Malik memainkan jemarinya, tangannya sangat gemetaran sekali. Keringat dingin bercucuran di dahinya. Dia bingung harus berkata jujur atau tidak. "A-aku....aku..."
Dara mengusap punggung Malik, dia ingin mencoba menenangkan Malik yang terlihat begitu grogi.
Sementara Angga, dia terus menatap tajam pada Malik, membuat Malik ketakutan. Karena Angga mengancamnya jika Malik berani berkata yang sejujurnya, maka dia akan memberikan perhitungan yang mengerikan pada Malik.
"A-aku bicara yang sejujurnya, Bu. Yunan yang sudah berbohong." Malik terpaksa harus berbohong kembali, walaupun sebenarnya dia merasa bersalah pada Yunan.
Yunan terlihat emosi, laki-laki seusianya pastinya belum bisa mengontrol emosi, namun tangan Dara menyentuh tangannya, untuk menenangkan Yunan.
Dara memperhatikan raut wajah Malik, dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Malik.
Bu Maya tidak bisa semarah tadi karena dia nampak segan kepada Pak Tomi, "Maafkan saya Pak, saya selaku wali kelas murid XII-IPS 3 merasa Yunan sudah keterlaluan pada murid-murid saya, saya tidak tau bagaimana nanti menghadapi orang tua mereka nanti." Apalagi menghadapi orang tua Angga, anak dari pengusaha terkenal itu.
Pak Tomi menghela nafas, pasti besok orang tua keempat murid yang dihajar oleh Yunan akan datang ke sekolah. Dan yang lebih parah, yang menghajar mereka adalah putranya sendiri, anak dari pemilik sekolah. Rasanya dia tidak memiliki muka karena ulah Yunan.
"Yunan, cepat minta maaf pada mereka!" Pak Tomi menyuruh Yunan untuk meminta maaf pada Angga cs.
Namun Yunan malah diam, menatap tajam kepada keempat siswa itu.
"Papa tidak pernah menyuruh kamu untuk menjadi seorang pengecut, Yunan. Cepat minta maaf!" Pak Tomi meninggikan suaranya.
Novan tersenyum kecut, beginilah yang dia mau, agar hubungan ayah dan anak itu semakin renggang.
Yunan segera berdiri, dia memandangi semua yang ada disana. "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meminta maaf pada mereka."
Setelah berkata begitu, Yunan segera angkat kaki dari ruang BK.
Pak Tomi semakin geram dengan tingkah laku putranya, dia ingin mengejar Yunan, namun dicegah oleh Novan.
"Biar aku saja Pa yang bicara sama Yunan, aku akan bicara dari hati ke hati dengan Yunan sebagai seorang kakak."
Pak Tomi menarik nafas dalam-dalam untuk menurunkan emosinya, kemudian dia menganggukkan kepala, "Terimakasih Novan, kamu memang selalu bisa diandalkan."
Novan memang selalu terlihat baik dimata sang ayah tiri, dia segera mengejar Yunan.
Ternyata Yunan sedang berada di atas rooftop sekolah, untuk menenangkan diri.
"Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Yunan dengan nada ketus pada Novan.
"Bicaralah yang sopan padaku, aku adalah kakakmu." Novan berkata begitu dengan nada sinis.
"Kakak?" Yunan menyeringai, "Sejak kapan kamu menganggap aku adikmu? Selama ini kamu tidak pernah berpihak kepadaku, kamu tidak pernah sekalipun bersikap selayaknya seorang kakak padaku."
Novan menghela nafas panjang, sebenarnya dia ingin menghajar adik tidak tau diri itu, tapi dia harus berjaga sikap. "Sebagai kakak yang baik, aku akan memberikan saran yang terbaik untukmu. Lebih baik kamu sekolah di luar negeri, kamu bisa kuliah juga disana. Agar tidak merepotkan kami lagi sebagai keluarga kamu."
Yunan hanya bisa mengepalkan tangannya, menatap tajam pada Novan. Dia jadi ingin secepatnya tumbuh menjadi pria dewasa agar bisa memukul pria dihadapannya itu.
Semenjak ibunya meninggal, tidak ada yang pernah bisa mengerti dirinya. Seakan dia di suruh berpikir dewasa di usianya yang belum matang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲
emang sesakit ini rasanya menjadi yg tak pernah di anggap, ada dan di hargai benar' pun slalu salah. 🥀💔
2025-01-04
0
Ema Jason Ema
semngat Yunan buktiin kamu BKN seorang yg lemah ,buat malik jujur lebih baik x
2024-11-13
0
Sunarmi Narmi
Malik..pengen aku terapi kamu pakai sendal bakiak..biar otak kamu ngak oon amat..jaman gini takut di bully..potong burungmu ngak usah jdi laki" ..emosi 😡😡😡😡😡
2024-08-17
5