Langkah Pertama

Yesha kembali ke rumah kontrakannya saat waktu menunjukkan pukul tiga sore. Keadaan rumah tampak sepi, padahal ini akhir pekan. Biasanya Dika ada di rumah, walau hanya untuk tidur seharian. Tapi sekarang, kenapa rumah terlihat sepi banget. Yesha membuka pintu dengan kunci cadangan yang dibawanya. Mereka berdua masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam.

Di dalam rumah tampak berantakan, debu di mana-mana dan banyak bungkus makanan yang tidak dibuang di tempatnya. Mungkin bekas makan Dika, yang beli makanan online atau membawa makanan dari luar. Yesha menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras.

"Apa rumah ini tidak pernah di sapu atau dibersihkan selama kepergianku? " gumam Yesha.

"Aksa... sebaiknya Aksa mandi dulu ya? Ibu mau bersih-bersih rumah dulu. "

Aksa nurut dan langsung melakukan perintah ibunya.

Yesha mulai membersihkan rumah, mulai dari menyapu dan mengepel lantai. Mengelap meja dan mengumpulkan sampah yang berserakan lalu membuangnya. Setelah berkutat selama satu jam membersihkan rumah, akhirnya rumah sudah terlihat rapi dan bersih. Sehingga layak disebut rumah. Setelah itu Yesha membersihkan dirinya, dan berniat pergi keluar bersama Aksa membeli nasi goreng untuk makan malam mereka.

Setelah makan malam, Yesha duduk santai dengan anaknya sambil nonton televisi acara kesukaan Aksa, yaitu kartun dua botak kembar. Mereka berdua sudah tak peduli lagi dimana Dika berada saat ini. Yesha akan menikmati hidupnya yang sekarang. Dia akan mempertahankan rumah tangganya sampai dia merasa lelah dan menyerah. Namun, jika terbukti Dika selingkuh, maka Yesha tidak akan pernah memaafkannya. Dan saat itu juga dia akan minta cerai. Itu sudah keputusan yang Yesha ambil selama perjalanan tadi.

Suara motor Dika terdengar berhenti di depan rumah. Dika masuk dengan wajah kusut.

"Eh, kalian sudah datang. " sapa Dika ketika melihat anak istrinya.

"Iya, " jawab Yesha singkat. Dia tidak bertanya dari mana Dika dan apa yang dia lakukan, kenapa wajahnya terlihat sangat kusut seperti itu.

Dika langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah beberapa saat dia keluar dengan keadaan yang sudah segar.

"Kamu ga nyiapin makan malam, Yes. " tanya Dika ketika melihat meja makan kosong.

"Enggak, aku tadi baru sampai jam tiga terus beres-beres rumah yang sudah seperti kandang ayam. Aku capek, jadi aku dan Aksa tadi beli nasi goreng di depan. " kata Yesha menjelaskan dengan acuh.

"Kamu ga beliin aku juga."

"Ya enggaklah, mana tau aku mas Dika pulang malam ini. Kalau mas Dika ga pulang nanti mubadzir nasi gorengnya. " jawab Yesha santai.

"Kau ini ya, " Dika merasa geram melihat sikap Yesha yang acuh padanya.

"Tunggu aja orang lewat, nanti juga ada pedagang makanan yang lewat. "

Dika langsung mendudukkan dirinya di samping Yesha.

"Gimana keadaan bapak sama Ibu. " tanya Dika basa-basi akhirnya, mencoba mencairkan suasana.

"Alhamdulillah, bapak sama ibu baik. " Yesha menjawab seadanya.

"Kenapa, kamu matikan telponmu selama disana?" tanya Dika yang penasaran kenapa Yesha tidak bisa dihubungi selama berada di kampung

"Oh, aku hanya ingin mendapat quality time bersama dengan keluarga ku. Dan tidak mau ada yang mengganggu dengan kata-kata kasar yang membuatku moodku anjlok. Sedangkan aku harus tampak bahagia di depan kedua orang tuaku." tak segan Yesha menyindir Dika.

Dika yang merasa tersindir pun langsung diam seribu bahasa. Tak mampu lagi bertanya.

"Aksa, sudah malam. Ayo cepat tidur, besok kan Aksa harus ikut ibu kerja. " kata Yesha yang menyuruh anaknya untuk segera tidur.

"Jadi kamu akan tetap kerja? " tanya Dika setelah lama terdiam.

"Iya, lebih baik aku kerja. Kalau aku di rumah, ibumu akan menyeretku kerumah nya untuk menjadi pembantu di sana. " jawab Yesha ketus.

"Yesha, kenapa sikapmu berubah? Aku seperti tidak mengenal Yeshaku yang dulu. " Dika mulai mempertanyakan sikap istrinya yang semakin hari semakin berubah.

"Yeshamu yang dulu diam dan penurut sudah mati mas, karena hinaan dari keluargamu. Aku berubah karena aku ingin mempertahankan harga diriku, agar tidak mudah diinjak-injak lagi oleh ibumu dan adikmu. Aku berubah karena aku ingin bertahan agar tetap dalam kewarasanku. " Setelah mengatakan itu, Yesha bangkit dan masuk kedalam kamarnya.

Dika menelan salivanya kasar, setelah mendengar ucapan Yesha barusan. Ternyata macan yang sejak dulu tidur, akan menjadi sangat mengerikan saat sudah bangun. Dika bergidik ngeri dibuatnya, bahkan dia tidak bisa berkedip saat melihat sorot mata tajam Yesha.

Pagi harinya, seperti biasa Yesha akan menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Dia juga sudah menyiapkan makanan untuk sarapan. Setelah membangunkan suami dan anaknya, Yesha juga sudah bersiap untuk berangkat kerja. Kali ini mereka makan dalam satu meja, seperti rumah tangga harmonis lainnya.

Setelah sarapan, Dika berangkat kerja lebih dulu. Tak lupa Yesha mencium punggung tangannya, bagaimanapun juga Dika masih berstatus suaminya. Jadi dia masih menghormatinya sebagai seorang suami.

Setelah kepergian suaminya Yesha membersihkan rumah dulu sebelum berangkat kerja. Semalam Yesha sudah menghubungi Bu Dian kalau hari ini dia akan mulai masuk kerja. Dan bu Dian menyetujuinya. Yesha segera berangkat kerja setelah waktu menunjukkan pukul setengah delapan, dia akan mengambil uang di ATM dulu untuk membayar sepeda bu Dian yang dipinjamnya selama ini, dan membelikan sesuatu untuk teman-temannya. Yesha sampai di toko sesaat setelah toko baru buka.

"Eh, kamu sudah pulang Yes. " sapa Ani yang melihat Yesha pertama kali.

"Iya, mbak. Maaf terlambat. "

Ani tersenyum menanggapi Yesha yang merasa tidak enak.

Yesha lalu memberikan kantong yang dia bawa untuk dua rekan kerjanya, lalu membantu siap-siap buka toko. Setelah semua siap, Yesha minta ijin kepada temannya untuk menemui Bu Dian di ruangannya dan menitipkan Aksa sebentar, Ani dan Dita pun mengangguk.

Setelah dipersilahkan, Yesha masuk ke ruangan bu Dian. Dilihatnya bu Dian yang sedang berkutat dengan beberapa kertas di mejanya.

"Bu... " sapa Yesha yang sudah berada di depan bu Dian.

"Eh, kamu Yes, sudah datang? "

"Iya, bu. Saya ada perlu sama Ibu. "

"Ada Apa? silahkan duduk. "

Lalu Yesha menyampaikan keinginannya untuk bisa maju sebagai wanita karir, dia juga ingin membeli rumah sendiri yang akan dibeli dengan atas nama bapaknya. Dia tidak ingin membeli rumah atas namanya sendiri, karena takut jika terjadi sesuatu dengan pernikahannya Dika dan keluarganya akan menuntut rumah itu sebagai harta gono gini. Yesha hanya ingin mengamankan saja, bukankah lebih baik sedia payung sebelum hujan?

Bu Dian mengerti, dan setuju langkah yang akan di ambil Yesha. Bu Dian bahkan mendukungnya.

"Ibu punya rumah yang jarang di tempati, Yes. Kalau kamu mau, kamu boleh membelinya. Disana juga sudah ada rolling dor toko dan garasi juga. Rumahnya lumayan besar sih. Tempatnya juga setrategis untuk dibuat usaha."

"Aduh bu, kalau besar rumahnya pasti mahal. " Yesha merasa tak enak. "Saya hanya perlu tempat tinggal untuk saya dan Aksa saja bu. " kata Yesha kemudian.

"Ohhh, kalau masalah harga kamu tidak perlu khawatir Yes, kamu bisa mencicil nya kapanpun tanpa bunga. Niat ibu dari awal adalah membantu kamu, lepas dari jerat keluarga toxic suamimu. Jadi ibu beri harga saudara saja."

"Boleh saya lihat rumahnya dulu bu? " tanya Yesha yang merasa sungkan.

"Tentu, nanti sore pulang kerja, kita lihat rumahnya. Tidak jauh dari sini kok. "

"Baiklah, bu. Terimakasih sebelumnya. Dan ini saya mau tanya, berapa harga sepeda yang saya pinjam itu bu. Saya ingin membayarnya. " Yesha akhirnya mengatakan maksud lainnya.

"Ah, itu. sudah, kamu pakai saja. Lagipula, sepedanya disini juga nganggur ga ada yang make. Kalau itu bermanfaat untukmu kamu bisa memakainya, ibu hadiah kan untuk Aksa. " kata bu Dian dengan senyum tulusnya.

"Bu,,, sungguh saya berhutang banyak hal kepada anda. Saya sangat berterimakasih kepada anda. "

ucap Yesha tulus.

"Iya, sama-sama. Sekarang kembalilah bekerja. "

"Terimakasih sekali lagi ,bu"

Yesha segera keluar setelah mengucapkan terimakasih berkali-kali. Sungguh Bu Dian adalah dewi penolongnya, yang sudah memberikan solusi untuk hidupnya.

Sore harinya setelah toko tutup Yesha dan bu Dian pergi kerumah yang akan Bu Dian tunjukkan kepadanya. Rumah itu ada di dipinggir jalan kampung, yang cukup ramai. Yesha melihat-lihat dan merasa cocok dengan rumah itu.

"Kira-kira berapa bu? " tanya Yesha setelah melihat-lihat rumah itu.

"Rumah ini lumayan besar, Yes. dan berada di tempat strategis. Seharusnya rumah ini bisa laku kurang lebih 700 juta kalau melihat pasaran di sini. Tapi untuk kamu, ibu kasih 500 juta saja Yesh. " kata Bu Dian kemudian

"Apa tidak masalah dengan harga segitu, bu?" tanya Yesha yang merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa yesh, ibu ikhlas kok kalau itu buat kamu. "

Yesha menggenggam tangan bu Dian erat dan mengucapkan terimakasih berkali-kali.

Setelah Deal dengan harga akhirnya Yesha dan bu Dian kembali ke rumah mereka masing-masing. Yesha pulang dalam keadaan rumah yang sepi, dia lalu mengecek ponselnya. Dan melihat ada oesan dari Dika yang mengatakan kalau hari ini dia tidak akan pulang. Yesha mengacuhkan pesan dari Dika, karena itu sudah biasa baginya. Dia segera menyiapkan apa saja yang akan di lakukan setelah ini. Pertama-tama dia harus menghubungi bapaknya.

" Hallo assalamu'alaikum. " sapa Yesha ketika panggilan telpon di angkat.

"Wa'alaikum salam, ada apa mbak? " tanya Danu di seberang telpon.

"Bapak ada? mbak pengen ngomong sama bapak."

"Ada apa, nduk? " tanya Pak pram setelah telpon tersambung kepadanya.

Yesha akhirnya menceritakan semua yang dilakukannya hari ini.

"Jadi nanti, Yesha minta bapak datang kemari ya? kalau bu Dian membutuhkan tanda tangan bapak. Karena Yesha membelinya atas nama bapak bukan Yesha."

"Iya wes nduk, bapak sama ibu nanti kesana kalau semua sudah siap. Sekalian nyelameti rumah baru. " kata Pak Pram.

"Ya sudah pak kalau begitu. Yesha tutup telponnya ya, "

Panggilan ditutup. Akhirnya Yesha bisa bernapas dengan lega, karena satu langkahnua bisa tercapai. Tinggal melakukan langkah selanjutnya..

to be continued

Terpopuler

Comments

Ani Ani

Ani Ani

ya melangkah pelan pelan

2024-07-22

0

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

lhsg beli rmh sangar km yes...tp nnti dika ikutan tggl kah? aq bukan pewaris tp perintis yg pnya rmh hrs KPR 15th😃

2024-03-30

0

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

cerdas..lha y rugi kl yg punya dr phk perempuan nnti kl cerai msuk e gono gini krn ada nya brd trsbt saat masa prnkhn..nyebelin g

2024-03-30

0

lihat semua
Episodes
1 Tajamnya Lidah Mertua
2 Mencoba Melawan
3 Alasan Bekerja
4 Hari Pertama Bekerja
5 Telpon Dari Ibu
6 Pulang Kampung
7 Warisan
8 Langkah Pertama
9 Mulai Terkuak
10 Mulai Terkuak ( 2 )
11 Alasan Menikahi Yesha
12 Talak
13 Pergi Dari Rumah
14 Mengunjungi Bu Dian.
15 Penyesalan Dika
16 Kedatangan Bu Erina
17 Bekal Makan Siang
18 Surat Cerai
19 Bertemu Calon Mantan
20 Ayah Sementara
21 Desakan Dari Ibu Ayu
22 Janda Terhormat
23 Ketok Palu
24 Penyesalan dan Rasa Syukur
25 Toko Perhiasan
26 Penasaran
27 Perasaan Abhi
28 Masa Lalu Abhi
29 Hasutan Bu Ayu
30 Pertemuan Tak Disengaja
31 Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32 Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33 Keputusan Dika
34 Perjuangan dan Obsesi
35 Pernikahan Dika
36 Permintaan Papa
37 Keinginan Aksa
38 Rencana Papa Abhi
39 Harus Meyakinkan Diri
40 Bertemu Sahabat Lama
41 Alasan Abhi Menghilang
42 Keadaan Vio
43 Shock Therapy
44 Lamaran Tidak Langsung
45 Dewasa dan Kekanakan
46 Remaja Tua
47 Toko Perhiasan ( 2 )
48 Manipulasi Keadaan
49 Abhi dan Yesha
50 Tidak Tau Malu
51 CEO Baru
52 Ancaman Abhi
53 Istri Idaman
54 Menyusul Keputusan Yesha
55 Bertemu Yesha
56 Bukan Seorang Malaikat
57 Kekhawatiran Abhi
58 Obrolan Dua Pria
59 Sah
60 Resepsi
61 Hadiah Dari Jihan
62 Malam Pertama
63 Permintaan Vio
64 Pesan Terakhir
65 Karma Yang Bekerja
66 Mencari Suami Untuk Dila
67 Dila Pergi
68 Boomerang
69 Pembantu Ngelunjak
70 Hamil
71 Kabar Bahagia
72 Ketahuan
73 Dila Kabur
74 Memohon Maaf
75 Bertemu Dika
76 Bertemu Dika (2)
77 Hasil Tes DNA
78 Karma
79 Dika Mau Menikah Lagi?
80 Sadar
81 Keinginan Dua Bocah
82 Rencana Dika
83 Mempermalukan
84 Bertemu Agus
85 Ungkapan Rasa
86 Dika Dan Maya
87 Erhan dan Nisa Menyapa
88 Mario
89 Masa Lalu
90 Fakta
91 Ulang Tahun Abhi
92 Drama Suami Istri
93 Fakta Tentang Arum
94 Keputusan Arum
95 Drama Tiga Wanita
96 Pernikahan Dila dan Agus
97 Kedatangam Bu Ayu
98 Pemintaan Maaf
99 Dila Melahirkan
100 Pernikahan Maya dan Mario
101 Cerita Arum
102 Arion Menyapa
103 Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104 Author Menyapa
105 #S2 Dika 1
106 #S2 Dika 2
107 #S2 Dika 3
108 #S2 Dika 4
109 #S2 Dika 5
110 #S2 Dika 6
111 #S2 Dika 7
112 #S2 Dika 8
113 #S2 Dika 9
114 #S2 Dika 10
115 #S2 Dika 11
116 #S2 Dika 12
117 #S2 Dika 13
118 #S2 Dika 14
119 #S2 Dika 15
120 #S2 Dika 16
121 #S2 Dika 17
122 #S2 Dika 18
123 #S2 Dika 19
124 #S2 Dika 20
125 #S2 Dika 21
126 #S2 Dika 22
127 #S2 Dika 23
128 #S2 Dika 24
129 #S2 Dika 25
130 #S2 Dika 26
131 #S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132 #S2 Dika 28
133 #S2 Dika 29
134 #S2 Dika 30
135 #S2 Dika 31
136 #S2 Dika 32
137 #S2 Dika 33
138 #S2 Dika 34
139 #S2 Dika 35
140 #S2 Dika 36
141 #S2 Dika 37
142 #S2 Dika 38
143 #S2 Dika 39
144 #S2 Dika 40
145 Promosi Novel
146 #S2 Dika 41 (End)
147 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Tajamnya Lidah Mertua
2
Mencoba Melawan
3
Alasan Bekerja
4
Hari Pertama Bekerja
5
Telpon Dari Ibu
6
Pulang Kampung
7
Warisan
8
Langkah Pertama
9
Mulai Terkuak
10
Mulai Terkuak ( 2 )
11
Alasan Menikahi Yesha
12
Talak
13
Pergi Dari Rumah
14
Mengunjungi Bu Dian.
15
Penyesalan Dika
16
Kedatangan Bu Erina
17
Bekal Makan Siang
18
Surat Cerai
19
Bertemu Calon Mantan
20
Ayah Sementara
21
Desakan Dari Ibu Ayu
22
Janda Terhormat
23
Ketok Palu
24
Penyesalan dan Rasa Syukur
25
Toko Perhiasan
26
Penasaran
27
Perasaan Abhi
28
Masa Lalu Abhi
29
Hasutan Bu Ayu
30
Pertemuan Tak Disengaja
31
Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32
Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33
Keputusan Dika
34
Perjuangan dan Obsesi
35
Pernikahan Dika
36
Permintaan Papa
37
Keinginan Aksa
38
Rencana Papa Abhi
39
Harus Meyakinkan Diri
40
Bertemu Sahabat Lama
41
Alasan Abhi Menghilang
42
Keadaan Vio
43
Shock Therapy
44
Lamaran Tidak Langsung
45
Dewasa dan Kekanakan
46
Remaja Tua
47
Toko Perhiasan ( 2 )
48
Manipulasi Keadaan
49
Abhi dan Yesha
50
Tidak Tau Malu
51
CEO Baru
52
Ancaman Abhi
53
Istri Idaman
54
Menyusul Keputusan Yesha
55
Bertemu Yesha
56
Bukan Seorang Malaikat
57
Kekhawatiran Abhi
58
Obrolan Dua Pria
59
Sah
60
Resepsi
61
Hadiah Dari Jihan
62
Malam Pertama
63
Permintaan Vio
64
Pesan Terakhir
65
Karma Yang Bekerja
66
Mencari Suami Untuk Dila
67
Dila Pergi
68
Boomerang
69
Pembantu Ngelunjak
70
Hamil
71
Kabar Bahagia
72
Ketahuan
73
Dila Kabur
74
Memohon Maaf
75
Bertemu Dika
76
Bertemu Dika (2)
77
Hasil Tes DNA
78
Karma
79
Dika Mau Menikah Lagi?
80
Sadar
81
Keinginan Dua Bocah
82
Rencana Dika
83
Mempermalukan
84
Bertemu Agus
85
Ungkapan Rasa
86
Dika Dan Maya
87
Erhan dan Nisa Menyapa
88
Mario
89
Masa Lalu
90
Fakta
91
Ulang Tahun Abhi
92
Drama Suami Istri
93
Fakta Tentang Arum
94
Keputusan Arum
95
Drama Tiga Wanita
96
Pernikahan Dila dan Agus
97
Kedatangam Bu Ayu
98
Pemintaan Maaf
99
Dila Melahirkan
100
Pernikahan Maya dan Mario
101
Cerita Arum
102
Arion Menyapa
103
Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104
Author Menyapa
105
#S2 Dika 1
106
#S2 Dika 2
107
#S2 Dika 3
108
#S2 Dika 4
109
#S2 Dika 5
110
#S2 Dika 6
111
#S2 Dika 7
112
#S2 Dika 8
113
#S2 Dika 9
114
#S2 Dika 10
115
#S2 Dika 11
116
#S2 Dika 12
117
#S2 Dika 13
118
#S2 Dika 14
119
#S2 Dika 15
120
#S2 Dika 16
121
#S2 Dika 17
122
#S2 Dika 18
123
#S2 Dika 19
124
#S2 Dika 20
125
#S2 Dika 21
126
#S2 Dika 22
127
#S2 Dika 23
128
#S2 Dika 24
129
#S2 Dika 25
130
#S2 Dika 26
131
#S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132
#S2 Dika 28
133
#S2 Dika 29
134
#S2 Dika 30
135
#S2 Dika 31
136
#S2 Dika 32
137
#S2 Dika 33
138
#S2 Dika 34
139
#S2 Dika 35
140
#S2 Dika 36
141
#S2 Dika 37
142
#S2 Dika 38
143
#S2 Dika 39
144
#S2 Dika 40
145
Promosi Novel
146
#S2 Dika 41 (End)
147
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!