Alasan Bekerja

Yesha menjemput Aksa setelah keluar dari rumah mertuanya. Hanya satu yang membuat Yesha bertahan selama ini, yaitu Aksa. Tapi sayangnya selama ini Aksa sama sekali tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah maupun neneknya. Mungkin sekarang saatnya Yesha harus berfikir ulang untuk mempertahankan pernikahannya atau harus mundur . Karena selama tujuh tahun pernikahannya, Yesha tidak pernah mendapatkan sedikitpun kebahagiaan bahkan semakin tahun berganti penderitaannya semakin bertambah. Apalagi Yesha sering menemukan hal-hal mencurigakan setiap kali mencuci pakaian Dika.

Seperti tadi pagi, dia menemukan noda lipstik , sebelumnya juga pernah menemukan bukti pembayaran hotel, struk belanja dan masih banyak lagi. Kalau di pikir-pikir dimana barang belanjaan itu? tidak pernah terlihat oleh Yesha saat di rumah. Yesha saja hanya berbelanja baju baru hanya pada saat hari raya saja. Lalu untuk siapa Dika belanja? Mungkin sudah waktunya Yesha mengambil tindakan.

Sudah terlalu dalam luka yang mereka torehkan kepada Yesha selama ini. Sudah saatnya Yesha untuk bersikap acuh kepada mereka.Sungguh hatinya tidak baik-baik saja hidup dengan keluarga yang penuh dengan toxic. Jika di tanya apakah sudah tidak ada lagi cinta untuk Dika, jawabannya pasti masih aada walau sedikit bagaimanapun mereka telah berumah tangga selama tujuh tahun. Namun kini, jika cinta sudah tidak mendapat balasan untuk apa di pertahankan. Berjuang sendiri itu sungguh melelahkan, itu yang Yesha rasakan. Apa lagi kalau orang yang kita cintai sudah bermain hati.

"ibu, kita mau kemana?" tanya Aksa yang melilhat ibunya berjalan terus melewati rumah mereka.

"Oh, kita akan ke rumah ibu Dian, Nak? Yang kemarin sore kita kesana?"

"Oh, Aksa pikir ibu lupa jalan pulang, karena ibu terus saja berjalan." Aksa terkekeh.

Yesha tersenyum mendengarkan anaknya berceloteh. Sekarang hanya Aksa harapan Yesha, karena hanya dia yang Yesha miliki saat ini. Yesha hanya akan bertahan untuk anak semata wayangnya ini.

Setelah berjalan cukup lama Yesha dan Aksa akhirnya sampai di rumah bu Dian. Kedatangan mereka di sambut ibu Dian dengan ramah. Walau tergolong orang kaya, namun bu Dian sama sekali tidak memiliki sifat sombong. Beda dengan mertuanya, kaya ga seberapa aja sombongnya minta ampun.

Astaghfirullah...kenapa Yesha jadi membanding-bandingkan ibu mertuanya dengan bu Dian.

"Ada apa yes?" tanya bu Dian saat mereka sudah berada di dalam rumah.

"Mengenai kemarin bu, sepertinya mulai besok saya sudah bisa kerja. Tidak hanya paruh waktu, tapi saya mau bekerja dari pagi sampai sore, bu." kata Yesha menyampaikan maksud kedatangannya.

"Benarkah? Lalu bagaimana dengan suami dan ibu mertuamu? Apa kau sudah meminta ijin kepada mereka?"

'Saya sudah bilang kepada ibu mertua kalau saya akan kerja seperti permintaannya. Kalau sama suami saya belum bilang bu, karena dia masih berada di luar kota. Tapi saya rasa suami saya akan mengijinkan saya bekerja bu, karena dia juga meminta saya untuk bekerja kemarin."

Sebelumnua, Yesha sudah menceritakan masalahnya kepada bu Dian, awalnya dia ragu untuk bercerita. Namun apa boleh buat, dia terpaksa mengatakan aib keluarganya hanya untuk mendapat belas kasihan dan pekerjaan, sehingga Bu Dian yang merasa iba dan bersimpati kepadanya, dan akhirnya mau menerima Yesha untuk bekerja di toko baju miliknya.

Terserahlah, apa kata orang. Mau di bilang menjual kisah sedih hidupnya hanya untuk sesuap nasi. Bukankah hal itu yang banyak dilakukan orang jaman sekarang. Tapi Bu Dian berjanji kepada Yesha kalau masalah pribadinya ini tidak akan di katakan kepada siapapun. Dan Yesha percaya itu, karena Bu Dian bukanlah orang yang suka bergosip. Dia lebih suka mencari uang, daripada bergosip.

"Oh, begitu...Ya sudah, kamu besok bisa masuk kerja." ujar ibu Dian.

"Tapi bu, saya ada permohonan."

"Apa katakanlah.'

"Setiap jam pulang sekolah saya minta ijin menjemput Aksa, lalu bolehkah aksa ikut saya bekerja? Karena di rumah tidak ada siapa-siapa, dan saya tidak berani meninggalkan Aksa dirumah sendiri."

"Ya sudah ga apa-apa. Asalkan anakmu tidak mengganggu pekerjaanmu. Dan pekerjaanmu berjalan baik,bagi saya tidak masalah."

"Alhamdulillah, terimaksih bu. Saya janji akan bekerja dengan baik, dan Aksa juga janji ga akan nakal kan nak?" tanya Yesha kepada anaknya.

"Iya bu, Aksa ga akan nakal, aksa juga akan bantu ibu jika ibu butuh bantuan Aksa."

"Anak pintar." kaa bu Dian mengusap kepala Aksa.

"Ya sudah besok kamu bisa datang ke toko jam setengah delapan. Karena toko akan buka jam delapan. Nanti saya akan ke sana untuk mengenalkanmu kepada pegawai di sana. Di sana hanya ada dua pegawai, karena pegawai ketiga kemarin mengundurkan diri karena mau menikah, maka dari itu saya menerimamu ,Yesha. Mungkin sudah rejekimu."

"Aamiin, mungkin memang benar sudah rrejeki saya bu. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih bantuannya, bu. Assalamu'alaikum."

'Iya sama-sama, wa'alailkum salam."

Akhirnya Yesha pulang dengan perasaan lega, karena akhirnya dia bisa bekerja untuk menutupi kekurangan hidupnya.

***************

Malam harinya, saat Yesha sedang menemani Aksa belajar, tiba-tiba ada panggilan masuk dari suaminya.

"Tumben." batin Yesha.

Yesha pergi menjauh dari Aksa, karena dia tidak mau Aksa mendengar orang tuanya bertengkar lagi.

'Hallo, Assalamu'alaikum."

"Yesha tadi kamu ngomong apa sama ibu."

"Apa? Memang apa yang di katakan ibu padamu mas?" Yesha sudah menduga, ibu mertuanya itu pasti sudah mengadu kepada suaminya.

"Kau bilang kalau kau akan bekerja dan tidak akan datang kerumah ibu untuk membantunya.'

"Oh, itu. Memang benar aku akan bekerja. Memang kenapa? Bukankah kau yang menginginkan aku bekerja ? Sekarang aku akan bekerja sesuai keinginan kalian."

"Ya, kamu kan bisa kerumah ibu dulu bantu-bantu mereka, yesha. Setelah itu kau bisa bekerja."

"oh, jadi kau menelponkku hanya untuk menyuruhku tetap bekerja jadi pembantu keluargamu, begitu. Eh, mas dengerin ya. Orang kerja itu ada jamnya, masuk jam berapa pulang jam berapa. Kamu tadi bangun kesiangan aja marah-marah. Karena kami punya jam masuk kerja. Begitu juga dengan aku, Aku juga harus maduk kerja sesuai permintaan orang yang memeperkerjakan aku. Jika aku harus kerja dirumah ibumu dulu,maka aku ga kan oernah dapat pekerjaan. "

"Lagi puka di sana ada mbak Maya sama Dila yang bisa membantu ibu. Kenapa hanya aku yang kalian jadikan pembantu. "

"Apa maksudmu Yesha?" Nada suara Dika mulai meninggi, di pastikan dia sedang marah saat ini mendengar kalimat yang di lontarkan Yesha.

"Iya, selama ini bukankah aku hanya dijadikan pembantu di rumah mertuaku sendiri, padahal di sana juga ada mbak Maya yang bisa membantu, tapi apa kenapa hanya aku yang dijadikan pembantu oleh mereka. Tidak, aku tidak mau lagi. Aku akan bekerja mulai besok, sesuai keinginan kalian aku akan bekerja dan bermalas-malasan."

Dika langsung terdiam mendengnar ucapan yesha, mungkin dia berfikir dari mana Yesha mendapat keberanian membantah ucapannya, bahkan ucapan ibunya tadi.

"Hallo, kau masih ada di sana mas, kalau sudah ga ada yang mau di omongin aku matikan telponmu, dan selamat bersenang- senang." Yesha akan mematikan telponnya namun teriakan Dika menghentikan jari tangannya.

"Apa maksudmu Yesha, bersenang-senang apa? Aku ini kerja."

"Oh, kerja ya, ya udah kalau begitu selamat bekerja suamiku.' Kata Yesha mengejek.

"Yesha, katakan padaku, kamu kerja apa sebenarnya. Bukankah kau harus meminta ijin dariku." kata Dika sedikit lembut.

"Apapun pekerjaanku, bukan urusanmu mas. Bukankah selama ini kau tak pernah peduli padaku. Mau aku jadi pembantu atau kuli bangunan apa itu penting bagimu, mas. Yang penting aku mendapat gaji yang halal, tanpa harus mendengar hinaan dari mulut keluargamu. Dan untuk ijin, untuk apa aku meminta ijinmu. Bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk bekerja, jadi itu artinya aku sudah mendapatkan ijin darimu secara tidak langsung."

Dika terdiam,entah apa yang di pikirkannya saat ini. Yesha sudah berubah. Istrinya yang biasanya penurut sudah berubah. Padahal tadi pagi dia masih terlihat seperti biasanya.

" Kalu sudah tidak ada yang mau kau katakan aku matikan telponnya. Assalamu'alaikum" Yesha ,mematikan panggilan telponnya sepihak tanpa mendengar balasan salam dari Dika.

Entah apa yang dipikirkan Yesha saat ini, dia merasa lega karena bisa menyampaikan semua beban yang selama ini mengganjal dihatinya. Dia sudah merasa sangat lelah mengahadapi semua ini. Hanya Aksa yang membuatnya bertahan sampai saat ini,tapi sampai kapan?

" Bu..." panggil Aksa yang dari tadi mendengarkan ibunya yang sedang berbicara dengan ayahnya.

Yesha menoleh ke arah pintu, dilihatnya Aksa sedang bersandar di pintu.

"Ada apa nak?" tanya Yesha lembut.

" Apa ibu bertengkar lagi dengan ayah?"

Deg. Apa aksa mendengar dia bertengkar lagi?

"Tidak, tadi ayah hanya menayakan besok ibu kerja di mana."

"Apa ayah memarahi ibu lagi?"

"Tidak nak, kenapa?"

"Kalau ayah terus memarahi ibu, sebaiknya kita pergi jauh dari ayah, bu. Aksa ga mau lihat ibu bersedih tiap hari. Aksa sayang ibu, Aksa ga mau lihat ibu nangis terus."

"Ibu ga pernah nangis kok, ibu kan kuat."

"Tadi pagi Aksa lihat ibu menangis saat nyuci baju, sebenarnya Aksa mau pipis,tapi saat aksa lihat ibu menangis, Aksa balik lagi ke kamar. Aksa sering lihat ibu menangis kalau ayah pulang. " ucap Aksa jujur

"Deg... ternyata Aksa sering melihatnya menangis selama ini. Ya Allah berdosanya akuu.... "

"Ga apa-apa sayang, kalau Aksa sayang sama ibu. Ayo kita berjuang sama-sama Oke. "

"Iya, bu. Tapi kalau ibu sudah merasa capek berjuang, ibu bisa berhenti. Aksa ga mau lihat ibu kelelahan. "

"Baiklah nak, asalkan Aksa terus sama ibu Aksa ga akan lelah. Sekarang ayo kita tidur. Besok aksa harus sekolah, dan ibu harus bekerja. "

Aksa mengangguk dan membaringkan tubuhnya di sisi ibunya. Sungguh Yesha tidak menyangka jika Aksa memitkiki pemikiran sedewasa ini.

"Apakah karena keadaan yang membuatnya dewasa lebih cepat? "

to be continued.

Terpopuler

Comments

Ani Ani

Ani Ani

anak yang baik

2024-07-22

0

Neneng Liauw

Neneng Liauw

klo udh bucin d perlakukan gmna juga tetap bertahan dgn alasan anak.
pdhl dia yg cinta mati.

2024-06-22

0

Inaherlinasofia

Inaherlinasofia

buat apa mempertahankan orang yg tidak menghargai kita apalagi tidak mempercayai kita lebih baik kita mundur karena di pertahanan kan pun percuma klo tidak menghargai dan memperdulikan kita lagi

2024-03-25

1

lihat semua
Episodes
1 Tajamnya Lidah Mertua
2 Mencoba Melawan
3 Alasan Bekerja
4 Hari Pertama Bekerja
5 Telpon Dari Ibu
6 Pulang Kampung
7 Warisan
8 Langkah Pertama
9 Mulai Terkuak
10 Mulai Terkuak ( 2 )
11 Alasan Menikahi Yesha
12 Talak
13 Pergi Dari Rumah
14 Mengunjungi Bu Dian.
15 Penyesalan Dika
16 Kedatangan Bu Erina
17 Bekal Makan Siang
18 Surat Cerai
19 Bertemu Calon Mantan
20 Ayah Sementara
21 Desakan Dari Ibu Ayu
22 Janda Terhormat
23 Ketok Palu
24 Penyesalan dan Rasa Syukur
25 Toko Perhiasan
26 Penasaran
27 Perasaan Abhi
28 Masa Lalu Abhi
29 Hasutan Bu Ayu
30 Pertemuan Tak Disengaja
31 Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32 Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33 Keputusan Dika
34 Perjuangan dan Obsesi
35 Pernikahan Dika
36 Permintaan Papa
37 Keinginan Aksa
38 Rencana Papa Abhi
39 Harus Meyakinkan Diri
40 Bertemu Sahabat Lama
41 Alasan Abhi Menghilang
42 Keadaan Vio
43 Shock Therapy
44 Lamaran Tidak Langsung
45 Dewasa dan Kekanakan
46 Remaja Tua
47 Toko Perhiasan ( 2 )
48 Manipulasi Keadaan
49 Abhi dan Yesha
50 Tidak Tau Malu
51 CEO Baru
52 Ancaman Abhi
53 Istri Idaman
54 Menyusul Keputusan Yesha
55 Bertemu Yesha
56 Bukan Seorang Malaikat
57 Kekhawatiran Abhi
58 Obrolan Dua Pria
59 Sah
60 Resepsi
61 Hadiah Dari Jihan
62 Malam Pertama
63 Permintaan Vio
64 Pesan Terakhir
65 Karma Yang Bekerja
66 Mencari Suami Untuk Dila
67 Dila Pergi
68 Boomerang
69 Pembantu Ngelunjak
70 Hamil
71 Kabar Bahagia
72 Ketahuan
73 Dila Kabur
74 Memohon Maaf
75 Bertemu Dika
76 Bertemu Dika (2)
77 Hasil Tes DNA
78 Karma
79 Dika Mau Menikah Lagi?
80 Sadar
81 Keinginan Dua Bocah
82 Rencana Dika
83 Mempermalukan
84 Bertemu Agus
85 Ungkapan Rasa
86 Dika Dan Maya
87 Erhan dan Nisa Menyapa
88 Mario
89 Masa Lalu
90 Fakta
91 Ulang Tahun Abhi
92 Drama Suami Istri
93 Fakta Tentang Arum
94 Keputusan Arum
95 Drama Tiga Wanita
96 Pernikahan Dila dan Agus
97 Kedatangam Bu Ayu
98 Pemintaan Maaf
99 Dila Melahirkan
100 Pernikahan Maya dan Mario
101 Cerita Arum
102 Arion Menyapa
103 Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104 Author Menyapa
105 #S2 Dika 1
106 #S2 Dika 2
107 #S2 Dika 3
108 #S2 Dika 4
109 #S2 Dika 5
110 #S2 Dika 6
111 #S2 Dika 7
112 #S2 Dika 8
113 #S2 Dika 9
114 #S2 Dika 10
115 #S2 Dika 11
116 #S2 Dika 12
117 #S2 Dika 13
118 #S2 Dika 14
119 #S2 Dika 15
120 #S2 Dika 16
121 #S2 Dika 17
122 #S2 Dika 18
123 #S2 Dika 19
124 #S2 Dika 20
125 #S2 Dika 21
126 #S2 Dika 22
127 #S2 Dika 23
128 #S2 Dika 24
129 #S2 Dika 25
130 #S2 Dika 26
131 #S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132 #S2 Dika 28
133 #S2 Dika 29
134 #S2 Dika 30
135 #S2 Dika 31
136 #S2 Dika 32
137 #S2 Dika 33
138 #S2 Dika 34
139 #S2 Dika 35
140 #S2 Dika 36
141 #S2 Dika 37
142 #S2 Dika 38
143 #S2 Dika 39
144 #S2 Dika 40
145 Promosi Novel
146 #S2 Dika 41 (End)
147 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Tajamnya Lidah Mertua
2
Mencoba Melawan
3
Alasan Bekerja
4
Hari Pertama Bekerja
5
Telpon Dari Ibu
6
Pulang Kampung
7
Warisan
8
Langkah Pertama
9
Mulai Terkuak
10
Mulai Terkuak ( 2 )
11
Alasan Menikahi Yesha
12
Talak
13
Pergi Dari Rumah
14
Mengunjungi Bu Dian.
15
Penyesalan Dika
16
Kedatangan Bu Erina
17
Bekal Makan Siang
18
Surat Cerai
19
Bertemu Calon Mantan
20
Ayah Sementara
21
Desakan Dari Ibu Ayu
22
Janda Terhormat
23
Ketok Palu
24
Penyesalan dan Rasa Syukur
25
Toko Perhiasan
26
Penasaran
27
Perasaan Abhi
28
Masa Lalu Abhi
29
Hasutan Bu Ayu
30
Pertemuan Tak Disengaja
31
Pertemuan Tak Disengaja ( 2 )
32
Pertemuan Tak Di Sengaja ( 3 )
33
Keputusan Dika
34
Perjuangan dan Obsesi
35
Pernikahan Dika
36
Permintaan Papa
37
Keinginan Aksa
38
Rencana Papa Abhi
39
Harus Meyakinkan Diri
40
Bertemu Sahabat Lama
41
Alasan Abhi Menghilang
42
Keadaan Vio
43
Shock Therapy
44
Lamaran Tidak Langsung
45
Dewasa dan Kekanakan
46
Remaja Tua
47
Toko Perhiasan ( 2 )
48
Manipulasi Keadaan
49
Abhi dan Yesha
50
Tidak Tau Malu
51
CEO Baru
52
Ancaman Abhi
53
Istri Idaman
54
Menyusul Keputusan Yesha
55
Bertemu Yesha
56
Bukan Seorang Malaikat
57
Kekhawatiran Abhi
58
Obrolan Dua Pria
59
Sah
60
Resepsi
61
Hadiah Dari Jihan
62
Malam Pertama
63
Permintaan Vio
64
Pesan Terakhir
65
Karma Yang Bekerja
66
Mencari Suami Untuk Dila
67
Dila Pergi
68
Boomerang
69
Pembantu Ngelunjak
70
Hamil
71
Kabar Bahagia
72
Ketahuan
73
Dila Kabur
74
Memohon Maaf
75
Bertemu Dika
76
Bertemu Dika (2)
77
Hasil Tes DNA
78
Karma
79
Dika Mau Menikah Lagi?
80
Sadar
81
Keinginan Dua Bocah
82
Rencana Dika
83
Mempermalukan
84
Bertemu Agus
85
Ungkapan Rasa
86
Dika Dan Maya
87
Erhan dan Nisa Menyapa
88
Mario
89
Masa Lalu
90
Fakta
91
Ulang Tahun Abhi
92
Drama Suami Istri
93
Fakta Tentang Arum
94
Keputusan Arum
95
Drama Tiga Wanita
96
Pernikahan Dila dan Agus
97
Kedatangam Bu Ayu
98
Pemintaan Maaf
99
Dila Melahirkan
100
Pernikahan Maya dan Mario
101
Cerita Arum
102
Arion Menyapa
103
Akhir Dari Semua Kisah Bahagia
104
Author Menyapa
105
#S2 Dika 1
106
#S2 Dika 2
107
#S2 Dika 3
108
#S2 Dika 4
109
#S2 Dika 5
110
#S2 Dika 6
111
#S2 Dika 7
112
#S2 Dika 8
113
#S2 Dika 9
114
#S2 Dika 10
115
#S2 Dika 11
116
#S2 Dika 12
117
#S2 Dika 13
118
#S2 Dika 14
119
#S2 Dika 15
120
#S2 Dika 16
121
#S2 Dika 17
122
#S2 Dika 18
123
#S2 Dika 19
124
#S2 Dika 20
125
#S2 Dika 21
126
#S2 Dika 22
127
#S2 Dika 23
128
#S2 Dika 24
129
#S2 Dika 25
130
#S2 Dika 26
131
#S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)
132
#S2 Dika 28
133
#S2 Dika 29
134
#S2 Dika 30
135
#S2 Dika 31
136
#S2 Dika 32
137
#S2 Dika 33
138
#S2 Dika 34
139
#S2 Dika 35
140
#S2 Dika 36
141
#S2 Dika 37
142
#S2 Dika 38
143
#S2 Dika 39
144
#S2 Dika 40
145
Promosi Novel
146
#S2 Dika 41 (End)
147
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!