15

Jeno menatap sayang kepada gadis di hadapannya, ia baru saja memberi kecupan di bibir Karina itu dengan lembutnya. Karina, gadis yang dikecup oleh Jeno pun tersenyum bahagia. “Selamat ulang tahun, cantik. Aku berdoa, semua hal yang baik berada di dalam kehidupan kamu.” Bisik Jeno dengan tatapanya yang lekat kepada gadisnya itu.

Karina semakin bahagia saat mendengar doa yang diberikan oleh Jeno kepadanya. Ia mengecup singkat pipi lelakinya itu, “makasih, sayang dengan kejutannya. Ini kado terindah yang pernah aku punya di dalam hidupku,” ucap Karina dengan bahagianya.

“Berarti aku sukses buat pacar aku jadi perempuan yang beruntung di muka bumi ini?” goda Jeno sembari mengusap pipi gadisnya itu dengan ibu jarinya. Karina tertawa saat mendengar godaan Jeno kepadanya, ia merasa sangat dicintai lelaki itu.

Malam yang gelap, kini menjadi terang benderang setelah dihantarkan oleh kebahagiaan yang diberi oleh kekasihnya itu, Jeno. Ia diberi kejutan oleh kekasihnya tepat di sekitar taman yang berdekatan dengan laut itu, dengan alasan dramatis karena lelaki itu tengah mengalami kecelakaan membuat Karina segera melangkah panik ke arah alamat yang telah diberitahu oleh kekasihnya, tetapi itu semua hanya pengalihan untuk memberi dirinya kejutan.

Makan malam romantis, dan hal lainnya yang telah dipersiapkan oleh Jeno. Sungguh beruntungnya dirinya setelah mendapatkan semua ini. Pasangan itu menikmati cinta mereka yang tengah membara di dalam dinginnya malam, namun di sisi lain ada seorang gadis yang tengah menunggu ucapan selamat ulang tahun juga dari seorang yang ia cintai.

Kaela menghela napasnya pelan sembari menatap laut yang begitu luas itu, ia sejak tadi memperhatikan ponselnya berulang kali untuk melihat notifikasi pesan dari seseorang yang ia cintai, Jeno. Ia hari ini berulang tahun, dan harapannya sekarang adalah Jeno dapat memberi ucapan ulang tahun kepadanya.

“Kenapa sampai sekarang, Jeno belum ngucapin ulang tahun ke aku, ya? Apa dia lupa?” tanya Kaela kepada laut yang bersuara keras itu. “Nana udah ucapin ulang tahun, mama juga udah ucapin ulang tahun, tinggal Jeno yang belum ngucapin ulang tahun ke aku. Biasanya, dia nggak pernah kayak gini,” lanjut Kaela dengan sedihnya.

Kaela menghembuskan napasnya dengan sedihnya. Ia kembali memeriksa layar ponselnya, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, sebentar lagi hari akan berlalu. Namun, beberapa saat kemudian sebuah getara di ponselnya membuat Kaela segera melihatnya. Senyumannya terukir bahagia, ia segera menjawab panggilan itu.

“Hai, Kaela!” Suara itu, suara Jeno. Kaela merindukan suara itu.

“Hai, Jeno.” Sahut Kaela dengan senyuman manisnya.

“Sorry, gue lupa kalau lo hari ini ulang tahun juga. By the way, selamat ulang tahun, sahabatku. Semoga hal baik mendekati harapan yang lo mau.” Ucap Jeno di ujung sana, Kaela bahkan mendengar suara tawa kecil seorang perempuan di sana

‘Juga?Berarti ada yang lain juga?’ batin Kaela bertanya.

“Amin. Kayaknya lo sibuk banget, Jen, sampai-sampai lupa gitu. Lo memang di mana sekarang?” tanya Kaela dengan senyumannya tidak hilang.

“Ah, iya, gue lupa kasih tahu juga. Karina hari ini ulang tahun, jadi gue bikin acara kecil-kecilan untuk dia. Karina juga titip ucapan ulang tahun juga ke lo, ternyata ulang tahun kalian sama.”

Kaela yang sejak tadi tersenyum kini melunturkan senyumannya, rasa cemburu dan kecewanya kembali datang. Ternyata ada perempuan yang diprioritaskan oleh lelaki itu, Kaela seketika menundukkan kepalanya menatap kedua kakinya. “Oh, gitu. Makasih ya, Karina. Gue juga ngucapin selamat ulang tahun ke lo juga. Yaudah kalau gitu, have fun.” Dan tanpa menunggu balasan dari Jeno, Kaela mematikan panggilan itu.

“Orang yang gue tunggu, ternyata lagi senang-senang.” Ucap Kaela dengan nada sedihnya, tak terasa bulir airmatanya jatuh menyentuh tanah, tetapi senyumannya kembali terbit. “Tapi, gue senang, akhirnya Jeno ucap selamat ulang tahun ke gue.”

Bertambah umurnya, diiringi oleh rasa sakitnya.

Rhea tersenyum bahagia saat kembali dapat beraktivitas dengan bebasnya. Kini, hal yang dirindukan di dalam sekolahnya adalah ekstrakurikuler. Walaupun banyak petuah-petuah yang telah didengarnya pada hari ini dan sekaligus nasehat Jaemin yang tak henti-hentinya dari masuk ke sekolah hingga sebelum memasuki ekstrakurikuler,  akan setimpal dengan kesenangan yang telah ia tunggu-tunggu.

Rhea membasahi bibir bawahnya dengan tatapan lapar ke arah bola voli yang berada di dalam kedua tangannya saat ini. Semua sibuk dengan apa yang mereka lakukan, dan itu membuat Rhea semakin bahagia karena dirinya bisa menjadi dirinya sendiri tanpa ada embel-embel Kaela.

“Aku merindukan anakku ini. Tadi gue udah pemanasan, gue udah melakukan hal yang tidak akan membuat gue cedera, jadi kita harus mulai dari appatizer-nya dulu. Servis apa dulu yang akan kita coba? Hm..” Rhea dengan senyumannya pun memikirkan servis yang akan dilakukannya untuk pertama kali.

“Kaela! Ayo, aku mau latihan pukul bola kamu,” teriak seorang gadis di seberang net sana. Mendengar nama Kaela dipanggil membuat Rhea mencari sumber suara itu, dan melihat seorang gadis itu sudah bersiap untuk memukul servisnya. Rhea semakin semangat.

Rhea menganggukkan kepalanya dengan semangat, ia memberi jempolnya kepada Via – gadis yang tengah menunggunya di seberang net itu-.

“Oke, kali ini kita memulai dengan servis bawah dulu, Rhe. Gue bakalan tunjukkan kalau gue adalah seorang pemain inti voli kebanggaan sekolah.” Gumam Rhea yang mulai mengambil posisi di luar garis.

“Siap, ya?” ucap Rhea sedikit keras. Dan Via menganggukkan kepalanya dengan tatapan fokusnya.

Rhea mulai memukul bola voli itu dengan teknik yang sudah sering ia lakukan di dunianya. Ia tersenyum sembari menatap bola itu melambung ke seberang net, ia bahagia ternyata tubuh Kaela menyesuaikannya dengan cepat, gerakannya tidak ada yang meleset.

Via yang melihat bola itu hendak mendarat di tengah lapangan pun segera memukulnya, dan melambungkannya kembali ke arah Kaela. Rhea mulai mengejar bola itu, lalu melambungkannya kembali ke net sebelah, Via yang sedikit telat untuk menggapai bola itu pun akhirnya pasrah saat bola voli itu mendarat tepat di tengah lapangan itu.

“YEAY! YUHUU! 1-0.” Teriak Rhea dengan semangatnya, ia melompat kecil saat adrenalinnya memicunya untuk kembali bermain.

Via menggelengkan kepalanya kagum, gadis itu baru pertama kali memasuki ekstrakurikuler voli, refleknya sangat cepat dan tepat.

“Lagi?” tawar Via dengan senyumannya. Rhea menganggukkan kepalanya dengan cepat, “kasih ke gue, Vi. Gue mau latihan servis juga,” balas Rhea dengan semangatnya. Via pun melemparkannya ke arah Kaela.

Rhea kembali mengambil posisinya, kali ini dia akan mencoba floating service. Via membolakan kedua matanya saat melihat langkah kaki Kaela yang hendak melakukan servis yang paling ia tidak suka,  floating service. Arah pukulan bola itu sangat tidak bisa diprediksi, dan Kaela adalah murid baru yang memasuki lapangan ini, bagaimana bisa ia mencoba servis itu?

Rhea melambungkan bola itu setinggi yang ia bisa, lalu mulai sedikit berlari, mulai melompat dan memukul bola itu sesuai yang ia mau. Via melihat bola itu menyentuh net dan ia mengira bola itu tidak akan masuk ke lapangannya, tetapi bola itu terjatuh di lapangannya. Via menghela napas, ia sudah kalah sebelum berlari.

Rhea yang melihat itu seketika melompat kembali, ia senang. “HAHAHAHAHAHA! 2-0! VIA KALAH!” pekik Rhea dengan bahagia dan tawanya yang menghiasi lapangan itu.

Via tertawa saat mendengar ejekan Kaela di seberang sana, “sialan, Kaela! Sekali main, malah bikin aku kalah.”  Rhea berjalan mendekati net itu, ia tertawa lepas karena keberhasilannya. “Makanya fokus dong, manis.”  Goda Rhea dengan alisnya yang naik turun sebagai tanda mengejek lawannya itu.

Via mengembalikan bola itu kepada Kaela, “kita mulai lagi. Aku nggak akan kalah dari kamu,” ucap Via dengan nada menantangnya. Rhea suka ini, ada aura menantang antar mereka. Semakin ia ditantang, semakin ia bahagia.

“Bersiap kalah ya, Vi.” Dan Rhea kembali mengambil posisinya, saat ia membalikkan badannya dengan senyuman tanpa sengaja ia melihat Jeno tengah memperhatikannya dari bangku yang tidak jauh dari lapangan basket, lelaki itu melihatnya dengan tatapan yang sulit ia artikan.

“Ngapain dia ngelihatin gue? Ada yang salah, ya?”tanya Rhea di dalam hatinya. Rhea mencoba memeriksa dirinya, mana tahu ada yang salah, tetapi terlihat normal. Rhea kembali menatap Jeno dengan tatapan bingung. Lelaki itu menyunggingkan senyumannya, Rhea semakin bingung. “Orang gila.” Gumam Rhea sembari menggelengkan kepalanya. Ia segera mengambil posisinya kembali.

Jeno melihat Kaela sejak awal, gadis itu membuatnya terkejut sekaligus terpukau, ia baru tahu bahwa Kaela memiliki bakat dibidang olahraga. Kaela yang ia kenal dulu bahkan hanya berdiam di dalam kelas, tetapi kali ini membuatnya terkejut.

Gadis mungil itu melompat, refleknya yang cepat, dan teknik servisnya yang membuatnya heran, sejak kapan gadis itu berlatih? Dan sekarang, ia melihat gadis itu memulai kembali servis yang tidak ia paham.

“Cantik,” ucap Jeno tanpa sadar saat melihat Kaela memukul bola voli itu dengan kuat. Kaela berlari ke arah bola voli yang telah di umpan kembali ke arahnya, ia memukul bola itu dengan senyuman manisnya. Kaela seperti menemukan rumah kebahagiaan di sana. Jeno tak henti-hentinya melihat gadis itu ke sana ke mari, benar-benar sangat lihai.

“WOI, JENO! DI SURUH KUMPUL!” teriakan suara berat dari lapangan itu menyadarkan lelaki itu dari atensinya, ia mengerjapkan kedua matanya lalu tersadar seketika. Ia melihat teman-temannya sudah berkumpul di tengah lapangan dan menatapnya.

“YUHU! 3-0! I’M THE WINNER!” teriakan itu membuat Jeno melihat Kaela yang begitu bahagia, Jeno melihat Kaela benar-benar bahagia dan cantik.

“JENO!” Dan segera Jeno berdiri dari duduknya, ia sudah menggelengkan kepalanya pelan dan mulai berjalan menuju lapangan basket, ia menyunggingkan senyumannya. “Berisik!” balas Jeno dengan senyumannya.

“Malah senyum-senyum! Mentang-mentang cakep si bangsat!” omel teman-temannya di tengah lapangan itu, Jeno tertawa kecil dan berlari kecil.

‘Ada hati yang kini menjadi mulai milik seseorangi atau pada dasarnya sudah lama, tetapi baru menyadari?’

**

Terpopuler

Comments

fransisca brahara

fransisca brahara

cinta jajar genjng

2023-05-02

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!