Malam ini Dara mabuk berat, sehingga dia berjalan dengan sempoyongan di atas trotoar sambil bernyanyi, walaupun suaranya cempreng. "Baru ku sadari cintaku bertepuk sebelah tangan. Kau buat remuk seluruh hatiku."
Untuk pertama kalinya Dara mabuk, karena hatinya benar-benar sakit, Novan pria yang begitu dia cintai telah menolak cintanya, dia seakan tidak memiliki harga diri lagi. Padahal awalnya dia terlalu percaya diri bahwa Novan memiliki perasaan yang sama dengannya.
Novan seakan mempermainkan hatinya, dia melarang Dara dekat dengan pria lain, tapi hubungan mereka tidak diberikan kejelasan.
Ada dua orang preman memperhatikan Dara, mereka saling melirik sambil menyeringai, mumpung suasana dijalan sana begitu sepi, mereka gunakan kesempatan ini untuk menggoda Dara.
"Hai nona cantik, sendirian aja nih? Ikut abang yuk." kata preman satu.
Preman yang satu lagi menarik tangan Dara, "Ayo ikut bersenang-senang bareng kita, cantik."
Dara mencoba berontak, "Lepaskan aku! Aku gak mau ikut sama kalian."
Tanpa sengaja ada sebuah mobil sport melewati jalan sana, ternyata mobil itu milik Yunan, Yunan mengerutkan keningnya begitu melihat Dara yang sedang diganggu oleh dua orang preman.
"Itu kan si guru biologi?"
Yunan rasa dia tidak peduli dengan wanita itu, selama ini Dara tidak pernah memperlakukannya dengan baik.
Namun tetap saja dia merasa tidak tega jika Dara dilecehkan oleh kedua orang preman itu. Yunan terpaksa harus menghentikan mobilnya. Dia berjalan ke arah mereka.
Yunan memang memiliki satu buah motor dan satu buah mobil sport kesayangannya.
"Hei, lepaskan dia!" bentak Yunan.
Kedua orang preman cekikikan, dia merasa ditantang oleh anak kecil. "Hei anak kecil, mending diam aja kamu, gak usah ikut campur."
Preman yang satu lagi ikut tertawa, "Mending kamu tidur gih dibawah ketek Ibumu hahaha..."
Yunan sangat geram sekali, dia segera menghajar mereka berdua.
Bugh...
Bugh...
Kedua orang preman itu tidak sempat melawan, karena Yunan menghajarnya begitu cepat. Sampai kedua preman itu terkapar tanpa perlawanan.
"Arrrggghhh, ampun!".
"Arrrggghhh!"
Yunan walaupun usianya baru 18 tahun, tapi dia memiliki perawakan yang tinggi dan berbadan sixpack karena sering berolahraga dan latihan taekwondo.
Yunan segera menarik tangan Dara, "Cepat masuk!" Dia menyuruh Dara untuk masuk ke dalam mobil.
Di sepanjang perjalanan Dara terus saja meracau tidak jelas dan bernyanyi, membuat telinga Yunan sakit, dia segera menutup telinganya dengan headset.
Yunan mengantarkan Dara ke kosannya, dia pernah sekali datang ke kosan Dara untuk mengantarkan tugas biologi, karena Dara memberikan waktu satu hari agar Yunan mengerjakan tugasnya. Sementara siswa yang lainnya sudah mengerjakannya di sekolah.
Yunan menghela nafas begitu melihat Dara yang sudah terlelap di dalam mobilnya. Dia segera membangunkan Dara.
"Bu, bangun. Sudah sampai."
Namun sayangnya Dara tidak bangun juga.
Yunan menggaruk kepalanya yang gak gatal, "Astaga, benar-benar merepotkan."
Yunan terpaksa mengendong Dara membawanya ke dalam kos, ternyata kos Dara begitu kecil, hanya satu ruangan saja, seperti kamar hotel kelas bawah.
Yunan membaringkan Dara ke atas ranjang.
"Kenapa aku harus menolongnya? Padahal dia ini guru yang paling menyebalkan." gerutu Yunan. Dia merenggangkan kedua tangannya yang pegal.
Yunan kaget tiba-tiba Dara menarik tangannya sehingga tubuh Yunan menindih tubuh wanita itu.
"Eh, bu lepaskan. Aku masih perjaka lho bu."
Dara mencubit kedua pipi Yunan dengan mata yang terpenjam, "Kenapa kamu gak bisa cinta padaku? Padahal aku sangat mencintaimu."
"Hei bu, ini aku Yunan." Yunan berusaha untuk melepaskan dirinya.
"Apa yang kalian lakukan?"
Yunan terkejut saat mendengar suara seorang wanita di depan kosan, Yunan baru sadar dia tidak menutup pintu karena tujuannya hanya ingin mengantarkan Dara saja, dia tidak berniat lama di dalam kosan itu.
Ternyata wanita itu adalah pemilik kosan, dia sengaja datang kesana untuk menagih uang kosan yang sudah nunggak selama tiga bulan.
Yunan segera bangkit, dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada ibu pemilik kosan itu. "Ini gak seperti yang tante lihat. Kita gak ngapa-ngapain, tante."
Namun pemilik kosan itu tak ingin mendengarkan penjelasan Yunan, dia malah menelpon Pak RT. "Pak RT, saya mau lapor, disini ada sepasang kekasih yang sedang kumpul kebo."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
supriadi basri
lagu lama penyanyi baru... grebek terus nikah.. terusjutuh cinta.. terus lurus masuk jurang mati semua..
2024-11-27
0
ummi rama
aku mampir lagi Thor sesuka itu SM Yunan ngk bosan ngulang2 bacanya...😊👍🫰
2024-12-10
0
supriadi basri
yah.. ini gratis.. ga bayar..
jadi wajar aja novelnya abal abal..
2024-11-27
0