Siang ini Pak Tomi sedang meeting bersama Pak Wira, ayah dari Mona. Gadis yang akan dijodohkan dengan Yunan.
Mereka sudah lama bekerjasama, sehingga menginginkan sekali mereka segera menjadi besan.
"Sayang sekali anak-anak kita masih SMA, coba saja kalau sudah kuliah, aku ingin mereka segera menikah." ucap Pak Wira.
Pak Tomi tersenyum, "Iya dua atau tiga tahun lagi bisalah mereka dinikahkan. Saya rasa Mona memang gadis yang paling cocok untuk menjadi pendamping Yunan."
Pembicaraan mereka berhenti begitu melihat Mona datang ke kantor Alphonso, kantor milik Pak Wira. Dia langsung menyapa papanya dengan begitu manja, "Papa!"
Mona duduk di samping Pak Wira. Kemudian dia menyapa Pak Tomi, "Selamat sore Om."
"Sore juga, Mona." Pak Tomi membalas sapaan dari Mona.
"Mona memang kalau pulang sekolah suka ke kantor, dia ingin bisa belajar tentang perusahaan. Pak Tomi juga kan tau sendiri Mona adalah putriku satu-satunya, dia yang akan menjadi penerus Alphonso."
Pak Tomi menatap takjub pada calon menantunya itu. Dia memang tidak salah memilih Mona untuk menjadi calon menantunya, karena dia ingin memiliki seorang menantu dari kalangan yang sepadan.
Pak Tomi ingin memikirkan dulu rencana pernikahan Novan dan Yuri, walaupun sekarang mereka belum memutuskan kapan mereka akan menikah. Yuri juga anak dari rekan bisnisnya, dia pasti menginginkan yang terbaik juga untuk masa depan Novan, walaupun Novan anak tirinya, tapi dia sudah menganggap Novan seperti putra kandungnya sendiri.
Apalagi Novan langsung setuju begitu saja saat dijodohkan dengan Yuri. Berbeda dengan Yunan, Yunan menolak dengan keras perjodohan itu, Pak Tomi memakluminya, saat ini Yunan masih belum bisa berpikir dewasa, suatu saat Yunan akan paham mengapa Pak Tomi ingin menjodohkannya dengan Mona.
"Om, aku dengar Yunan tidak tinggal di rumah ya, dia tinggal dimana?" tanya Mona pada Pak Tomi.
"Yunan itu ingin mencoba untuk hidup mandiri." Pak Tomi tidak mungkin menjelekkan anaknya didepan besannya. "Dia tinggal di apartemen."
"Wah Yunan padahal masih 18 tahun, dia sudah ingin hidup mandiri, hebat sekali." Pak Wira memuji calon menantunya itu.
Pak Tomi hanya tersenyum, jangan sampai calon besannya tau tentang peringai buruk Yunan, apalagi kasus di sekolah saat ini.
"Boleh gak om aku minta alamat apartemen Yunan?" Mona memang sangat tergila-gila sekali pada Yunan.
"Kamu masih sekolah, janganlah berduaan di apartemen. Gak baik." Pak Wira tidak ingin Mona dan Yunan terjerumus dalam pergaulan bebas.
Mona hanya manyun, namun dia tidak akan menyerah, dia pasti akan menemukan alamat apartemen Yunan.
"Kalau aku sebenarnya ingin bertunangan sekarang-sekarang, Om. Aku hanya ingin hubungan kami itu ada kejelasan, Om tau sendiri kan Yunan itu sangat populer di sekolah, aku ingin semua orang tau kalau Yunan adalah tunangan aku." Mona ingin semua orang tau kalau Yunan adalah miliknya. Karena itu dia meminta kepada Pak Tomi untuk mempercepat pertunangan mereka.
Pak Wira tertawa kecil, dia mengusap rambut putrinya. "Putriku sangat mencintai Yunan, makanya setiap hari dia selalu membicarakan Yunan padaku. Mungkin Mona takut ada yang akan merebut Yunan darinya."
"Kalau saya tidak masalah, jika Yunan dan Mona memang sudah siap bertunangan, ya sudah." Pak Tomi menyetujui keinginan Mona dan Pak Wira, tanpa bertanya dulu pada Yunan.
Mona bukan main senangnya mendengar persetujuan dari Pak Tomi.
"Bagaimana kalau ada waktu luang kita makan malam di rumah saya, Pak Tomi?" Pak Wira mengajak keluarga Pak Tomi makan malam untuk membicarakan rencana pertunangan Yunan dan Mona.
"Tentu saja boleh, nanti saya kabari lagi kapan saya ada waktu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲
hadeeeh.... c bpk 🤦 ini jmn modern bukan jamannya Siti Nurbaya, 😁🤣
2025-01-04
0
Wagiyem Ibune Wilda
pak Tomy udah kaya masih mata dolarr
2024-11-02
0
✨Nana✨
hadeehhhh pak tomy kasian bgt deh anda pak...dpt calon mantu murahan modelan yuri sm mona ckckkck...kaya sih tp kelakuan kok menjijikan yaaak
2024-02-27
12