Pulang Kampung

Dua minggu telah berlalu setelah telpon dari ibu Yesha di kampung. Yesha sudah meminta ijin dari bu Dian untuk cuti kerja selama waktu yang belum di tentukan. Bu Dian pun mengerti, dan mengijinkannya untuk cuti. Bu Dian tidak memecat Yesha, karena sejak awal niatnya memperkerjakan Yesha adalah untuk membantunya keluar dari masalah keluarganya. Beliau juga tidak akan menambah pegawai di tokonya, karena untuk saat ini cukup dua orang saja yang jaga. Ditambah nanti Yesha jika dia sudah datang.

Yesha telah melakukan perubahan besar di toko selama dua minggu ini, dia memperbaiki pakaian yang sedikit sobek atau ada cacat nya, karena Yesha bisa menjahit dan menyulam. Hasil jahitannya pun rapi. Sehingga pakaian-pakaian itu, bisa dijual kembali walau dengan harga murah. Karena itu bu Dian tidak akan menggantikan Yesha dengan orang lain. Yesha memiliki ketrampilan menjahit di sekolahnya dulu waktu SMK dia mengambil kursus menjahit, sehingga sedikit banyak dia bisa menjahit.

Yesha juga meminta permohonan maaf kepada kedua teman kerjanya karena harus pulang kampung. Yesha sebenarnya merasa tidak enak, karena harus meminta cuti sebelum satu bulan kerja. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus pulang karena memang keadaan disana mendesak. Dan Yesha adalah satu-satunya anak yang bisa orang tuanya andalkan. Karena adik Yesha masih duduk di kelas dua SMA yang belum mengerti apa-apa.

Bu Dian juga memberi Yesha uang gajinya selama dua minggu bekerja. Lumayanlah, karena bisa untuk ongkos pulang kampung. Kini Yesha tinggal bilang ke suaminya untuk pulang kampung. Terserah suaminya mau ikut atau tidak, yang penting Yesha akan tetap pergi walau hanya berdua dengan anaknya.

"Mas, besok aku mau pulang boleh? " Yesha memberanikan bicara dengan suaminya.

"Kenapa tidak bilang dari kemarin-kemarin sih, kalau mau pulang kampung. Aku kan bisa ambil cuti dan mengantarmu pulang. " kata Dika dengan nada tak suka.

"Ibu baru kemarin telpon, mas. Katanya mereka rindu sama Aksa, karena sudah lama kami tidak pulang. Bapak juga sedang sakit, katanya pengen ketemu cucunya. " Yesha tidak bohong karena kemarin ketika ibunya menelpon lagi untuk memastikan kepulangan Yesha, ibunya bilang kalau bapaknya sedang sakit diare. Jadi Yesha tidak salah kalau bilang bapaknya sedang sakit.

"Tapi aku tidak bisa mengantar kalian. Gimana dong? " kata Dika lagi yang pura-pura merasa tak enak. Karna ketika mendengar mertuanya sakit dia sudah enggan untuk ke sana, karena pasti dia yang akan mengeluarkan uang untuk berobat.

"Ya sudah, aku akan pulang sendiri dengan Aksa, mas. Sekalian Aksa liburan di sana. Tapi aku minta uang untuk ongkos naik bus. " kata Yesha, karena dia sudah yakin Dika tidak akan mau ikut pulang kampung jika mendengar keluarga Yesha ada yang sakit, karena takut mengeluarkan uang untuk itu.

"Kamu minta berapa? Dua ratus ribu cukup? "

"Astaghfirullahalazim.... " batin Yesha dengan mengelus dadanya.

"Kenapa kamu mengelus dada seperti itu. " kata Dika dengan nada tidak suka.

"Mas, coba bayangin aku kesana pulang pergi naik bus, dan belum kebutuhanku di sana. Jajannya Aksa. Mas, aku sudah membiarkan Aksa tidak ikut rekreasi sekolah, karena aku tau mas Dika ga akan ngijinin karena hanya akan mengahabiskan uang mas Dika sesuai omongan ibu. Tapi biarkan Aksa berlibur di rumah kakek neneknya. "

"Tapi aku ga punya uang lebih, Yesha. Ini kan tanggal tua. " nada suara Dika sedikit kesal.

"Kemarin waktu ibu marah, mas Dika membujuknya dengan memberi uang ibu satu juta dengan cuma-cuma, dan aku yakin mas Dika juga sudah mentransfer uang kepada mas Bagus, kan. Untuk rekreasinya Harum. " Yesha mulai mengungkit-ungkit uang yang di keluarkan Dika.

"Sekarang giliranku ingin mengunjungi orang tuaku yang sakit, tapi kau bilang tidak ada uang katamu. Benar-benar kamu ya mas. Aku sudah muak mas, dengan perlakuanmu kepada kami. " Kata Yesha yang sudah tidak bisa menahan lagi sakit hatinya.

"Kamu berani bicara keras padaku, Yesha. " geram Dika yang mulai tersulut emosi. "Aku mengeluarkan uang untuk keluarga ku sendiri, untuk ibuku. "

"Lalu kau anggap apa aku dan Aksa selama ini, mas? " Yesha sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.

"Kau... Argghh... " Dika menggaruk kepalanya dengan kasar. Lalu masuk ke dalam kamar, mengambil beberapa lembar uang dari dalam tas kerjanya.

Yesha tergugu di kursi tamu, walau ini sudah dia duga akan terjadi. Tapi, kenapa rasanya sesakit ini. Saat suamimu benar-benar tidak peduli padamu dan anakmu.

"Ini... " Dika melemparkan sepuluh lembar uang ratusan ribu di hadapan Yesha. Selalu seperti ini, tiap kali Yesha meminta uang mereka harus berdebat terlebih dahulu, sebelum Dika melempar uang di hadapannya.

Yesha mengusap air matanya kasar, tanpa mengambil uang pemberian Dika, dia langsung beranjak dari sana dan masuk ke dalam kamar Aksa dan menguncinya. Tanpa memperdulikan teriakan Dika.

Dika mulai merasa geram dengan tingkah Yesha yang sekarang sudah mulai membangkangnya, dia sudah bukan istri penurutnya lagi yang mudah di atur. Yesha benar-benar sudah berubah. Lagi-lagi, Dika malam ini tidur sendiri. Karena Yesha tidur dengan anaknya.

"Tau begini, aku tadi tidak pulang tadi." gumamnya

"Aahhh... sial... " umpat nya.

**************

Pagi harinya, Yesha segera membangunkan Aksa dan menyuruhnya untuk segera bersiap. Karena busnya akan berangkat pukul tujuh pagi. Setelah bersiap, Yesha menulis pesan pada secarik kertas dan di letakkan di atas meja makan. Kemudian Yesha pergi tanpa berpamitan dan membangunkan Dika. Untungnya kemarin Yesha sudah menyiapkan pakaian yang akan dia bawa dan disimpan di kamar Aksa.

Dika bangun ketika matahari mulai meninggi. Dia mengambil ponselnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul sepuluh pagi. Walau hari ini hari minggu, tapi kenapa Yesha tidak membangunkannya.

"Kenapa Yesha tidak membangunkan ku? " gumamnya, dan dengan langkah kasar dia keluar dari kamar.

Sepi...

Itulah yang ditemui Dika ketika sudah berada di luar kamarnya. Dia mencari keberadaan Yesha dan Aksa di kamar yang semalam mereka tempati. Didapur juga tidak ada, lalu dia melihat secarik kertas di atas meja. Karena penasaran Dika mendekatinya dan membaca tulisan yang ada di sana.

Assalamu'alaikum,

Sebelumnya, aku minta maaf padamu mas. Karena pagi ini aku tidak membangunkanmu, masak untukmu dan berpamitan padamu. Karena suasana hatiku masih buruk.

Seperti semalam yang aku katakan padamu, Pagi ini aku dan Aksa pulang kampung, dan bus kami berangkat jam tujuh, jadi tadi kami terburu-buru.

Aku akan berada dirumah ibu selama beberapa hari, hingga keadaan bapak membaik. Jika kau ingin menjemput kami silahkan datang. Kalau tidak pun tidak apa-apa. Aku tidak akan pernah memaksamu.

Wassalamu'alaikum

Yesha.

Setelah membaca surat itu Dika kemudian meremas kertas itu dengan sangat marah.

"Wanita ini benar-benar, membuatku marah. Aku tidak akan menjemputmu atau ke rumah orang tuamu yang reot itu. Sebaiknya aku segera mandi dan ke rumah ibu untuk sarapan " gumamnya.

Tapi sebelum itu, Dika mengambil ponselnya dan segera menghubungi Yesha. Yesha sendiri yang merasakan ponselnya bergetar segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon. Yesha mengangkatnya namun tidak menyapa lebih dulu, karena dia ingin mendengar apa yang akan dikatakan Dika.

"Kamu dimana? "

"Di dalam bus. " jawab Yesha ketus.

"Kapan kau akan kembali pulang. "

"Entahlah, aku baru berangkat mas, dan masih di dalam kendaraan sudah ditanya kaoan kembali. Aku akan di sana selama liburan Aksa. "

"Lalu bagaimana kerjamu di sini. "

"Bukan urusanmu, mas. Apa masih ada yang ingin kau katakan? Jika, tidak ada yang mau dikatakan lagi, aku matikan telponnya. "

Yesha mematikan telponnya sepihak, dan mematikannya. Dia tidak ingin Dika menghubunginya lagi, yang akan menambah moodnya semakin buruk.

Dika yang melihat ponselnya sudah mati semakin kesal, "Wanita ini benar-benar ya. "

Dika lalu menghubungi Yesha lagi, tapi yang menjawab mbak-mbak operator.

"Sial, beraninya dia mematikan ponselnya. " kata Dika semakin emosi.

Dika lalu mandi setelah itu dia akan pergi ke rumah ibunya. Sampai dirumah ibunya suasana terliha sepi.

"Kemana semua orang? " gumamnya, lalu masuk ke dalam rumah. Dilihatnya ibunya sedang duduk nonton televisi sendiri.

"Bu... " sapa Dika.

"Eh, kamu, Dik. Tumben kesini. "

"Dimana semua orang bu, "

"Bagus di bengkel, Maya sama anaknya rekreasi sedangkan Dila tadi keluar sama temannya. "

Dika langsung menuju dapur dan melihat apakah ada makanan disana. Ternyata masih ada. Diapun mengambil makanan dengan lauk yang ada, dan membawanya ke ruang keluarga.

"Kamu belum makan? " tanya bu Ayu mengernyitkan keningnya

Dika menggeleng, sambil terus mengunyah makanannya.

"Apa Yesha ga masak? "

"Yesha pulang kampung tadi pagi, katanya bapaknya sakit. "

"Ya seharusnya dia kan harus masakin kamu dulu, Dik. "

"jangankan masakin, pamitan aja enggak bu. Aku tadi ga dibangunin sama Yesha. " Dika mulai mengadu pada ibunya tentang kelakuan istrinya itu.

Bu Ayu yang mendengar itupun merasa geram,

"Itu tuh, istri yang kamu pertahanin selama ini Dika. Dia sudah mulai ngelunjak sekarang. Sebaiknya kamu ceraikan saja, Yesha. Dan cari lagi wanita yang sepadan dengan dirimu, bukan wanita kampung macam Yesha. Emangnya kamu lihat apa sih dari Yesha, kok mau menikahi wanita kampung macam begitu. "

"Dia itu kembang desa dulu bu, terus anaknya penurut. Makanya Aku suka sama dia. Ibu juga ga rugikan punya menantu dia, dikasih uang berapapun mau. "

"Bener juga, tapi ibu sudah sepet lihat mukanya. Kalau kamu sudah bosan, segera ceraikan dia dan cari wanita yang bening dan mapan. Jangan kayak dia lagi. "

"Memangnya, aku boleh nikah lagi, bu. "

"Boleh, asalkan sama wanita yang kaya. Yang bisa ngasih ibu duit, bukan ibu yang ngeluarin duit.

Obrolan ibu dan anak itupun berlanjut, dan yang mereka bahas hanya materi dunia saja.

Sedangkan Yesha, kini sudah sampai di kampung halamannya. Setelah menempuh jarak selama lima jam perjalanan, akhirnya dia sampai juga di rumah tempatnya dilahirkan.

to be continue

Terpopuler

Comments

Ani Ani

Ani Ani

emak dengan Anak sama aja kurang ajar

2024-07-22

1

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

mertua kentir km tuh haruse pnya tnggjwb sama anak mantu bukane mlh nguasai pghsln anak laki2mu yg sdh jd suami org yg mana tgjwb y ke istri bukan ke Ibu dzalim seperti anda.moga2 cerai trus aksa jd kaya raya dg wrsan bs bisnis

2024-03-30

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

mak ma ank matree

2024-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Tajamnya Lidah Mertua
2 Mencoba Melawan
3 Alasan Bekerja
4 Hari Pertama Bekerja
5 Telpon Dari Ibu
6 Pulang Kampung
7 Warisan
8 Langkah Pertama
9 Mulai Terkuak
10 Mulai Terkuak ( 2 )
11 Alasan Menikahi Yesha
12 Talak
13 Pergi Dari Rumah
14 Mengunjungi Bu Dian.
15 Penyesalan Dika
16 Kedatangan Bu Erina
17 Bekal Makan Siang
18 Surat Cerai
19 Bertemu Calon Mantan
20 Ayah Sementara
21 Desakan Dari Ibu Ayu
22 Janda Terhormat
23 Ketok Palu
24 Penyesalan dan Rasa Syukur
25 Toko Perhiasan
26 Penasaran
27 Perasaan Abhi
28 Masa Lalu Abhi
29 Hasutan Bu Ayu
30 Pertemuan Tak Disengaja
31 Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32 Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33 Keputusan Dika
34 Perjuangan dan Obsesi
35 Pernikahan Dika
36 Permintaan Papa
37 Keinginan Aksa
38 Rencana Papa Abhi
39 Harus Meyakinkan Diri
40 Bertemu Sahabat Lama
41 Alasan Abhi Menghilang
42 Keadaan Vio
43 Shock Therapy
44 Lamaran Tidak Langsung
45 Dewasa dan Kekanakan
46 Remaja Tua
47 Toko Perhiasan ( 2 )
48 Manipulasi Keadaan
49 Abhi dan Yesha
50 Tidak Tau Malu
51 CEO Baru
52 Ancaman Abhi
53 Istri Idaman
54 Menyusul Keputusan Yesha
55 Bertemu Yesha
56 Bukan Seorang Malaikat
57 Kekhawatiran Abhi
58 Obrolan Dua Pria
59 Sah
60 Resepsi
61 Hadiah Dari Jihan
62 Malam Pertama
63 Permintaan Vio
64 Pesan Terakhir
65 Karma Yang Bekerja
66 Mencari Suami Untuk Dila
67 Dila Pergi
68 Boomerang
69 Pembantu Ngelunjak
70 Hamil
71 Kabar Bahagia
72 Ketahuan
73 Dila Kabur
74 Memohon Maaf
75 Bertemu Dika
76 Bertemu Dika (2)
77 Hasil Tes DNA
78 Karma
79 Dika Mau Menikah Lagi?
80 Sadar
81 Keinginan Dua Bocah
82 Rencana Dika
83 Mempermalukan
84 Bertemu Agus
85 Ungkapan Rasa
86 Dika Dan Maya
87 Erhan dan Nisa Menyapa
88 Mario
89 Masa Lalu
90 Fakta
91 Ulang Tahun Abhi
92 Drama Suami Istri
93 Fakta Tentang Arum
94 Keputusan Arum
95 Drama Tiga Wanita
96 Pernikahan Dila dan Agus
97 Kedatangam Bu Ayu
98 Pemintaan Maaf
99 Dila Melahirkan
100 Pernikahan Maya dan Mario
101 Cerita Arum
102 Arion Menyapa
103 Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104 Author Menyapa
105 #S2 Dika 1
106 #S2 Dika 2
107 #S2 Dika 3
108 #S2 Dika 4
109 #S2 Dika 5
110 #S2 Dika 6
111 #S2 Dika 7
112 #S2 Dika 8
113 #S2 Dika 9
114 #S2 Dika 10
115 #S2 Dika 11
116 #S2 Dika 12
117 #S2 Dika 13
118 #S2 Dika 14
119 #S2 Dika 15
120 #S2 Dika 16
121 #S2 Dika 17
122 #S2 Dika 18
123 #S2 Dika 19
124 #S2 Dika 20
125 #S2 Dika 21
126 #S2 Dika 22
127 #S2 Dika 23
128 #S2 Dika 24
129 #S2 Dika 25
130 #S2 Dika 26
131 #S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132 #S2 Dika 28
133 #S2 Dika 29
134 #S2 Dika 30
135 #S2 Dika 31
136 #S2 Dika 32
137 #S2 Dika 33
138 #S2 Dika 34
139 #S2 Dika 35
140 #S2 Dika 36
141 #S2 Dika 37
142 #S2 Dika 38
143 #S2 Dika 39
144 #S2 Dika 40
145 Promosi Novel
146 #S2 Dika 41 (End)
147 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Tajamnya Lidah Mertua
2
Mencoba Melawan
3
Alasan Bekerja
4
Hari Pertama Bekerja
5
Telpon Dari Ibu
6
Pulang Kampung
7
Warisan
8
Langkah Pertama
9
Mulai Terkuak
10
Mulai Terkuak ( 2 )
11
Alasan Menikahi Yesha
12
Talak
13
Pergi Dari Rumah
14
Mengunjungi Bu Dian.
15
Penyesalan Dika
16
Kedatangan Bu Erina
17
Bekal Makan Siang
18
Surat Cerai
19
Bertemu Calon Mantan
20
Ayah Sementara
21
Desakan Dari Ibu Ayu
22
Janda Terhormat
23
Ketok Palu
24
Penyesalan dan Rasa Syukur
25
Toko Perhiasan
26
Penasaran
27
Perasaan Abhi
28
Masa Lalu Abhi
29
Hasutan Bu Ayu
30
Pertemuan Tak Disengaja
31
Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32
Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33
Keputusan Dika
34
Perjuangan dan Obsesi
35
Pernikahan Dika
36
Permintaan Papa
37
Keinginan Aksa
38
Rencana Papa Abhi
39
Harus Meyakinkan Diri
40
Bertemu Sahabat Lama
41
Alasan Abhi Menghilang
42
Keadaan Vio
43
Shock Therapy
44
Lamaran Tidak Langsung
45
Dewasa dan Kekanakan
46
Remaja Tua
47
Toko Perhiasan ( 2 )
48
Manipulasi Keadaan
49
Abhi dan Yesha
50
Tidak Tau Malu
51
CEO Baru
52
Ancaman Abhi
53
Istri Idaman
54
Menyusul Keputusan Yesha
55
Bertemu Yesha
56
Bukan Seorang Malaikat
57
Kekhawatiran Abhi
58
Obrolan Dua Pria
59
Sah
60
Resepsi
61
Hadiah Dari Jihan
62
Malam Pertama
63
Permintaan Vio
64
Pesan Terakhir
65
Karma Yang Bekerja
66
Mencari Suami Untuk Dila
67
Dila Pergi
68
Boomerang
69
Pembantu Ngelunjak
70
Hamil
71
Kabar Bahagia
72
Ketahuan
73
Dila Kabur
74
Memohon Maaf
75
Bertemu Dika
76
Bertemu Dika (2)
77
Hasil Tes DNA
78
Karma
79
Dika Mau Menikah Lagi?
80
Sadar
81
Keinginan Dua Bocah
82
Rencana Dika
83
Mempermalukan
84
Bertemu Agus
85
Ungkapan Rasa
86
Dika Dan Maya
87
Erhan dan Nisa Menyapa
88
Mario
89
Masa Lalu
90
Fakta
91
Ulang Tahun Abhi
92
Drama Suami Istri
93
Fakta Tentang Arum
94
Keputusan Arum
95
Drama Tiga Wanita
96
Pernikahan Dila dan Agus
97
Kedatangam Bu Ayu
98
Pemintaan Maaf
99
Dila Melahirkan
100
Pernikahan Maya dan Mario
101
Cerita Arum
102
Arion Menyapa
103
Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104
Author Menyapa
105
#S2 Dika 1
106
#S2 Dika 2
107
#S2 Dika 3
108
#S2 Dika 4
109
#S2 Dika 5
110
#S2 Dika 6
111
#S2 Dika 7
112
#S2 Dika 8
113
#S2 Dika 9
114
#S2 Dika 10
115
#S2 Dika 11
116
#S2 Dika 12
117
#S2 Dika 13
118
#S2 Dika 14
119
#S2 Dika 15
120
#S2 Dika 16
121
#S2 Dika 17
122
#S2 Dika 18
123
#S2 Dika 19
124
#S2 Dika 20
125
#S2 Dika 21
126
#S2 Dika 22
127
#S2 Dika 23
128
#S2 Dika 24
129
#S2 Dika 25
130
#S2 Dika 26
131
#S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132
#S2 Dika 28
133
#S2 Dika 29
134
#S2 Dika 30
135
#S2 Dika 31
136
#S2 Dika 32
137
#S2 Dika 33
138
#S2 Dika 34
139
#S2 Dika 35
140
#S2 Dika 36
141
#S2 Dika 37
142
#S2 Dika 38
143
#S2 Dika 39
144
#S2 Dika 40
145
Promosi Novel
146
#S2 Dika 41 (End)
147
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!