Hari Pertama Bekerja

Keesokan harinya, Nisa bangun pagi-pagi sekali untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya agar tidak terlambat untuk datang bekerja. Dilihatnya Aksa yang baru bangun tidur dan langsung masuk ke kamar mandi. Yesha yang melihat itu tersenyum bangga, anaknya tumbuh menjadi anak yang tidak manja. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Aksa dan Yesha kini berada di meja makan untuk sarapan dengan menu andalan mereka, yaitu tempe goreng dan telur dadar.

"Yuk, kita berangkat. Setelah mengantar Aksa, ibu akan pergi bekerja. "

Aksa tersenyum mendengar ibunya yang bersemangat pagi ini.

"Ibu kerja yang rajin ya, nanti kalau sudah dapat uang beliin Aksa mainan. "

"Aksa mau mainan apa? "

"Aksa mau mobil-mobilan, bu. "

"Ya sudah tunggu ibu dapat uang ya. Nanti ibu belikan mobil-mobilan. "

Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah Aksa. Setelah menitipkan Aksa kepada gurunya, Yesha langsung menuju toko yang akan menjadi tempatnya bekerja. Toko masih tutup, mungkin Yesha datang terlalu pagi. Jadi dia menunggu di depan toko sambil menatap orang-orang yang hilir mudik.

"Mereka kemana-mana memakai sepeda, mungkin nanti aku akan membeli sepeda ontel bekas setelah mendapat gaji. " pikir Yesha. Karena selama ini dia kemana-mana jalan kaki. Mau naik angkot atau ojek dia masih pikir-pikir karena takut uangnya tidak cukup untuk makan esok hari.

Tak berapa lama ada seorang wanita yang menyapanya, "ngapain mbk. " Sapa wanita tadi.

"Ah, aku nunggu toko ini buka. " kata Yesha.

"Oohh... saya juga nunggu mbk, saya pegawai di sini. " kata wanita tadi.

"Mbaknya kerja di sini?

"Iya, saya pegawai yang merangkap kasir disini sama teman satu lagi. '

" Oohh, kenalkan mbk, saya Yesha. Saya juga mau kerja di sini, kemarin saya sudah bertemu bu Dian." kata Yesha mengulurkan tangannya

"Benarkah? " kata wanita tadi menelisik lalu menyambut tangan Yesha. "Aku Ani. "

"Senang berkenalam dengan mbak Ani. "

Ani hanya membalasnya dengan senyuman., Lalu tak lama rekannya juga datang bersama bu Dian pemilik toko.

"Kamu sudah datang, Yes? " tanya bu Dian, lalu membuka tokonya.

"Iya bu. "

Mereka berempat masuk ke dalam toko, lalu bu Dian mengumpulkan para pegawainya sebelum bekerja.

"Ani, Dita kenalkan ini Yesha. Dia adalah pegawai baru di sini. Mulai hari ini dia akan bekerja disini bersama kalian. Ibu harap kalian bisa bekerja sama dengan baik. "

"Baik bu. " jawab mereka berdua serempak.

"Yesha, ini Ani bagian kasir, tapi dia juga membantu melayani pelanggan jika sedang ramai dan ini Dita. " Bu Dian mengenalkan para pegawainya kepada Yesha.

"Oh, Iya ibu lupa. Nanti setiap jam sebelas Yesha pamit keluar ya, karena dia harus menjemput anaknya pulang dari sekolah. Setelah itu anaknya akan ikut Yesha bekerja. Ibu harap kalian bisa mengerti. Jika kalian ingin tahu alasannya kalian bisa tanyakan sendiri kepada Yesha, ibu tidak berhak bercerita disini. Ibu hanya memberikan sedikit keringanan kepadanya, berharap kalian tidak keberatan. "

"Baik bu. "

"Kamu tadi kemari naik apa, Yes? "

"Jalan kaki, bu. "

Bu Dian menghela napas panjang.

"Kalau kamu menjemput anakmu jalan kaki, itu akan menghabiskan waktu sedikit lebih lama,Yesha."

Yesha menunduk, dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Bu Dian mengerti dengan kesulitan yang di alami Yesha. Hingga akhirnya dia menawarkan sesuatu.

"Di belakang ada sepeda mini milik anak saya sudah tak terpakai, kamu bisa memakainya untuk sementara. Nanti kalau kamu sudah dapat gaji kamu bisa mencicilnya jika kamu mau. "

Kepala Yesha langsung terangkat melihat ke arah bu Dian, dan melihat bu Dian mengangguk. Yesha langsung berterima kasih.

"Nanti setelah mempersiapkan toko buka kau bisa melihatnya di belakang. Sekarang kalian bersiaplah. " kata Bu Dian lalu masuk ke ruangannya.

Ani dan Dita saling berpandangan mendengarkan apa yang di katakan bu Dian tadi, nanti mereka akan menanyakan kepada Yesha secara langsung kenapa bu Dian begitu perhatian kepadanya. Memangnya dia siapa?

Setelah semua siap, mereka duduk santai sambil menunggu pelanggan datang.

"Yes, ada yang mau kami tanyakan. "

"Apa? "

"Apa hubunganmu dengan bu Dian? kenapa bu Dian perhatian sekali kepadamu? "

"Kami tetangga, rumahku dan bu Dian sedikit jauh sih tapi kami masih satu RT. "

Mereka berdua berpandangan, ternyata hanya tetangga. Tapi kenapa bu Dian perhatian sekali kepada Yesha.

"Trus kenapa kamu mendapat hak khusus gitu dari bu Dian, mulai menjemput anakmu, sampai sepeda itu. " Dita mulai kepo.

"Mungkin bu Dian kasihan kepadaku. "

Lagi-lagi Ani dan Dita mengernyitkan kening mereka.

"Aku akan menceritakan intinya saja ya, aku harap kalian tidak menganggap bu Dian pilih kasih kepada karyawannya. Aku sama kok seperti kalian, yang bekerja demi sesuap nasi."

Akhirnya Yesha menceritakan sedikit kisah rumah tangganya, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tempat kerja. Dia takut, rekan kerjanya menganggap dia pekerja baru yang spesial. Padahal tidak, mereka sama saja. Bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kalau aku jadi kamu, aku pasti udah ga kuat Yes. Keputusan mu benar, lebih baik bekerja kepada orang dan mendapatkan gaji. Dari pada bekerja dirumah mertua, yang dibayar dengan uang suami yang seharusnya menjadi hak kita sebagai istri. " Ani ikut emosi setelah mendengar sedikit cerita dari Yesha.

"Benar, keputusanmu sudah benar. Kami juga akan mendukungmu seperti bu Dian. "

"Terimakasih, teman-teman. " Yesha bersyukur akhirnya dia diterima di tempat kerjanya, ya walau lagi-lagi dia harus menjual kisah pilunya kepada rekan kerjanya. Hanya karena tidak ingin bu Dian di anggap pilih kasih kepada karyawannya.

Hari pertama kerja, Yesha berjalan lancar. Aksa juga diterima dengan baik oleh kedua rekan kerjanya. Mereka tidak keberatan ada Aksa disana, karena Aksa bukan anak yang nakal, tapi dia anak yang penurut dan mau mendengarkan perkataan ibunya.

Berbanding terbalik dengan yang terjadi di rumah Bu Ayu, ibu mertua Yesha. Walau sudah siang, tapi semua penghuni rumah hanya bermalas-malasan. Mereka pikir Yesha akan datang untuk menyelesaikan pekerjaan rumah seperti biasa. Pakaian kotor dibiarkan numpuk, cucian piring berserakan, lantai juga tidak ada yang menyapu. Benar-benar rumah mereka seperti kandang babi.

"Kenapa Yesha belum datang ya? Ini sudah jam satu lho, sudah waktunya makan siang. Mana belum masak lagi. " Bu ayu berjalan mondar-mandir diruang keluarga sambil ngomel.

"Masih jemput Aksa kali bu, " sahut Dilla sambil memainkan ponselnya.

"Aksa pulangnya jam sebelas, Dila. " cetus bu Ayu.

Maya yang juga ada disana sambil menonton televisi hanya mendengarkan ocehan keduanya.

"Apa jangan-jangan Yesha jadi bekerja ya, seperti katanya kemarin." pikir bu Ayu, "Tapi semalam ibu sudah bilang ke Dika untuk menyuruh Yesha datang kesini dulu sebelum kerja. " katanya lagi.

"Ya, kali aja bang Dika ga berhasil meyakinkan Yesha. " sahut Dila lagi.

Bu Ayu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Dika.

"Ada apa bu. " jawab Dika ketika panggilan sudah terhubung.

"Kamu sudah ngomong kan sama Yesha kalau harus kesini dulu sebelum kerja. "

"Udah."

"Terus, apa katanya. "

"Dia ga mau, katanya dia harus berangkat kerja pagi, kalau kerumah ibu dulu pasti dia terlambat datang kerja. "

"Kurang ajar, dia berani ngomong gitu sama kamu. Kamu ga marah gitu. " Bu Ayu merasa geram sekarang

Dila dan Maya ikut mendengarkan obrolan bu Ayu dan Dika dengan seksama.

"Mau marah gimana bu, apa yang dikatakan Yesha benar. Aku juga kerja ikut orang, jadi punya jam kerja. Jika kita seenaknya sendiri, mana ada orang yang mau menerima kita kerja. " ungkap Dika sedikit kesal mengingat ucapan Yesha semalam, yang ada benarnya.

"Lagian, ibu sendiri yang minta Yesha untuk kerja. Biarkan saja dia kerja bu, kerjaan rumah kan ada mbak Maya sama Dila yang bisa bantu ibu. Udah dulu bu, aku mau lanjut kerja. " Dika memutuskan panggilannya.

Kalimat terakhir Dika membuat Maya dan Dila saling berpandangan dan meneguk ludahnya kasar. Bu Ayu melihat ke arah anak dan menantunya.

"Kalian dengar sendiri kan kata Dika tadi, Yesha ternyata beneran kerja. Dan sekarang kalian yang harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Jika tidak, aku tidak akan memberikan kalian makan. " ketus Bu Ayu.

"Lagian ibu sih, kenapa juga nyuruh Yesha kerja. Mending dia disini ngerjain semua kerjaan rumah. Walau aku muak lihat mukanya, paling tidak dia berguna disini. Dan kita bisa menyiksanya disini " ungkap Dila.

"Ibu juga muak lihat wajah kampungannya itu, makanya ibu menyuruhnya cari kerja biar ga lihat muka dia lagi. Awalnya ibu cuma iseng ngehina dia. Gak tahunya dia beneran nyari kerja. "

"Ibu sih, sekarang nyesel kan. Udah ga punya pembantu gratisan. " Kesal Dila.

"Tapi kenapa ya, Yesha bisa berubah secepat itu. Dia biasanya yang cuma diem dan penurut, jadi berani gitu kemarin. " Maya ikut masuk dalam obrolan ibu dan anak itu.

Bu Ayu dan Dila menggedikkan bahunya tak mengerti.

"Sudah, berhenti ngobrol. Maya kamu cuci baju, Dila kamu nyapu sama ngepel, ibu cuci piring sama masak. Nanti kita pikirkan lagi cara supaya Yesha mau datang ke rumah ini lagi. Sekarang ayo selesai kan pekerjaan rumah, biar rumah ga kayak kapal pecah. " Bu Ayu memberikan perintah kepada anak dan menantunya.

Mendengar perintah ibunya Dila ingin segera masuk kamar, sedangkan Maya ingin keluar dari rumah. Tapi segera di hentikan bu Ayu dengan ancaman.

"Jika kalian tidak mau bekerja, maka jangan pernah berharap ada makan malam dan makan-makan selanjutnya. " ujar bu Ayu.

Maya tetap melenggang ke luar, tak peduli dengan teriakan bu Ayu yang mengumpatinya. Toh meskipun gak dapat makan dari mertuanya,dia bisa minta makan ke suaminya. Sedangkan Dila dengan terpaksa melakukan perintah ibunya walau dengan wajah cemberut. Karena mengancam tidak akan memberikan uang jajan untuk kuliah.

Bu Ayu dan Dila benar-benar kelelahan setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah hari ini. Tapi mereka masih saja menyalahkan Yesha dan mengumpatinya selama bekerja, karena jika saja Yesha tidak bekerja mereka pasti tidak akan merasa kelelahan seperti ini.

Mereka tidak pernah sadar itulah yang dirasakan Yesha selama ini. Tapi beruntungnya Yesha, sekarang dia sudah terbangun dari tidur panjangnya, dan sudah sadar. Kalau dia bisa melakukan apa yang dia mau.

to be continue.

Terpopuler

Comments

Sumintiari Widiastuti

Sumintiari Widiastuti

namanya yesha, dewi, nila ...
yg bener namanya siapa ..?

2024-12-16

0

Ani Ani

Ani Ani

ITU rumah Kau beriseh sendiri

2024-07-22

0

Inaherlinasofia

Inaherlinasofia

dikerjakan ber 2 aja ngomel apalah nisa mengerjakan sendiri dan 2 rumah pula

2024-03-25

0

lihat semua
Episodes
1 Tajamnya Lidah Mertua
2 Mencoba Melawan
3 Alasan Bekerja
4 Hari Pertama Bekerja
5 Telpon Dari Ibu
6 Pulang Kampung
7 Warisan
8 Langkah Pertama
9 Mulai Terkuak
10 Mulai Terkuak ( 2 )
11 Alasan Menikahi Yesha
12 Talak
13 Pergi Dari Rumah
14 Mengunjungi Bu Dian.
15 Penyesalan Dika
16 Kedatangan Bu Erina
17 Bekal Makan Siang
18 Surat Cerai
19 Bertemu Calon Mantan
20 Ayah Sementara
21 Desakan Dari Ibu Ayu
22 Janda Terhormat
23 Ketok Palu
24 Penyesalan dan Rasa Syukur
25 Toko Perhiasan
26 Penasaran
27 Perasaan Abhi
28 Masa Lalu Abhi
29 Hasutan Bu Ayu
30 Pertemuan Tak Disengaja
31 Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32 Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33 Keputusan Dika
34 Perjuangan dan Obsesi
35 Pernikahan Dika
36 Permintaan Papa
37 Keinginan Aksa
38 Rencana Papa Abhi
39 Harus Meyakinkan Diri
40 Bertemu Sahabat Lama
41 Alasan Abhi Menghilang
42 Keadaan Vio
43 Shock Therapy
44 Lamaran Tidak Langsung
45 Dewasa dan Kekanakan
46 Remaja Tua
47 Toko Perhiasan ( 2 )
48 Manipulasi Keadaan
49 Abhi dan Yesha
50 Tidak Tau Malu
51 CEO Baru
52 Ancaman Abhi
53 Istri Idaman
54 Menyusul Keputusan Yesha
55 Bertemu Yesha
56 Bukan Seorang Malaikat
57 Kekhawatiran Abhi
58 Obrolan Dua Pria
59 Sah
60 Resepsi
61 Hadiah Dari Jihan
62 Malam Pertama
63 Permintaan Vio
64 Pesan Terakhir
65 Karma Yang Bekerja
66 Mencari Suami Untuk Dila
67 Dila Pergi
68 Boomerang
69 Pembantu Ngelunjak
70 Hamil
71 Kabar Bahagia
72 Ketahuan
73 Dila Kabur
74 Memohon Maaf
75 Bertemu Dika
76 Bertemu Dika (2)
77 Hasil Tes DNA
78 Karma
79 Dika Mau Menikah Lagi?
80 Sadar
81 Keinginan Dua Bocah
82 Rencana Dika
83 Mempermalukan
84 Bertemu Agus
85 Ungkapan Rasa
86 Dika Dan Maya
87 Erhan dan Nisa Menyapa
88 Mario
89 Masa Lalu
90 Fakta
91 Ulang Tahun Abhi
92 Drama Suami Istri
93 Fakta Tentang Arum
94 Keputusan Arum
95 Drama Tiga Wanita
96 Pernikahan Dila dan Agus
97 Kedatangam Bu Ayu
98 Pemintaan Maaf
99 Dila Melahirkan
100 Pernikahan Maya dan Mario
101 Cerita Arum
102 Arion Menyapa
103 Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104 Author Menyapa
105 #S2 Dika 1
106 #S2 Dika 2
107 #S2 Dika 3
108 #S2 Dika 4
109 #S2 Dika 5
110 #S2 Dika 6
111 #S2 Dika 7
112 #S2 Dika 8
113 #S2 Dika 9
114 #S2 Dika 10
115 #S2 Dika 11
116 #S2 Dika 12
117 #S2 Dika 13
118 #S2 Dika 14
119 #S2 Dika 15
120 #S2 Dika 16
121 #S2 Dika 17
122 #S2 Dika 18
123 #S2 Dika 19
124 #S2 Dika 20
125 #S2 Dika 21
126 #S2 Dika 22
127 #S2 Dika 23
128 #S2 Dika 24
129 #S2 Dika 25
130 #S2 Dika 26
131 #S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132 #S2 Dika 28
133 #S2 Dika 29
134 #S2 Dika 30
135 #S2 Dika 31
136 #S2 Dika 32
137 #S2 Dika 33
138 #S2 Dika 34
139 #S2 Dika 35
140 #S2 Dika 36
141 #S2 Dika 37
142 #S2 Dika 38
143 #S2 Dika 39
144 #S2 Dika 40
145 Promosi Novel
146 #S2 Dika 41 (End)
147 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Tajamnya Lidah Mertua
2
Mencoba Melawan
3
Alasan Bekerja
4
Hari Pertama Bekerja
5
Telpon Dari Ibu
6
Pulang Kampung
7
Warisan
8
Langkah Pertama
9
Mulai Terkuak
10
Mulai Terkuak ( 2 )
11
Alasan Menikahi Yesha
12
Talak
13
Pergi Dari Rumah
14
Mengunjungi Bu Dian.
15
Penyesalan Dika
16
Kedatangan Bu Erina
17
Bekal Makan Siang
18
Surat Cerai
19
Bertemu Calon Mantan
20
Ayah Sementara
21
Desakan Dari Ibu Ayu
22
Janda Terhormat
23
Ketok Palu
24
Penyesalan dan Rasa Syukur
25
Toko Perhiasan
26
Penasaran
27
Perasaan Abhi
28
Masa Lalu Abhi
29
Hasutan Bu Ayu
30
Pertemuan Tak Disengaja
31
Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32
Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33
Keputusan Dika
34
Perjuangan dan Obsesi
35
Pernikahan Dika
36
Permintaan Papa
37
Keinginan Aksa
38
Rencana Papa Abhi
39
Harus Meyakinkan Diri
40
Bertemu Sahabat Lama
41
Alasan Abhi Menghilang
42
Keadaan Vio
43
Shock Therapy
44
Lamaran Tidak Langsung
45
Dewasa dan Kekanakan
46
Remaja Tua
47
Toko Perhiasan ( 2 )
48
Manipulasi Keadaan
49
Abhi dan Yesha
50
Tidak Tau Malu
51
CEO Baru
52
Ancaman Abhi
53
Istri Idaman
54
Menyusul Keputusan Yesha
55
Bertemu Yesha
56
Bukan Seorang Malaikat
57
Kekhawatiran Abhi
58
Obrolan Dua Pria
59
Sah
60
Resepsi
61
Hadiah Dari Jihan
62
Malam Pertama
63
Permintaan Vio
64
Pesan Terakhir
65
Karma Yang Bekerja
66
Mencari Suami Untuk Dila
67
Dila Pergi
68
Boomerang
69
Pembantu Ngelunjak
70
Hamil
71
Kabar Bahagia
72
Ketahuan
73
Dila Kabur
74
Memohon Maaf
75
Bertemu Dika
76
Bertemu Dika (2)
77
Hasil Tes DNA
78
Karma
79
Dika Mau Menikah Lagi?
80
Sadar
81
Keinginan Dua Bocah
82
Rencana Dika
83
Mempermalukan
84
Bertemu Agus
85
Ungkapan Rasa
86
Dika Dan Maya
87
Erhan dan Nisa Menyapa
88
Mario
89
Masa Lalu
90
Fakta
91
Ulang Tahun Abhi
92
Drama Suami Istri
93
Fakta Tentang Arum
94
Keputusan Arum
95
Drama Tiga Wanita
96
Pernikahan Dila dan Agus
97
Kedatangam Bu Ayu
98
Pemintaan Maaf
99
Dila Melahirkan
100
Pernikahan Maya dan Mario
101
Cerita Arum
102
Arion Menyapa
103
Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104
Author Menyapa
105
#S2 Dika 1
106
#S2 Dika 2
107
#S2 Dika 3
108
#S2 Dika 4
109
#S2 Dika 5
110
#S2 Dika 6
111
#S2 Dika 7
112
#S2 Dika 8
113
#S2 Dika 9
114
#S2 Dika 10
115
#S2 Dika 11
116
#S2 Dika 12
117
#S2 Dika 13
118
#S2 Dika 14
119
#S2 Dika 15
120
#S2 Dika 16
121
#S2 Dika 17
122
#S2 Dika 18
123
#S2 Dika 19
124
#S2 Dika 20
125
#S2 Dika 21
126
#S2 Dika 22
127
#S2 Dika 23
128
#S2 Dika 24
129
#S2 Dika 25
130
#S2 Dika 26
131
#S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132
#S2 Dika 28
133
#S2 Dika 29
134
#S2 Dika 30
135
#S2 Dika 31
136
#S2 Dika 32
137
#S2 Dika 33
138
#S2 Dika 34
139
#S2 Dika 35
140
#S2 Dika 36
141
#S2 Dika 37
142
#S2 Dika 38
143
#S2 Dika 39
144
#S2 Dika 40
145
Promosi Novel
146
#S2 Dika 41 (End)
147
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!