Malam ini Yunan membawa Dara ke apartemen miliknya, mereka nampak canggung mungkin karena sama-sama untuk pertama kali tinggal satu atap dengan lawan jenis.
"Wah apartemenmu sangat mewah sekali." Dara menatap takjub memperhatikan apartemen milik Yunan.
Kemudian Dara duduk di kursi sofa. Dara jadi teringat dengan tugas biologi yang belum dikerjakan oleh Yunan. "Oh iya kamu belum mengerjakan tugas halaman 56, semua murid sudah mengerjakannya, hanya kamu yang belum."
Yunan menghela nafas, sudah dia duga kupingnya pasti akan panas dengan ocehan Dara, apalagi selama satu bulan dia akan tinggal dengan wanita itu.
Yunan duduk di samping Dara, "Kenapa gak ngasih kunci jawabannya sama aku aja? Jadi aku tinggal salin, dan cepat mengerjakan tugas halaman 56 itu."
Dara menghela nafas, dia menjewer kuping Yunan, "Jangan karena aku numpang di apartemen kamu, aku akan luluh memberikan kunci jawaban padamu. Kita sebagai murid dan guru harus profesional."
"Arrrggghhh!" Yunan melepaskan tangan Dara, "Bisa tidak gak usah menjewer kuping aku? Aku malu ditertawakan teman-teman sekelas gara-gara kamu sering menjewer kuping aku." protes Yunan.
Dara memang sering menjewer murid-murid yang tidak mengerjakan tugas ataupun telat masuk kelas, karena selain guru biologi, dia juga wali kelas Yunan.
"Ya itu resiko kamu gak patuh, coba kalau kamu patuh, aku gak akan hukum kamu." Dara mengatakannya dengan santai.
Yunan memegang kupingnya yang merah dan terasa panas.
"Kita pokoknya jangan pernah membuat orang curiga kalau kita tinggal satu rumah. Kita jangan pernah berangkat atau pulang bersama, kalau di sekolah kamu harus panggil aku ibu." Dara mencoba memperingatkan Yunan.
Yunan menghela nafas, "Oke, oke."
Dara sebagai seorang wanita tidak ingin merasa rugi, karena itu dia harus memastikan jangan pernah terjadi hal yang tidak diinginkan. "Kamar aku dimana?"
"Aku hanya punya satu kamar." Yunan memang memilih apartemen yang hanya ada satu kamar karena merasa tinggal sendirian.
Dara memelototkan matanya, "Ja-jadi disini hanya ada satu kamar?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Lalu aku harus tidur dimana?" Dara malah balik nanya.
"Ya terserah kamu mau tidur dimana, mau di sofa kek, mau di dapur kek, mau di kamar mandi kek, atau mau tidur dikamar aku juga boleh."
Dara tidak mungkin harus tidur di kursi sofa selama satu bulan, dia menghela nafas, kenapa nasibnya harus sial begini, tapi dia baru sadar kan yang dia nikahi itu bocah, jadi dia rasa aman-aman saja jika tidur di kamar Yunan.
Dara segera menarik koper ke dalam kamar, "Ya sudah, aku tidur di kamar saja."
Yunan menelan saliva, dia padahal hanya bercanda menawarkan Dara tidur di kamarnya, dia pikir Dara akan memilih tidur di sofa. Apakah mungkin Dara benar-benar menganggapnya bocah?
Yunan sebenarnya berbohong kepada Pak RT, dia tidak sepolos itu, pernah mengintip sebentar video 19 detik, video 23 menit, ataupun video kebaya biru, itu semua wajar saja karena dia seorang laki-laki normal, ada rasa keingintahuan bagaimana proses membuat anak, walaupun harus berakhir bersolo karir di kamar mandi.
Namun, kenapa dia harus gugup, wanita yang akan tidur dengannya adalah wanita yang paling menyebalkan di sekolah, dia rasa akan aman-aman saja tidur satu ranjang dengan bu guru yang menyebalkan itu. Dara sama sekali tidak menarik untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Natha
serendah apapun status suami.. tetaplah dia kepala keluarga.
Dia yang menanggung dosa istri dan keluarganya.
sepantasnya istri tunduk dan menaati perintah suami selama tidak bertentangan syariat.
Nikah siri sebenarnya lebih utama, karena janji didepan Allah..
Emang ada pertanyaan di akhirat.. "apakah kamu nikah di KUA?"🤣🤣🤣
2024-12-27
2
Hanif Purwo nugroho
dobbol🤣🤣🤣🤣🤣
2025-02-08
0
supriadi basri
he he he.. klasik wuihhhhh....
istri kok berani jewer teling suami.. nikahnya pakai cara islam...
kok pada buta sama ajaran agama islam..
2024-11-27
1