"Ada apa Yesh? apa ada yang ingin kau sampaikan kepadaku. "
"Sebenarnya ada bu, tapi karena ibu ada tamu. Mungkin lain kali saja saya kemari. " kata Yesha yang merasa sungkan.
"Nggak apa-apa, Yesh, tadi ibu juga sudah menceritakan sedikit kisah hidupmu kepada sahabat ibu ini. Tenang saja sahabat ibu ini bukan orang yang ember. Dia akan jaga rahasiamu dengan baik, karena dia tinggal diuar negeri
" Tapi bu, ini sesuatu yang sensitif, aku jadi tidak enak menceritakannya." ujar Yesha.
"Bisa ngasih klu kepada ibu? " Bu Dian mencoba memancing Yesha.
"Perpisahan." jawab Yesha singkat.
Mendengar kata perpisahan kedua wanita itu langsung terdiam. Bu Erina mengangguk kepada Bu Dian. Bu dian yang mengerti isyarat itupun memberi tanda yang sama.
"Ceritakanlah, Yesh. Tidak apa-apa. Anggap Erina ini teman curhatmu sama seperti aku. Kami akan memberi kan solusi untuk masalahmu.
Karena bu Dian mendesak Yesha untuk menceritakan masalahnya kepadanya saat ini walau ada bu Erina, dengan terpaksa yesha mulai cerita. Mulai dari ia yang hampir tertabrak mobil hingga dia dituduh selingkuh dengan pria yang memberinya air minum. Padahal disini siapa yang selingkuh. Yesha juga menunjukkan bukti perselingkuhan suaminya itu dengan wanita yang bernama Violet.
Bi Dian dan bu Erina mendengarkan secara seksama kejadian yang menimpa Yesha dan anaknya. Bu Erina yang baru mengenal Yesha pun jadi terenyuh mendengar kisahnya.. Dan ingin membantu Yesha keluar dari masalahnya.
"Jadi bu, bolehlah saya memberikan alamat ini untuk menerima surat dari pengadilan agama, jika mas Dika mendaftar kan perceraian kami? untuk sementara saya tidak ingin mas Dika tau keberadaan saya dan Aksa saat ini sebelum kami resmi bercerai. " tanya Yesha kepada bu Dian.
"Tentu saja, Yesh. ibu akan membantumu. Jika ada surat dari pengadilan agama, ibu akan menghubungimu. " kata Bu Dian, sesuai harapan Yesha.
"Terimakasih, bu. Anda memang dewi penolong saya. " ujar Yesha tulus.
"Lalu, bagaimana jika kau tidak mendapatkan surat cerai itu? Atau suamimu itu tidak mendaftarkan perceraian kalian? " kini giliran Bu Erina yang bertanya.
"Saya memberi mas Dika waktu satu bulan untuk mendaftarkan perceraian kami, jika dia tidak mendaftarkan nya, maka saya yang akan menggugat nya. " kaya Yesha yakin.
"Baiklah, kalau tadi Dian yang membantumu, sekarang ijinkan aku juga membantumu, Yesha. " kata bu Erina.
"Membantu apa? caranya?" tanya bu Dian bertubi-tubi.
"Aku akan siapkan pengacara keluargaku untuk membantumu,Yesha. Sekarang tidak hanya Dian yang ada di pihakmu, tapi juga aku. " kata bu Erina lagi dengan penuh keyakinan. Mungkin karena sesama wanita, jadi mereka berdua memiliki solidaritas yang tinggi sehingga mau membantu wanita lain yang teraniaya.
"Terimakasih bu, terimakasih atas semua bantuannya. " Yesha merasa sangat bersyukur.
"Sudah, kamu tak perlu menangis lagi, jangan kau buang air matamu untuk menangisi sesuatu hal yang nggak penting. " kata bu Erina lagi menepuk punggung Yesha.
Akhirnya sebuah bantuan didapatkan yesha lagi, dari orang yang entah datangnya dari mana dan tak terduga. Sebenarnya kebaikan apa yang ia lakukan dulu, sehingga dia bisa mendapatkan kebaikan saat ini. apakah ini karena buah dari kesabarannya selama ini?
Tanpa mereka sadari tadi ada sepasang telinga yang mendengarkan percakapan mereka wajahnya berubah-ubah setiap kali mendengar Yesha bicara. Tanpa mau mengganggu dan masuk ke dalam ruangan.
"Oh, iya Yesha. Kamu kan lagi bangun rumah kost. Gimana? apa sudah selesai? " Kini giliran bu Dian yang bertanya dan menanyakan tentang bisnis baru Yesha.
"Alhamdulillah sudah bu kemarin sudah saya isi, kipas angin, lemari dan tempat tidur. "
"Hmm, bagus itu. isi standart tempat kost. Berapa tarif perbulannya? " tanyanya lagi.
"Sekitar 500 ribu bu. Karena saya menyediakan kamar mandi dalam, jadi tidak perlu antri mandi diluar. menerima tamu pria atau saudara juga di luar bu, biar kost kami aman dari perilaku menyimpang. " jelas Yesha.
"Bagus itu. nanti ibu bantu tawarkam ke orang-orang yang mau nyari tempat kost Yesh. " maya bu Dian.
"Terimakasih, bu. "
"Tunggu... tunggu sebenarnya apa yang kalian berdua bicarakan? Aku tidak mengerti. "
"Yesha ini dapat uang dari hasil menjual sawah bapaknya, lalu dia belikan rumah untuk usaha toko sembako dan baju online. Karena masih ada sisa, jadi tanah disebelah rumahnya dia beli untuk di jadikan kost-kostan. Bukankah ide yang cemerlang. Apalagi tempat nya tak jauh dari kampus dan minimarket. " jelas bu Dian kepada bu .
"jadi Yesha punya tempat kost? Wah kebetulan sekali, anakku yang bungsu katanya pengen nyoba jadi anak kost. " kata bu Erina. "Bolehkah jika ibu menitipkan anak bungsu ibu, Yesh?" tanya bu Erina dengan antusias.
"Tapi besok saya masih harus melakukan tasyakuran untuk tempat kost. Biar semua penghuninya nanti diberi keselamatan. " terang Yesha.
"Aamiin. memang harus begitu, Yesha. "
Setelah ngobrol panjang lebar kesana kemari dan saling bertukar nomor ponsel akhinya Yesha berpamitan untuk pulang, karena takut Aksa akan mencarinya.
Saat mengambil motornya, ada sepasang mata tajam yang memperhatikan gerak-gerik Yesha dari dalam mobil.
"Bukankah dia wanita yang kemarin hampir aku tabrak. Apa mungkin gara-gara kemarin, dia diceraikam suaminya? Kalau memang benar maka aku akan merasa sangat bersalah padanya gumam seorang pria yang sedari tadi memperhatikan Yesha.
Setelah Yesha meninggalkan toko, Pria tadi masuk lagi ke dalam toko. Ana dan Dita yang sejak tadi terpesona dengan ketampanan pria itu, jadi curiga. karen dia keluar masuk toko tanpa membeli apapun. Terlebih yang dia tuju adalah ruangan atasannya. Ya, seseorang yang mencuri dengar percakapan ketiga wanita tadi adalah Pria yang kemarin hampir menabrak Yesha.
"Assalamu'alaikum" pria itu mengucapkan salam kepada dua paruh baya di dalam ruangan.
"Wa'alaikum salam. " jawab bu Dian dan bu Erina bersamaan.
"Abhi, kamu sudah datang? " Bu Erina terkejut saat melihat anaknya masuk ke dalam ruangan Bu Dian.
"Hallo tante. " sapa Abhi kepada bu Dian tanpa mengindahkan ocehan sang mama.
"Dasar anak durhakim, ibu sendiri di cuekin. "
Abi hanya nyengir kuda menanggapi mamanya.
"Ini.... " tanya bu Dian kepada sahabatnya.
"Dia Abhi, Abhiseva Pradipta, putra sulungku. " jawab bu Erina
"Ya.. ampun, ternyata sudah sebesar ini, Abhi. lama nggak ketemu. Tambah ganteng aja" Bu Dian teriak histeris saat mengingat anak sahabatnya itu.
Abhi hanya memberikan cengiran melihat kedua paruh baya yang sudah bersahabat sejak mereka sekolah namun masih tetap kompak sampai saat ini.
"Tante, tadi aku melihat ada seorang wanita keluar dari ruangan tante. Siapa itu, tan?" tanya Abhi Pura-pura tidak tau apa-apa.
"Oh, dia mantan pegawai tante dulu. Dia sering datang kemari untuk curhat sama tante."
"Kasihan wanita itu, Bhi. Dia tidak beruntung dalam pernikahannya dan sangat menderita karena pernikahannya dan akhirnya berpisah dengan suaminya hanya karena salah paham. " giliran mama Erina yang bicara.
"Kok bisa? bisa ceritakan padaku? " Abhi seolah tak mengerti apapun.
Akhirnya bu Dian menceritakan secara singkat perjalanan rumah tangga Yesha yang akhirnya berakhir perceraian.
Setelah mendengar sekilas cerita hidup Yesha, akhirnya Abhi menarik napas dalam dan mengeluarkannya perlahan. 'Wanita yang malang.' gumam Abhi.
Dia sudah memutuskan akan menceritakan semuanya kepada Bu Dian dan mamanya.
"Ma, tante. Sebenarnya kemarin yang hampir nabrak Yesha adalah aku. Dan yang ngasih yesha minum juga aku. Tapi baik aku dan Yesha tidak tau siapa yang mangambil gambar kami. Jadi, apa perceraian suami istri itu karena aku?" kata Abhiseva sambil menunduk dan menggenggam tangannya sendiri dengan erat.
" Apa? "
to be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Ani Ani
satu kejutan
2024-07-22
0
Tati Riyati
Ibu Erina ini, calon mertua baru si Yesha kaya nya..😍
2024-06-22
0
Jetva
hmm...kayakx bu Erina mulai simpatik nih...secara bu Dian aza menerima Yesha dgn tulus pasti nilai Yesha lebih tinggi..❤
2024-06-21
1